"Saya dengar-dengar, kamu pengasuh cucuku di rumah ini. Siapa namamu?" Tanya dengan nada lembut Maria.
"Nama saya, Nara. Hari ini saya pertama kerja di rumah Tuan Sean," sahut Nara dengan menundukan wajahnya. Maria tersenyum mengembang, ia pun segera membawa Aren ke taman seperti yang mau di lakukan Nara sebelumnya.
Nara pun mengikutinya dari arah belakang, Aren tampak akrab dengan Neneknya. Maria terkenal dengan kebaikannya kepada setiap orang termasuk mantan menantunya. Angel terlahir dari keluarga model, tapi sipat dan prilakunya membuat orang suka padanya sehingga Sean pun tertarik dan berhasil mendapatkan hatinya.
Maria mendukung penuh hubungan mereka, karena memang Angel beda dari wanita lain. Dia tidak seperti model lainnya yang selalu mendekati dan memanfaatkan semua pria. Angel sangat sopan kepadanya, selalu berbagi satu sama lain sehingga membuat Maria sangat menyukainya.
Melihat Nara, Maria teringat Angel, padahal mereka baru saja bertemu. Wajah cantik Nara membuat Maria punya niat terselubung untuk kedepannya.
"Nyonya, mau teh atau jus?" Tanya Nara menawarkan minuman kepada sang majikan.
"Teh manis saja, terima kasih sebelumnya," sahut Maria.
Nara pun pergi ke dapur untuk membuatkan teh manis, perasaanya gugup karena semua majikan di rumahnya sangat baik. Aren menerima Nara dengan baik, kedua Daddy-nya Sean. Walaupun tampak dingin, tapi Nara merasakan mereka sangat baik kepadanya.
Di kantor.
Sean tampak duduk di kursi kebesarannya, dia sibuk dengan tugas hari ini agak padat. Ia masih terngiang-ngiang permintaan putranya yang membuat Sean kaget. Aren begitu merindukan dan menginginkan kasih sayang seorang ibu, walaupun banyak yang menyayanginya termasuk neneknya, tapi Aren merasa dirinya perlu seorang ibu.
"Aren, kenapa permintaan'mu membuatku sangat takut. Aku masih belum bisa melupakan Mommy'mu," gesar Sean menutup berkas yang ada di hadapannya.
Sebelum menikah dan mengenal Angel, Sean tipe orang yang selalu berganti-ganti pasangan. Dia hanya mencari para penghibur di kala hatinya sedang kosong, setelah menikah dengan Angel Sean cukup banyak perubahan di dalam dirinya. Dia tidak lagi bermain dengan setiap wanita. Sampai saat ini, semenjak di tinggal pergi Angel, dia belum berani untuk bermain dengan semua wanita lagi wajah Angel selalu ada dipikirannya.
Sean segera pergi dari kantornya untuk menenangkan pikiran yang membuat dirinya tertekan. Tapi, kebahagiaan Aren juga kebahagiaannya, tapi untuk menikahi Nara, Sean tidak mungkin dia hanya pengasuh yang baru saja bekerja di rumahnya. Dia belum mengenalnya lebih jauh mengenai Nara.
Malam ini Maria mengajak Sean juga Aren untuk makan malam di sebuah restoran untuk mengenalkannya dengan seorang wanita cantik. Sebagai orangtua, Maria tidak mau putranya terus-terusan menjadi duda dan tidak memikirkan perasaannya sebagai seorang ibu. Dia juga harus memikirkan masa depan Aren yang membutuhkan sosok ibu di sisinya.
Ponselnya pun berbunyi, terlihat Mamihnya menghubungi Sean. Ia tampak kesal karena yang di tanyakan persiapan untuk nanti malam bertemu wanita yang di jodohkan Maria.
"Sayang, hari ini kamu jangan lupa, malam ini bersiaplah. Sekarang Mamih ada di rumahmu," ucap Maria dalam sambungan tlp.
"Hmm."
Ponselnya pun segera Sean matikan, Maria hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Di rumah Sean.
Nara datang membawa nampan berisi satu gelas teh manis buatannya. Ia segera menyuguhkannya untuk Nyonya besarnya.
"Silahkan, Nyonya." Ucapnya.
Maria tampak senang, Nara begitu sopan tidak seperti pengasuh sebelumnya yang tidak punya tatakrama. Ia menyeruputnya, terasa sangat nikmat beda dari yang lain membuat Maria kagum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
🏘⃝AⁿᵘMd Wulan ᵇᵃˢᵉ 🍇
ko aku curiga ya ...jangan jangan nenek maria mau jodohin nara sama sean
2022-03-26
0
Henda Rina
semoga nara yg dijodohkan😅🤙
2022-01-28
0
Eti
lanjuuuttt
2022-01-01
0