Samar-samar Medina membuka matanya, Ketika tersadar dia sudah berada di kamarnya. Dilihatnya Bi inah dan Firo di dekatnya.
"Nona, apakah anda sudah baikan?" Bi inah mendekati Medina yang terbangun.
"Bi kenapa aku ada di kamar? Bukankah tadi aku.. " Medina mengingat ingat kejadian sebelum dia pingsan.
"Tadi Nona terjatuh di kolam renang. Beruntung nona tadi selamat dan bibi membawa nona ke kamar ini," ucap Bi Inah.
"Nona kalau masih tidak enak badan sebaiknya tidur saja. Biar Tuan Muda bibi yang urusin," ucap Bi Inah.
"Terima kasih, Bi! Tapi kayanya aku harus pindah tempat tidur. Soalnya ini tempat tidur Tuan Firo," Medina bangun hendak berpindah tempat.
Karena masih pusing Medina yang berdiri hendak terjatuh lagi. Firo dengan cepat menangkap tubuh Medina.
"Kalau kamu mau, Kamu boleh tidur di kasurku!" ucap Firo.
"Terima kasih, Tuan!" sahut Medina.
Tumben nih orang baik amat. Batin Medina.
Firo dan Bi inah kemudian meninggalkan Medina sendiri untuk beristirahat.
Dalam pikirannya Medina masih mengingat ingat kejadian menimpa dirinya,
Perasaan tadi ada yang menolongku ketika jatuh. Tadi dan menggendong ku siapa? sepertinya wajahnya tidak asing bagiku. Medina berpikir dalam lamunannya.
***
Flashback.
Siang itu Medina tercebur di kolam renang. Firo melihat istrinya dari jauh. Dalam hatinya dia ingin menolong, Tapi dihatinya juga dia tidak mau rahasianya yang tidak gila terbongkar.
Tetapi tak berpikir lama Firo memutuskan untuk menyelamatkan istrinya. Tapi sebelum dia sampai di kolam renang, tiba-tiba seorang laki laki sudah menceburkan tubuhnya duluan hendak menolong istrinya.
Firo melihat kejadian itu menyesal kenapa dia tidak kalah cepat dengan lelaki itu, Yang lebih tercengang lagi ternyata lelaki itu adalah Shaka saudara lelakinya.
Medina diangkat Shaka ke tepian, Di sana masih ada kakaknya Syerli,
Firo masi melihatnya dari jauh,
Shaka mencoba menyadarkan Medina yang pingsan dengan memencet perutnya agar air dalam perut Medina keluar. Banyak air yang sudah dikeluarkannya Tetapi Medina tak juga sadar.
Shaka memperhatikan wajah Medina.
Tidak ada cara lain lagi kecuali memberi nafas buatan. Pikir shaka.
Saat itu Shaka tidak tahu kalau Medina adalah istri dari Firo. Yang dia tahu Medina adalah gadis yang ditemuinya malam itu yang mirip dengan tunangannya.
Ketika Shaka hendak memberi nafas buatan tiba-tiba Bi inah dan pembantu lain Mendekatinya.
"Tunggu, Tuan! Tunggu!" Bi Inah mendekati Shaka, "Jangan lakukan Tuan! Dia adalah istri Tuan Muda Firo," tambahnya lagi.
"Mohon maaf sebaiknya Nona Medina di bawa ke kamar saja, Biar bibi yang mengurusinya," sambung Bi Inah mencegah Shaka.
Shaka terkaget mendengar pernyataan Bi inah. Dia masih belum percaya ternyata wanita yang di depannya istri saudaranya sendiri.
"Apa benar dia istri Firo, Kak?" tanya Shaka kepada kakaknya Syerli.
Syerli mengangguk.
"Betul Shaka, Sebaiknya kau tinggalkan saja wanita ini. Wanita ini menyusahkan saja," ucap Syerli.
"Bi, bawa wanita ini! Shaka sebaiknya kau jauh jauh dari wanita itu," ucap Syerli menjauhkan tubuh adiknya.
Dengan dibantu pembantu lain, Bi inah menggotong Medina ke kamarnya.
Firo tidak sudi bila istrinya di cium pria lain, dia buru buru menyuruh Bi Inah segera membawa istrinya.
Saat itu ketika Shaka hendak menengok Medina memastikan bahwa yang dikatakan kakak dan bi inah benar. Sebelum sampai pintu Shaka sudah di hadang Firo di depan kamarnya.
"Sebaiknya kamu tidak usah ikut campur urusanku! Terima kasih kamu sudah menolong istriku," ucap Firo menghalangi langkah Shaka.
"Baiklah, aku tidak tahu kalau dia istrimu. Selamat ya aku tidak mengetahui kamu sudah menikah, kamu beruntung mempunyai istri yang sangat cantik" sahut Shaka di sebelahnya.
"Oh ya satu lagi. Setidaknya kalau kamu benar suaminya, Kamu seharusnya bisa menjaganya dan tidak hanya melihatnya dari jauh!" ucap Shaka menepuk punggung Firo lalu meninggalkannya.
Sebelum Shaka menolong Medina, sebenarnya Shaka hendak menemui Firo, Tetapi ketika pandangan Firo tertuju di kolam renang. Jiwa empati Shaka langsung berlari menuju wanita yang hampir tenggelam itu. Dilaluinya Firo di depannya.
Shaka adalah saudara Firo meskipun dari ibu yang berbeda. Wajah Shaka dan Firo sama tampannya tetapi berbeda. Firo berwajah oriental sedangkan Shaka berwajah bule.
Ketika kecil Firo dan Shaka sering bermain bersama. Umur mereka juga hanya berbeda bulan. Sejak Ibu Firo meninggal. Firo sudah tidak pernah lagi bermain bersamanya. Shaka tidak seperti ibu dan kakaknya dia sangat baik dan peduli terhadap Firi. Tetapi sayang Firo sudah membenci mereka bertiga. Rasa di hati Firo sudah mati tidak mempercayai Shaka lagi karena dia sudah meninggalkannya disaat terpuruk.
Di dalam hati, Firo menyesal tidak bisa menyelamatkan sendiri istrinya. Perkataan Shaka masih terngiang di telinganya.
Kamu seharusnya menjaganya. Kamu seharusnya menjaganya.
Kata-kata itu terdengar keras di telinga Firo.
Firo mendekati Medina dilihatnya dalam dalam istrinya yang belum tersadar. Dia mencoba memberikan minyak angin di hidungnya tapi tetap Medina belum sadar.
Tanpa pikir panjang terpaksa Firo memberi nafas buatan kepada istrinya. Bi Inah yang berada di sampingnya pura-pura tidak melihat.
Saat itu kedua kalinya Firo menautkan kedua bibir mereka.
Tak begitu lama, Medina terbangun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Kenyang
semngat jln trus 😂😂🤭
2022-12-25
0
Reni Ardiana
ehm,,rasa"nya ada yg panas"nih🤗
2022-10-18
0
Erny Manangkari
apa Medina punya kembaran..
2022-10-04
0