Operasi berjalan lancar, kondisi Niko sudah berangsur membaik, Tetapi masih memerlukan perawatan untuk memulihkan kesehatannya di rumah sakit.
Semua biaya ditanggung Tuan Bram, tentunya sudah ada kesepakatan antara Pak Joko, Medina dan Tuan Bram.
Siang itu Tuan Bram menyambangi rumah Pak Joko bersama asistenya untuk menagih janji.
Kedatangan Tuan Bram antara lain membahas masalah pernikahan Firo dan Medina.
"Jadi bagaimana Pak Joko? Apa sudah ditentukan tanggalnya?"
Tuan Bram memulai pembicaraan duduk di depan Pak Joko.
Semua yang ada di ruangan itu menjadi hening. Bu Sari duduk di sebelah Pak Joko.
Medina yang dari tadi di dapur keluar untuk menghidangkan minuman untuk mereka.
"Jadi kamu yang mau dijodohkan dengan, Firo. Anakku. Siapa namamu?" tanya tuan Bram ramah.
"Namaku Medina, Tuan" sahut Medina.
Walaupun hatinya sangat gusar, Medina masih bisa menjawab sambil tersenyum sopan.
Aku yakin kamu anak baik, Cocok untuk anakku, batin tuan Bram .
"Sebelum pernikahan ada baiknya Anda membaca perjanjian sebelum nikah dulu, Nona"
Asisten Tuan Bram menyodorkan surat perjanjian sebelum menikah kepada Medina.
Medina lalu duduk di samping orang tuanya.
Tanpa pikir panjang Medina menerima surat itu dan membacanya.
Semua Poin dibaca teliti, rata-rata isinya mencakup kegiatan Firo dari bangun pagi sampai tidur. dan disitu tertulis jelas tugas Medina hanya melayani Firo.
Untuk bagian ini Medina masih menerimanya toh anggap saja dia dinikahkan untuk dijadikan pembantu, pikirnya dalam hati.
Di bagian akhir surat perjanjian mata Medina membulat sempurna membaca perjanjian terakhir.
Pihak kedua dilarang meninggalkan Firo sebelum memiliki keturunan dengan Firo.
Apabila pihak kedua melanggar, Maka diwajibkan membayar ganti rugi dua kali lipat dari hutangnya.
3.Pihak kedua dilarang memiliki hubungan dengan pria manapun sebelum kontrak berakhir.
Pihak kedua yang dimaksud adalah Medina, Sebagai calon istri Firo.
Medina mengambil nafas berat. Rasanya ingin berlari tapi tak bisa.
Perjanjian macam apa ini!. Batin Medina sambil meremas baju yang dia pakai.
Bu Sari yang melihat ekspresi Medina langsung menggenggam tangan Medina.
"Maafkan ibu sama bapak nak! kalau kamu keberatan, Batalkan saja perjodohannya," ucap Bu Sari, "Biar ibu cari jalan lain untuk membayar hutangnya,"
Bu Sari merangkul Medina menenangkannya.
Tuan Bram cepat menyenggol tangan Asistennya memberi kode.
"Tidak bisa, Pak! Kalau bapak ingin membatalkan perjodohannya, Bapak harus membayar semua hutangnya dalam waktu tiga hari ini, Kalau tidak bisa kami tetap menjodohkan anak bapak," ucap asisten Tuan Bram tegas.
Mustahil dalam waktu 3 hari mereka bisa membayar hutang yang hampir 500jt jumlahnya. Membayangkannya saja sudah pusing mau cari dimana.
Apalagi Dengan kondisi Pak Joko yang sering sakit. Medina sangat menyadarinya, Ditambah sekarang posisinya sedang tidak bekerja.
Tanpa pikir panjang Medina menandatangani surat perjanjian itu. Ia sudah tidak peduli dengan nasibnya nanti.
Tanpa sadar bulir air matanya jatuh ke pipinya yang mulus.
Ini semua aku lakukan demi orang tuaku, Entahlah mungkin ini sudah nasibku. Batin Medina dalam hati.
Pak Joko yang tak tega melihat anaknya Mendekati sambil mengelus kepala anaknya, "Terima kasih nak atas pengorbanan ya,"
***
Di rumah Tuan Bram,
"Nak, dua hari lagi kamu akan menikah. Lihatlah calon istrimu," Tuan Bram menyodorkan foto medina kepada Firo.
Firo melihat foto yang diberikan ayahnya. Baru pertama kali melihat tampak senyum mengembang di bibirnya.
"Apa kamu suka?" tanya Tuan Bram lagi.
Firo kembali tersenyum, Melihat itu Tuan Bram sudah tahu jawabannya.
Hanya tuan Bram dan Bi Inah yang bisa diajak bicara tenang dengan Firo.
Setelah itu Tuan Bram berlalu pergi dari kamar anaknya.
Sebelum membicarakan pernikahan anaknya ,sudah jauh hari tuan Bram menemui dokter psikiater Firo.
Dia sudah berkonsultasi apakah anaknya bisa menikah dengan tenang saat acara pernikahannya nanti.
Karena takut anaknya akan mengamuk seperti biasanya.
"Dok, Apa ada cara untuk menyembuhkan Firo, Anakku?" tanya tuan Bram kepada dokter yang menangani Firo.
"Tuan, Sepertinya Firo membutuhkan pasangan untuk kesembuhannya, sepertinya dia membutuhkan teman untuk bertukar pikiran," ucap dokter itu, "Tidak ada salahnya bila Firo mempunyai teman hidup. Barang kali itu bisa menjadi terapi kesembuhan Firo," tambahnya.
Ucapan dokter Firo selalu terngiang ditelinga Tuan Bram. Sejak saat itu dia memutuskan mencari pendamping untuk putranya.
Dia ingin memiliki cucu, sebagai penerusnya.
***
"Tuan muda ini makanannya saya taruh dikamar ya," ujar Bi Inah lembut.
"Terimakasih, Bi" ucap Firo pada Bi Inah asisten pribadinya.
Bi Inah adalah pembantu Tuan Bram dari kecil. dia sangat berdedikasi kepada Fira ibunya Firo.
Bi Inah sangat berhutang budi kepada Fira yang telah menyelamatkan anaknya dengan mendonorkan kornea matanya kepada anak semata wayangnya. Namun Firo tidak mengetahuinya.
Bi Inah dengan setulus hati merawat Firo semenjak kepergian ibunya.
Ketika Firo diganggu oleh Nyonya Stella. Bi Inah selalu pasang badan menggantikan posisi Fira. Ny.Stella selalu berbuat kasar kepada Firo.
Bahkan Firo tidak memakan makanan apapun selain Bi Inah yang membuatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Cikgu Liya💖CyS
sptinya menarik.beda dg cerita lainnya
2023-01-23
0
masih nyimak
2023-01-08
0
Kenyang
ya nie aku jdi penasarn bacanya👍
2022-12-25
1