Kedatangan Nyonya Stella

Sudah hampir larut malam, Medina sampai di rumah Firo. Medina menuju kamarnya, dia langsung menghampiri sofa tempat biasa dia tidur.

Medina melihat sekeliling kamar. Tidak biasanya Firo tidak ada di kamarnya.

Sepertinya Tuan Muda tidak ada di sini, kemana dia pergi? tidak seperti biasanya dia tidak ada kamarnya. Ah, Bodoh amat yang penting aku bisa tidur nyenyak malam ini. Batin Medina.

Sambil menarik selimut Medina memejamkan matanya. Lalu tertidur sangat Nyenyak.

***

Pagi itu Medina bangun, Tadi malam tidurnya begitu sangat nyenyak. Dilihatnya lagi kasur di depannya ternyata masih kosong.

Eum, mungkin dia tidur di rumah utama. Batinnya dalam hati.

Medina memutuskan untuk keluar sebentar mencari udara segar di taman tepat di sebelah kamarnya.

"Sejuk sekali pagi ini," Medina merentangkan tangannya sambil menggerakkan badannya.

Medina menghirup dalam-dalam udara segar pagi itu.

Seandainya aku tidak menikah dengan orang yang memiliki gangguan jiwa. Mungkin aku akan betah tinggal disini. Gumam Medina.

Medina berlari kecil keliling halaman, Berolahraga ringan. Sampailah dia di dekat rumah utama.

"Jadi ini wanita ****** itu yang menikah dengan Firo?" seorang wanita dengan penampilan glamor ala sosialita mendatangi Medina.

"Kalau bukan karena uang mana mungkin wanita ****** ini mau menikahi pria gila seperti Firo," timpal seorang wanita berumur sekitar 30an menyahuti omongan ibunya.

Medina terkaget dengan kedatangan mereka. Dua orang wanita itu adalah Nyonya Stella dan Nona Syerli, Medina mengenal muka mereka berdua karena sebelumnya Medina sudah mengetahui kalau mereka anggota keluarga di rumah itu.

"Selamat pagi Nyonya Stella, Selamat pagi Nona Syerli," Medina tidak berubah, Seperti biasanya sebelum Medina menikah dengan Firo pun, dia selalu menyapa duluan Nyonya Stella ketika membantu bapaknya bekerja dulu.

Meski dalam hatinya kesal dengan perkataan mereka, Medina masih memberi salam hormat kepada mereka berdua.

"Bukannya dia anak tukang kebun itu?" Ucap Nyonya Stella angkuh mendekati Medina.

"Sepertinya benar,Ha.. ha..Dengar ya, kau wanita ******! Jangan pikir dengan kamu menikah dengan Firo kamu akan diperlakukan seperti seorang permaisuri di rumah ini," ucap Syerli sambil tertawa.

Medina hanya diam tak menanggapi.

Anda benar Nyonya, aku sudah menyadarinya dari awal, kalau aku disini hanya pembantu berstatus istri. Ucap Medina dalam hati.

Medina tahu posisi dirinya seperti apa di rumah itu, sebenarnya Medina jengkel, Namun dia enggan melawan mereka berdua. Baginya dia malas kalau harus pagi buta seperti ini sudah memulai keributan.

"Maaf Nyonya, Kalau tidak ada keperluan aku mau ke kamar dulu," seru Medina.

Medina lalu pergi meninggalkan mereka.

Namun belum melangkah jauh,

Gedebuk!

Kaki Medina tersandung Kaki Syerli yang sengaja ingin menahan jalannya.

"Tidak sopan sekali kamu! Kami datangi malah pergi!" seru Nyonya Stella puas melihat Medina terjatuh.

"Ha.. ha..ha..selamat datang di rumah ini gadis bodoh!" Syerli tertawa menang ketika Medina terjatuh di depannya.

Medina diam sambil menahan sakitnya.

"Sepertinya kita buang-buang waktu disini. Syerli! ayo kita masuk," ujar Ny.Stella.

Merasa puas mengerjai Medina. Tak menunggu lama Nyonya Stella dan Syerli meninggalkannya.

Ada banyak ide yang sudah terkumpul di otak mereka untuk menindas mainan barunya.

Medina yang masih tersungkur merasa begitu lemah kali ini. Keberanian yang sering dia lakukan tidak berlaku di rumah ini. Di bayangannya masih terlintas jelas orang tuanya, dia masih membutuhkan biaya untuk pengobatan ayah dan ibunya yang sakit.

Sementara di tempat lain ada tangan yang mengepal geram, Melihat peristiwa yang dilihatnya dari jauh.

Kalian berdua akan mendapat balasan lebih kejam dari yang aku rasakan!

Tunggu saja sebentar lagi kamu akan merasakannya

Laki-laki itu adalah, Firo.

***

"Nona Medina, tolong antar kan makanan ini ke kamar tuan muda," Bi inah datang menyerahkan nampan berisi makanan kepada Medina.

"Tumben Bi, di taruh di kamar. Biasanya dia kalau makan maunya di taman!" ucap Medina.

"Antar kan saja Nona. ini permintaan Tuan muda, Kalau tidak ada yang di butuhkan permisi bibi mau ke dapur dulu," ucap Bi Inah sambil pamit pergi.

Medina menuju kamarnya, Dia tak melihat Firo berada di kamarnya. Setelah dia sampai Medina menaruh makanan di nakas samping tempat tidur Firo.

Pandangan Medina terhenti ketika dia melihat pintu lemari yang sedikit terbuka. Medina penasaran karena lemari itu seperti bukan lemari pada umumnya.

Bukankah itu sebuah lemari? Kenapa seperti ada ruangan di balik lemari itu.

Karena rasa penasaran Medina berjalan menuju lemari yang ada di kamar itu.

Medina Belum sempat membuka lebar lemari itu, Bi inah sudah datang memanggilnya.

"Nona Medina," Bi Inah muncul tiba-tiba dari arah pintu kamar.

"I-iya Bi, ada apa?" Medina terkaget karena mendengar panggilan Bi Inah dari luar.

"Tuan Bram mengajak nona, Untuk sarapan pagi bersama di meja makan," ucap Bi inah.

"Oh baik, Bi! Aku akan segera ke sana," sahut Medina.

"Nona pasti belum tahu tempatnya. Mari nona, bibi antar kan" Ucap Bi Inah.

Sebenarnya Medina masih penasaran, Tapi dia berpikir lain waktu dia akan membukanya lagi.

Karena tidak tahu tempatnya

Medina mengikuti langkah Bi inah dari belakang Menuju ruang makan.

Terpopuler

Comments

Kenyang

Kenyang

tunggu saja dasar perempuan jalang sok berkuasa😡😡Klian akn merasakn akibatnya

2022-12-25

0

Tatiastarie

Tatiastarie

hati" medina ada dua orang wanita licik

2022-10-27

0

Erny Manangkari

Erny Manangkari

pasti ruang rahasia medina

2022-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 Disuruh Menikahi Pria Gila
2 Menerima Nasib
3 Perjanjian Sebelum Menikah
4 Menikah.
5 Dikerjai Firo
6 Pertemuan Pertama Firo
7 Rahasia Firo
8 Niki
9 Kucing yang Tertabrak
10 Kedatangan Nyonya Stella
11 Sarapan Pagi
12 Dikerjai Lagi
13 Terjatuh di Kolam Renang
14 Ruang Bawah Tanah
15 Shinta
16 Jebakan Lagi
17 Ruang Bawah Tanah 2
18 Kena Batunya.
19 Tidur Bareng.
20 Nyamuk Nakal.
21 Cemburu
22 Firo Kecil
23 Minggu yang Bebas.
24 Roller Coaster.
25 Tersadar
26 Disekap
27 Firo Demam
28 Sakit
29 Aku Sayang Kamu
30 Mendatangi Tuan Bram
31 Ketemu Shaka Lagi.
32 Ungkapan Shaka
33 Dinner.
34 Ajakan Makan Malam.
35 Makan Malam
36 Makan Malam 2
37 Niky dan Sony
38 Jalan Berdua
39 Jalan Bareng 2
40 Taman Samping
41 Shaka
42 Shaka 2
43 Bunga
44 Siang Pertama
45 Menemui Tuan Bram 2
46 Bertemu Shaka
47 Curhatan Firo
48 Mimpi Firo
49 Pernyataan Tuan Bram.
50 Perubahan Firo
51 Kepergian Bi Inah
52 Rindu yang Terobati
53 Kedatangan Tamu
54 Shaka dan Geya Berdebat
55 Kekecewaan Sony.
56 Ajakan Medina
57 Hujan Deras.
58 Godaan Baru
59 Berkunjung ke Rumah Medina.
60 Niki Ketahuan Hamil
61 Kehamilan Niki
62 Memberi Pelajaran Kepada Sony.
63 Di Rumah Sakit
64 Peresmian Hotel
65 Masalah Di Hotel
66 Menunggu Niko
67 Cemburu
68 Menghadiri Pesta.
69 Obat Pencahar.
70 Malam yang Panas.
71 Bertemu Bi Inah.
72 Rumah Sakit.
73 Lelaki Bayaran.
74 Tuan Bram.
75 Teringat Kembali.
76 Menghampiri Sony.
77 Berkumpul.
78 Merawat Bunga.
79 Mendatangi Firo.
80 Aturan Pernikahan Sony.
81 Sony yang Angkuh.
82 Pernikahan Niki.
83 Tidur Sendirian.
84 Mengetuk Pintu.
85 Menghakimi Sony 1
86 Menghakimi Sony 2.
87 Kabur.
88 Menunggu Kabar.
89 Terbakarnya Mobil Sony.
90 Kesedihan Firo.
91 Hampa
92 Menuju Rumah Sony.
93 Medina Hamil.
94 20 Tahun yang Lalu.
95 Mencari Medina.
96 Restoran Cepat Saji.
97 Malam Mencekam.
98 Mencari Jalan.
99 Bersembunyi.
100 Agung yang Malang.
101 Menyuapi Medina.
102 Makan Sepiring Berdua
103 Meysa Jovanka Alister.
104 Pertemuan yang Mengharukan.
105 Sebuah Kenyataan.
106 Visual Menikahi Pria Gila
107 Apa Salahku?
108 Satu Gelas Minuman
109 Firo yang Khawatir
110 Meminta Maaf
111 Kabar Buruk
112 Negosiasi
113 Menjenguk Bayi Niki
114 Berbelanja
115 Pembunuh Jovan
116 Hancurkan!
117 Ruangan yang Mencekam
118 Terowongan
119 Bunuh Aku!
120 Jangan Bunuh!
121 Melahirkan
122 Orion Drago
123 Sidang Dakwaan 1
124 Shaka 1
125 Shaka 2
126 Shaka 3
127 Shaka/ Sony
128 Pernikahan Agung
129 Shaka 4
130 Shaka 5
131 Sony 1
132 Seperti Sampah
133 Kunjungan Shaka
134 Menjelang Pernikahan Shaka
135 Janji Nikah
136 Malam Pertama Shaka
137 Ayah Untuk Elard
138 Tertangkap Basah
139 Ketahuan
140 Geya dan Shaka
141 Berkumpul
142 Malam di Rumah Firo
143 Curhatan Shaka
144 Sidang Putusan
145 Mimpi Firo
146 Pagi Pertama
147 Kelahiran Seorang Putri
148 El dan Drago
149 Maaf dari Firo.
150 Menjelang Eksekusi Mati.
151 Eksekusi Mati (Tamat)
152 Promosi Novel (Spin-off Menikahi Pria Gila)
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Disuruh Menikahi Pria Gila
2
Menerima Nasib
3
Perjanjian Sebelum Menikah
4
Menikah.
5
Dikerjai Firo
6
Pertemuan Pertama Firo
7
Rahasia Firo
8
Niki
9
Kucing yang Tertabrak
10
Kedatangan Nyonya Stella
11
Sarapan Pagi
12
Dikerjai Lagi
13
Terjatuh di Kolam Renang
14
Ruang Bawah Tanah
15
Shinta
16
Jebakan Lagi
17
Ruang Bawah Tanah 2
18
Kena Batunya.
19
Tidur Bareng.
20
Nyamuk Nakal.
21
Cemburu
22
Firo Kecil
23
Minggu yang Bebas.
24
Roller Coaster.
25
Tersadar
26
Disekap
27
Firo Demam
28
Sakit
29
Aku Sayang Kamu
30
Mendatangi Tuan Bram
31
Ketemu Shaka Lagi.
32
Ungkapan Shaka
33
Dinner.
34
Ajakan Makan Malam.
35
Makan Malam
36
Makan Malam 2
37
Niky dan Sony
38
Jalan Berdua
39
Jalan Bareng 2
40
Taman Samping
41
Shaka
42
Shaka 2
43
Bunga
44
Siang Pertama
45
Menemui Tuan Bram 2
46
Bertemu Shaka
47
Curhatan Firo
48
Mimpi Firo
49
Pernyataan Tuan Bram.
50
Perubahan Firo
51
Kepergian Bi Inah
52
Rindu yang Terobati
53
Kedatangan Tamu
54
Shaka dan Geya Berdebat
55
Kekecewaan Sony.
56
Ajakan Medina
57
Hujan Deras.
58
Godaan Baru
59
Berkunjung ke Rumah Medina.
60
Niki Ketahuan Hamil
61
Kehamilan Niki
62
Memberi Pelajaran Kepada Sony.
63
Di Rumah Sakit
64
Peresmian Hotel
65
Masalah Di Hotel
66
Menunggu Niko
67
Cemburu
68
Menghadiri Pesta.
69
Obat Pencahar.
70
Malam yang Panas.
71
Bertemu Bi Inah.
72
Rumah Sakit.
73
Lelaki Bayaran.
74
Tuan Bram.
75
Teringat Kembali.
76
Menghampiri Sony.
77
Berkumpul.
78
Merawat Bunga.
79
Mendatangi Firo.
80
Aturan Pernikahan Sony.
81
Sony yang Angkuh.
82
Pernikahan Niki.
83
Tidur Sendirian.
84
Mengetuk Pintu.
85
Menghakimi Sony 1
86
Menghakimi Sony 2.
87
Kabur.
88
Menunggu Kabar.
89
Terbakarnya Mobil Sony.
90
Kesedihan Firo.
91
Hampa
92
Menuju Rumah Sony.
93
Medina Hamil.
94
20 Tahun yang Lalu.
95
Mencari Medina.
96
Restoran Cepat Saji.
97
Malam Mencekam.
98
Mencari Jalan.
99
Bersembunyi.
100
Agung yang Malang.
101
Menyuapi Medina.
102
Makan Sepiring Berdua
103
Meysa Jovanka Alister.
104
Pertemuan yang Mengharukan.
105
Sebuah Kenyataan.
106
Visual Menikahi Pria Gila
107
Apa Salahku?
108
Satu Gelas Minuman
109
Firo yang Khawatir
110
Meminta Maaf
111
Kabar Buruk
112
Negosiasi
113
Menjenguk Bayi Niki
114
Berbelanja
115
Pembunuh Jovan
116
Hancurkan!
117
Ruangan yang Mencekam
118
Terowongan
119
Bunuh Aku!
120
Jangan Bunuh!
121
Melahirkan
122
Orion Drago
123
Sidang Dakwaan 1
124
Shaka 1
125
Shaka 2
126
Shaka 3
127
Shaka/ Sony
128
Pernikahan Agung
129
Shaka 4
130
Shaka 5
131
Sony 1
132
Seperti Sampah
133
Kunjungan Shaka
134
Menjelang Pernikahan Shaka
135
Janji Nikah
136
Malam Pertama Shaka
137
Ayah Untuk Elard
138
Tertangkap Basah
139
Ketahuan
140
Geya dan Shaka
141
Berkumpul
142
Malam di Rumah Firo
143
Curhatan Shaka
144
Sidang Putusan
145
Mimpi Firo
146
Pagi Pertama
147
Kelahiran Seorang Putri
148
El dan Drago
149
Maaf dari Firo.
150
Menjelang Eksekusi Mati.
151
Eksekusi Mati (Tamat)
152
Promosi Novel (Spin-off Menikahi Pria Gila)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!