Dengan terpaksa tangan Medina mulai melipat satu persatu origami yang diberikan Firo.
Medina ketakutan, Dia takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi ketika Firo mendekatkan wajahnya di depannya.
Menurutnya bagaimanapun keadaan Firo, Dia adalah seorang laki laki yang bisa saja mempunyai ***** kepadanya. Meskipun dia istrinya Medina masih belum siap melakukan hal hal selayaknya suami istri. Apalagi di tambah Firo bukan lelaki waras. Medina tidak mau sampai miliknya ternodai.
Akhirnya Medina menyanggupi permintaan Firo Tentunya dengan perasaan jengkel dan bibir manyun tangannya tak berhenti melipat dan membentuk kertas origami menjadi noshi berbentuk angsa, kucing dan binatang lainnya.
Medina yang tidak tahu caranya terpaksa melihat tutorial di buku yang tepat berada di dekatnya.
Firo yang Dari tadi di sebelahnya memperhatikan Medina sambil bersandar di ujung kasur. Karena saking gemasnya melihat Medina yang terus mengoceh, Firo tiba-tiba mencubit pipi Medina .
Berulang kali Medina membuang kertas yang sudah kusut karena salah membuatnya. Tumpukan kertas banyak berserakan di kamarnya.
"Au.. sakit tau! Bisakah tangan Anda tidak jail, Tuan!" Medina mendengus kesal memegangi kedua pipinya yang habis dicubit Firo.
Firo tersenyum senang. Ternyata wanita di depannya begitu sangat menggemaskan.
"Kau sangat lucu sekali seperti dia," Firo menunjuk sebuah boneka Monyet di atas lemari.
Medina menoleh melihat apa yang di tunjuk Firo,
Apa! emangnya aku berbulu, lagian wajah imut begini disamain sama monkey. Batin Medina.
"Tuan, Bagaimana kalau noshinya kita gantung di dekat jendela saja? Biar suasana kamar menjadi berwarna," Medina memperlihatkan noshi yang sudah selesai di buatnya.
Firo mengangguk, tanda setuju. Sebenarnya dia hanya ingin mengerjai Medina agar bisa berlama-lama dengannya.
Firo membantu Medina memasangnya.
Sambil masih di pandangi nya gadis yang sekarang menjadi istrinya. Dalam hati Firo kalau saja dia tidak berpura pura gila, Pasti sudah di makan habis wanita di depannya.
Selesai memasang noshi(kertas origami yang sudah berbentuk) Medina merebahkan tubuhnya di kasur, Dia nampak puas dengan hasil karyanya.
Bagus juga hasilnya gak sia sia aku sampai mempelajari caranya di buku. Batin Medina tersenyum melihat noshi yang tergantung sejajar membentuk tirai.
Firo ikut merebahkan badannya di samping Medina. Dilihatnya kamarnya yang berubah ramai dengan pernak pernik noshi buatan tangan Medina.
"Tuan, apakah anda benar benar gila?" Tanpa sadar sebuah pertanyaan di ucapkan Medina. Medina langsung menutup mulut yang keceplosan.
Sebenarnya Medina mencurigai Firo dari awal menikah. Dia tak yakin suaminya itu benar benar gila.
Firo terkaget dan menggeser tubuhnya mendekat menghadap ke Medina yang berbaring di sebelahnya. Tangan kirinya menopang kepalanya.
"Kalau aku tak gila apakah kamu mau menyukai ku?" Matanya menatap tajam Medina yang sedang berbaring.
Pandangan mereka bertemu jadi satu.
Medina langsung mendorong bahu Firo dan langsung duduk. Dia terkaget karena pertanyaannya yang konyol membuat Firo merespon lain.
"Maaf tuan aku lancang, Aku ada perlu dengan Bi inah, Sebaiknya aku permisi dulu ada urusan"
Sambil berjalan cepat keluar kamar, Medina sama sekali tak menoleh ke arah Firo yang masih berbaring di kasur.
Firo tersenyum di buatnya.
Lucu sekali kamu, rasanya ingin sekali aku mencubit pipi kamu lagi. Firo tersenyum sendiri memandangi Medina yang berlalu meninggalkannya.
***
Medina berjalan seorang diri menelusuri halaman yang belum dihapalnya.
Sampailah dia di dekat kolam renang. Tak begitu jauh di dekat kolam renang Medina bertemu dengan Syerli,
"Hai kamu kemari lah," ucap Syerli yang lagi berjemur di kolam renang.
Medina mendekat,
"Ada perlu apa nona memanggilku?" Medina datang menghampiri Syerli.
"Badan ku pegal pegal semua, Bisakah kamu tolong pijat punggungku," ucap Syerli sambil menepuk punggungnya.
Syerli bertubuh ideal, Banyak orang yang bilang perawakan Syerli seperti Nia Ramadhani, Tetapi sayang sifatnya arogan dan sombong. Syerli sudah mempunyai suami dan sudah bertahun tahun menikah tapi belum mempunyai anak.
"Baiklah, Nona! Bagian mana yang dirasa pegal?" Medina memulai memijat punggung Syerli.
"Aduh! Lemas sekali sih pijatannya, Kaya gak di kasih makan seminggu," ucap Syerli.
Karena kesal Medina mulai menambah kekuatan pijatnya dengan keras.
"Auuu.. dasar kasar sekali kamu! Kamu mau memijat atau mau memukuliku? Pijatan kamu bisa-bisa membuat kulit aku terkelupas," Maki Syerli.
"Maaf nona aku tidak bisa memijat! Sebaiknya nona panggilkan saja tukang pijat di rumah ini," Medina mulai merasa kesal.
Dasar kamu kaleng rombeng, coba kalau mulutnya gak menyakitkan, pasti aku bakal ngefans sama kamu! Batin Medina.
"Dasar Tak berguna! Sudah kamu gak usah pijat. Tolong buatkan aku jus jeruk. Haduuu...panas sekali hari ini," perintah Syerli sekali lagi.
Walaupun geram Medina masih bersabar, "Baiklah, Nona! tunggu sebentar," sahutnya.
Memangnya aku pembantu apa. Batinnya.
Karena saking kesalnya Medina sampai tidak melihat kolam renang di depannya.
Byuuuurrrrrr.
Kaki Medina terpeleset dan menyebabkan dia terjatuh di kolam renang. Syerli yang melihatnya ikut terbawa panik. Tapi tak bisa berbuat apa apa untuk menolongnya.
"Tolo... "
Tangan Medina melambai minta pertolongan dia tidak bisa berenang. Tubuhnya mulai tak bisa seimbang dalam air. Dengan nafas terengah-engah dia meminta tolong.
Beruntunglah Seorang laki laki yang sudah memperhatikan dari jauh langsung menceburkan diri hendak menolongnya.
Dengan cepat laki laki itu menyelamatkan Medina yang hampir kehabisan nafas. Lelaki itu menggotong tubuh Medina dengan kedua tangannya yang basah kuyup ke tepi kolam.
Dilihatnya samar-samar wajah laki laki itu tak begitu asing bagi Medina. Perlahan lahan penglihatan matanya buram dan tak sadarkan diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Karin marianka
syerli ideal kayak nia ramadhani berarti dadanya rata dong
2023-06-10
0
Kenyang
apakah itu saka😱
2022-12-25
0
Tatiastarie
siapa laki" itu apakah shska
2022-10-27
0