Setelah selesai membersihkan wajahnya Medina pergi meninggalkan kamar. Mencoba mengusir rasa kesalnya dengan jalan mengelilingi taman.
Langkahnya berhenti ketika sampai di taman,
Aish.. kenapa pria itu ada di taman padahal aku ingin duduk menikmati kopi disitu.
Ucap Medina dalam hati
Firo yang merasa diperhatikan menoleh ke arah Medina sambil tersenyum.
Senyumnya begitu manis, Tapi tak semanis gula.
Kenapa dia tersenyum ke arahku?
Medina yang melihat itu malah merinding dan berjalan menjauh.
"Nona Medina," panggil Bi Inah dari belakang, "Nona, sekarang sudah waktunya tuan muda makan siang," tambahnya.
Bi Inah berjalan mendekati Medina sambil memberikan nampan berisi makanan kepada Medina.
Sudah saatnya dia menjalani tugasnya sebagai seorang istri.
"Berikan ini kepada tuan muda, Jangan lupa Bilang kepada tuan muda kalau Bi inah yang memasak makanan ini, Kalau tidak tuan muda tidak akan memakannya," ujar Bi inah.
Medina mengambil nampan dari tangan Bi Inah. Sekarang dia sadar karena sudah tugasnya sebagai istri Firo. Meskipun dalam hatinya kesal karena Firo telah mengerjainya.
***
Di Taman,
"Tuan, sudah waktunya makan siang,"
Medina mendekati Firo yang sedang duduk sendiri.
Pria itu seperti sangat menikmati waktu sendirinya.
"Aku tak butuh makanan itu!" bentak Firo.
Medina mendengus kesal.
"Tapi tuan, Anda harus makan," ucap Medina.
Aku harus sabar. batinnya.
"Sudah aku bilang aku tak bu..." Firo belum menyelesaikan kalimatnya Bi inah sudah datang,
"Aku yang memasaknya, Tuan! Mulai sekarang Nona Medina yang akan mengantar makanan dari bibi," sahut Bi inah.
Firo melihat sinis ke arah Medina.
" Baiklah, taruh makanannya di meja!" tunjuk Firo ke meja didekatnya.
Medina lalu menaruh makanannya di meja dan bergegas segera meninggalkan Firo.
"Tunggu,"
Firo menghentikan langkah Medina.
"Berdirilah di depanku," perintah Firo pada Medina lagi.
Kalau cuman berdiri aku tidak masalah. Gumam Medina.
"Baik, Tuan!"
Firo kembali berucap, "Sambil tersenyum kelihatan giginya," tambah Firo lagi.
Firo sangat senang mengerjai Medina.
"Apa?" Medina melongo.
"Kalau begitu aku tidak mau makan," ucap Firo santai.
"Baiklah tuan muda, Tidak masalah kalau cuman berdiri sambil tersenyum begini" gerutu Medina mengerucutkan bibirnya.
Firo makan sambil melihat Medina mematung di depannya sambil memperlihatkan giginya sambil tersenyum.
Pemandangan yang menyenangkan. Gumam Firo.
"Aku mau minta kamu bergaya mirip monyet,"
Perintah Firo pada Medina yang dari tadi tersenyum sampai giginya kering.
Mata Medina membulat sempurna.
"Aku tidak tau gaya monyet seperti apa tuan?"
*Permintaan macam apa ini, lama lama aku bisa ikutan gila. P*ikirnya.
PRANK!
Firo melempar gelas yang ada di dekatnya ke samping Medina dan hampir mengenai badan Medina.
"Ba-baiklah...Tu-tuan...tenanglah ...tenang..
aku akan menirukan gaya monyet,"
Medina menarik nafasnya panjang sambil menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau Firo melempar gelas itu kearahnya lagi.
Medina menggaruk tangan kanannya ke rambut dan tangan kirinya ke punggungnya bergaya seperti monyet.
Ahh konyol sekali! Batin Medina.
Sambil berjingkrak Medina menirukan gaya monyet menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena Medina takut melihat aba aba tangan Firo sebentar lagi ingin melempar piring yg dipegang ke arahnya.
Firo tersenyum puas.
Kamu sangat lucu sekali. gumamnya.
Sambil terus memakan makanannya ia memandangi wajah Medina.
Gadis cantik itu terlihat konyol sekarang.
Aish, kenapa aku harus menuruti orang gila satu ini! gerutu Medina dalam hati.
Sabar Medina, yang kamu hadapi bukan orang waras. Jangan sampai aku terbawa gila karena emosi. batin Medina dalam hati.
Acara makan selesai, Tanpa basa-basi Medina berlari langsung meninggalkan Firo sendiri.
Karena kesal Medina berjalan tergesa-gesa dan tanpa sadar kakinya tersandung dan hampir terjatuh ke arah kursi yang Firo duduki.
BUG
Tangan Firo menopang tubuh Medina yang jatuh tepat di atas dia duduk. Dan tak di sengaja bibir mereka bersentuhan.
Mata Medina membulat sempurna.
Oh, tidak!
Beberapa detik mereka terdiam dan saling menatap. Tak begitu lama Medina tersadar dan langsung berdiri mengelap bibirnya dan langsung berlari pergi.
"Hal sial apalagi ini! kenapa aku bisa ceroboh begini. Padahal aku selalu menjaga ciuman pertamaku untuk seorang yang benar-benar aku cintai, Kenapa harus dia" ucap Medina sambil berlari.
Medina mengelap bibirnya dengan kasar. Meski begitu pipinya terlihat merah merona.
Baru sehari Medina berada di rumah Tuan Bram, sudah banyak kejadian yang membuat emosinya naik turun.
Sepertinya aku harus mencari cara agar bisa mendapatkan uang untuk membayar hutang keluarga ku, aku tidak mau lama-lama bisa mati berdiri di sini.Batin Medina dalam hati sambil berlalu.
Firo yang memperhatikan Medina dari jauh. Tersenyum puas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Jenn
emang boleh segila ini😭
2024-02-15
0
Nah si Firo ... Jangan jangan Medina tuh emang gadis incaran Firo ... saking senangnya dia pura-pura iseng gtu sama Medina
2023-01-08
1
Kenyang
jngn khawatir Medina kmu akn mndaftkn kebahagiaan ykinlh cinta itu akn tumbuh pada kalian berdua..
2022-12-25
1