Felly menggerutu di dalam hatinya. Sial! Apa tak bisa Erland berhenti memperhatikanku? Lihatlah, Fenny sudah ingin menerkamku. Pria satu ini sungguh tak sadar situasi sekali. Bisa terjadi perang saudara jika seperti ini terus.
Felly tersenyum canggung pada Erland. “Perut, perutku. Tak perlu memikirkannya.” Ia pun mulai menggigit rotinya.
“Aku hanya mengkhawatirkan kesehatanmu saja,” timpal Erland dengan lirih.
“Kau mengkhawatirkan mantanmu, tapi tak mengkhawatirkan istri dan calon anakmu?” Fenny meletakkan sendok dan garpu yang ada di tangannya dengan kasar hingga menimbulkan bunyi. Sedari tadi ia melihat suaminya yang begitu memperhatikan Felly. Sedangkan dia hanya dibiarkan begitu saja.
Felly menghela napasnya kasar dan menepuk jidatnya sendiri. “Seperti inilah, Pa, Ma. Aku hanya menghindari kejadian ini jika makan bersama dengan keluarga. Aku tak ingin ada perang saudara.”
“Fenny! Jaga sikapmu, jangan membuat keributan saat makan,” tegur Papa Rey.
Mama Kyara hanya bisa menggelengkan kepalanya saja menghadapi tingkah putrinya yang masih kekanakan.
“Papa selalu membela Felly!” Fenny cemberut dan merajuk pada orang tuanya. “Erland juga! Kalian semua tak ada yang memikirkan perasaanku.”
“Dan Felly! Segeralah menikah agar kau tak merusak hubunganku dengan Erland!” Tunjuk Fenny dengan emosi yang menggebu.
Felly mengangkat kedua tangannya untuk mengisyaratkan agar Fenny tenang. “Aku memang akan segera menikah.”
Erland membulatkan matanya menatap tajam Felly. Ia tak bisa percaya, secepat itu Felly bisa mencari penggantinya. “Kau serius, Fel?”
Felly mengangguk. “Ya.” Ia melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. “Terima kasih atas sarapannya. Aku harus segera pergi untuk menemui calon suamiku.”
Tanpa menunggu jawaban. Felly pun beranjak pergi. Jika dia tetap di sana, maka sudah dipastikan Fenny akan mengamuk dan membuat masalah lagi dengannya. Karena ia merasa lebih waras, maka ia mengalah.
Felly masuk ke dalam mobilnya. Di sana sudah ada supir pribadinya yang menunggu.
“Selamat pagi, Nona. Apakah langsung ke kantor?” tanya supir pribadi Nona Felly.
“Pagi, Pak. Kita ke hotel Excelent saja,” tutur Felly.
Felly harus optimis bisa membuat Danesh mau menikah dengannya. Meskipun hanya untuk sementara waktu.
Saat ini nama baik keluarganya yang harus ia pikirkan. Ia tak boleh mencoreng nama baik keluarga Wilson karena masalah yang ia buat dengan setengah kesadaran saat itu.
Felly langsung menuju pantry untuk mencari Danesh. Namun ia tak menemukan pria yang dicari. Ia pun memilih untuk bertanya dengan kepala pelayan di sana.
“Ya, Nona. Ada yang bisa dibantu?” Wanita berumur tiga puluh lima tahun itu bertanya dengan sopan. Ia tahu sedang berhadapan dengan putri pemilik hotel tempatnya bekerja saat ini.
“Apa kau melihat Danesh?” tanya Felly dengan ramah.
“Maaf, Nona. Sudah satu minggu ini Danesh izin tidak masuk bekerja.”
“Kenapa?”
“Dari surat izinnya, sepertinya Danesh sakit, Nona.”
Felly mengangguk paham. “Apa kau tahu rumahnya?”
Wanita yang berstatus sebagai kepala pelayan itu pun memberitahukan alamat kontrakan Danesh.
“Terima kasih.” Felly berlalu pergi meninggalkan pantry. Ia kembali masuk ke dalam mobilnya.
“Apakah urusannya sudah selesai, Nona? Kenapa cepat sekali?” Supir pribadi Nona Felly yang baru saja memejamkan matanya itu langsung membuka lebar matanya saat merasakan ada seseorang yang masuk ke dalam mobil dan itu adalah majikannya.
“Orangnya tak ada di sini. Kita ke kampung yang ada di pinggiran sungai itu ya, Pak,” titah Felly memberikan arahan pada supirnya untuk menuju alamat kontrakan Danesh.
“Baik, Nona.”
...........
Jangan lupa:
1. Like
2. Komen
3. Hadiah
4. Follow akunku
5. Follow instagram aku: heynukha
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
2024-06-06
0
Aris Lefara
m
2024-03-04
1
Retno Anggiri Milagros Excellent
Danesh hamil simpatik ya.. 🤭😍
2024-02-28
0