Felly terkekeh geli sendiri dengan ocehannya yang kesana kemari, karena bingung sendiri memecahkan masalahnya.
Lama sekali Felly berpikir, membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Menatap langit-langit kamarnya untuk mencari ide. Dan akhirnya ia mendapatkan jawaban atas kegelisahannya.
“Aku kan belum mencoba untuk meminta langsung pada Danesh, kenapa aku sudah takut dia tak mau menikahiku?”
Oke, Felly akhirnya memutuskan akan mencoba menemui Danesh di tempat kerja. Ia akan memohon hingga Danesh mau membantunya.
“Urusan Papa? Pikir belakangan saja. Lagi pula tak akan ada yang mau menikah dengan wanita hamil sepertiku kecuali ayah kandungnya yang lebih memiliki hak untuk menikahiku.”
Felly pun akhirnya memutuskan untuk mencoba tidur. Ia tak sabar ingin bertemu Danesh. Entahlah, ia menjadi rindu pria bule dengan minim ekspresi itu.
...........
Pagi-pagi sekali Felly sudah siap dengan dress selututnya dan dibalut dengan blazer untuk menutupi dress yang tanpa lengan itu.
“Selalu cantik, tapi sayangnya dikhianati oleh kekasihnya sendiri.” Felly berucap di depan kaca besarnya. Lalu ia terkekeh bercampur sedih saat mengingat kembali malam pernikahannya yang gagal.
“Ah sudahlah, sekarang misiku bukanlah untuk bergalau ria, tapi memikat hati ayah dari anak yang aku kandung agar mau menikah denganku.”
Felly pun meraih tasnya. Ia sebisa mungkin seperti biasanya, seolah tak ada masalah yang terjadi padanya. Seperti perintah Papanya untuk menutupi aibnya, apa lagi jangan sampai saudari kembarnya mengetahui. Bisa langsung tersebar berita itu, karena Fenny bukanlah orang yang bisa menyimpan rahasia. Fenny juga tak memikirkan perasaan orang lain, yang dipikirkan hanya perasaan diri sendiri. Memang egois.
“Sarapan dulu, Fel.”
Itu suara Mama Kyara yang menegur Felly karena melewati ruang makan begitu saja tanpa berniat bergabung ke sana. Ia pun berhenti dan membalikkan tubuhnya.
Felly menghela napasnya saat matanya bertemu pandang dengan Erland. Di meja makan sudah ada Fenny, Erland, Mama Kyara, dan Papa Rey yang menatapnya.
“Tak ada waktu, Ma. Aku ada urusan penting hari ini,” tolak Felly secara halus.
“Urusan apa? Sudah satu bulan ini kau tak pernah ikut sarapan atau pun makan malam bersama. Apa kau sudah lupa dengan keluarga yang membesarkanmu dan budaya yang selalu keluarga kita junjung untuk selalu makan bersama?” tegur Papa Rey dengan tegas.
“Bukan seperti itu, Pa. Felly hanya tak ingin membuat keributan seperti terakhir kali. Felly hanya mengalah saja dari pada makan bersamanya menjadi kacau lagi,” ujar Felly memberitahukan alasannya.
“Halah, alasan saja. Bilang saja kalau belum bisa move on dari Erland,” cibir Fenny dengan wajah tak bersahabatnya.
“See, aku hanya menghindari keributan seperti ini. Aku tak ingin bertengkar dengan saudari kembarku hanya karena seorang lelaki.” Felly pun hendak berpamitan lagi untuk berangkat menemui Danesh, namun dicegah oleh Papa Rey.
“Jika kau tak makan bersama dengan keluarga ini, maka jangan injakkan kakimu lagi di rumah ini. Jangan anggap kami keluarga lagi,” ancam Papa Rey.
Felly meniup rambutnya yang menempel di dahinya. Dengan terpaksa, ia pun ikut bergabung di meja makan.
“Baiklah, maafkan anakmu yang durhaka ini.” Felly mengambil roti tawar dan mengolesinya dengan selai kacang kesukaannya.
Hanya Felly yang sarapan dengan roti, anggota keluarga lainnya sarapan dengan nasi. Semua itu tak luput dari penglihatan Erland.
“Jangan hanya makan roti saja, mana kenyang untuk aktivitas kerjamu yang padat? Makanlah nasi, bukankah aku sudah sering mengingatkanmu untuk makan nasi,” tegur Erland. Tatapan pria itu masih tak bisa lepas dari sosok Felly. Sangat sulit bagi Erland untuk melepaskan dan melupakan Felly.
...........
Jangan lupa:
1. Like
2. Komen
3. Hadiah
4. Follow akunku
5. Follow instagram aku: heynukha
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
MyOne
Ⓜ️⏩⏩⏩Ⓜ️
2024-06-06
0
Irfan Dani
papanya kurang bijaksana yah... sedih looh jadi felly
2024-05-28
0
santi
papanya ga punya perasaan mikir harga diri aja ga mikir anak lagi kacao pikiran egois
2024-04-04
1