Felly semakin menunduk, air matanya menetes akibat ketakutan mendapatkan bentakan dari Papanya.
“Kenapa diam saja, ha! Jawab!”
“Aku tak bermaksud mempermalukan nama baik keluarga Wilson, Pa,” lirih Felly menjawab.
“Bagaimana jika berita ini menyebar? Mau ditaruh mana wajah Papa?”
“Aku akan menutup mulut semua orang yang mengetahuinya, Pa.”
Papa Rey mendengus. Ia berjalan mendekati Felly. Tangannya mencengkeram rahang putrinya itu dan mendongakkan wajah putrinya agar menatap ke arahnya.
“Menutup mulut? Kau pikir perutmu akan rata terus?” Papa Rey melepaskan cengkramannya dan beralih menempelkan telunjuknya ke pelipis. “Pikir!”
Cengkraman Papa Rey meninggalkan bekas kemerahan di rahang Felly. Begitu kuat akibat emosi membuat Papa Rey lepas kendali dan menyakiti putrinya sendiri.
Jika menyangkut nama baik keluarga Wilson, Papa Rey tak bisa tinggal diam. Ia sangat menjunjung tinggi nama baik keluarga besarnya.
“Maaf, Pa.” Lagi-lagi Felly hanya bisa menundukkan kepalanya.
“Siapa ayahnya? Suruh dia bertanggung jawab atas perbuatannya. Dan pastikan jika dia juga dari keluarga yang terpandang! Jangan kau mempermalukan keluarga ini dengan hamil dari pria yang tak jelas asal usulnya.” Papa Rey menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, namun matanya masih terus tajam menatap putrinya penuh amarah.
“Baik, Pa.” Felly tak bisa mengelak jika Papanya sudah memberikan perintah. Yang harus ia pikirkan saat ini adalah Danesh. Bagaimana ia meminta Danesh untuk bertanggung jawab, dan apakah Papanya mau menerima ayah dari janin yang ia kandung jika tahu Danesh hanyalah seorang pelayan di hotel Excelent.
“Hm ... pergilah istirahat, bawa ayah dari anak yang kau kandung itu pada Papa. Besok!” usir Papa Rey pada Felly.
Felly yang sedari tadi menunduk pun mendongakkan kepalanya menatap Papanya dengan mata membulat. “Be-besok, Pa?”
“Ya!”
“Ta-tapi, Pa.” Felly hendak meminta tenggang waktu, pasalnya ia harus mencari cara membujuk Danesh agar mau bertanggung jawab perbuatan yang bukan kesalahan Danesh seratus persen itu.
“Tak ada bantahan! Besok, ya besok!” Finalnya. Papa Rey yang keras dan tak suka dibantah pun kembali membentak.
“Baik, Pa. Felly permisi.” Felly pun memilih mengalah dan keluar dari ruang kerja Papanya. Sepertinya malam ini ia harus overthinking untuk permasalahannya yang rumit.
Selepas kepergian Felly, Papa Rey memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. “Apa kesalahanku di masa lalu? Hingga kedua putriku hamil di luar nikah semua,” desahnya pusing.
Papa Rey pun mulai mencaritahu dan memastikan jika berita kehamilan Felly belum menyebar. Ia harus menutupi aib anaknya. Karena itu juga akan menjadi aib keluarga Wilson. Tentunya aib seorang Rey juga yang gagal mendidik putri kembarnya.
...........
Felly mondar mandir seperti setrikaan. Hari sudah menunjukkan tengah malam, namun wanita cantik yang baru saja mendapatkan kabar jika dirinya hamil itu belum bisa memejamkan matanya.
Tentu saja karena ia sedang overthinking.
“Bagaimana caranya membuat Danesh mau menikah denganku, ya?” Felly bergumam dengan menggigiti jari-jarinya.
“Kalau pun dia mau, bagaimana caranya agar Papa mau menerima Danesh yang bekerja hanya sebagai seorang pelayan, ya?”
“Argh ... pusing sendiri dengan masalah yang aku buat.” Felly mengacak-acak rambutnya sendiri karena frustasi.
Felly pun akhirnya lelah setelah berdiri selama satu jam, ia pun merebahkan tubuhnya di kasur tapi tak memejamkan matanya.
“Jika tahu akan berakhir serumit ini, aku lebih baik tetap menjadi anak perawan yang baik.”
“Tapi, tak apalah. Nasi sudah menjadi bubur, setidaknya anakku akan menjadi anak bule.”
...........
Baca juga yuk karya temanku. Thanks, love u all.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Hamda Bakkas
nah betul jg.. /Chuckle/
2025-02-21
0
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
2024-06-06
0
mars
baru ini baca novel hamil mlh beruntung anaknya bule
2024-06-02
1