Gaun pengantin melekat di tubuh wanita muda berusia dua puluh empat tahun. Seharusnya ini adalah hari pernikahannya dengan sang kekasih yang sudah ia impikan selama ini. Namun, takdir sedang mengujinya. Pernikahan yang seharusnya untuknya, berubah menjadi pernikahan saudara kembarnya.
Meskipun berat dan sakit hati, tapi mau bagaimana lagi. Ia harus mengalah untuk adiknya, saudara kembarnya. Ingin mencoba baik-baik saja, tapi sangat sulit. Hubungannya dengan Erland tak ada masalah, tiba-tiba dihari pernikahannya mendapatkan sebuah tamparan yang menyakitkan. Fenny, saudara kembarnya tengah hamil anak Erland.
“Argh ...,” raung Felly mencakar meja yang tertutup kain di depannya. Ia sungguh hancur berkeping-keping. Dadanya sesak karena terkhianati. Apa kurangnya dia sampai orang yang dia sayang menusuk dari belakang? Ia selalu berbuat baik, ia tak pernah berbuat salah atau menyakiti hati orang lain.
Ya, wanita itu adalah Felly Adithama Wilson. Putri salah satu pebisnis sukses di negaranya. Wanita cantik, dewasa, rendah hati, salah satu penerus Excelent Group, dan kakak yang selalu melindungi adiknya.
Termasuk hari ini, Felly melindungi adiknya dari cemoohan yang mungkin akan didapatkan adiknya jika perut itu semakin besar. Ia memilih mengalah demi nama baik keluarganya. Ditambah, desakan dari Papa Rey dan Mama Kyara untuk merelakan hari pernikahannya.
Felly menatap nanar ke depan, di mana sepasang pengantin sedang terpajang. “Harusnya aku yang ada di sana, tersenyum, menyalami tamu undangan, menggandeng Erland,” desahnya.
Felly kembali menenggak champange yang diberikan oleh pelayan tadi. Ia tak biasa minum yang mengandung alkohol, tapi suasana hatinya sedang buruk. Kepalanya yang terasa pusing pun ia biarkan, dan tetap berusaha menghabiskan minuman itu.
Air matanya terus mendesak keluar, ia merancau tak jelas dengan memukuli dadanya yang sesak. “Percumah aku menjaga mahkotaku, ternyata dia tak menjaga kejantanannya untukku.” Kepalanya ia benturkan berkali-kali di meja. Pusing sekali rasanya, baru lima gelas ia minum. Masih tersisa banyak di dalam botol.
Felly sungguh tak kuat lagi meminum cairan yang mengandung alkohol dengan kadar dua puluh persen itu. Ia memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Mata sayunya kembali menatap ke depan, di mana sepasang pengantin masih berada di sana. Ia tersenyum miris. “Semoga kalian bahagia.”
Wanita itu beranjak pergi. Ia ingin meninggalkan ruangan yang membuatnya sesak jika terus berada di dalam sana. Ia tak memperdulikan tatapan aneh yang diberikan oleh tamu undangan yang hadir.
Felly berjalan sempoyongan, ia tak seimbang, dan pandangannya juga buram. Mungkin efek ia mabuk. Lemah sekali, padahal lima gelas saja sudah membuatnya seperti itu.
Dari jarak yang tak terlalu jauh, Danesh melihat Felly. Mulai jalan sempoyongan, mata sayu, dan air mata yang terus keluar dari balik kelopak mata Felly pun terlihat oleh Danesh.
Danesh mencoba tak perduli, tak ada yang menarik juga untuknya. “Menyedihkan.” Satu kata yang lolos keluar dari mulut Danesh sebelum ia kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ballroom lagi.
Felly dan Danesh saling berjalan menuju arah yang berbeda, Felly keluar dan Danesh ke arah pintu masuk ke dalam ballroom. Hingga mereka berpapasan. Tak ada tegur sapa antara keduanya.
Felly menghentikan langkahnya. Ia berbalik melihat punggung Danesh yang hendak meraih pintu ballroom. “Hei ... kau, pelayan,” panggilnya.
Danesh menghentikan tangannya untuk membuka pintu besar itu. Ia menengok ke sekitarnya, mencari pelayan lain. Ternyata hanya dirinya yang memakai baju pelayan. Merasa terpanggil, ia pun membalikkan tubuhnya dan menatap Felly. Wanita yang terlihat memprihatinkan. “Aku?” Ia ingin memastikan jika dirinya yang dipanggil.
“Ya!” Felly mengangguk.
Danesh perlahan mendekat. “Ada yang bisa dibantu?” tanyanya.
Felly tak menjawab, ia mengamati penampilan Danesh dari atas hingga bawah. Kepalanya ia dekatkan ke wajah pria asing itu agar lebih jelas. Tampan. Gumamnya dalam hati.
Danesh mengangkat alisnya heran. Wanita menyedihkan ini sungguh aneh baginya. Tapi dari aroma yang tercium, ia bisa tahu jika orang yang ada di hadapannya tengah mabuk. “Anda membutuhkan sesuatu?” Ia kembali bertanya.
Mendengar pertanyaan untuk kedua kalinya, membuat Felly menaikkan sudut bibirnya. Ia mengangguk berkali-kali dengan ritme cepat. “Tidur denganku! Aku akan membayarmu berapapun yang kau mau!” pintanya.
...***...
...Untuk visual bisa dilihat ke instagram aku @heynukha...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
2024-06-06
0
Neno Arya
tdr bare ng Kay ferli Dan danesh
2024-04-12
0
Retno Anggiri Milagros Excellent
Akhirnya Felly dan Danish tidur bareng?
2024-02-28
0