“What?” Danesh tak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat mendengar permintaan wanita yang tak ia kenal. “Are you crazy?” Ia berpikir bahwa Felly sudah gila hingga mengajaknya untuk tidur. Dia yang mendapatkan hukuman dari orang tuanya karena bermain wanita pun menggelengkan kepalanya untuk menolak. Jika ketahuan, mungkin ia akan diusir permanen dari keluarga Dominique.
“Tidur denganku.” Felly sekali lagi mengajak Danesh. Ia merasa tak ada gunanya lagi mempertahankan mahkotanya, orang yang ia cintai sudah dimiliki oleh wanita lain. “Berapapun bayaran yang kau minta, aku akan berikan. Kau pasti membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhanmu, kan?” Ia mencoba bernegosiasi.
Danesh terdiam, ia menimbang-nimbang terlebih dahulu. Jujur saja, ia sangat membutuhkan uang. Ia ingin keluar dari kontrakan kumuhnya, dan membeli ponsel yang canggih seperti saat dirinya di Finlandia. “Berapapun?” Ia memastikan lagi tawaran yang diberikan Felly.
Felly mengangguk. “Kau bisa meminta apapun sebagai bayarannya,” ujarnya sekali lagi.
Danesh sedikit menyunggingkan senyumnya. Tawaran yang menarik.
“Oke, aku terima.” Danesh pun menyetujuinya, lagi pula itu tak berat. Hanya tidur bersama, menghangatkan ranjang wanita bergaun pengantin yang menyedihkan.
“Ikut denganku,” ajak Felly. Ia merentangkan tangan kanannya kepada Danesh, membuat pria bule itu mengernyitkan dahinya.
“Bantu aku berjalan, kepalaku pusing karena meminum champagne,” jelas Felly saat Danesh hanya diam saja.
Danesh tak mengeluarkan suara, ia hanya mengangguk dan memapah Felly menuju kamar yang ditunjukkan.
Tatapan aneh dari pengunjung hotel pun tak mereka perdulikan. Mereka tetap memasuki lift untuk menuju lantai paling atas di hotel Excelent.
Hanya ada tiga kamar di lantai teratas. Itu adalah milik Felly, Fenny, dan kedua orang tuanya. Lantai yang dikhususkan untuk pemilik hotel.
“Bukalah.” Danesh meminta Felly untuk memasukkan pasword pintu di hadapannya. Kamar itu berbeda dengan kamar hotel yang ada di lantai lain.
“080818.” Felly memilih memberitahukan pasword kamarnya. Kepalanya yang pusing membuatnya malas untuk melihat angka pada tombol kuncinya.
Danesh tak menanggapi, telunjuknya mulai memencet sesuai angka yang diberitahukan oleh Felly.
Pintu dengan ukiran indah itu pun terbuka, Danesh membantu Felly untuk masuk. Kamar yang luas, dekorasi indah, rapi, elegan, dan kasur berukuran besar pun berada di dalamnya.
Felly langsung mendengus melihat taburan bunga di atas tempat tidurnya. “Seharusnya ini menjadi malam pertamaku dengan Erland,” keluhnya. Ia pun melepaskan tangan kanannya yang melingkar di pinggang Danesh.
Felly berjalan sempoyongan menuju ranjang dan duduk di tepian. Ia memainkan bunga-bunga itu dengan tangannya, seolah ia tengah bermain air.
Danesh masih diam di tempatnya semula. Ia tak mendekat dan tak segera meniduri Felly. Entahlah, kenapa saat ini ia merasa kasihan melihat wanita itu. Ia tak tahu apa yang terjadi, tapi ia sudah bisa menduga sendiri dari apa yang ia lihat.
“Apa aku terlihat menyedihkan?” tanya Felly tanpa memandang Danesh.
“Ya.” Danesh tak bisa berbohong, memang seperti itu yang ia lihat.
Felly terkekeh mendengar kejujuran pria asing itu. Ia berhenti memainkan bunga dan beralih menatap Danesh. “Agar tak terlalu menyedihkan, ayo tidur denganku. Jika pernikahanku gagal, setidaknya malam pertamaku tak gagal juga.” Ajakan gila dari seorang Felly yang sedang patah hati.
Danesh semakin mendekat ke nakas, ia mengambil air putih yang tersedia di dalam gelas. Ia mendekati Felly dan menyodorkan gelas itu. “Minumlah, sadarkan dirimu terlebih dahulu. Aku tak ingin kau menyesali permintaan gilamu itu.”
Tak tahulah, Danesh merasa tak tega menyetubuhi wanita yang kacau dan sedang mabuk. Ia sudah berhenti menjadi seorang pemain wanita setelah mendapatkan hukuman. Tapi tawaran Felly juga menggiurkan untuknya.
Felly meraih gelas tersebut, ia meminumnya hingga habis. “Aku tak akan menyesalinya. Untuk apa aku menjaga mahkotaku lagi, sudah tak ada gunanya sekarang.” Ia berucap seraya menyodorkan gelas kosong kepada Danesh.
...........
Jangan lupa:
1. Like
2. Komen
3. Hadiah
4. Follow akunku
5. Follow instagram aku: heynukha
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Nur Syamsi
bagus Danes pertahankan, kasian Fellyx lagi sakit hati mpe mabok, biarkan dia mpe kesadarannya pulih
2025-01-22
0
MyOne
Ⓜ️⏩⏩⏩Ⓜ️
2024-06-06
0
Tri Wahyuni
💝hadir
2024-06-05
1