NovelToon NovelToon
Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rafizqi

(Follow Instagram aku ya @rafizqi0202)

Cerita ini banyak mengandung bawang, yang gak tahan jangan dibaca.

Hidup sebagai orang miskin, sungguh membuat aku selalu di injak-injak dan dihina semena-mena.

Karena hutang orang tuaku, aku dipaksa menikahi seorang tuan muda lumpuh.

Yang kerjanya hanya menghina dan maraha-marah padaku.

Bersambung,,,,

Mau tau kelanjutannya? Silahkan dibaca ya!!!
Semoga suka🥰🥰

Jangan lupa vote, komen, dan Like ya.
Aku tunggu kehadiran kalian disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekuatiran Melly

"Wanita tidak punya harga diri" Perkataan itu seakan terngiang-ngiang dipikiran ku, dan tidak mau pergi.

Sungguh, mulut pedas pria yang sudah berstatus menjadi suamiku itu selalu saja menghantui dan menyakiti perasaan dan pikiranku.

"Melly" Sebuah suara memanggilku dengan nada yang begitu lembut, aku yakin bahwa itu bukanlah suara mas Dayat. Karena mas Dayat tidak pernah berbicara lembut kepadaku.

Ku putuskan untuk menoleh, dan melihat siapa yang telah memanggil.

"Kamu" Ucapku dengan sedikit kerutan diwajah.

"Mau apa dia kesini" Batinku penuh tanya.

"Maaf, aku masuk tidak permisi. Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja" Balas Wira dengan ramah.

"Ahh, aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku" Balasku tidak enak.

"Aku juga mau minta maaf atas semua kesalahan mas Dayat tadi. Tolong jangan marah padanya ya! Sebenarnya dia adalah orang yang baik" Ucap Wira dengan sungguh-sungguh.

Aku menatap kagum akan ketulusan Wira, walaupun bukan dirinya yang bersalah, namun ia begitu sungguh-sungguh meminta maaf atas kakaknya yang jelas-jelas juga membenci dirinya.

"Sungguh baik hatimu Wira" Batinku.

"Melly, kamu mau kan memaafkan kakak ku" Tanya Wira lagi memastikan, karena sejak tadi tidak mendapatkan jawaban dariku.

"Aku sudah memaafkannya Wira, aku hanya sedang merindukan ibuku" Balasku.

"Dimana ibumu tinggal? Aku bisa mengantarmu kesana" Ucap Wira menawarkan bantuan.

"Ahh tidak Wira, ibuku tinggal di desa dan jaraknya juga jauh dari sini" Balasku.

"Ohh begitu, nanti kapan-kapan aku bisa mengantarmu ke desa" Ucap Wira lagi.

"Iya terimakasih Wira, sebaiknya kamu kembali, jika mas Dayat melihat kamu disini dia akan sangat marah" Ucapku mengingatkan Wira.

"Ahh iya, baiklah aku akan kembali dulu. Jika kamu butuh bantuan kamu bisa datang kepadaku, kamarku ada di sebelah sana" Wira menunjukan kamarnya yang letaknya tidak terlalu jauh dari kamar Dayat.

"Baiklah terimakasih" Balas ku dengan senyuman tipis.

Wira pun keluar dari kamarku. Ah tidak, lebih tepatnya kamar mas Dayat.

Aku menghela nafas lega setelah kepergian Wira.

Aku bisa saja mati berdiri bila sewaktu-waktu Mas Dayat masuk kedalam kamar dan mendapatkan Wira juga ada dikamar bersamaku. Membayangkan saja kemarahan mas Dayat, aku sudah bergidik ngeri.

Sudah 6 jam setelah kepergian Wira, lebih tepatnya sekarang sudah tengah malam. Mas Dayat tidak juga kembali kedalam kamar, entah apa yang aku pikirkan tentangnya yang jelas saat ini aku begitu khawatir.

Aku mondar-mandir didalam kamar sudah seperti setrika saja, entah kenapa aku begitu khawatir kepadanya.

Karena sudah lama menunggu didalam kamar, ku putuskan untuk keluar saja mencari mas Dayat, memastikan bahwa dia sekarang baik-baik saja.

Ku ambil baju berompi Pink panjang selutut yang ada didalam lemari ku, dan ku pakai agar menutupi seluruh tubuhku.

Aku berjalan menuju keluar, dan menyusuri setiap sudut ruangan Mension besar ini.

Sudah hampir semua ruangan ku telusuri, namun sosok Dayat tidak juga aku temukan. Membuat hatiku bertanya-tanya, dimana dia sekarang?

Karena sekarang sudah tengah malam, tentu saja semua pelayan juga tidak ada untuk aku tanyai keberadaan Dayat saat ini.

Ku buka tirai yang menutupi jendela kaca ruangan depan yang memperlihatkan langsung sebuah halaman rumah dan taman didepannya, siapa tau dia ada diluar rumah, begitulah pikirku.

Namun jawabannya tetap sama, Mas Dayat juga tidak ada diluar.

"Dimana dia sekarang?" Batinku bertanya-tanya.

Ku lihat diluar ada beberapa orang pengawal yang sedang berjaga malam.

Dengan beraninya aku keluar rumah dan berniat bertanya kepada pengawal itu.

Namun baru saja aku ingin melangkah keluar pintu, seseorang memanggilku dari belakang.

"Nona mau kemana?" Tanyanya dengan ramah.

Ku palingkan wajahku kepadanya, "Ahh, tenyata seorang pelayan. mengagetkan aku saja" Batinku. Sebut saja namanya pak Jodi.

"Kebetulan, mumpung kamu ada disini, saya mau bertanya. Apa kamu melihat mas Dayat?" Tanyaku balik.

"Oh maksud nona tuan Dayat?" Tanyanya dan aku hanya mengangguk.

"Tuan Dayat ada di menara rumah pohon" Sambung Pak Jodi lagi.

"Rumah Pohon? Dimana?" Tanyaku lagi tidak tau.

"Ada dibelakang non, apa nona ingin saya antarkan?" Tawarnya.

"Hmmm, boleh" Balasku.

Pak Jodi pun mempersilahkan aku untuk berjalan ke depan, dan ia mengikuti aku dari arah samping kanan sembari menunjukan jalan.

Setelah sampai disana, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

"Itu rumah pohonnya non" Tunjuk Pak Jodi

Disana hanya ada sebuah pohon besar, dengan bangunan kecil seukuran kamar diatasnya. Lumayan tinggi, namun aku harus tetap memastikan bahwa Dayat baik-baik saja disana.

"Baiklah, kamu boleh pergi sekarang" Ucapku. Pak Jodi pun berlalu pergi dari sana.

Aku berjalan mendekati pohon itu.

"Wah lumayan tinggi, bagaimana caranya Dayat naik keatas" Tanyaku pada diriku sendiri.

Sesampainya didekat sebuah tangga yang terbuat dari besi yang memutari pohon besar itu, aku sedikit menghela nafas panjang sebelum menaiki tangga itu.

Aku mulai menaiki tangga itu dengan langkah perlahan.

"Mas, mas Dayat!" Seruku kepada mas Dayat sembari menaiki tangga itu.

Namun tidak ada jawaban darinya. Aku mengernyitkan dahi ku, "Apa dia sudah tidur? Ahh, sebaiknya aku periksa saja ke sana" Aku semakin mempercepat langkahku, sehingga suara sendal ku yang berbenturan dengan besi itu semakin terdengar keras.

Sesampainya diatas, ku lihat semua barang berhamburan disembarang tempat. Banyak sekali botol-botol minuman disana, entah minuman apa itu aku juga tidak tau, yang pasti itu adalah botol kaca yang ukuranya sedikit besar, ada yang bulat serta ada berbentuk ramping, untuk mereknya aku juga tidak memperhatikan. Yang aku pikirkan saat ini hanya mencari mas Dayat saja.

Karena pencahayaan di ruangan itu sedikit redup, aku kesulitan mencari sosok mas Dayat.

Ku beranikan diri untuk masuk kedalam, ku lihat sebuah kursi roda diujung ruangan itu, namun Mas Dayat tidak ada di bangku itu.

Aku semakin mendekati kursi roda mas Dayat, dengan langkah gemetar. Bukan takut, hanya saja aku khawatir jika mas Dayat kenapa-kenapa atau semacamnya.

Mataku membulat sempurna, dengan mulut menganga kala melihat mas Dayat sudah tergeletak dilantai dengan tubuh tengkurap.

"Mas, kamu kenapa mas" Tanyaku dengan sangat khawatir.

Aku meraih tubuh mas Dayat dan membantunya untuk memperbaiki tubuhnya. Ku letakkan kepala mas Dayat tepat diatas pangkuanku.

Mas Dayat nampak tidak sadarkan diri. Karena aku begitu khawatir, ku tepuk pipinya sekuat mungkin untuk menyadarkan dirinya.

"Awwww" Mas Dayat meringis kesakitan.

"Mas kamu sadar" Tanyaku, namun masih dengan raut wajah khawatir

Mas Dayat menyipitkan matanya, melihat wajahku dengan pandangan yang tidak biasa. "Kenapa kamu kesini?" Tanya mas Dayat dengan suara seraknya .

"Aku menghawatirkan kamu mas" Balasku.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung,,,,,,,

Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰

Baca juga novel aku yang lainnya,

-Menikahi CEO Yang Kejam 1

-Menikahi CEO Yang Kejam 2

1
gia nasgia
Lanjutkan
gia nasgia
Jangan blng Dayat junior sebentar lagi launching 😍☺
gia nasgia
Mulai ada rasa kayaknya
gia nasgia
next
gia nasgia
Next
gia nasgia
sedikit demi sedikit sifat tempramen Dayat pasti akan hilang dgn adanya Melly di hidupnya
gia nasgia
Begitu memang seharusnya jadi paksu
gia nasgia
lanjutkan
gia nasgia
Next
gia nasgia
Lanjutkan
gia nasgia
Bagaimana ceritanya orang lumpuh di rumah pohon 🤔
gia nasgia
Dayat depresi kayaknya belum bisa menerima kenyataan
gia nasgia
Blang aja mulai posesif 😜
gia nasgia
kayaknya sikapnya Dayat lambat laun akan berubah dgn kehadiran Melly
gia nasgia
Blang aja kamu gengsi memuji Istri dadakan mu
gia nasgia
Melly kan kuliah punya pendidikan tapi kenapa seperti 🤔
gia nasgia
semangat Mel
gia nasgia
Melly seperti melangkah ke ruangan eksekusi 🥺
gia nasgia
Kasihan Melly tapi sebagai anak keputusan yang diambil sdh benar
gia nasgia
Mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!