NovelToon NovelToon
[REVISI]Love By Psychopath 2 : Kembalinya Si Psychopath Cinta

[REVISI]Love By Psychopath 2 : Kembalinya Si Psychopath Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:172.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuriko Harumi

PERHATIAN! INI ADALAH KISAH LANJUTAN DARI KARYAKU LOVE BY PSYCHOPATH 1, JADI BUAT KALIAN YANG AKAN MEMBACA KARYA INI LEBIH BAIK MEMBACA YANG SEASON 1 AGAR DAPAT MEMAHAMI CERITANYA.
.
.
.
.
Kau mencoba berlari, tapi semakin berlari semakin aku menginginkanmu kembali. Jika kau lihat ke belakang sebuah kisah kita akan terulang. Suatu keberuntungan bisa melihat sang Dewi berhasil aku taklukkan.

-Darrel

Ini adalah kisah cinta psychopath yang selalu mencari cara bagaimana agar bisa menyembunyikan cintanya. Cerita ini menunjukkan bagaimana seorang psychopath mencintai seseorang dengan sudut pandang berbeda. Tapi apakah ada perbedaan antara posesif dan cinta, menurut Darrel sama saja. Jika bisa membuat cintanya si Dea Mahesa berada di pelukannya, itulah cara dia mengekspresikan cintanya.



HALLO SEMUANYA!! Makasih yang udh mampir ke cerita author. Semoga kalian menikmati cerita dari awal hingga akhir. Jangan lupa dukung author dengan tinggalkan jejak di setiap babnya. Dan author hanya terbit di noveltoon ataupun mangatoon ya, selain itu author tak menerbitkan di apk manapun. terimakasih!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuriko Harumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 10 •LBP2• : DARREL PROV

...DARREL PROV...

Aku sungguh marah dan takut saat melihat Dea di luar. Apalagi saat melihat Dea dari pantulan kaca lemari, yang membuatku melihat wajah ketakutannya.

Aku tidak bisa berfikir jernih, membuatku harus menguncinya di dalam lemari. Aku tau Dea sangatlah takut gelap, tapi aku tidak bisa melakukan apapun. Apalagi saat aku marah seperti ini, aku tidak ingin seperti dulu harus menyakiti Dea dengan membuatnya masuk rumah sakit.

"GILA!!!"

Teringat ku pada teriakan Dea sebelum aku benar-benar menguncinya.

...CIT.......

Decitan rem mobil saat aku mengerem mendadak, apalagi saat aku hampir menabrak pembatas jalanan.

Aku keluar dari rumah, kemudian langsung menaiki mobil dengan kecepatan tinggi. Aku memang mengajak Dea di villa khusus, dimana hanya ada satu villa yaitu milikku. Tempatnya yang sejuk dan penuh pegunungan, serta tidak banyak orang yang bisa mengakses jalannya membuatku yakin tidak akan ada orang yang menemukan Dea.

Tapi... Aku mulai berfikir keras saat mengingat kembali rintihan Dea. Aku mendengar dia memohon untuk di keluarkan, tapi aku tidak ingin dia menjadi pelampiasan ku sekarang.

[Auth : salah satu funfact tentang Darrel adalah dia sebenarnya mengidap sadistis dimana dia akan terangsang jika menyakiti partner nya. Jadi saat Dea tadi itu teriak-teriak, minta tolong menurut Darrel itu adalah keadaan seperti desahan atau yang lainnya yang membuat Darrel terangsang]

Aku mulai tak tahan apalagi dengan milikku yang sudah terangsang di balik celana.

"Sial!" umpatku saat benar-benar tidak bisa menahannya.

Saat melihat wajah ketakutan Dea, membuatku langsung kehilangan akal. Apalagi saat mendengar teriakannya, bisa saja aku melakukannya pada saat itu juga.

Perlahan aku mulai memundurkan kursi mobil dan senderannya agar aku lebih bisa leluasa bergerak. Aku mulai membuka resleting celanaku dan milikku langsung saja keluar.

Aku menggosoknya pelan, tapi lama-kelamaan makin intens dan makin cepat. Apalagi saat mengingat teriakan Dea membuatku tambah bersemangat. Ingatan melakukan hal ini dengan Dea untuk pertama kalinya, selalu membantuku dalam menyelesaikan ini sendiri. Hingga akhirnya aku berhasil keluar, dengan nafas yang masih memburu, dan wajah yang masih memerah.

"Begini saja tidak akan puas sekarang" ucapku sambil mengacak rambut frustasi.

Tak lama berselang aku mendengar suara ponselku berbunyi. Terlihat nama Raffyn disana. Dia adalah sepupuku, atau lebih tepatnya anak dari paman yang merawat ku setalah orang tuaku meninggal.

"Ada apa..." kataku sambil masih menahannya.

"Kau di mana! Kami sudah menunggu" ucap Raffyn di balik telepon.

"Aku kesana, pesankan wanita sesuai seleraku" ucapku sambil langsung menutup teleponnya.

Aku sudah tidak bisa menahannya, jadi aku putuskan untuk membenarkan posisi kursi dan membenarkan celanaku kembali. Dengan laju cepat aku langsung pergi ke tempat biasa, dimana aku dan Raffyn sering melakukan hubungan dengan para wanita penghibur.

Saat aku menelfon Raffyn, pasti dia sudah tau wanita seleraku. Bukan karena aku melakukannya dengan wanita yang sama, malah aku melakukan dengan wanita yang berbeda akan tetapi ciri yang sama.

Warna bola mata coklat, rambut hitam panjang dengan sedikit gelombang. Kulit mulus, dengan paha yang tidak terlalu besar, tubuh tidak terlalu kecil tapi cukup ramping. Tidak bermake-up tebal, atau lebih baik tidak bermake-up sama sekali. Dan yang paling penting dia malu-malu kucing saat sedang berhubungan. Pura-pura menolak saat aku melakukannya, membuatku harus memaksakan diri.

Semua ciri tersendiri tidaklah lain seperti Dea. Bahkan bukan hanya mengatur penampilannya yang sepertinya Dea, tapi aku juga menginginkan perilaku yang sama saat aku berhubungan dengan Dea pertama kali. Jujur aku belum pernah mendapatkan kepuasan oleh para wanita penghibur meski aku melakukannya berkali kali, dibandingkan dengan Dea meskipun hanya satu kali.

Gila aku sudah gila, aku bisa saja menyewakan satu villa penuh untuk para penghibur seperti Dea. Tapi aku tetap tidak bisa melakukannya. Aku hanya ingin Dea, hanya Dea bahkan untuk kepuasan berhubungan ku dengannya, tapi aku juga tidak mau memaksanya.

Sampainya aku di sana, aku hanya perlu menunjukkan kartu pelanggan ku. Langsung aku masuk ke tempat VIP yang selalu aku pilih dengan Raf.

"Wow... Lihat raja kita sudah datang" ucap Raf saat melihatku Masuk.

Di dalam sudah terlihat beberapa orang yang tela*jang dengan pasangan mereka.

"Diam!" bentakku sambil nenyerobot minuman yang ada di tangan Raf.

"Bagaimana dengan para petinggi itu" ucapku sambil melihat seseorang yang sudah setengah baya sedang naked di depanku, sambil bercumbu ria tanpa peduli apapun.

"Tenang saja dia akan diam dan menuruti kita, jika tidak maka posisinya sebagai petinggi negara akan terancam karena vidionya ada padaku" ucap Raf sambil meminum minuman kembali dengan santainya.

Aku melihat Raffyn juga sudah melepaskan pakaian atasnya dengan bagian bawah setengah terlepas, karena sedang di oral beberapa wanita.

"Bukan hanya satu tapi aku juga mendapatkan yang lainnya" ucap Raf sambil menunjuk beberapa orang lainya, yang sudah melakukan hubungan terlebih dahulu.

"Aku mengajakmu kesini untuk bersenang-senang, tapi sepertinya kamu sudah melakukannya terlebih dahulu" lanjut Raffyn sambil cekikikan ke arahku.

"Dimana dia" ucapku tak ingin mendengarkan kata-kata Raffyn, hanya mencari wanita untuk menghiburku.

"Kamar 302 lantai 3, nanti aku juga akan kesana, tapi sepertinya kau sudah tidak sabar jadi aku meminta dia untuk pergi mempersiapkan diri dahulu" jelas Raffyn sambil memberikan sebuah card menuju kamar 302.

Aku langsung saja mengambil card yang ada di tangan Raffyn, dan langsung menuju lift. Saat sampai di depan kamar, tanpa basa basi aku langsung masuk. Terlihat seorang wanita tengah duduk di sofa sambil mengenakan lingerie bewarna hitam, dengan bordir tipis.

Langsung saja aku masuk dan mengunci pintunya. Langsung aku cumbu tengkuk wanita itu dengan ganas tanpa memberikan tanda. Dea... Hanya dua yang selalu aku berikan tanda.

Sial, semakin mengingat Dea gairahku semakin naik. Aku mulai mengangkat tubuh wanita itu dan aku melemparkan ke kasur. Aku tutup mata wanita itu dengan dasiku, dan tanpa basa basi aku langsung memasukkan milikku.

"Ngh... Sakit! Bisakah pelan sedikit" pekik nya sambil marah.

"Ck! Ja*ang seperti mu pasti sudah sering mendapatkannya" ujarku tanpa peduli teriakan sakit yang dia keluarkan.

Aku benar-benar melampiaskan semua yang aku rasakan untuk Dea, kenapa wanita ini. Aku terus mencekik lehernya bagian belakang, tanpa menghentikan aktivitasku lainnya. Benar-benar permainan yang kasar, dengan terus mencekik, menarik, memukul. Gila! ini sangatlah menyenangkan.

Beberapa ronde permainan telah aku lakukan. Aku hanya tertidur pulas tanpa pakaian, dengan sepasang tangan memelukku dari samping.

DARREL!

Terdengar suara Dea tiba-tiba membuatku langsung membuka mata. Aku melihat sekeliling, mengingat apa yang terjadi.

"Tuan... Permainanmu sangat menyenangkan, Apakah kau ingin melanjutkannya" ujar wanita itu dengan keadaan yang sudah berantakan.

Aku baru sadar aku tidak di villa sekarang. Aku mengingat sedang melakukan hubungan dengan Dea, tapi seperti biasa hanya penghibur sialan.

"Ambil uang ini, aku akan pergi" ucapku sambil dengan cepat memakai bajuku.

Terlihat dia hanya tersenyum melihat cek yang aku berikan. Sambil melihat jam aku terus berlari ke lantai bawah, dan menemukan Raffyn yang juga tengah bermain di sana. Aku hanya berlari keluar ke arah mobil, tanpa memperdulikan Raffyn dengan teriakannya karena memanggil ku.

"Dea..." ucapku dalam mobil dengan kecepatan tinggi.

Entah apa yang aku lakukan, aku mulai sadar sekarang. Aku terus melihat arah jam yang menunjukkan hampir jam setengah tiga. Bayangkan berapa lama aku menguncinya di dalam lemari.

"DEA!!!" teriakku saat masuk rumah.

Aku melihat sekeliling, tapi tidak ada tanda-tanda darinya. Langsung aku ke kamar dan membuka lemari tempat aku mengunci Dea.

"DEA! Sayangku... Maafkan aku" nafasku memburu sambil memeluk Dea yang tengah pingsan, sambil mengigit kaos di mulutnya.

Aku merasakan tubuhnya basah penuh keringat, serta matanya yang lebam.

"Maafkan aku... Aku hanya ingin keluar sebentar untuk menenangkan diriku, ku sungguh tidak bermaksud melakukan ini padamu" ucapku sambil meletakkan Dea di ranjang.

"Kau tidak apa-apa, kamu pasti akan baik-baik saja selama aku disini kamu pasti akan baik" ucapku lagi sambil menciumi dahi, dan pipi milik Dea.

...DARREL PROV END.......

.

.

.

[Auth : 1.200an kata bunda... gak yangka bakal sebanyak ini, aku harap kalian gak bosen bacanya. See you to next chapter, and ttp jaga kesehatan ya Bun...]

1
Nining Chayumi
seru banget Thor ceritanya, mulai dari S1 sampai s2 semangat terus ya Thor 💪🏻
Cita Solichah
lovu u fulll...
Anita Nta
lanjut
Ati Sumariati
dasar darel gila
Ati Sumariati
semangat ya thor
Ati Sumariati
jadi makin penasaran lanjut thor
Nacita
msi bnyak misterinya yg blum ke ungkap sih, s darel mti pun gtau pnyebabnya apa
Nacita
pas d culik dr rumah sakit merasa tdk ekhem ekhem deh beliau itu 😂😂😂
Nacita
yah salah ngomong deh tuh 😩
Nacita
pikirannya itu loh, daras emang dasarnya gila ya... dahlah.....
Nacita
ya ampun ksian bgt sumpah jd s dea
Nacita
boleh ga sih gue congkek jantungnya a darel 😭
Nacita
haram bego, otakmu kmn sih, d gadein trus ga d tebus2 gtu?
Nacita
yaelah kena prank 😂😂😂
Nacita
percayalah, darel dan dea berhak bahagia...
Nacita
astaga dragon
Nacita
dihhhh...pemain 😩
Nacita
mungkin s darel umroh dulu 😌
Nacita
cih...dia yg nenggelemin dia juga yg nolongin, benar2 gila 😩
Nacita
knp s darel ga mati aja sih wktu d tusuk kmren 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!