NovelToon NovelToon
Suatu Hari Ketika Aku Bertemu Dengan Seorang Dewi, Aku Dikirim Ke Dunia Lain

Suatu Hari Ketika Aku Bertemu Dengan Seorang Dewi, Aku Dikirim Ke Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Contest / Sci-Fi / Barat / Tamat
Popularitas:112.5k
Nilai: 5
Nama Author: Isekai Fantasy

Sebuah fenomenal bernama Cloud Eat tiba-tiba saja muncul dan melenyapkan sihir dari dunia, hal itu juga membuat Dewi Listard yang mengelola dunia tersebut ikut melemah, karena itu ia pun memutuskan untuk turun tangan mengatasinya dengan bantuan seorang laki-laki bernama Sten.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 : Sesuatu Yang Tidak Terduga

Kami mulai turun ke lantai yang lebih jauh, dari lantai lima kami di terangi berbagai batuan bercahaya karena itu dari sini kami tidak memerlukan penerangan mata Rista dan bersiap melawan monster yang datang

Aku menebas salah satu laba-laba hingga cairan kehijauan muncul darinya, laba-laba itu kemudian menyerangku balik dengan kaki depannya, sebelum bisa menyentuhku Light Saber Rista sudah memotong kepalanya.

[Semua musuh telah di habisi, pengisian ulang dimulai]

"Eh, apa ini Sten? Aku tidak bisa mengeluarkan senjataku lagi."

"Kau harus menunggu 3 menit untuk bisa menggunakannya lagi, jika kau memaksakannya tubuhmu akan meledak."

"Aku bisa mati," teriak Rista, padahal dia Dewi jadi dia tidak perlu menghawatirkan hal itu.

Yuyun masih menempel padaku selagi mengawasi sekeliling, saat kami sampai ke lantai terakhir sesuatu muncul, rentetan akar menyeruak dari dalam tanah disusul sebuah kuncup dari bunga yang mulai mekar yang mana menampilkan sosok menyerupai manusia dengan tubuh tumbuhan, ia membuka mulutnya dengan teriakan yang menyakitkan telinga.

"Apa itu?" tanyaku masih memegangi kedua telingaku.

"Peri, tapi bagaimana bisa? Yang kutahu saat peperangan manusia melawan peri mereka dikatakan sudah musnah," yang berkata demikian dengan panik adalah Yuyun, untuk seorang petualang pengetahuannya luar biasa.

Aku akan menanyakan detailnya setelah ini.

"Aku akan menyerangnya," Rista melesat dengan roket pendorongnya, tiba-tiba saja sebuah sulur mengikat kakinya lalu membantingnya ke tanah dengan keras.

Itu mengahasilkan sedikit gempa, membuat bagian atas kami seakan akan roboh kapanpun. Aku tidak bisa membiarkan Rista bertarung sendiri karena itu akupun turut membantunya.

Aku menarik pedangku lalu mengayunkannya pada sulur-sulur tanaman yang berusaha mengikat Rista.

"Kau baik-baik saja?" tanyaku.

"Tak masalah, aku hanya lengah tadi," jawabnya demikian.

Kami berdua secara bersamaan menyerangnya, peri itu membuat pertahanan dari berbagai tanaman lalu sesuatu yang merepotkan telah muncul, dari bunga-bunga yang ia buat sebuah racun dikeluarkan.

Aku menghentikan pergerakanku selagi menutup hidungku, dari sini hanya Rista yang mampu melawannya.

Aku mundur menjaga jarak dan hanya memperhatikan pergerakan Rista maupun Peri itu.

"Pakai ini Sten," aku menerima sapu tangan yang di berikan Yuyun.

"Terima kasih."

"Sepertinya racun ini telah menyatu dengan sekeliling dungeon, kita harus meninggalkan dungeon."

"Bagaimana dengan peri itu?"

"Keselamatan kita lebih penting."

Yang dikatakan Yuyun memang benar terlebih Rista sepertinya tidak bisa bertarung lagi, tubuhnya tampak sudah mencapai batasnya.

Rista mengirim Light Sabernya ke arah sang peri namun hal itu masih bisa ditahan dengan mudah olehnya.

Apa yang harus aku lakukan? Ketika aku melihat ke sekeliling dinding gua akhirnya aku menemukan satu ide, gua ini di lapisi oleh amonium nitrat.

Ketika dipanaskan, amonium nitrat akan terurai menjadi gas dinitrogen monoksida N2O dan uap air H2O yang akan menghasilkan ledakan, serta api yang besar, untuk itu aku berteriak ke arah Rista.

"Hancurkan seluruh dinding guanya Rista, aku punya ide."

"Jika kau bilang begitu, baiklah.."

Rista mulai menghancurkannya dengan segala kekuatannya hingga dinding itu mulai berhamburan ke tanah, aku mulai membuat pemicunya dengan menyiramkan berbagai larutan yang mudah terbakar, setelah itu.. aku melemparkan sedikit api dari percikan batu bara ke larutan tersebut.

Dengan meningkatkan suhu ditempat ini kupastikan hanya dalam beberapa detik akan terjadi ledakan.

"Rista bawa kami keluar sekarang."

"Oke."

Aku maupun Yuyun memegangi tangan Rista dan terbang melesat bersamanya, bersamaan itu...

DUAR...

Ledakan benar-benar terjadi di belakang kami bahkan api besar terus mengejar kami.

"Uwah... aku tidak mau mati aaaaaaaaaaaahh, " Yuyun mulai berteriak panik sementara Rista masih berusaha kuat membawa kami keluar, sepertinya di gua ini juga banyak senyawa yang mudah terbakar karena itu ledakan tidak pernah berhenti.

"Sedikit lagi.. sedikit lagi," teriak Rista.

Ketika kami terlempar keluar, ledakan besar terdengar kembali dan dungeon hancur seketika. Aku memandang api besar yang membumbung tinggi itu dan bergumam.

"Aku tidak akan menggunakan cara ini lagi."

1
Didik Harjito
ceritanya aneh.. mbulet mbulet.. judule menceritakan dan di ceritakan..
Andri Xinaga
iup
Creeper-Chan
tamatkah?
Isekai Fantasy: Sekarang lanjut ke projek Budi wkwkw
total 2 replies
Creeper-Chan
Sukuna kagebunshin di dalem perutnya wkwkwkwkwk
Isekai Fantasy: Bisa jadi
total 1 replies
Creeper-Chan
ngalah ama cewek Sten
Creeper-Chan
Frienta tinggal pake telekinesis menang
Pooh
👍👍
Pooh
👍👍👍
Pooh
👍
Pooh
👍👍👍
Ali Frasely Ali Frasely
sip
F'Dm_98
👍👍👍
Mathyus 333
satu lagi cewek pembawa masalah
Kanayas
maaf thor, ini gak terlalu panjangkah judulnya?🙂
Isekai Fantasy: Biar beda sama yang lain :p
total 1 replies
Pooh
lanjut
Pooh
ok
Pooh
lanjut
Pooh
ok
Pooh
lanjutkan
Creeper-Chan
Udah Sten nurut aja ama Alvidya wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!