Maaf kalau juduh sama cover berbeda karena judul ditolak untuk di ganti.
Hidupnya benar-benar hancur. Pernikahannya di rusak oleh sang adik, suaminya menikahi adik perempuannya, anak yang ia kandung meningal dunia dan keluarganya malah mengusirnya setelah di hasut oleh sang adik.
Di tengah rencana balas dendamnya. Ia dipertemukan dengan duda anak satu yang memiliki trauma tentang pernikahannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa sitepu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amatiran Yang Mengerikan
"Kau hanya wanita lemah, tapi kata-kata mu terdengar berani. Sungguh aku benar-benar ingin segera menikmati tubuh mu." Tidak ada satu pun dari mereka yang percaya dengan kehebatan Della. Bagaimana pun, penampilannya menggambarkan bahwa wanita itu sangat lemah, namun mereka tidak akan pernah menduga kalau suatu hari wanita yang tampak lemah bisa lebih mengerikan dari singa betina yang diusik.
"Sudah, Bos. Lebih baik kita membawanya, tidak perlu mendengarkan ceritanya." Sepertinya anggota laki-laki dari kelompok yang menghampiri Della sudah tidak sabar. Mereka ingin segera memuaskan nafsu birahi pada wanita tanpa perlindungan.
"Dia benar, Bos. Lagi pula, ini sudah malam, tidak akan ada yang membantunya. Tarik dan kita akan bersenang-senang malam ini."
Melihat kedua pria tersebut sudah sangat tidak sabar dan meminta bos mereka segera menariknya ke gang sepi yang tidak terlalu jauh dari rumah mewah mantan suami Lily. Della hanya terdiam, tidak ada gambaran cemas apalagi takut, ia terlihat sangat tenang sehingga membuat para pria yang ada di hadapannya tidak percaya.
"Baik, ayo bawa dia."
Setelah mendapatkan perintah, kedua pria yang berbicara dengan bos mereka langsung berjalan menuju Della. Tidak ada perlawanan darinya, tidak ada satu orang pun yang bisa menebak apa rencana wanita tersebut. Lagi pula, mereka tidak terlalu perduli.
Jumlah mereka yang hanya cuman bertiga, membuat Della tidak terlalu cemas. Untungnya ia telah membawa pisau kecil yang kebetulan ia dapat di dapur. Ada dua pasang pisau dengan ukuran berbeda namun sangat tajam tersimpan di balik jaket Della.
Jangan ditanya mengapa Della bisa mempersiapkan semuanya. Sebagai korban yang hampir kehilangan harga diri sebelum bertemu Lily. Della lebih waspada sekarang, ia tampak seperti seorang psikopat, haus darah sudah mendarah daging sehingga rasa ingin mencabik-cabik tubuh manusia menjadi hobi baru Della.
Katakanlah Della jahat serta kejam. Namun, apakah orang tahu apa yang sudah membuatnya menjadi seperti sekarang? Tidak akan ada. Bayangkan, kehilangan anak yang sudah lama ia tunggu, dikecewakan oleh pria yang sangat dicintainya dan kejahatan adik perempuannya, membuat rasa kemanusiaan Della hampir hilang.
Sesampainya di sebuh gang yang gelap dan cukup sepi, ditambah udara malam dingin membuat siapa pun malas keluar rumah. Della terpojokan, ketiga pria tersebut menyeringai jahat, mereka mulai melepaskan pakaian masing-masing. Mengabaikan tatapan Della yang perlahan namun pasti telah berubah sangat mengerikan.
Ketika mereka sibuk dengan pakaian, Della dengan cepat mengeluarkan kedua pisaunya. Dan tanpa peringatan, ia mulai mengarahkan kedua pisaunya ke tubuh sang bos. Suara jeritan menyedihkan langsung terdengar, kedua anggotanya terkejut, mereka tidak menduga jika Della memiliki senjata mengerikan seperti itu.
Belum pulih rasa terkejut mereka. Kini Della mengarahkan pisaunya pada anggota yang lainnya ketika sang bos kesakitan. Tubuhnya bersimbah darah, tusukan Della yang amatiran lebih mengerikan dari pembunuh profesional. Dia tidak menargetkan titik lemah seperti kebanyakan pembunuh, tangannya hanya terfokus pada permukaan tubuh yang terlihat. Bahkan jika mereka memberikan kepala, mungkin Della akan menusuknya.
"Tolong!!!" Pada akhirnya ketiga pria tersebut yang meminta pertolongan. Ternyata wanita yang mereka ingin nikmati merupakan perwujudan iblis wanita, sangat kejam dan dingin.
Sayanganya, usaha mereka sia-sia. Seperti yang dikatakan tadi, lokasi mereka cukup jauh dari keramaian, ditambah udara dingin. Sudah dapat dipastikan ketiganya mati malam ini. tangan cantik yang telah dipenuhi darah masih saja bekerja, sang bos sudah kehilangan kesadaran, sedangkan kedua anggota mulia kehilangan kesadaran.
Jika ditanya apakah Della akan ditangkap polisi karena kasus pembunuhannya, maka jawabannya tidak. Lagi pula, ketiga pria tersebut merupakan kelompok yang sedang di cari pihak kepolisian karena kejahantan meraka yang sudah meresahkan banyak orang. Jadi, Della juga termasuk pahlawan untuk para wanita di kota C. Namun, tetap saja Della harus menghilangkan barang bukti agar tidak ada yang melaporkannya.
"Seharusnya kalian mendengarkan kata-kata ku tadi. Jadi, sekarang terimalah ajal kalian." Setelah itu, Della mulai menghilangkan sidik jarinya dengan darah ketiganya. Ia menggunakan pisau untuk mengoleskan darah ke tubuh yang sudah ia sentuh tadinya, lalu menghapus darah dari pisaunya.
knp up ny lm bgt....
Jangan lupa mampir kekarya pertamaku judulnya Akhir Derita Istri Kecil CEO🤭