NovelToon NovelToon
Cuma Modal Cerita

Cuma Modal Cerita

Status: tamat
Genre:Teen / Solo Leveling / Menjadi NPC / Tamat
Popularitas:487
Nilai: 5
Nama Author: jiejie_IYAYA'S

Aku bukan siapa-siapa. Nggak punya prestasi, nggak punya bakat khusus.
Yang aku punya cuma kenangan.

Kenangan jadi remaja perempuan yang dulu mikir dunia selebar halaman sekolah.
Tentang tawa di jam kosong, surat cinta yang nggak pernah dikasih, persahabatan yang pecah karena sepele, dan guru yang tanpa sadar ngubah hidupku.

"Cuma Modal Cerita" adalah kumpulan kisahku.
Loncat dari sekarang ke dulu. Dari dewasa ke anak kecil yang masih percaya permen bisa nyelesaiin semua masalah.

(Gak Semuanya Real Dari Hidup Ku ,Ada Beberapa Karangan)

Ini bukan novel tentang orang hebat.
Ini novel tentang kita. Tentang kamu, aku, dan semua orang yang pernah duduk di kursi paling belakang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jiejie_IYAYA'S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji yang Terabaikan di Ujung Pesan

Halo semuanya, aku akan menceritakan tentang diri aku kali ini, cukup sedikit saja. Cerita ini adalah tentang teman aku yang ingkar janji.

Oke, halo! Aku Tia, seorang perempuan dengan cita-citanya yang sederhana. Dulu aku bermimpi ingin sekali menjadi seorang novelis karena aku sangat suka bercerita, dan aku juga suka sekali mengatakan hal-hal yang random serta absurd.

Karena hal itulah, teman-temanku merasa tidak cocok denganku. Mereka menganggap aku aneh. Selain itu, aku juga kalau berbicara sering belibet dan membuat orang-orang bingung dengan omongan yang aku katakan.

Oke, sekarang kita kembali ke topiknya.

Waktu itu, aku diajak oleh teman-temanku untuk bermain. Kami berempat bermain di salah satu rumah temanku, dan rumahnya itu memang cukup beberapa langkah alias lumayan jauh dari sekolah kita.

Di sana kita bermain seperti makan seblak, makan nasi, menonton film horor, dan bercerita bareng soal kehidupan percintaan teman-temanku. Namun, karena aku tidak begitu paham mengenai topik percintaan, aku memilih untuk diam saja.

Setelah acara bermain itu selesai, kita pulang menggunakan jasa ojek online. Sesampainya di rumah, aku langsung bersih-bersih badan dan ingin beristirahat. Beberapa menit kemudian, salah satu temanku—kita panggil saja dia Sifa—tiba-tiba mengirimkan pesan.

Dia mengirimkan pesan kepadaku, "Tia, aku minta izin, aku mau kasih nomor kamu ke teman laki-laki aku, ya? Boleh?"

"Oh, Sifa mau kasih nomor aku nih ke teman cowoknya," batinku dalam hati. Aku pun bertanya kepadanya, "Buat apa emangnya?" kataku.

Dia menjawab, "Teman aku mau cari pacar, dia lihat kamu di status WhatsApp aku."

Oh iya, aku baru ingat. Sebab, saat kita sedang bermain tadi, kita sempat membuat video TikTok, dan video itu diunggah oleh temanku, Sifa, ke status WhatsApp miliknya.

Nah, aku langsung menjawab pesan itu, "Hah? Pacaran? Maaf ya, jangan.

Kalau memang mau cari pacar, jangan aku. Aku belum siap pacaran."

Nah, kenapa aku bisa bilang begitu? Karena aku merasa kasihan, Bro. Walaupun dia seorang cowok, dia itu tetap anak orang. Aku tidak mau menyakiti hati anak orang begitu saja.

"Oh iya atuh, maaf mengganggu," kata Sifa, temanku itu.

Namun, hanya selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba ada pesan masuk ke ponselku dari nomor yang tidak aku kenal. Aku sungguh tidak tahu dia siapa.

Pesan itu berbunyi, "Halo, aku teman Sifa, yang mau minta nomor kamu ke teman aku, Sifa. Aku mau mengajak kamu pacaran sama aku."

Nomor tidak dikenal, dem Bro! Dia langsung terang-terangan mengajak pacaran begitu saja.

"Ouh, maaf ya, aku belum mau pacaran. Tiba-tiba banget, pertama kali chat langsung mengajak pacaran," kataku membalas pesannya.

Lalu, tahu tidak apa yang dia katakan? Sungguh membagongkan umat manusia! Itu pikirku saat membacanya.

Dia membalas, "Kenapa tidak mau? Coba saja dulu."

Dem Bro, dem! Demi apa? Demi angker!

Lalu aku menjawab lagi, "Gimana kalau kita temenan saja dulu?"

Maksudku mengajak berteman dulu adalah karena kalau pacaran dalam kondisiku yang masih belum punya pekerjaan tetap, aku tidak mau memakai uang pacarku nanti. Karena apa? Kita ini baru pacaran, bukan suami istri, Bro!

Dan setelah aku mengirim pesan chat seperti itu, tahu tidak dia bilang apa?

"Enggak ah, teman cewek aku sudah banyak."

Hah? Banyak? Fiks, aku langsung no respect sama dia! Aku langsung menghapus nomor dia yang meninggalkan banyak pertanyaan, yang aku sendiri bingung bagaimana cara menjawabnya.

Setelah kejadian itu, entah kenapa Sifa temanku langsung kayak tidak ada kabar. Apakah dia membuat status tetapi di-hide dariku, atau nomorku sudah dia hapus, atau entahlah.

Aku jadi bingung, apa yang dikatakan oleh cowok sok itu kepada Sifa. Jujur, di saat membalas pesan temannya Sifa yang cowok itu, aku agak mengetik dengan bahasa yang kasar—bukan bahasa yang berupa umpatan ya, tetapi seakan-akan terasa kasar begitu. Ya, begitulah.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pesanku:

Hargailah teman kalian, dan jagalah amanah juga. Karena dari kasus temanku ini, aku sudah bilang jangan memberikan nomor ponselku ke temannya, tetapi tetap saja diberikan. Jujur, di situ aku merasa rada kesal sekaligus bingung dengan sikap temanku itu. Ya, begitulah.

1
Araara
seru abis
Araara
semangat ya kakak jangan pantang menyerahnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!