NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Bertemu Mahendra

Penerbangan komersial kelas bisnis dari Jakarta mendaratkan Kakek Agung Daniswara di bandara Yogyakarta tepat saat matahari pagi mulai menghalau kabut tipis. Didampingi oleh Darma yang membawa tas jinjing berisi kebutuhan medis ringan dan sebuah kotak beludru hitam, penguasa tua itu melangkah keluar dengan tubuh yang tampak kuyu. Namun, sepasang mata sepuhnya memancarkan ketegasan. Langkah kakinya yang bertumpu pada tongkat terasa begitu mantap. Dia menolak menyerah pada penyakit jantungnya yang sesekali berdenyut nyeri di dada kirinya. Namun, apa yang tidak disadari oleh Kakek Agung adalah bahwa roda takdir di Yogyakarta bergerak beberapa jengkal di depan langkahnya.

Begitu mobil MPV mewah yang disewa Darma bergerak keluar dari area pelataran bandara, sebuah mobil sedan abu-abu milik tim intelijen Mahendra yang sudah mengintai sejak subuh langsung membuntutinya dari jarak aman. Laporan enkripsi rahasia mendarat di gawai pribadi Mahendra di lantai atas kantor pusat perusahaan logistik miliknya. Pria irit bicara itu langsung membaca arah pergerakan sang penguasa tua Daniswara. Sebagai silent protector yang tidak akan membiarkan seujung kuku pun ketenangan Arunika diusik, Mahendra bergerak cepat menggunakan wewenangnya sebelum Kakek Agung sempat mendekati kawasan Sleman.

Melalui intervensi protokol jalanan rahasia yang diatur rapi oleh anak buah Mahendra, supir mobil yang ditumpangi Kakek Agung secara halus diarahkan untuk mengambil jalur arteri komersial. Hingga akhirnya, mobil mewah tersebut berhenti tepat di depan pelataran gedung pencakar langit modern berarsitektur kaca, kantor pusat gurita bisnis logistik milik keluarga Mahendra di Yogyakarta.

Darma mengerutkan kening, menoleh ke arah kursi belakang dengan raut wajah waspada. "Tuan Besar, tampaknya ada keganjilan. Supir kita membawa kita berhenti di kantor perusahaan milik keluarga almarhum sahabat karib Anda, bukan menuju arah Sleman."

Kakek Agung menurunkan kaca mobilnya, menatap gedung megah di hadapannya dengan senyum tipis penuh kearifan seorang pengusaha senior yang langsung membaca situasi. "Ini bukan keganjilan, Darma. Ini adalah gertakan taktis dari cucu laki-laki sahabatku. Mahendra sudah tahu kedatangan kita sejak detik pertama kita menginjakkan kaki di kota ini. Turunlah, mari kita penuhi undangannya."

Didampingi Darma, Kakek Agung melangkah masuk melintasi lobi marmer yang mewah, menaiki lift khusus menuju lantai tertinggi gedung. Begitu pintu ruang kerja pribadi terbuka, suasana sunyi dan berwibawa langsung menyambut mereka. Di balik meja kerja jati hitam yang besar, Mahendra berdiri tegak menyambut kedatangan sang penguasa tua Daniswara. Pria muda itu mengenakan kemeja katun rapi dengan kacamata berbingkai hitam tipis, memancarkan aura seorang pimpinan dinasti baru dan tidak bisa diintimidasi oleh kasta Jakarta mana pun. Hubungan kekeluargaan jauh mereka dari garis keturunan Lina, ditambah kedudukan kakeknya sebagai sahabat karib Kakek Agung, membuat Mahendra tetap melangkah maju, membungkuk takzim, lalu mengulurkan tangannya dengan gestur yang sangat terhormat.

"Selamat datang di Yogyakarta, Tuan Besar Agung Daniswara," ucap Mahendra, suara baritonnya yang rendah bergema memecah kesunyian ruangan dengan intonasi yang datar namun menekan. "Sebuah kehormatan besar bagi kantor saya menerima kedatangan mendadak dari penguasa tertinggi Daniswara Group pagi ini.

Kakek Agung menyambut uluran tangan itu, lalu mendudukkan tubuh tuanya yang lemas di atas sofa kulit yang nyaman, dibantu oleh Darma yang meletakkan tabung oksigen darurat di sampingnya. Sekretaris pribadi Mahendra masuk dengan takzim, menyajikan cangkir teh hangat beraroma melati khas Jawa yang menenangkan. Kakek Agung menyesap teh tersebut perlahan, membiarkan kehangatannya meredakan ketegangan di dadanya sebelum menatap sepasang mata tajam Mahendra di balik kacamatanya.

"Kamu sudah tumbuh menjadi pria yang sangat luar biasa cerdas dan protektif, Mahen," ujar Kakek Agung, memuji ketegasan pria muda itu dengan senyum tipis penuh rasa takjub. "Taktik pengepungan senyapmu di bandara tadi membuktikan bahwa kamu adalah cucu kandung asli dari sahabat karibku. Kamu memiliki wibawa yang kokoh. Kamu mencegatku di sini karena takut kedatanganku akan merusak kedamaian hidup Arunika di Sleman, bukan?"

Mahendra tidak berkelit atau memperlihatkan kegugupan. Pria irit bicara itu perlahan duduk di sofa seberang Kakek Agung, melipat kedua tangannya di depan dada dengan ketegasan yang murni. "Ketenangan batin dan keselamatan studi Arunika di kota ini adalah prioritas nomor satu saya, Tuan Besar. Saya murni hanya membantu dan memastikan tidak ada pihak yang berani mengusik mahasiswi bimbingan terbaik saya. Saya tahu betul bagaimana hancurnya kekacauan moral yang diciptakan oleh Saka di Jakarta yang telah merusak harga diri Arunika selama empat tahun. Dan sebagai dosen pembimbing sekaligus pria yang berdiri menjaga benteng Jogja, saya berhak tahu apa tujuan Anda datang secara senyap melacak posisi mahasiswi saya."

Mendengar pembelaan Mahendra yang terdengar begitu kaku berlindung di balik alasan akademis dan status 'mahasiswi', seulas senyum kearifan perlahan terbit di wajah sepuh Kakek Agung. Pria tua itu menggelengkan kepalanya dengan tatapan mata yang dipenuhi binar menggoda, membaca dengan sangat jelas ada getaran cinta yang teramat besar yang sedang disembunyikan di balik wajah datar dosen muda di hadapannya.

"Mana ada seorang dosen yang menjaga mahasiswinya sampai sejauh ini, Mahen... kalau bukan karena ada perasaan lain di dalam hatimu," goda Kakek Agung dengan suara parau yang melembut hangat, membuat atmosfer ruang kerja yang awalnya tegang seketika mencair.

Mahendra tersentak kecil, membetulkan letak kacamatanya demi menyembunyikan riak salah tingkah yang teramat jarang terjadi pada dirinya. Namun sebelum Mahendra sempat membalas, raut wajah Kakek Agung mendadak kembali berubah menjadi sangat serius. Sepasang mata sepuhnya menatap Mahendra dengan tajam, seolah sedang menguliti dan menilai kedalaman mental serta integritas pria muda di hadapannya. Setelah jeda keheningan yang intens, Kakek Agung perlahan menghela napas panjang yang sarat akan beban penyesalan sejarah.

"Wasiat Raditya telah membuka seluruh mata tuaku dari kebodohan masa lalu, Mahendra." Kakek Agung memulai bicaranya dengan nada suara yang merendah. "Aku baru tahu sebuah kenyataan pahit bahwa almarhum ayahnya Arunika... Bagus Wiranata yang selama puluhan tahun berdiri di dekatku sebagai asisten Raditya, sebenarnya adalah putra kandung pertamaku sendiri. Anak laki-laki dari pernikahan sah masa mudaku di Kota Magelang yang dulu aku coret dari silsilah demi sebuah martabat bisnis."

Mahendra tersentak kecil di balik kacamata hitamnya. Alisnya menyatu erat mendengar pengakuan mengejutkan tersebut. Logikanya yang cerdas langsung bergerak cepat menarik kesimpulan berdasarkan silsilah keluarga Daniswara.

"Kalau begitu... Saka dan Arunika sebenarnya adalah saudara sepupu?" tanya Mahendra spontan, sebuah kerutan dalam terbit di keningnya. Nada suaranya yang biasanya datar kini bergetar oleh keterkejutan yang nyata akibat rahasia besar yang baru saja terbuka.

Kakek Agung tersenyum getir, menatap Mahendra dengan pandangan mata yang kian redup didera rasa malu atas aib keluarganya sendiri.

"Rencana awal Raditya memang seperti itu, Mahendra. Dia ingin menikahkan mereka sebagai sepupu kandung demi mengembalikan takhta Daniswara kepada Arunika secara alami," sahut Kakek Agung parau, menjeda ucapannya sebelum menjatuhkan bom kebenaran berikutnya. "Namun, saat Saka berusia lima belas tahun, Raditya menemukan sebuah kebenaran. Dia mandul akibat cedera masa muda, dan Saka... dia sama sekali tidak memiliki setetes pun darah Daniswara di tubuhnya. Saka hanyalah anak hasil hubungan gelap perselingkuhan Lina bersama pria lain."

Hantaman informasi kedua ini benar-benar mengguncang sisa kewarasan Mahendra. Sepasang mata tajamnya membelalak di balik kacamata hitamnya. Rahasia perselingkuhan Lina dan status anak haram Saka yang baru saja dibongkar serentak membuat Mahendra menyadari betapa sakralnya dinasti perlindungan yang kini ia bangun di Jogja untuk mengawal Arunika sang pewaris yang sesungguhnya.

Kakek Agung menyodorkan draf komitmen tertulis di atas meja kaca, menatap Mahendra dengan pandangan penuh kepercayaan. "Aku memercayaimu, Mahen. Karena itu aku membongkar semuanya kepadamu. Karena aku tahu, kamu tidak akan pernah menyebabkan rahasia ini sampai ke orang lain. Aku datang ke Jogja murni untuk berlutut memohon ampun di hadapan Arunika sebelum ajalku tiba. Dan aku tahu dari laporan hukum Pak Baskoro, bahwa Arunika telah mengambil langkah taktis yang sangat cerdas dari Sleman dengan memberikan mandat penuh kepada Anggoro untuk menjadi CEO sementara di Jakarta."

Kakek Agung mengetuk dokumen saham tersebut dengan jemari gemetar. "Kedatanganku siang ini juga untuk menyerahkan seluruh tujuh persen porsi saham pribadi miliku sebagai restu hukum untuk memperkuat posisi Anggoro di Jakarta. Dengan gabungan delapan puluh lima persen milik Arunika dan tujuh persen miliku, posisi Anggoro akan mengunci sembilan puluh dua persen kekuatan suara yang tidak akan bisa diganggu gugat oleh sisa tiga persen milik Saka. Aku datang untuk menyerahkan seluruh sisa kejayaan dinastiku ke dalam genggaman cucu kandungku, Mahen. Tolong... izinkan aku menemuinya."

1
Aidil Kenzie Zie
bayangkan perasaan papa Raditya yang juga dikhianati tapi tetap diam 😡😡 serta Nika yang juga kamu khianati 😡😡😡
Noey Aprilia
Gmna rsanya d khianati???sakit kn???
gtu jg yg arunika rsakan dlu...jd trima nsib aja,hkum krma udh dtang.......
Lucy
nah ketauan juga kan Valeri,ank rian kau blg ank saka untung saka pinter GK mau kejadian dirinya terulang lagi😀😀
Lucy
lanjut Thor,penasaran isi surat keterangan Test DNA nya😃😃
Sri Widiyarti
lanjut kak penasaran..
Noey Aprilia
Kevin sm anknya udh nyman sm gita,tp oma'nya msih ttp mau mnjdohkn dgn kluarga yg setara ktanya....tp tnang aja,ibunya kevin udh ngsih lmpu hjau kyanya....
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu up-nya...
Lucy
Oma Kevin seharusnya LBH mementingkan Kevin dan Keysha drpd martabat kluarga😡jgn mau di atur Oma mu kevin
Sri Widiyarti
arunika bahagia setelah lepas dari kamu saka....
Sri Widiyarti
saka...saka muak arunika liat mukamu...
Noey Aprilia
Oma'nya kevin mstinya lbh mmentingkn prsaan ccunya drpd skdr gengsi.....ngpn jg pke jdoh2an kl ga bsa bkin nyman,apa lg ada ank kcil yg btuh ssok ibu....udh nmpel gt sm anggita,msa ga ngrti.....
udh msuk rak kk,tp aku glau bcanya....sedih.....😭😭😭
Sri Widiyarti
semoga Abang mahen jodohnya sejatinya arunika ..
Sri Widiyarti
selamat hancur saka penyesalanmu ga guna ..
Noey Aprilia
Mga aja ga ada drama mnyebalkn dr kluarganya mahen,kn kl holang kaya biasanya songong....mskpn ga smua sih.....tkutnya blm apa2 udh kluar kta" tidak merestui krna prbedaan sosial"....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuuuuut kak
Noey Aprilia
Jgn usik nika....
skrng pawangnya bnyak,pd galak pula...sklinya ngusik,abis d bntai....😁😁😁
Nurhartiningsih
suka sama novel yg tokoh wanitanya cerdas..kuat .dan tangguh .nggak cengeng nggak menye2
Noey Aprilia
Ngarep bgt pgn ktmu arunika...
sorryyyy yeee.....😛😛😛
Ariany Sudjana
skak mat itulah hukum tabur tuai, kamu sudah membuang berlian mahal demi pelacur murahan seperti Valerie 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Yg jd prtnyaan....
apakh kluarga bsar mahen dn kevin bkln mrestui????
emng sih skrng blm rsmi,tp kl suatu saat nnti mreka srius....bsakh mnerima arunika dgn statusnya????🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!