NovelToon NovelToon
Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Menjadi Pengusaha / Bertani
Popularitas:61.8k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

“Kamu tega menghisap darah para petani miskin seperti kami! Dasar lintah!”

Tristan dilempari anggur busuk, oleh warga desanya sendiri. Truk pendingin miliknya sudah sampai di gerbang desa. Kerugian yang begitu besar akan didapatkan olehnya.

“Tapi kita sudah tanda tangan kontrak. Aku yang mengajari kalian untuk bertani anggur. Aku yang mengajari kalian bagaimana merubah lahan tandus menjadi gudang harta.”

“Persetan dengan kontrak!” Para warga desa merobek kontrak, merusak dan menjarah rumah Tristan.

Hanya karena provokasi dari tunangannya yang merupakan Putri kepala desa. Hanya karena provokasi dari bos anggur yang mengaku dari kota. Mereka tega mengkhianatinya.

Warga desa yang polos sudah tidak ada lagi. Mereka sudah serakah akan uang…

Wajahnya tersenyum, air matanya mengalir.”Gunung tandus milik warga desa sebelah. Akan aku rubah menjadi gunung harta. Saat itu jangan berlutut menyesal di hadapanku."

Warning! Nama tokoh, perusahaan maupun latar hanya fiktif, imajinasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sabotase

Pada akhirnya Sandra mengangguk mengikuti permintaan dari putranya. Dirinya berkemas perlahan, meraih satu persatu pakaiannya, dimasukkannya ke dalam kantong plastik dan tas kain yang kancingnya sudah robek. 

Putranya membantunya berkemas seperti terlihat panik. 

“Pelan-pelan…” sang Ibu menepuk bahu putranya. 

“Tadi aku lewat di depan rumah kepala desa. Di sana ada Joko dan Sumiati, Mereka bicara pada warga desa. Mereka tidak bisa menjual anggur dengan harga rp10.000 per kilo. Tapi anggurku laku 28.000, kita tidak tahu hati dan mulut manusia. Tadi saat lewat Aku menyapa Pak Lukman. Dia bahkan meludahi jalan yang aku lewati. Ibu…kalau terjadi apa-apa bagaimana? Kita sudah terisolasi, warga desa kecuali Ria tidak mau menyapa kita. Ria, ayahnya adalah anggota tentara aktif. Warga desa pasti sama sekali tidak berani mengganggu Ria. Kalau kita beda…kita cuma tinggal di sini berdua.” Ucap Wicaksana dengan tangan gemetar. 

“Ya sudah…kita ikuti keputusanmu. Setelah musim panen anggur berakhir, jual saja lahannya. Ibu ikuti keputusanmu.” Sang Ibu pada akhirnya memegang jemari tangan putranya. 

Wicaksana menghapus air matanya, mengangguk pelan.”Aku akan menghubungi Tristan, ibu tinggal sementara di sana ya?” 

***

Area depan rumah kepala desa ramai setiap malam. Mereka seperti mendirikan kelompok usaha tani. Tapi dalam artian, dua orang warga menjual keliling kota kabupaten secara bergiliran. 

Sumiati kemudian mendekati warga desa memberikan jumlah penjualannya hari ini.”Cuma bisa jual 250 kilo.” Total rp3.000.000 uang yang ditunjukkan olehnya. Setelah berkeliling seharian. 

Berbeda dengan Wicaksana yang mungkin sudah berhasil menjual sekitar 2 ton. 

“Aku cuma berhasil menjual sedikit dari hasil panenku dan Joko. Kalau saja Wicaksana tidak menjual anggurnya, sudah pasti anggur kita yang laku dan mendapatkan pesanan lebih dari 100 kilo.” Sumiati lagi-lagi menyalahkan Wicaksana. Itu semua karena rasa iri hatinya. 

“Apa dia juga menjual 10.000 per kilo?” Nining mengerutkan keningnya. 

“Tidak! Dia menjual 28.000 per kilo. Barang dagangannya bahkan hampir habis. Karena jalur penjualan kita sama, mungkin laku sekitar satu atau dua ton.” Sumiati menghela nafas berkali-kali. Berikutnya berarti warga desa lainnya yang akan berjualan. 

Kalau dijual secara bergantian seperti ini, itupun hanya bisa menjual sedikit. Bagaimana dengan nanti? 

“Kenapa anggurnya yang 28.000 per kilo laku, sedangkan anggur kita yang harganya 10.000 per kilo tidak laku!? Dia pakai penglaris ya!?” Nining menyangkutkan segalanya dengan hal mistis. 

“Mungkin dia pakai penglaris. Kalau tidak begitu Bagaimana mungkin laku 28.000 per kilo. Padahal kita jual 10.000 per kilo.” sang kepala desa malah ikut-ikutan memprovokasi tidak ingin calon menantunya tersayang disalahkan. 

 “Tapi penjual rata-rata bilang, kualitas anggur milik Wicaksana lebih bagus. Anggurnya lebih segar, batangnya juga berwarna hijau. Lebih awet dan tahan lama. Apa tidak sebaiknya kita menjual Anggur baru saja. Maksudku anggur yang baru dipanen di pohon.” Usulan yang terucap dari mulut Joko. 

Namun Hendra yang baru pulang kerja, masih menggunakan setelan jas rapi, sehingga tubuhnya yang tambun terlihat. Meminum sedikit kopi, berucap bagaikan orang yang paling bijaksana. 

“Anggur yang ada di pohon busuknya lebih lama. Kalau sekarang kita petik dan kita jual ke kota kabupaten, sudah pasti akan cepat laku. Tapi bagaimana dengan anggur-anggur yang sudah dipanen pertama? Itu tidak akan laku-laku. Malah berakhir menjadi pupuk. Coba kalian bayangkan, jual yang rusak dulu, nanti setelah itu yang bagus baru kita jual ke kota kabupaten. Uang dari yang rusak dapat, uang dari yang bagus juga dapat. Aku selalu berpikir untuk mementingkan kalian.” Hendra memberikan usul, pria yang selalu merasa paling pintar dan benar. 

Menganggap buah yang berada di pohon, akan lebih lama bertahan, daripada buah yang sudah dipanen. Tapi sampai kapan buah-buah itu akan bertahan? 

“Tapi bagaimana dengan bijaksana yang menjual 28.000 per kilo. Gara-gara dia anggur-anggur kita tidak laku. Dia itu adalah pedagang licik, yang pakai penglaris. Jangan-jangan nanti anak-anak kita yang dijadikan tumbal.” Komat-kamit begitu lemas bibir Nining berucap. 

Semua orang berbisik dan bergosip. Bukan karena mereka mengetahui fakta, bukan karena mereka memiliki bukti. Tapi rasa iri mendarah daging dalam diri mereka. 

“Benar juga apa yang dikatakan oleh Nining. Tidak wajar sama sekali, padahal sama-sama buah anggur. Masa anggur kita ditawarkan 10.000 per kilo tidak ada yang beli. Sedangkan anggur milik Wicaksana dijual dengan harga 28.000 laris manis. Sudah pasti pakai penglaris.”

“Ajaran sesat! Sebaiknya kita usir di saja dia dari kampung kita.”

“Benar! Jangan-jangan beberapa anak yang sakit karena dia menggunakan ilmu hitam.”

“Dia hanya mau menjual anggurnya saja, tapi tidak mau menjual anggur kita. Itu namanya cari untung sendiri.”

Mereka semua mulai berbisik dan berdiskusi. Perlahan niat jahat menggerogoti hati mereka. Hendra mendekati salah satu kerumunan, yang paling dendam dengan sosok Wicaksana. 

“Dia sudah tidak mementingkan orang-orang dari Desa kita. Aku bukannya bagaimana, tapi kalau dia memang memiliki kemampuan untuk menjual dengan harga rp28.000 per kilo, seharusnya dia ikut berkumpul bersama kita sekarang. Lalu menjual anggur kita keliling kota kabupaten. Itu baru pemuda Desa kita yang baik. Aku saja yang hanya orang luar, rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk membantu kalian.” Kata-kata yang diucapkan oleh Hendra membuat suasana semakin panas.

Bagaikan api kecil yang berada di kompor, dibesarkan dalam level penuh. 

“Kita usir saja dia dari Desa ini.” Pendapat salah seorang pemuda. 

“Tunggu dulu, kalau tanaman anggurnya rusak, itu artinya kita tidak mempunyai saingan lagi saat menjual di kota kabupaten. Bagaimana kalau kita siram bensin di akar anggurnya. Nanti kalau tanaman anggurnya mati, dia akan tahu bagaimana sengsaranya kita. Sedangkan kita bisa menggantikannya memasarkan anggur kita di kota kabupaten.” Lukman tersenyum, dirinya sudah memikirkan ini. Orang-orang yang berada di sekitarnya juga mengangguk setuju. 

Itu adalah cara terbaik saat ini…

1
Muft Smoker
si ria jd lambe turah dadakan ,,
🤭🤭😂😂😂😂
Muft Smoker
nah istri sah ny dtang😒😒😒
Muft Smoker
hati2 Vivian jgn mancing2 Singa yg masih tidur ,,

🤭🤭😂😂
✨Susanti✨
ihh.. lagi seru"nya 😩
✨Susanti✨
istri Hendra datangkah?
✨Susanti✨
akhirnya ya... menuai hasil perbuatan kalian
✨Susanti✨
deuhhhhhh... kog ga belajar dari pengalaman
Kapten Rajo Devi
Lo cenayang yah Tan???
lyani 1984
Bab selanjutnya Perebutan Siluman Babi antara Pelakor dan Istri Sah 🤣🤣🤣
Muft Smoker: sinetron terbaru yx kak ,, tinggal tunggu tayang aj kyaknya ini😂😂😂😂
total 1 replies
Fa'iqoh Siti Elok
bakalan menarik
Fa'iqoh Siti Elok
orang tamak pasti
MERUGI
Fa'iqoh Siti Elok
kan
salah mereka terlalu tamak
Fa'iqoh Siti Elok
nggak bisa berkata kata sama warga desa makmur
yesi yuniar
istri sah mau ketemu pelakor, apa yg akan terjadi ? 🤭
yesi yuniar
mudah2an istrinya hendra juga datang 🤭
yesi yuniar
saatnya memanen hasilnya 👏👏👏
mery harwati
Ria Ria jadi influencer juga akhirnya gegara Siluman babi 😜
Ufiyyyy
stroke ntar hendra🤣🤣🤣
Nur Wahyuni
sudah jatuh ditimpa tangga itulah kehidupan junita sekarang...
Nur Wahyuni
siapa itu yg teriak.. ria apa bukan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!