NovelToon NovelToon
Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Murni / Dikelilingi wanita cantik / Nikahmuda
Popularitas:554
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.

Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 ISTIRAHAT DIRUMAH

Tania yang belum pernah merasakan sakit yang fatal seperti ini sering membuatnya meringis, namun dia berusaha menutupi, karena tidak ingin membuat ibunya kuatir. Dia yang terbiasa lincah kini harus betah untuk duduk dan istirahat sekarang menahan sakit.

Buk Karti melayani anaknya yang belum bisa Apa-apa sekarang, "Buk Maafkan Tania ya merepotkan ibu" Tania merasa kasihan kepada ibunya yang sudah mulai tua.

"Kenapa berfikir seperti itu Nak_, Kamu itu anak ibu, sekarang kamu ditimpa musibah kewajiban ibu merawat kamu" Tania terdiam, tiba-tiba dia. memeluk ibunya yang sangat disayangnya, satu-satunya orang yang dimilikinya kini.

"Iya bu, Tania hanya terharu saja, Tania bahagia sekali memiliki Ibu, Tania berdoa semoga Ibu sehat selalu, Tania ingin membahagiakan Ibu membangun rumah kita dan ibu tinggal di tempat yang layak"

"Sudah jangan pikir itu, sekarang bagi Ibu kamu tuh sehat dan ceria lagi" Bu Karti memeluk anak semata wayangnya itu. Merekapun saling berpelukan menunjukan kasih seorang ibu kepada anaknya.

***

Sudah tiga hari Tania berada dirumah dan kondisinya pun sudah mulai berangsur membaik berjalan pun sudah tidak perih dan kaku lagi. Siang itu Tania sedang duduk di ruang tamunya, sedang membaca majalah usang yang terletak di meja tamu kayu kasar tersebut, Buk Karti kewarung membeli keperluan dapur di tetangga sebelah rumahnya.

Tiba-tiba dari luar terdengar bunyi beberapa buah motor masuk di halamannya rumah tersebut. kemudia berhenti, terdengar suara bisik-bisik. "Benar ini rumahnya,coba kita tanya dulu" imbuh mereka diluar.

"Assalamu'alaikum_" Suara seorang laki-laki memberikan salam sambil mengetuk pintu rumah Tania yang terkunci.

"Waalaikum salam_" Tania menjawab salam tersebut dan berjalan pelan membuka pintu rumahnya.

"Bang Rangga_" Tania kaget ternyata teman- temannya diresto datang mengunjunginya. "Benar ternyata ini rumah Tania, kami kira kami salah gang dan rumah, Kak Santi yang kasih alamat kamu Tan" ucap Berliana bagian kebersihan"

"Duh_merepotkan abang dan kakak aja, datang berkunjung lihat Tania_ayo,masuk, maaf inilah kondisi rumah Tania"

"Iya ngak Apa kami senang kok_Maaf Tania kita tidak bisa datang keseluruhan jadi kami berlima mewakili ke sini, kamu tahu juga gimana kalau jam segini resto penuh pengunjung"

"Iya ngak apa-apa, Tania merasa merepotkan kakak- kakak aja, Tania sudah ngak apa-apa lagi sudah mulai bisa jalan, udah ngak perih lagi"

"Iiii jangan berpikir gitu lho Tania, kita ini teman kamu_kewajiban kami datang melihat kamu sakit, apalagi ditempat kerja, kamu kecelakaan, kak Santi kena marah sama Buk Seno waktu itu habis pulang ngantar kamu dengan Mas Burhan" ucap Rara memberi kabar, chef yang waktu itu ada saat kejadian, masakannya yang ditumpahkan Tania waktu itu.

"Apa Kak Santi kena marah" Wajah Tania langsung berubah cemas. Dia tak ingin gara-gara dirinya Santi kena marah dan ditegur oleh Buk Seno.

"Kamu tidak usah merasa bersalah Tania" ungkap Ferdi wakil team pegawai di resto. "Entah apa yang ada dipikirkan Kak Santi saat itu membawa kuali panas berisikan minyak panas bekas di bagian pelayanan makanan hampir dekat dengan para tamu, itu adalah kesalahan besar dan melanggar aturan resto karena itu barang yang sudah dipakai tidak boleh dibawa keluar dari dapur sama seperti sampah kita melewatkan lewat jalan belakang, ini kenapa Kak Santi malah mengekspos keluar untung kualinya cantik, coba kalau burit sudah jadi viral dari mulut pembeli maka bagian pelayanan hanya ditempatkan hanya khusus hidangan yang sudah tersedia habis dimasak chef"

"Tapi Kak _mungkin hari itu lupa ngak sadar," Tania masih membela Santi yang bisa melanggar aturan hari itu.

"Alah mungkin Santinya memang ingin mencelakai Tania biar juara pelayan favorit ngak jatuh ke Tania kali" ucap Rangga.

"Hahaha semua ketawa" Iya kali Tania kan kesayangan Bos" Tania nampak malu dikatakan kesayangan Bos.

"Ngak kok, Bu Seno sayang pada pegawainya semua, bukan pada Tania aja. "Sudahlah Tania kami ngak iri kok" Ferdi mencoba menghilangkan ketidaknyamanan Tania yang dikatakan kesayangan Bos. "Kamu pantaslah kesayangan Bos, karena kamu Bos kita bisa selamat, kalau tidak ada kamu malam itu, apa jadinya resto. Bos bisa meninggal disana, resto bisa tutup, kita bisa nganggur"

"Iya Tania kami benar-benar bersyukur dan salut kepada kamu" Rara memberi Tania semangat. Agar tidak merasakan bersalah karena Santi. "Eh_ ada tamu rupanya!" Bu Karti muncul dari luar membawa belanjaan. semua teman Tania yang duduk ditikar serentak berdiri melihat Bu Karti.

"Ini Ibu Tania" Tania memperkenalkan ibunya kepada teman-temannya, yang memberi salam kepada Bu Karti. "Aduh Terima kasih sudah membesuk Tania merepotkan aja"

"Ngak kok Bu, kami sudah biasa juga kalau ada pegawai yang sakit kami membesuk mereka" ucap Rangga menjelaskan kepada Bu Karti.

"Ya sudah tunggu dulu, ibu buatkan teh, Tania belum bisa ke dapur, duduk dulu ya Nak_"Bu Karti beranjak akan menuju ke dapur"

"ngak usah Buk kami mau pamit kembali ke resto kasihan yang tinggal banyak pelagan hari ini, Alhamdulillah Bos kasih izin kami dapat kesini" imbuh Ferdi sebagia jubir mereka.

"Aduh ngak enak sesekali kerumah ibu ngak ada sungguhan apa-apa".

"Ngak Apa ibu, oh ya ini kami bawakan buah untuk Tania semoga ibu dan Tania suka dan ini ada sedikit sosial, dari kami teman-teman di resto buat Tania mohon diterima" Ferdi memberikan bingkisan dan Amplop putih kepada Tania.

"Aduh ini apa Kak" Muka Tania mendadak merah menerima semua itu"

"ini buat kamu dan ibu sudah jangan malu," Ferdi memberikan kepada Tania dan dengan sedikit grogi Tania menerima bingkisan dan amplop tersebut"

"Makasih ya buat kakak semua" udah datang dirumah Tania, dan bawa ini segala"

"Iya ibu juga berterima kasih kepada adek-adek semua udah menyempatkan waktu untuk datang kesini"

"Sama-sama ibu, Tania. Kalau begitu kami mohon pamit dulu" akhirnya Ferdi dan kawan-kawan meninggalkan rumah Tania untuk kembali

ke resto.

Tania dan Bu Karti nampak bahagia karena teman-teman Tania ternyata sangat baik, walau Tania baru disana tapi persahabatan dan sosial mereka cukup tinggi disana. "Kamu beruntung Nak, ibu lihat semua teman-teman mu baik-baik dan peduli"

"Iya Bu mereka itu selalu support Tania dan mengajarkan Tania banyak hal di resto tanpa membeda-bedakan antara senior ataupun yunior"

"Iya nanti kalau ada yang sakit kamu juga peduli kunjungi mereka" Bu Karti menasehati Tania.

"Iya ibu InshaAllah" Tania memberikan Amplop yang diberikan tadi kepada Bu Karti beserta bingkisan buah yang diterima. "Ini Bu pegang

sama ibu aja"

"Sudah amplop nya pegang saja itu dari teman-teman kamu dan jangan lupa makan buahnya, ini bagus untuk kesehatan kulit kamu.

"Baik Bu, mudahan Tania sudah bisa masuk kerja minggu depan"

"Amin... InsyaAllah, sudah ibu mau masak dulu ya Nak, kamu istirahat dulu biar fit" Bu Karti. mengantarkan Tania dalam kamarnya agar bisa beristirahat.

1
Delsi Irma
Hai singgah di ceritaku ya... 😍 jangan lupa komen dan like nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!