NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Sikap Dingin kevin dan Musuh Baru di kantor

Dari kejauhan asisten Han melihat Nala dan Kevin yang sedang akrab. asisten Han sengaja ingin membuat sang bos arogan, cemburu dan marah!

Tiba-tiba mendekati Nala dan Kevin lalu berkata, hai Nala gadis cantik- apa kabarnya?..ucap asisten Han 'sambil mengedipkan matanya ke arah Nala.'

"Nala pun menjawab sapaan asisten Han, kemudian berkata sambil menunduk sopan, kabar saya baik Pak Han Ucap Nala. Sambil tersenyum manis".

Asisten Han, pun sengaja memanasin sang bos! lalu berkata Sambil tertawa, renyah, oh....Nala gadis cantikku. jangan panggil saya dengan sebutan pak!

Panggil saya dengan sebutan kakak saja, Karena saya belum tua Nala. Saya masih bujang dan juga tampan sambil tersenyum memandang wajah Nala yang cantik alami.

Nala, pun tertawa....dia tidak menyangka jika asisten Han yang wajahnya arogan seperti Pak Adrian. Bisa bercanda!....hehe....sambil menutup mulutnya, Nala tertawa.

"Ternyata pak han, bisa bercanda juga ya ucap Nala!.. baiklah kalau begitu saya panggil kakak saja.

Seperti kak kevin?"

Itu lebih baik kata asisten Han. Karena saya masih muda juga tampan!!! Haha....kemudian tertawa terbahak-bahak. ' lalu melirik ke arah kotak bekal makanan Kevin yang diberikan oleh Nala'.

Nala itu apa yang sudah kamu berikan sama Kevin?...kamu tidak mau memberikanku juga, bukankah aku juga sama- sekarang sudah sah menjadi kakakmu Kenapa kamu pilih kasih Nala!...

Dengan mimik wajah yang dibuat seperti bersedih!.

"Oh iya ini tadi pagi saya di rumah membuat nasi goreng, untuk sarapan pagi di kantor. saya membuatnya banyak" apakah kak Han juga mau nasi goreng?!

Sambil menyodorkan kotak bekal makan, yang ia keluarin dari tas bekal makanannya.

'Oh...tentu Nala, kebetulan aku belum sarapan pagi dari rumah. jadi ini buat aku ya Nala? " Iya Kak, memang aku mau ngasih kakak juga ucap Nala!.

Nala terima kasih banyak yah, atas bekal makanan untuk sarapan pagi ini!

Kamu Pasti repot membuat makanan sebanyak ini!.

Tidak apa-apa Kak!

Aku emang sengaja bikin yang banyak, buat ngasih kak Kevin dan juga Ka Han.

Adrian sudah tidak tahan dari tadi ia sengaja menahannya!..."Sejak pertama Nala, berbicara dengan kevin. "ditambah sekarang asistennya sengaja menggoda Nala yang membuat rahang Adrian mengeras. "emosinya sudah tidak terbendung lagi, kemudian berjalan mendekati mereka bertiga!

Stop!!!

Apa- apaan kalian bertiga disini pagi- pagi sudah bikin drama!

Dengan emosi yang meluap berkata dengan suara yang lantang dan kencang.

'Kalian ke sini untuk bekerja! ..saya gaji kalian, bukan untuk membuat drama pagi kantor ini, dengan tema nasi goreng. Pergi sana kalian ke tempat ruang kerja kalian masing-masing!.

"Baiklah Sorry bos, ucap Kevin dan Han secara bersamaan!

Namun Han sebelum pergi- ia sengaja memegang kepala Nala, mengusapnya dengan pelan seperti seorang kakak yang menyayangi adiknya" lalu berkata dan berbisik pada Nala! namun masih bisa didengar oleh Adrian.

Hati-hati Nala!

Bos kita ini seorang Serigala yang seperti akan memangsa macannya? sambil tersenyum lalu pergi begitu saja!...

" Nala tertawa terbahak-bahak....hehe....!

Lalu Adrian pun berkata dasar asisten kurang ajar? gajih kamu saya potong ucapnya, kesal."

Nala apa yang kamu tertawakan?

Seketika Nala pun, menghentikan tawanya. lalu ia menatap wajah Adrian yang tampan,namun dipenuhi rasa kesal, dan posesif.

Tidak ada Pak Adrian!...

Hanya lucu saja .melihat kak Han, ternyata suka bercanda juga -aku kira dia datar seperti kutub utara, sama seperti Pak Adrian ucapnya.

Oh jadi seperti itu saya ini!

"Dengan mimik wajah yang kesal Adrian pergi begitu saja meninggalkan Nala. lalu masuk ke ruangannya dengan hati yang kesal. "membuat mood nya pagi ini jadi kacau!

Adrian pun berpikir? Kenapa Nala memberikan sarapan untuk Kevin dan Han? Saya tidak diberi!.

Tiba-tiba pintu diketuk dari luar.

Tok! Tok!

Masuk ucap Adrian!

"Nala masuk dengan membawa nampan yang berisi kopi Pahit, dan di piring nasi goreng, yang di atasnya dikasih telur ceplok dan juga udang".

Maaf Pak Adrian mengganggu waktunya! ucap Nala, sambil menyodorkan nampan tersebut ke arah meja Adrian.

Apa pak Adrian sudah sarapan?

Tadi saya di rumah membuat nasi goreng namun yang ini berbeda!

Karena ini Khusus untuk pak Adrian, yang sudah menerima saya bekerja di sini.

Adrian menerima nampan tersebut, lalu menatap wajah Nala . dan berkata terima kasih Nala atas sarapannya!

Iya sama-sama pak. semoga pak Adrian suka dengan makanananya!

Kalau begitu saya permisi!.. pak. Saya mau melanjutkan pekerjaan saya.

"ketika Nala sudah mau hampir sampai depan pintu, tunggu! Nala...."

Apakah kamu juga sudah sarapan tanya nya dengan suara lembut,?

Nala pun berbalik, lalu berkata- saya sudah sarapan di rumah tadi pagi Pak sebelum berangkat pak.

Baiklah kalau begitu Nala!

' Selamat bekerja ucap Adrian.

lalu memakan sarapannya, yang Nala buat sampai Habis tak tersisa. namun ketika Adrian minum kopi, rasa pertama yang ia rasakan di lidahnya kopi nya sangat pas' seperti yang pernah nenek Adrian dulu buat untuk dirinya.

Aku sudah lama tidak pernah minum kopi seenak ini ucapan Adrian. "rasa cemburu dan amarahnya kini sudah meredam setelah memakan, makanan yang sudah dibuatin oleh Nala apalagi ketika Nala mengatakan ini khusus untuk dirinya! hati Adrian berbunga-bunga, jantungnya berdegup dengan sangat kencang.

Namun, perubahan sikap Kevin justru memicu badai baru. Divisi pemasaran, ada seorang karyawati bernama siska. siska sudah lama menyukai Kevin dan selalu mengejar-ngejarnya, namun kevin, selalu bersikap dingin dan menjauh siska.

Ketika Siska menyadari bahwa Kevin menjauh dari semua orang karena patah hati ditolak oleh Nala. kemarahan Siska meledak.

"Gadis desa sialan. sudah menolak kevin, sekarang dia malah mau menguasai Pak Adrian juga?" desis Siska dari kubikal kerjanya, menatap tajam ke arah lantai eksekutif dengan mata penuh kebencian.

Siska mulai bergosip membicarakan tentang Nala kepada karyawati- karyawati lain di kafeteria kantor.

"Kalian sadar nggak sih? sejak sekretaris baru itu masuk, atmosfer kantor kita jadi aneh."

Pak Adrian yang biasanya arogan, dingin, dan tidak pernah tersenyum, sekarang berubah total! Tiap kali berpapasan dengan Nala di koridor, pak Adrian pasti tersenyum manis sekali. bahkan matanya selalu mengikuti kemanapun Nala pergi.!"

"Iya, benar! aku juga lihat kemarin Pak Adrian membawakan kopi untuk Nala. padahal harusnya sekretaris yang melayani bos, bukan kebaliknya! Sahut karyawati lain yang mulai terhasut dan merasa cemburu.

Rasa iri dan dengki mulai merayap di kalangan pegawai wanita. mereka merasa tidak terima melihat Nala Putri- seorang pegawai baru yang penampilannya sangat sederhana tanpa barang bermerek- bisa melunakan hati seorang CEO sedingin Adrian.

Siska yang hatinya sudah dibutakan oleh rasa cemburu karena Kevin, mulai menyusun sebuah rencana busuk.

Ia tidak rela melihat Nala hidup bahagia di atas penderitaan perasaannya, Karena Kevin menolak dirinya.

Sore itu, saat Nala sedang turun ke divisi keuangan Untuk mengantarkan dokumen laporan kuartalan, siska sengaja membututinya dari belakang.

'Ketika Nala sedang menuju lift yang sepi, siska sengaja menabrak bahu Nala dengan keras hingga dokumen di tangan Nala berserakan di lantai.'

"Ups, maap. sengaja, " ucap siska dengan nada meremehkan, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap Nala dengan pandangan menghina. "oh ya, sekedar peringatan untukmu!.. Nala Putri. jangan mentang-mentang kamu bisa membuat pak Adrian tersenyum dan membuat kevin patah hati.

"Kamu bisa bertingkah seenaknya di kantor ini. asal kamu tahu, pesona murahanmu seperti gadis desa tidak akan bertahan lama di sini!"

'Nala perlahan berjongkok, merapikan dokumen-dokumennya yang berserakan dengan tenang. jiwanya yang tegas dan pemberani tidak membiarkan dirinya terintimidasi oleh gertakan siska'.

Nala berdiri tegak, menatap langsung ke manik mata Siska dengan senyum tenang. namun menusuk. siska, jika anda memiliki masalah pribadi karena kak Kevin tidak membalas perasaan Anda, tolong selesaikan dengan kak Kevin, bukan melampiaskannya padaku.

Saya di sini untuk bekerja profesional dengan Pak Adrian, bukan untuk mengurusi drama kecemburuan Anda yang tidak berdasar.

Wajah siska memerah padam mendengar jawaban cerdas Nala yang langsung menusuk tepat ke harga dirinya. sebelum siska membalas, pintu lift terbuka dan memunculkan sosok Adrian yang kebetulan Ingin turun ke lantai tersebut.

"Melihat keberadaan Adrian, siska langsung mati kutu. dan mundur teratur dengan hati yang semakin terbakar dendam.".

Sementara Adrian langsung berjalan mendekati Nala, dengan tatapan penuh perhatian siap memicu konflik yang jauh lebih besar.

Nala kamu sedang apa di sini!...tanya adrian dengan suara lembut.

Aku mau ke ruang divisi keuangan, untuk menyerahkan berkas ini pak Adrian.

Nala, apakah siska menindasmu!

Katakan padaku apa yang sudah ia lakukan padamu?

Tidak ada Pak Adrian, tadi kami hanya kebetulan lewat saja!

permisi, kalau begitu saya mau mengantarkan ini ke divisi ruangan.

Iya ,silahkan Nala!

Suasana lantai eksekutif mendadak sepi saat bel jam istirahat siang berbunyi. Nala Putri merapikan mejanya sebelum melangkah pergi untuk menikmati bekal makan siangnya di ruang istirahat karyawan. Ia tidak menyadari bahwa dari balik pilar koridor, sepasang Mata penuh kedengkian sedang mengawasinya.

Siska menyeringai sinis. rasa cemburu karena Kevin menjauhinya , dan rasa iri melihat Adrian yang selalu tersenyum pada Nala telah sepenuhnya membutakan akal sehatnya.

padahal, siska tahu betul nasib tragis yang menimpa mantan sekretaris senior viona dan Marisa langsung didepak dan di penjara.

Karena berani menyabotase pekerjaan Nala, peraturan tertulis di kantor pun sudah sangat jelas; siapapun yang mengusik Nala Putri akan langsung dikeluarkan. Namun, ego siska terlalu tinggi. ia merasa dirinya lebih pintar dan tidak akan ketahuan.

"Dengan langkah mengendap-ngendap, Siska mendekati meja kerja Nala yang kosong. Matanya langsung tertuju pada sebuah map merah tebal- dokumen audit kerjasama terpenting dengan kekaisaran Jepang.

"kita lihat saja, apa Pak Adrian masih akan tersenyum padamu? setelah kamu menghilangkan dokumen triliunan ini, Nala sialan!" bisik siska penuh kebencian.

Dengan cepat ia menyelipkan map penting itu ke dalam tas kerjanya, lalu melangkah pergi dengan senyum kemenangan, merasa menang di atas angin.

'Satu jam kemudian, kepanikan melanda lantai eksekutif. Nala yang baru kembali dari istirahat setengah mati saat menyadari dokumen vital di mejanya telah lenyap. namun, alih- alih menangis atau panik berlebihan, kecerdasan Nala kembali bekerja. iya langsung melaporkan kejanggalan ini kepada asisten kepercayaan Adrian.

Mendengar dokumen Jepang hilang, Adrian yang baru kembali dari luar ruangan langsung naik pitam.

Aura posesif dan protektifnya meledak seketika. " asisten Han! Kunci seluruh pintu keluar kantor. Periksa rekaman CCTV koridor lantai ini dalam satu jam terakhir sekarang juga!" perintah Adrian, suaranya menggelegar penuh amarah yang membuat seisi ruangan merinding.

"Tidak butuh waktu lama bagi asisten Han untuk menemukan pelakunya. di dalam ruangan monitor, rekaman video memperlihatkan dengan sangat jelas detik-detik saat siska menyelinap dan mencuri dokumen dari meja kerja Nala".

Adrian berjalan tegak menuju divisi pemasaran, diikuti oleh Nala dan beberapa petugas keamanan kantor.

Langkah kakinya yang berat membuat atmosfer ruangan mendadak mencekam.

Adrian berhenti tepat di depan meja siska, melemparkan map merah yang berhasil ditemukan di dalam tas siska oleh petugas keamanan.

Brak!!!

"Siska!.. Berani-beraninya kamu menyentuh dokumen perusahaanku dan mencoba menjebak Nala!" bentak Adrian, tatapan matanya sedingin es yang siap membekukan siapa saja.

Siska gemetar hebat, wajahnya pucat pasi bak mayat. "p- pak Adrian.....saya......saya tidak bermaksud.....'

1
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Ifana
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Ifana
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Ifana
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Ifana
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Ifana: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Ifana
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!