NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Oktavianiputri77

Mereka mengenalnya sebagai gadis cupu—pendiam, berkacamata, selalu sendiri, dan sering diremehkan. Tidak ada yang tahu bahwa di balik wajah polosnya, tersembunyi sosok paling berbahaya di kota.
Saat malam tiba, dia berubah menjadi ketua mafia yang dingin dan tak tersentuh. Dengan tatapan tajam dan langkah penuh wibawa, semua orang tunduk pada satu perintahnya. Bukan hanya itu, dia juga CEO muda dari perusahaan terbesar yang menguasai berbagai industri.
Cantik, cerdas, dan mematikan.
Dia tidak pernah membalas hinaan dengan kata-kata—dia membalasnya dengan kekuasaan.
Dulu mereka menertawakan gadis cupu itu.
Sekarang, mereka bahkan takut menatap matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Oktavianiputri77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Retakan Pertama di Topeng Kaca

Malam turun seperti tirai hitam yang jatuh perlahan di atas kota.

Namun bagi Arsen Rafardhan, malam itu bukan waktu istirahat.

Melainkan waktu untuk membongkar sesuatu yang sengaja dikubur dalam-dalam.

Di ruang kerja lantai atas Rafardhan Group, semua lampu diredupkan kecuali satu layar besar di depan Arsen.

Di layar itu—

data sekolah, arsip lama, dan hasil peretasan yayasan pendidikan terpampang berserakan seperti potongan puzzle.

Baskoro berdiri di belakang, wajahnya tegang.

“Tuan… kita sudah menembus lapisan kedua sistem yayasan.”

Arsen tidak menoleh.

“Teruskan.”

Jarinya bergerak di keyboard.

Cepat.

Presisi.

Tanpa emosi.

“Lapisan ketiga membutuhkan waktu,” kata Baskoro hati-hati.

Arsen berhenti sebentar.

Lalu berkata pelan.

“Tidak ada waktu.”

Ia menekan satu tombol.

Sistem bypass aktif.

Layar berkedip.

Dan—

sebuah folder terbuka.

Nama file itu sederhana:

CLARISSA FOUNDATION – CLOSED ARCHIVE

Arsen menatapnya lama.

“Foundasi Clarissa…” gumamnya.

Baskoro langsung menegang.

“Itu yayasan lama yang sudah terbakar sepuluh tahun lalu, Tuan.”

Arsen membuka file itu.

Dan di dalamnya—

kosong.

Hampir seluruh data terhapus.

Tapi tidak semuanya.

Satu baris masih tersisa.

INSIDEN: KEBAKARAN 10 TAHUN LALU

STATUS: DIKUNCI OLEH ENTITAS TIDAK TERIDENTIFIKASI

Arsen menyipitkan mata.

“Dikunci oleh entitas?”

Baskoro mendekat sedikit.

“Tuan… itu level enkripsi yang hanya digunakan oleh organisasi negara atau jaringan bawah tanah kelas tinggi.”

Arsen tidak menjawab.

Tangannya berhenti di atas mouse.

Diam.

Tapi pikirannya bergerak lebih cepat dari sebelumnya.

“Jadi kamu bukan hanya gadis beasiswa,” gumam Arsen.

“Dan kamu juga bukan sekadar CEO bayangan.”

Ia menatap layar lebih dalam.

“Anya Clarissa… apa yang kamu sembunyikan?”

Di saat yang sama.

Beberapa kilometer dari gedung itu.

Mobil van hitam melaju pelan di jalan kosong.

Di dalamnya—

Anya duduk diam.

Matanya menatap layar tablet kecil.

Dan layar itu menampilkan satu hal:

AKSES TAK SAH TERDETEKSI – CLARISSA FOUNDATION

Anya tidak langsung bereaksi.

Hanya diam.

Terlalu lama.

Lalu ia tersenyum kecil.

“Dia berhasil masuk sampai sana,” bisiknya.

Tulus yang duduk di depan menoleh cepat.

“Queen… ini sudah melewati batas.”

Anya menutup layar.

“Belum.”

Ia menatap jendela.

“Ini baru sentuhan pertama.”

Tulus ragu.

“Kalau dia menemukan insiden itu…”

Anya memotong pelan.

“Dia belum menemukan semuanya.”

Diam.

Lalu Anya melanjutkan.

“Dan aku tidak akan membiarkan dia melihat bagian terakhir.”

Di gedung Rafardhan.

Arsen membuka file kedua.

File ini berbeda.

Lebih kecil.

Lebih tersembunyi.

Dan lebih berbahaya.

LOG ANAK ASUH – CLARISSA FOUNDATION

Daftar nama muncul.

Anak-anak panti.

Riwayat singkat.

Status.

Dan satu nama yang membuat jari Arsen berhenti.

ANAK ASUH: ANYA CLARISSA

STATUS: SELAMAT DARI INSIDEN

CATATAN: DITARIK DARI LOKASI 11 MENIT SEBELUM KEBAKARAN

Arsen membaca ulang.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Lalu layar itu terasa lebih berat dari sebelumnya.

“Sebelas menit…” gumamnya pelan.

Baskoro mendekat.

“Ada masalah, Tuan?”

Arsen tidak langsung menjawab.

Matanya tetap di layar.

“Dia bukan korban kebakaran itu.”

Hening.

Ruangan terasa berubah suhu.

Lebih dingin.

Arsen berdiri.

“Dia diselamatkan sebelum kebakaran.”

Ia berhenti.

“Dan seseorang tahu itu akan terjadi.”

Baskoro langsung tegang.

“Tuan… itu berarti…”

Arsen menatap layar dengan tajam.

“Ini bukan kecelakaan.”

Di sisi lain kota.

Mobil van berhenti di bawah jembatan kosong.

Hujan mulai turun pelan.

Titik-titik kecil di kaca.

Seperti suara waktu yang sedang berjalan mundur.

Anya membuka pintu mobil.

Udara malam masuk.

Dingin.

Tulus berbicara cepat.

“Arsen sudah menemukan data anak asuh.”

Anya melangkah keluar.

“Dan?”

“Dia menemukan selisih waktu 11 menit.”

Anya diam sebentar.

Lalu tersenyum kecil.

“Lebih cepat dari perkiraan.”

Tulus menatapnya.

“Queen… ini sudah menyentuh masa lalu kamu.”

Anya mengangkat kepala.

Dan untuk pertama kalinya malam itu—

tatapannya tidak sepenuhnya tenang.

Ada sesuatu di sana.

Tipis.

Tertekan.

Tapi nyata.

“Kalau dia terus menggali…” kata Tulus hati-hati.

Anya memotong pelan.

“Dia akan menemukan satu hal lagi.”

Ia berhenti.

Lalu berkata lebih pelan.

“Bahwa kebakaran itu bukan hanya tragedi.”

Di gedung Rafardhan.

Arsen masih berdiri.

Menatap layar yang sama.

Namun sekarang—

pandangannya berbeda.

Lebih dalam.

Lebih tajam.

Lebih pribadi.

“Anya…” gumamnya.

“Siapa yang menyelamatkanmu?”

Ia menutup laptop.

Lalu mengambil jasnya.

Langkahnya pelan menuju pintu.

Baskoro terkejut.

“Tuan, Anda mau ke mana malam ini?”

Arsen berhenti.

Tidak menoleh.

“Ke tempat di mana semuanya dimulai.”

Pintu tertutup.

Dan untuk pertama kalinya—

permainan tidak lagi tentang data.

Tidak lagi tentang bisnis.

Tapi tentang masa lalu yang terkubur terlalu dalam untuk dibiarkan tetap diam.

Di bawah jembatan.

Anya menatap hujan.

Dan bisiknya pelan, hampir tidak terdengar:

“Kalau kamu menyentuh titik itu, Arsen…”

“…aku tidak bisa lagi membiarkanmu di luar permainan.”

Dan malam itu—

dua pemburu yang tidak tahu siapa mangsa sebenarnya

akhirnya melangkah ke arah yang sama.

1
Night Watcher
seharusnya cerita yg bagus, tp mc dibuat terlalu monoton, shg cerita jd kaku dan menjemukan.
kasih sedikit gaya relax deh... biar lebih nyantai bacanya🙏
Night Watcher
sekolah kelas atas masa lantainya semen? granit kek, marmer, minimal keramik lah ..😇
Night Watcher
katanya dlm 2 hr, selene hancur. tp msh ttp aja berjaya?
Night Watcher
mungkinkah aku reader pertama?
Night Watcher
coba mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!