mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rapuh
Mira menahan air mata nya untuk tidak jatuh, ia menggigit bibir nya agar tidak berteriak.
"mas, aku mau pengen tas ini. kamu kan udah janji kalau udah gajian mau belikan aku tas" rengek tari sambil memeluk lengan pandu
"iya sayang, mas ingat kok. nanti kalau dapat bonus. mas akan belikan" ucap pandu
"kok tunggu bonus, besok kan mas waktu gajian" kesal tari, karena ia harus menunggu
"buka begitu sayang, uang gaji ku kan di pegang oleh mira semua. kalau berkurang yang ada mira curiga sayang" bohong pandu. padahal semua gajinya di pegang oleh ibunya.
mira yang mendengar percakapan keduanya tertawa miris, suami nya berbohong kepada selingkuhan nya. padahal pandu tidak pernah memberikan nafkah untuk nya.
"pintar sekali kamu membual mas. gimana selingkuhan mu sampai tahu kalau gajimu di pegang oleh ibu. aku yakin mbak tari tidak akan sudi dengan mu mas" batin mira
mira yang tidak kuat melihat pemandangan tersebut langsung keluar dari tenda tersebut. Mira pulang dengan langkah gontai. ia masih memikirkan kejadian tadi.
Sesampai di rumah mira mendapatkan omelan dari bu Denok.
"kamu dari mana saja mira, cuman beli token lamanya minta ampun" bentak bu Denok
mira hanya melirik ke arah ibu mertuanya. lalu meletakkan nomer tokennya yang ia beli ke meja.
"dari luar bu" jawab mira lalu masuk ke dalam kamarnya
"hey mira.. dasar mantu kurang ajar kamu. mira keluar. ibu belum selesai ngomongnya. " Teriak bu denok
***
Sedangkan di dalam kamar, mira menangis hebat. sambil memukul dadanya.
"sakit mas.. hiks hiks.. kenapa kamu tega" tangis mira
"apa kurangnya aku hiks aku selalu nurutin ucapanmu. selalu diam hiks hiks jika ibu mu berbuat kasar kepada ku hiks hiks"
"tapi ini balasanmu hiks hiks"
bunyi dering handphone milik mira berbunyi. di layar tertera nama cantika.
"halo tik" dengan suara parau nya
"mir, are you okay? " tanya cantika, saat mendengar suara sahabat nya
"hisk hiks hiks"
"hey hey. kenapa malah nangis. ada apa cerita ke gua? " tanya tika di sebrang sana
"mas pandu tik hiks hiks"
"kenapa dengan suami lu? " tanya tika
"mas pandu hiks selingkuh tik" jawab mira
"APA! " teriak tika
"gak usah teriak juga hiks kali tik. kuping gua berdenging" kesal mira, saat mendengar teriakan tika
"hehehe sorry sorry, gua kaget " ringis tika
"udah lu jangan tangisin cowok kayak suami lu itu. buang itu cinta dan bucin lu. lu berhak bahagia mir. sudah cukup lu dilakukan seenaknya sama suami dan keluarga suami lu" lanjut tika
"iya, semenjak gua tau mas pandu selingkuh . cinta gua udah lenyap di saat itu juga" ucap mira
"nah gitu dong. "
Selepas menelfon dengan tika, suasana hati mira menjadi sedikit tenang. mulai sekarang ia tidak akan peduli lagi dengan suaminya.
"baiklah mas. mulai sekarang aku tidak akan peduli dengan mu. disaat kamu mulai selingkuh disaat itu juga cinta ku luntur" gumam mira
"mulai sekarang aku akan memilih menyenangkan diriku sendiri"
"huft.. aku lupa lagi gak foto mas pandu dan mbak tika. kan enak bisa buat barang bukti." lanjut mira.
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca