NovelToon NovelToon
Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.

Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.

Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.

Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Keluarga Qin

"Kakek sudah mendengar sendiri dari saudari, jadi aku ini tidak berbohong pada Kakek!"

Qin Zixuan berbicara pada Qin Haoran, membuat pria itu akhirnya menganggukkan kepala, meski dia belum melihat langsung sekuat apa Song Jiao.

Tetapi jika itu dalam hal pengobatan, dia percaya Song Jiao memiliki kemampuan istimewa dalam pengobatan.

Buktinya sangat jelas, yaitu tubuhnya sendiri menjadi bukti dari keistimewaan kemampuan pengobatan yang dimiliki oleh Song Jiao.

"Jiao'er, siapa gurumu? Apa itu ayahmu sendiri?"

Dengan kemampuan seperti yang digambarkan Qin Zixuan, Qin Haoran yakin Song Jiao memiliki guru hebat, setidaknya orang itu harus sehebat Song Tianyu, ayah Song Jiao.

"Kakek, Guruku adalah pria tua yang beberapa waktu lalu tidak sengaja bertemu denganku di hutan. Bukan hanya teknik beladiri, tapi kemampuanku dalam bidang pengobatan juga berasal dari ajaran Kakek Guru."

"Hah, sayangnya kemampuan ini aku miliki setelah Ayahanda dan Ibunda pergi untuk selama-lamanya!"

'Mereka pasti tidak akan percaya jika aku menceritakan yang sebenarnya, dan lagi aku sebaiknya tidak menceritakan apa yang sebenarnya telah aku alami!'

Kejadian yang dialaminya benar-benar aneh dan ajaib, membuat Song Jiao tidak ingin menceritakan kebenaran itu pada orang lain, dan akan menyimpan untuk dirinya sendiri.

"Gurumu pastilah sosok yang sangat luar biasa, mungkin saja dia seorang petapa sakti, dan sebuah keberuntungan baginya karena bisa menemukan bakat besar yang dimiliki cucuku!"

Pujian ditujukan Qin Haoran pada Song Jiao, bukan pada sosok pria yang diakui sebagai sosok Guru.

Mendengar itu perasaan Song Jiao semakin hangat, merasa kehadirannya di tengah-tengah keluarga Qin bukan sebagai sebuah masalah, melainkan keluarga Qin dengan sangat baik menyambut dan menerima kehadirannya.

"Saudari, apa aku bisa bertemu dengan Gurumu itu?"

Qin Zixuan berharap bisa bertemu dan mendapatkan sedikit pengajaran dari sosok yang sangat luar biasa, salah satunya dari sosok yang dipanggil Guru oleh Song Jiao.

"Saudara sepertinya harus kecewa karena Guru menghilang tanpa jejak sejak beberapa hari lalu, dan aku tidak tau Guru pergi kemana!"

Song Jiao berpura-pura sedih, tapi aksi pura-puranya dipercaya begitu saja oleh seluruh anggota keluarga Qin yang hadir di dalam ruangan.

"Jiao'er, apa yang kamu miliki saat ini memang tidak bisa kamu gunakan untuk menyelamatkan mereka yang sudah tiada, tapi dengan semua itu kamu bisa menyelamatkan kehidupan mereka yang memang pantas diselamatkan! Dengan melihat apa yang kamu lakukan, Nenek yakin mereka bahagia memiliki putri yang sangat luar biasa sepertimu!"

Li Huanran mengusap lembut kepala Song Jiao, sebuah usapan kasih sayang yang baik di kehidupan pertama maupun di kehidupan ini, hanya dari keluarga Qin inilah Song Jiao merasakan kasih sayang keluarga.

Di kehidupan pertamanya, dia adalah yatim-piatu sejak bayi, dan hal serupa juga dialaminya di kehidupan kedua, bedanya saat ini dia masih punya keluarga dari garis keturunan ibu, berbeda dengan kehidupan pertamanya yang bahkan dia tidak tau siapa ayah dan ibunya.

Saat ini belum terlihat sosok Qin Tianyu yang masih memimpin prajurit membersihkan sisa pertempuran di dalam kota.

Song Jiao juga belum melihat keberadaan generasi paling muda dari keluarga Qin, sebab mereka masih bersembunyi di tempat aman, dan baru akan kembali ke kediaman setelah situasi di luar sana benar-benar sudah aman.

Setelah melakukan pemeriksaan ulang pada luka Qin Haoran, Song Jiao yang merasa lelah akhirnya bisa istirahat di kamar yang memang disediakan untuknya.

Sementara itu setelah Song Jiao istirahat, Li Huanran mulai membicarakan tentang apa yang dilakukan Mo Yan, membuat mereka yang telah selesai mendengar ceritanya merasakan sebuah perasaan yang campur aduk antara tidak percaya, kecewa, juga marah.

"Mo Yan ini dari luar terlihat baik, bahkan tampak agung selayaknya Dewa, tetapi siapa sangka dia adalah makhluk yang sangat kejam, dan dengan segala cara dia membuat kita harus kehilangan begitu banyak anggota keluarga di medan perang yang kejam!"

Qin Zixuan sangat marah, apalagi dia turut menjadi saksi saat beberapa anggota keluarga Qin terluka, hingga akhirnya Mo Yan membawa anggota keluarga yang terluka kembali ke kediaman, tapi tidak lama setelahnya pasti kabar buruk yang dia dengar.

Sekarang Qin Zixuan akhirnya tau alasan kenapa dulu dia merasa ada yang aneh dengan Mo Yan, tapi saat rasa curiga muncul, tiba-tiba saja rasa itu lenyap tidak berbekas hanya dengan kehadiran pria itu.

Ternyata Mo Yan menyimpan benda yang didapatkannya dari Pendeta Tao sesat, sebuah benda yang membuat semua orang mempercayainya.

"Sekarang dimana Mo Yan dan kaki tangannya?"

Meski masih dalam keadaan terluka, Qin Haoran sangat sanggup mengangkat pedangnya untuk memenggal kepala Mo Yan.

"Pria itu sudah aku patahkan tangan juga kakinya, dan sekarang dia ada di dalam penjara!"

Li Huanran menjawab pertanyaan Qin Haoran, dan sekalian saja dia menceritakan tentang saudara kandung Mo Yan yang saat ini menjabat sebagai Penguasa Kota Beixuan.

"Raja Beiliang, Song Yanzhe, orang itu ada di balik tindakan yang dilakukan Mo Yan!"

Menceritakan semua yang diketahuinya, Li Huanran memiliki informasi lengkap tentang sepak terjang Mo Yan.

Semua yang diketahuinya diceritakan tanpa ada yang ditutup-tutupi, dan cerita itu mengalir sampai akhirnya semua orang tau seperti apa sifat asli seorang Mo Yan, pria yang selama ini dipanggil tabib dewa.

"Dia pantas mati!"

Qin Zixuan berteriak marah begitu selesai mendengar cerita tentang Mo Yan, tapi ini cerita sepak terjang pria itu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keluarga Qin.

Meski tidak ada hubungan dengan keluarga Qin, sepak terjang Mo Yan benar-benar tidak termaafkan, dan pria itu seperti itu pantas mati dengan hukuman mati disayat seribu kali.

"Nenek, ijinkan cucu ini memberi pelajaran pada pria itu!"

Li Huanran cepat menggelengkan kepala usai mendengar permintaan Qin Zixuan.

"Jika kamu yang melakukannya, dia pasti mati hanya dalam satu atau dua tarikan napas. Serahkan saja urusan menyiksa orang itu pada nenekmu ini! Seharusnya kalian semua tidak lupa dengan siapa sebenarnya wanita tua ini!"

Li Huanran menyeringai, membuat semua orang merinding dibuatnya, hingga akhirnya mereka menganggukkan kepala, tidak ingin membantah apa yang diucapkan oleh sosok wanita nomor satu di keluarga Qin.

Tidak lagi membahas tentang Mo Yan, kini mereka fokus pada upaya menangkap Pemimpin Kota Beixuan.

Mereka harus menangkap orang itu tanpa menarik perhatian Raja Beiliang, sosok berkuasa yang menjadi pelindung serta Tuan bagi Penguasa Kota.

Seluruh mata dan telinga Raja Beiliang yang ada di Kota Beixuan telah diketahui identitasnya, juga jalur keluar masuk Kota yang biasa mereka gunakan.

Dengan banyaknya informasi penting yang sudah berada dalam genggaman tangan mereka, seharusnya sebuah rencana bisa disusun dengan sempurna, tapi mereka tetap menunggu kehadiran Qin Tianyu untuk bisa mendengar pendapat pria itu. Bagaimanapun juga dia merupakan sosok jenius dalam hal mengatur strategi militer, dan pendapatnya sangat penting untuk mematangkan sebuah rencana.

1
Leni Ani
mantap👍,tanjt thor yg banyak up nya👍👍👍💪💪💪💪☺️😘
Leni Ani
ketemu pelayan atau teman lama kah😅🤔
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
teman lama kah?
Sekar
lanjut thor💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
double up thor
Leni Ani
lanjut thor 💪💪👍👍👍
Sribundanya Gifran
lanjut
Eka Haslinda
typo ny banyak sangat thor
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
mantap thor,lebih mantap lagi up yg banyak☺️💪👍
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
lanjut thor👍👍💪💪
Sekar
yah kabur
Sekar
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
thor up yg banyak💪💪💪💪💪
Leni Ani
manyap thor💪💪💪👍👍😘☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!