NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 - Sisi Lain Sang Penguasa Timur

Di tengah ramainya Kota Timur, Cang Xuan dan Xu Kong kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Setelah berhasil lolos dari kejaran para prajurit dan mendapatkan penyamaran baru, keduanya akhirnya bisa bergerak tanpa harus terus-menerus menoleh ke belakang.

Pasar utama kota dipenuhi lautan manusia yang datang dan pergi tanpa henti. Para pedagang meneriakkan dagangan mereka dari berbagai arah, sementara para pembeli sibuk menawar harga barang yang mereka inginkan. Di sepanjang jalan, terlihat kios-kios yang menjual senjata, pil obat, pakaian, hingga berbagai bahan kultivasi yang jarang ditemukan di desa-desa kecil.

Untuk menghindari perhatian yang tidak perlu, Cang Xuan masih mengenakan jubah bertudung putih yang menutupi sebagian wajahnya. Penampilannya kini tidak jauh berbeda dari para pengelana lain yang datang dari berbagai wilayah Benua Timur.

Sementara itu, Xu Kong mengenakan topeng dan tudung yang menutupi seluruh wajah Siluman Keranya. Dengan penyamaran tersebut, tidak ada lagi yang bisa langsung mengenali identitasnya hanya dari penampilan luar.

Berkat perubahan itu, keduanya berhasil menyatu dengan keramaian kota tanpa menarik perhatian siapa pun.

Beberapa orang memang sempat melirik mereka, tetapi hanya sekilas sebelum kembali melanjutkan urusan masing-masing. Tidak ada yang menghubungkan dua pengelana berjubah itu dengan buronan yang baru saja membuat keributan besar beberapa waktu sebelumnya.

Cang Xuan terus memperhatikan keadaan di sekelilingnya sambil berjalan mengikuti arus keramaian pasar. Semakin lama ia melihat, semakin besar rasa kagumnya terhadap Kota Timur. Pasar yang mereka lewati jauh lebih luas dibandingkan tempat mana pun yang pernah ia kunjungi sebelumnya.

Di kedua sisi jalan berjajar ratusan kios dan toko dengan berbagai macam barang dagangan. Ada yang menjual makanan, pakaian, senjata, bahan obat-obatan, hingga berbagai benda yang bahkan tidak dikenali oleh Cang Xuan. Suara para pedagang yang menawarkan dagangan mereka bercampur dengan suara tawar-menawar para pembeli, menciptakan suasana yang hidup dan ramai.

Sambil terus berjalan, Cang Xuan tidak bisa menahan rasa kagumnya.

"Pasar ini besar sekali."

Xu Kong yang mendengar gumaman itu langsung tertawa kecil.

"Tentu saja."

Ia melirik ke arah keramaian di sekitar mereka.

"Ini pusat kota di Benua Timur."

Nada suaranya terdengar santai.

"Kalau pasar di sini sepi, justru itu yang aneh."

Cang Xuan mengangguk pelan. Semakin lama berada di kota ini, semakin ia menyadari betapa luasnya dunia yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Keduanya terus berjalan sambil mengamati keadaan sekitar dan sesekali memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang. Namun tidak lama kemudian, sebuah percakapan yang berasal dari dekat salah satu toko menarik perhatian mereka.

Dua orang warga tampak sedang berbicara dengan suara yang cukup jelas.

Salah seorang pria menghela napas sebelum berkata, "Akhir-akhir ini Tuan Murong Ye semakin menakutkan, ya."

Temannya langsung mengangguk setuju.

"Iya."

Ia menurunkan suaranya sedikit seolah takut didengar orang lain.

"Sifatnya juga sangat berbeda dibandingkan dulu."

Pria pertama terlihat penasaran.

"Dulu dia sangat ramah."

Ekspresinya berubah bingung.

"Kenapa sekarang menjadi sangat dingin dan cuek di depan rakyatnya?"

Pria kedua menggelengkan kepala.

"Aku juga tidak tahu."

Ia berpikir sejenak sebelum melanjutkan.

"Kalau tidak salah, perubahan itu mulai terlihat sekitar lima tahun terakhir ini."

Temannya kembali mengangguk.

"Iya."

Tatapannya tampak serius.

"Aku juga merasa begitu."

Meskipun percakapan itu terdengar biasa, Cang Xuan dan Xu Kong langsung saling bertukar pandang.

Keduanya sama-sama menangkap satu hal yang menarik.

Murong Ye ternyata tidak selalu seperti sekarang.

Setidaknya menurut para penduduk Kota Timur, penguasa tersebut pernah memiliki sifat yang jauh berbeda di masa lalu.

Namun meskipun informasi itu terdengar penting, mereka tidak menghentikan langkah ataupun menunjukkan ketertarikan secara berlebihan. Keduanya tetap berjalan seperti biasa agar tidak menarik perhatian siapa pun.

Sementara itu, di dalam benak Xu Kong mulai muncul berbagai pertanyaan. Ia pernah berhadapan langsung dengan Murong Ye beberapa tahun lalu, tetapi saat itu ia tidak pernah benar-benar memikirkan bagaimana kehidupan pribadi Penguasa Benua Timur tersebut.

Kini setelah mendengar percakapan para warga, ia mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi lima tahun lalu hingga mampu mengubah seseorang sedrastis itu.

Di sisi lain, Cang Xuan juga menyimpan rasa penasaran yang sama. Namun untuk saat ini, tujuan utama mereka tetap tidak berubah.

Mereka harus mencari informasi mengenai Istana Timur.

Dan jika beruntung, mungkin mereka juga akan menemukan petunjuk mengenai Murong Ye yang selama ini tidak diketahui banyak orang.

Tak lama kemudian mereka menemukan sebuah warung makan yang cukup ramai di pinggir jalan utama. Aroma berbagai masakan langsung tercium begitu mereka mendekat. Karena sejak pagi belum sempat makan dengan tenang, Cang Xuan dan Xu Kong memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil mengisi perut.

Mereka memilih sebuah meja kosong di sudut warung yang tidak terlalu mencolok. Posisi itu memungkinkan mereka mengamati keadaan sekitar tanpa menarik perhatian orang lain.

Tidak lama setelah memesan, beberapa piring makanan dan minuman hangat pun diantarkan ke meja mereka.

Cang Xuan segera mulai makan. Namun pikirannya masih memikirkan percakapan yang mereka dengar sebelumnya di pasar.

Setelah beberapa suapan, ia akhirnya menatap Xu Kong.

"Xu Kong."

Siluman Kera itu mengangkat kepalanya.

"Ada apa?"

Cang Xuan meletakkan sumpitnya sejenak.

"Kau dengar pembicaraan orang-orang tadi?"

Xu Kong mengangguk santai.

"Tentu saja aku mendengarnya."

Cang Xuan terlihat berpikir beberapa saat sebelum melanjutkan.

"Kalau begitu..."

Tatapannya menjadi sedikit lebih serius.

"Murong Ye dulunya berarti orang baik dan banyak disukai oleh rakyatnya, ya?"

Xu Kong tidak langsung menjawab.

Ia hanya mengangkat bahu terlebih dahulu.

"Mungkin."

Kemudian ia menambahkan dengan nada yang lebih datar.

"Atau mungkin hanya pura-pura baik."

Mata Cang Xuan langsung menyipit.

"Maksudmu?"

Xu Kong menelan makanannya terlebih dahulu sebelum menjawab.

"Dalam dunia kekuasaan, banyak orang bersikap baik saat baru memperoleh jabatan."

Ia mengambil cangkir minumnya.

"Namun setelah mereka memiliki kekuasaan penuh, sifat asli mereka akan mulai muncul."

Setelah mengucapkan itu, ia melirik ke arah luar warung.

Dari tempat mereka duduk, beberapa bagian kota masih terlihat jelas.

"Lihat saja sekarang."

Nada suaranya menjadi lebih dingin.

"Berapa banyak desa yang hidup sengsara di bawah pemerintahannya?"

Cang Xuan tidak langsung membalas.

Karena jauh di dalam hatinya, ia teringat kembali berbagai desa yang telah mereka lewati selama perjalanan.

Beberapa desa memang hidup dengan tenang.

Namun ada juga yang hidup dalam ketakutan dan kesulitan.

Xu Kong kembali melanjutkan perkataannya.

"Kalau bisa..."

Tatapannya perlahan mengarah ke Istana Timur yang terlihat jauh di kejauhan.

"Kita tidak hanya menyalin gulungan itu."

Suaranya terdengar jauh lebih serius dibanding biasanya.

"Tapi kita juga harus melengserkannya sebagai Penguasa Benua Timur."

Kalimat tersebut membuat suasana di meja mereka menjadi sedikit hening.

Cang Xuan tidak langsung menjawab.

Ia memahami alasan Xu Kong membenci Murong Ye.

Ras Siluman Kera hampir hancur karena perintah penguasa itu.

Namun di saat yang sama, ia juga menyadari bahwa mereka belum mengetahui seluruh kebenaran.

Mereka baru mendengar cerita dari beberapa penduduk kota.

Mereka belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi lima tahun lalu.

Mereka juga belum mengetahui alasan perubahan Murong Ye yang dibicarakan banyak orang.

Karena itu, setelah terdiam beberapa saat, Cang Xuan akhirnya berkata pelan, "Mungkin kau benar."

Ia menatap makanannya sesaat.

"Tapi sebelum memutuskan sesuatu..."

Tatapannya kembali terangkat.

"Aku ingin mengetahui kebenarannya terlebih dahulu."

Xu Kong tidak membantah.

Ia hanya mengangguk kecil.

Bagaimanapun juga, tujuan utama mereka saat ini bukan menjatuhkan Murong Ye.

Tujuan mereka adalah menemukan gulungan yang tersimpan di Istana Timur.

Sedangkan urusan lain...

Mungkin jawabannya akan mereka temukan setelah mengetahui rahasia yang tersembunyi di balik kota ini.

End Chapter 31

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!