Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.
Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.
Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.
Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.
Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.
Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.
Karena di dalam dunia Kekaisaran~
Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10: Mulai Bergerak!
***
Pagi itu, langit di atas Ibukota Kekaisaran tampak cerah, seolah-olah tidak menyimpan sedikitpun 'tanda' bahaya yang perlahan sedang terbentuk di dalam Istana.
Ketenangan yang 'sempurna', adalah sebuah keadaan yang menyimpan banyak bahaya mengintai dibalik kegelapan.
Dengan mengantongi izin dari Kaisar Longhui, Lin Yue meninggalkan Istana melalui gerbang samping, dengan sebuah kereta kuda sederhana.
Dia mengenakan hanfu berwarna hijau muda dengan rambut yang diikat longgar, membuat penampilannya seperti seorang gadis bangsawan yang ingin berjalan-jalan santai di Ibukota.
Namun dibalik penampilan sederhananya, tersimpan sebuah otak yang penuh perhitungan dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Ah, akhirnya aku bisa keluar juga ..." gumamnya sambil menyingkap tirai jendela kereta kudanya.
Ibukota Kekaisaran Naga Hitam benar-benar terlihat sangat ramai.
Para pedagang berteriak menawarkan dagangan mereka masing-masing, dan aroma makanan matang menguar di udara ... membuat perut Lin Yue bernyanyi merdu.
Orag-orang berlalu-lalang di depannya, tanpa mereka tahu ... jika dirinya adalah seorang 'Selir Samping' pilihan Kaisar.
Tidak lama kemudian, kereta itu berhenti di depan sebuah bangunan dua lantai yang terlihat elegan.
Di atas pintu masuknya, terpampang sebuah papan nama kayu dengan ukiran emas yang bertuliskan:
'PAVILIUN ORCHID BULAN'
Lin Yue turun dari atas kereta kudanya sambil tersenyum tipis, saat melihat bangunan tersebut.
"Ternyata Sistem ini memang sangat royal dalam memberikan sebuah hadiah. Tidak buruk ..." gumamnya pelan.
Sistemnya memberikan sebuah 'Ruko' tiga lantai berfasilitas lengkap, dimana bagian atas adalah tempat tinggal untuk dirinya beristirahat dan kamar para pekerja.
Saat dia berjalan masuk, suasananya langsung berubah drastis.
Begitu tenang, bersih, dan nyaman.
Rak-rak besi disana berdiri dengan kokoh, menunggu untuk diisi.
Lin Yue berhenti ditengah-tengah ruangan, meregangkan tubuhnya sambil bergumam:
"Baiklah! Semangat Lin Yue! Waktunyaa bekerja!"
Lin Yue mengeluarkan Aling dan barang-barang cipataannya dari ruang dimensi, dengan pikirannya.
"Aling melihat, Yang Mulia Selir ..."
"Tata semua barang-barang kita sesuai dengan urutan yang sudah dibuat oleh Sistem di rak-rak tersebut, Aling!" perintah Lin Yue.
"Baik, Yang Mulia Selir ..."
Saat sedang bekerja, tiba-tiba terdengar suara Sistem dalam benaknya.
[Apakah Host ingin membuka Mall Sistem?]
"Buka!" sahut Lin Yue dalam benaknya.
Cling!
Dalam sekejap, ada sebuah tampilan layar transparan di depannya yang mengambang ringan di udara.
Matanya langsung tertuju pada sebuah kategori, yaitu:
'Unit Pelayan Otomatis-Versi Premium. Beli satu gratis satu'
"Apakah ini sama dengan pelayan Aling yang aku beli?" tanya Lin Yue pada Sistemnya.
[Benar, Host! Namun ini harganya hanya 150 poin kontribusi, karena masih dalam tahap percobaan daya minat konsumen.]
"Bagus! Beli delapan! Pelayan pria dua dan enam pelayan wanita,"
"Lalu beli delapan lagi pelayan wanita lagi, untuk menjadi pelayanku dan Mei fang."
[Baik, Host! Totalnya 16 pelayan, dan total poin kontribusi sebesar 2400 poin, dipotong dari 5000 poin, sisa 2600 poin.]
"Baiklah, tidak masalah!"
Swosssh!
Sebuah cahaya biru menerangi ruangan itu, setelah cahaya menghilang, muncullah 16 robot pelayan yang tampan dan cantik, sesuai dengan profil dunia yang dia tempati sekarang.
Namun sayang, tidak ada emosi di wajah mereka semua.
Ke-16 robot itu langsung berlutut di depan Lin Yue dengan patuh.
"Silahkan memberi perintah, Nona!" ujar mereka serempak.
Lin Yue mendengar, namun matanya sedang mencari seragam untuk delapan pelayan tokonya.
Akhirnya dia menemukan seragam indah itu, desainnya antara hanfu modern dan kuno, dengan celana panjang ketat warna hitam sebagai dalamannya.
Desain hanfu seorang petarung yang elegan, dengan warna merah keemasan, lengkap dengan senjata sesuai dengan gaya masing-masing pelayan miliknya.
"Beli seragam itu, Sistem! Dan langsung pakaikan ke delapan pelayan toko aku!" perintah Lin Yue.
[Perintah diterima!]
Sriiing!
Kedelapan pelayan toko Lin Yue langsung berubah, saat dipakaikan seragam itu.
Mereka semakin menawan, membuat Lin Yue yakin, jika tokonya akan menjadi toko terlaris di dalam dunia ini.
Sementara untuk delapan yang tersisa, Lin Yue akan memakaikan seragamnya pas di dalam Istana nanti.
Lin Yue menyimpan kedelapan pelayan itu di dalam dimensinya, setelah itu dia membereskan tokonya bersama dengan para pelayan itu dan Aling.
Setelah Aling mentransfer data tentang tugas kedelapan robot itu beserta data barang dan harganya, Lin Yue mengeluarkan kedelapan robot lainnya untuk di bawa ke dalam Istana.
--
Di dalam kereta kuda, Lin Yue menjelaskan semuanya kepada Aling tentang tugas kedelapan pelayan itu, Aling merekamnya dengan cepat, lalu dia mentranfernya kepada kedelapan robot baru itu.
Setelah itu, dia membeli hanfu modern berwarna hitam garis emas untuk Aling dan hitam garis perak untuk kedelapan pelayan lainnya.
Lin Yue mengangguk puas saat melihatnya.
"Dan satu lagi ..." ujar Lin Yue.
"Jika mendeteksi sesuatu yang jahat langsung hancurkan, dan jika ada yang berani mencoba menyentuhku dan Mei Fang tanpa izin ... langsung habisi," lanjut Lin Yue dengan nada dingin.
"Perintah Nona kami terima!"
"Bagus!"
'Kusir, lanjut ke rumah yang alamatnya sudah saya berikan tadi!" printah Lin Yue kepada sang Kusir.
"Baik, Yang Mulia Selir ..."
Tiba-tiba, suara Sistem bergema di dalam benak Lin Yue.
[Misi terpicu! Dandani 10 orang wanita bangsawan, dan akan mendapatkan 1 juta poin kontribusi dengan selembar resep parfum yang sedang hits di dunia modern saat ini!]
[Waktunya sebulan. Jika tidak terpenuhi, Host akan mendapatkan hukuman, yaitu kehilangan 25% keberuntungan hidupnya.]
[Terima/Tolak?]
Lin Yue menyentuh tombol terima sambil menyeringai.
Dia akan melakukan itu besok di tokonya, sekalian mempromosikan produknya.
--
Sementara itu di dalam sebuah Paviliun yang benama Paviliun Anggrek Hitam, terlihat ada beberapa orang Selir aktif yang sedang berkumpul disana.
Ekspresi wajah mereka dingin dan penuh dengan kebencian yang mendalam terhadap dua orang gadis yang telah menarik perhatian Kaisar Agung.
Di tengah-tengah mereka, duduklah seorang wanita anggun dengan aura elegan yang sangat berbahaya.
Dia adalah 'Selir Zheng', putri sah dari Jendral Utara-Zheng Zipin yang sangat licik.
Orang kedua yang terkenal kejam dan penuh ambisi di dalam Istana, setelah Selir Kehormatan Lan.
"Lapor, Nyonya Selir ... dia sedang keluar Istana pagi ini," lapor seorang pelayan setianya dengan suara rendah.
"Cih! Beraninya dia keluar dari Istana, padahal baru beberapa hari masuk Istana. Dasar perempuan udik!" gumam Selir Zheng dengan nada sinis.
"Apakah kita harus bertindak sekarang, Selir Zheng?" tanya salah satu Selir dengan latar belakang biasa saja.
Selir Zheng mengangkat cangkir tehnya dengan anggun, lalu dia meniupnya perlahan.
"Jangan dulu ... kita tidak boleh gegabah menyerangnya ..." jawab Selir Zheng dengan mata penuh perhitungan.
Slurrp!
Dia menyesap teh itu dengan tenang dan elegan.
"Namun kita bisa memberinya sedikit 'hadiah' untuk menyambut kepulangannya," lanjut Selir Zheng dengan seringai menakutkan.
Lalu, seringaian itu menjadi sebuah senyuman dingin di wajahnya.
"Buatlah semua itu terlihat seperti sebuah kecelakaan ..." ujarnya kembali.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu langsung mengerti, apa yang dimaksud oleh Selir Zheng dengan "hadiah'.
Perintah kematian pun dikeluarkan oleh Selir Zheng, untuk Lin Yue malam ini.
--
Sore menjelang malam, Lin Yue kembali ke Istana dengan kereta yang sama dan masuk dari pintu yang sama ketika dia keluar tadi.
Kasim Zhang sudah menunggu disana atas perintah Kaisar Longhui.
Matanya terbeliak lebar, saat dia melihat sembilan pelayan yang dibawa oleh Lin Yue, yang telah disamarkan penampilannya seperti budak yang dia beli dipasar, dengan sistem 'transformasi', sebuah fungsi yang ada di dalam robot itu masing-masing.
"Selir Lin sangat lihai dan cepat dalam bergerak ..." ujar Kasim Zhang, dengan nada kagum.
"Kami hanya ingin memastikan kenyamanan kami, Tuan Kasim ..." jawab Lin Yue sambil tersenyum.
Setelah memastikan bahwa Lin Yue kembali dengan aman, Kasim Zhang pun kembali ke Istana milik Kiasar Longhui untuk melapor.
Namun, saat mereka memasuki wilayah Paviliun Naga Kembar, ada sesuatu yang berbeda di dalam sana.
Udara terasa sangat berat dan suasananya terlalu ... sunyi.
Lin Yue menghentikan langkahnya, saat mendengar laporan sistem di kepalanya.
Dan senyuman indahnya pun muncul, ketika mengetahui siapa pelakunya.
"Ternyata mereka sudah mulai bergerak, ya? Baguslah ..." gumamnya dengan nada rendah.
Saat memasuki Paviliun miliknya, dia melihat Mei Fang sedang duduk di aula dalam dengan wajah pucat.
"Hey, kenapa kamu disini? Apakah kamu sakit? Wajahmu terlihat sangat pucat, Fang-Fang ..." sapa Lin Yue kearah sahabatnya.
Mei Fang menoleh ke arah suara itu, lalu dia menghembuskan napas lega.
"Akhirnya kamu kembali juga, Yue-yue ..." ujar Mei Fang dengan wajah panik.
"Ada apa sih?" tanya Lin Yue kembali.
Mei Fang menelan salivanya, sebelum dia menjelaskan keadaannya.
"Jadi begini, tadi ada seorang pelayan yang datang sambil membawakan teh, dia bilang itu adalah kiriman dari para Selir Istana."
"Aku menyeduhnya, dan hampir saja meminumnya, jika tidak mencium aroma aneh yang keluar dari dalam seduhan teh itu ..." lanjutnya dengan nada penuh keluhan.
Lin Yue menyipitkan matanya, saat mendengar laporan Mei Fang.
"Di mana teh itu?" tanya Lin Yue.
Mei Fang menunjuk ke arah sebuah meja, lalu Lin Yue berjalan perlahan ke arah meja itu.
Lin Yue mengendusnya dengan perlahan, lalu dia tertawa.
"Hahahahaha! Ini adalah racun kelas rendah, namun bisa mematikan dalam waktu satu jam ... Ujarnya dengan nada dingin.
Mei Fang langsung gemetar saat mendengarnya.
"Kenapa kamu gemetar?" tanya Lin Yue.
"Aku takut mati, sebelum bisa membuat keluargaku bahagia ..." jawab Mei Fang.
"Kenapa harus takut? Kamu kan sudah minum Pil Anti Racun buatanku? Jadi tidak akan mati dengan mudah ..." ujar Lin Yue.
Mei Fang langsung menepuk dahinya dengan wajah bodoh.
Pluk!
"Si-al, aku lupa!"
"Hahahahahaha!"
Setelah puas tertawa, Lin Yue melambaikan tangannya ke udara, membuat Alung langsung muncul dihadapannya.
"Alung, berikan isi yang ada di dalam botol itu ke semua selir yang merencanakan kematianku dan Mei Fang! Lakukan dengan rapi dan bersih!" perintah Lin Yue, sambil memberikan empat botol racun kuno miliknya.
"Perintah akan saya laksanakan, Nona!"
Wusssh!
Setelah Alung menghilang, Lin Yue memberikan empat pelayan kepada Mei Fang, setelah itu dia kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
--
Malam itu menjadi malam penuh teriakan histeris di dalam Hareem Istana, dimana beberapa Selir Kaisar mengalami penyakit yang sangat aneh.
Badan mereka demam, gatal-gatal, lalu timbul ruam-ruam kecil yang aneh warna merah disekujur tubuhnya.
Mereka berteriak kesakitan dan frustasi, membuat Kaisar Longhui memijat keningnya.
"Kasim Zhang, urusan Hareem jangan kamu laporkan ke Zhen! Laporkan saja ke Selir Lan!" ujar Kaisar Longhui dengan nada tegas.
"Hamba mengerti, Yang Mulia ..."
Bagi para Selir Istana ...
Penyakit yang mereka derita itu, lebih buruk dari sebuah kematian ...
⚛⚛⚛
jadi semangat dalam menjalani niat yang mulia itu, terutama untuk kucing² manis itu..
pokoknya semangat ya 🥰
ditunggu yaa kelanjutannya author🤭
pokoknya semangat ee author
ditunggu yaa kelanjutannya author🥰