NovelToon NovelToon
Ku Cium Wanita Bercadar Itu

Ku Cium Wanita Bercadar Itu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:35.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Unchi

menceritakan tentang pengalaman seorang Mustafa yang nekat mencium seorang wanita baik-baik dan bahkan bercadar.

Hingga kebejatannya itu membuatnya harus menikahi sang wanita bercadar.


Baca kisahnya di sini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unchi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Jam 3 sore kami sudah tiba di rumah abinya Azzahra.

Dengan senang hati, usai salam Azzahra langsung memberikan martabak yang ku belikan tadi.

"Abi, Umi! Ini dibelikan martabak sama mas Mustafa!" ucap Azzahra dan tanpa sungkan dia sudah menyebutkan namaku.

"Oh iya!" Abi menerima 2 kantong plastik itu dari tangan Azzahra.

"Makasih Nak Mustafa," kata pak Rahmad dengan melontarkan senyum.

"Sami-sami Pak," jawabku dengan bahasa jawa halus.

Pak Rahmad tersenyum tipis. Lalu kami berdua pamit ke kamar.

Hari ini cuaca sangat panas. Jadi aku mau mandi dulu biar terasa segar.

"Dik! Kayaknya mas mau mandi dulu deh. Gerah banget rasanya," kataku pada Azzahra.

"Iya mas." Azzahra mengangguk. Terlihat dia sedang meletakkan tasnya, lalu melepas kaos kakinya. Setelahnya aku tak memperhatikan lagi.

***

"Umi, ini enak banget lho Mi... Tumben umi gak nyicipin." Sulaiman sedang makan martabak telur kesukaannya.

"Umi masih kenyang Sule. Lagian ini dari mas Mustafa, umi jadi gak selera."

"Biarin Mi. Kita emang gak suka sama sifatnya kak Mustafa. Tapi katanya abi, kita gak boleh buang-buang makanan." Sulaiman anak sekecil itu sudah tahu perbedaan antara tidak suka dan mubazir.

"Bi, umi mau bicara." Umi Kulsum menyuruh Abi agar Sulaiman menjauh dari mereka dengan bahasa isyarat.

"Baiklah. Sule, Abi mau bicara sama umi," ucap abi dan Sule pun paham.

"Ya udah, Sule mau makan di teras aja." Sule membawa sekotak martabak untuk ia bawa ke teras.

"Jangan lupa, nanti jam 4 ikut pengajian!" Pak Rahmad mengingatkan.

"Siap Abi," jawab Sulaiman dan langsung ngacir ke depan.

"Ada apa Mi?" Pak Rahmad bertanya dengan mimik yang serius.

"Sebenarnya umi gak nyaman dengan kehadiran Mustafa Bi," ucap Umi Kulsum sedikit sedih.

"Emangnya kenapa Mi? Kalau kita suruh dia pergi, otomatis Azzah pasti ikut sama dia."

"Umi juga gak rela kalau Azzah ikut sama dia Bi. Abi tahu sendiri kan? Di awal pernikahan ini karena ulah dia. Umi takut jika suatu saat dia berani melakukan itu sama Hana ataupun juga sama Umi," cerita Umi Kulsum dengan sedih.

"Terus gimana ya Mi? Abi udah berusaha menasehati Mustafa juga." Abi menghela nafas panjang.

"Kenapa gak langsung dipenjarakan aja sih Bi. Sekarang umi jadi kasihan sama Azzah. Dia seperti tertekan."

"Ya gimana lagi Mi. Jika Azzah di sini. Mustafa pasti juga di sini. Mereka menikah juga karena kemauan Azzah Mi. Abi gak bisa berbuat apa-apa," sesal pak Rahmad sambil mengelus pundak istrinya.

Seseorang bersandar di tembok sambil menunduk. Matanya memerah menahan tangis.

Ceklek!

Aku terkejut saat Azzahra membuka pintu kamar dengan mata yang memerah. Aku baru selesai mandi, kini sudah mengenakan kaos hitam dan rambut sedikit basah.

"Kamu kenapa Dik?" tanyaku sambil mendekat.

Dia tak menjawab. Hanya gelengan kecil.

"Apa ada yang salah?" tanyaku bingung. Saat ini dia tidak mengenakan cadar. Jadi aku bisa melihat dengan jelas wajahnya yang sendu.

Azzahra berjalan ke depan. Dia duduk di tepi kasur sambil menangis.

Sumpah aku jadi ikut sedih melihatnya. Apa ini gara-gara aku, sampai dia menangis seperti ini?

Aku ikuti dia dan duduk di sebelah kirinya. "Ada apa Dik?" tanyaku sambil meraih tangan kirinya.

"Kita siap-siap Mas. Lusa aku pulang ke rumahnya mas," ungkapnya sambil menahan air matanya.

"Ssssst, jangan nangis!" Ku bawa dia dalam pelukanku.

"Kamu sedih karena harus berpisah sama abi dan umi ya?" tebakku. Ku rasa emang seperti itu adanya. Di saat aku mandi, Azzahra mungkin ijin kepada kedua orang tuanya buat pulang sama aku.

Namun Azzahra tak menjawab. Hanya isakan kecil, lalu dia melepas pelukannya.

"Jangan sedih ya Dik. Mas gak akan larang kamu buat main ke sini kok. Makasih udah mau tinggal bareng mas."

Aku tersenyum bahagia. Akhirnya rumahku bisa berpenghuni lagi. Bukan apa-apa sih, sebenarnya tinggal di sini gak masalah. Hanya saja kurang nyaman. Entah kenapa, bukan belum terbiasa. Tapi lebih baik hidup terpisah.

"Ya udah mas, Azzah mau mandi dulu."

Dia langsung menuju kamar mandi. Dan ku tatap di gantungan, Azzahra melupakan handuknya.

Aku mondar-mandir kebingungan. "Harus ku antar atau biarin aja?" tanyaku pada diriku sendiri.

Saat aku mendekat ke arah pintu, aku mendengar suara isak tangis. Aku yakin. Azzahra masih menangis. Ada apa dengan anak ini? Apa dia semellow ini ya? Pikirku. Pantas aja. Waktu ku cium dia kemarin, dia langsung menangis tersedu-sedu kayak orang yang mau ku bunuh aja. Astaghfirullah, ada apa ya dengan Azzahra?

Tak lama kemudian aku mendengar gemericik air dari kran. Lalu suara guyuran air yang mengalir dari atas.

"Ah istriku mandi," gumamku. Tiba-tiba otakku melayang. Bernostalgia membayangkan Azzahra yang tanpa pakaian.

"Astaghfirullah! Otakku kenapa semesum ini to? Ya Allah," keluhku dan langsung ku baringkan tubuhku di kasur. Lalu ku angkat bahuku dan bersandar di pinggiran.

Beberapa menit kemudian suara pintu kamar mandi terbuka. Ku lirik sedikit.

Terlihat Azzahra keluar dengan gamis panjang. Dan saat dia berbalik hendak menutup pintu. Ku tatap dia dari bawah sampai ke atas. Aku menemukan handukku berada di atas kepalanya. Menutup rambutnya.

Tiba-tiba dia berbalik arah dan mata kami saling berpandangan.

Glek! Susah payah aku menelan ludahku.

Dia terlihat sangat cantik meskipun rambutnya terlilit oleh handuk.

"Emm, maaf mas. Handukmu aku pakai, soalnya handdukku ketinggalan," katanya sedikit tak enak.

"Oh gak apa, pakai aja!" jawabku santai. Jangankan berbagi handuk, berbagi semua yang ku miliki aja aku rela.

Ku raih handphone ku buat mengalihkan rasa grogiku.

Ku lirik lagi dia sedang menuju di lemarinya. Pakaian Azzahra terlihat gelap semua di sana. Aku jadi membayangkan, gimana ya jika Azzahra pakai baju pink atau kuning?

Dia mengambil warna hitam lengkap dengan hijabnya. Tak lupa dia mengambil leging.

'ribet amat,' batinku merasa aneh.

Lalu dia menutup lemarinya. Ku pikir dia bakal berganti baju di depanku. Rupanya aku salah, dia malah kembali ke kamar mandi. Jangankan lepas baju, di depanku aja dia masih mengenakan cadar. Padahal udah berdua lho.

"Azzahra,, Azzahra. Kamu udah buat aku jatuh cinta saat pertama kali ketemu waktu itu, padahal aku belum pernah liat wajahmu. Aneh ya, tapi itu kenyataannya," gumamku sambil tersenyum-senyum sendiri.

Azzahra sudah kembali menggunakan gamis dan lengkap dengan hijab syarinya. Hanya saja dia masih belum mengenakan cadar.

Sekali lagi aku curi-curi pandang padanya. Saat ini dia duduk di depan meja rias. Dia menggunakan sedikit bedak. Lalu eyeliner dan tak lupa dia mengoleskan sedikit lipstik. Ya sepertinya dia tidak terlalu banyak berdandan. Karena percuma juga dandan, gak ada yang lihat juga. Hahaha.

Tok! Tok! Tok!

Tiba-tiba pintu kamar diketuk.

"Kak Azzah udah siap belum?" terdengar itu suara Sulaiman.

"Siap? Emang mau kemana Dik?" tanyaku pada akhirnya. Soalnya aku gak dikasih tahu sama Azzahra.

"Pengajian!" jawabnya singkat dan langsung menuju pintu kamar.

"Enaknya kak Mustafa? Jam segini bukannya ngaji malah tiduran," celetuk Sulaiman sambil mengintip diriku dari balik tubuhnya Azzahra.

Aku langsung melotot kaget. Jam setengah 4 aku disuruh ngaji? Pikirku.

Bersambung...

1
Arul Faiz
penasaran sama wajah azzahranya🤣
Sena
lanjut
cut Meutia
awas aja klo mustafa lengah
cut Meutia
lah diterima
Nana
next
Putri💗
lama gak up thor
cut Meutia
jangan mau maya, bisa2 ngrusak rt mu nanti
Juniya Ar
up
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
next
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
thor, lanjut jangan lama
Nana
bagus
Juwitha Arianty Ibrahim
ini kapan lagi up thor
cut Meutia
bagus thor
Juwitha Arianty Ibrahim
bagus crita nya update lagi domg thor
💜Balqish H😻
😍penasaran
Bella༄㉿ᶻ⋆
sabar ya mus🤭
💜Balqish H😻
next
💜Balqish H😻
gantengnya ma xioyu
Jack
next
Mia Ijaya
ya allah bneran ini tamat????????
Jack: belum
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!