Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan Abraham
Sore harinya Seinara menemui sang kakak di tempat yang sudah di sepakati. Dengan mengendarai motor kesayangannya, Seinara menuju ke cafe.
"Hei kak, sorry telat. Udah nungguin lama ya?" sapa Seinara pada sang kakak.
"Nggak apa-apa kok dek, lagian kakak juga baru sampai" jawab Abraham sambil tersenyum.
"Duh... jadi nggak enak nih kak" ucap Seinara.
"Nggak usah lebay gitu deh" protes Abraham sambil mengacak rambut adiknya.
"Iiih... Apaan sih kak kebiasaan deh!" protes Seinara juga saat di acak rambutnya.
"Oh ya, kamu mau pesan makanan nggak? Biar sekalian kita makan malam" ucap Abraham sambil memberikan buku menu pada Seinara.
"Makasih kak, aku mau makan stik sama kentang goreng aja deh. Minumnya jus alpukat" jawab Seinara setelah melihat buku menu.
"Kakak juga sama deh, tapi minumnya milk tea" tambah Abraham.
Seorang waiters pun mencatat semua pesanan mereka, kemudian berlalu pergi untuk menyiapkan pesanan. Sambil menunggu makanan yang di pesannya, Seinara pun mengungkapkan rasa penasarannya pada sang kakak.
"Sebenarnya ada apa sih kak? Kenapa tiba-tiba kakak ngajakin Sein ketemu begini?" tanya Seinara.
"Besok kakak akan kembali ke luar negeri, apa kamu yakin nggak mau ikut kakak pergi?" jawab dan tanya Abraham dengan wajah serius.
"Nggak kak, Sein disini aja nemenin papa sama mama" jawab Seinara yakin.
"Ya udah jika itu memang keputusan kamu, kakak nggak akan maksa lagi. Tapi kakak minta kamu untuk lebih berhati-hati, sama suami kamu" ucap Abraham lebih serius lagi.
"Memangnya kenapa kak? Apa ada sesuatu yang sudah di lakukan dia sama kakak?" tanya Seinara segera, karena penasaran.
"Kakak curiga kalau suami kamu bukan orang sembarangan. Dia punya pekerjaan lain, selain pengusaha" jawab Abraham.
Percakapan mereka terhenti karena ada waiters yang datang mengantarkan makanan pesanan mereka.
"Ini pesanannya kak, silahkan dinikmati" ucap waiters pada keduanya.
"Terimakasih mbak" jawab Seinara.
Abraham kembali serius setelah waiters itu pergi. Mereka berbincang sambil menikmati makanan yang dipesannya.
"Maksud perkataan kakak tadi apa ya? " tanya Seinara.
"Kakak curiga kalau suami kamu bukan hanya pengusaha. Soalnya dia sangat mirip sekali sama ketua mafia paling kejam di dunia" jawab Abraham.
"Kakak jangan bercanda deh, mana mungkin dia itu mafia? Orang dia terlihat biasa aja kok" protes Seinara.
"Kakak sendiri juga belum yakin dek, tapi dari wajah dan postur tubuhnya itu sangat mirip sekali sama king dragon. Makanya kakak meminta kamu untuk lebih berhati-hati, takutnya dia ada maksud tersembunyi" jawab Abraham.
"Kakak tenang saja, selama aku masih sehat, insyaallah nggak akan pernah terjadi sesuatu sama aku dan juga papa sama mama!" tegas Seinara.
"Kakak percaya sama kamu, ya udah kita habisin makanannya, habis itu kita pulang. kakak takut kamu kemalaman pulang ke rumah suami kamu"
"Iya kak, tapi sebelum pulang aku mau belanja dulu ke minimarket depan"
"Belanja apaan? bukannya suami kamu orang paling tajir melintir ya? Terus kenapa kamu belanja sendiri?"
"Sein mau beli cemilan kak, karena di rumah itu Sein baru jadi masih kurang respect sama semua penghuni rumah itu"
"Apa ada orang yang rese' di rumah itu?" tanya Abraham penasaran.
"Ya ada, cuma biarin ajalah. Sein nggak mau ambil pusing kelakuan mereka. Toh Nathan juga nggak mempermasalahkan kelakuan mereka kak" jawab Seinara dengan wajah masam.
"Baiklah... Nanti biar kakak yang anterin kamu belanja, sekalian kakak juga ingin memberikan sesuatu sama kamu" ucap Abraham mengalah.
Sesuai perkataan mereka tadi, selesai menghabiskan makan malam, mereka pun berjalan menuju ke minimarket yang terletak tidak jauh dari cafe. Seinara segera mengambil apa yang dia inginkan, hingga tanpa terasa trolinya sudah hampir penuh.
"Dek, kamu nggak salah beli ini semua? " tanya Abraham bingung, karena setahu Abraham adiknya itu tidak begitu menyukai snacks dan makanan ringan.
"Nggak salah kok kak, Sein sedang ingin makan-makanan seperti ini buat cemilan sebelum tidur atau sambil belajar" jawab Seinara sambil tersenyum.
"Oke, kalau gitu kakak tunggu di kasir ya, kamu beli apapun yang kamu butuhkan. Biar nanti kakak yang akan membayarnya" ucap Abraham tidak ingin memperpanjang masalah.
Seinara hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu melanjutkan belanjanya. Setelah dirasa cukup Seinara pun mendorong trolinya menuju ke kasir. Kasir pun menghitung semua belanja milik Seinara. Sedangkan Abraham yang membayar belanjaan tersebut. Selesai belanja, mereka pun berpisah untuk kembali kerumah masing-masing.
"Makasih untuk malam ini ya kak, kakak memang kakak yang paling baik yang aku miliki" ucap Seinara sambil merangkul lengan sang kakak dengan manja.
"Sama-sama dek, kalau bukan kamu... lalu siapa lagi yang akan menghabiskan uang kakak" jawab Abraham sambil mengusap wajah adiknya dengan penuh kasih sayang.
Jujur sebenarnya Abraham sangat berat meninggalkan sang adik di rumah bersama papa dan mama. Abraham ingin sekali mengajak Seinara untuk tinggal diluar negeri bersama dirinya. Namun dia juga tidak bisa melihat kedua orang tuanya hidup sendiri. Seinara merasa sangat beruntung bisa mendapatkan seorang kakak yang sangat menyayangi dirinya.
"Kak, Sein pamit pulang ya. Kakak harus hati-hati di jalan, ingat jangan meleng nyupir mobilnya" pamit Seinara sambil menasehati sang kakak.
"Iya Cintaku...! Oh iya, ini kartu ATM untuk kamu. Kamu bisa menggunakan ATM ini untuk membeli apapun yang kamu butuhkan. Karena kakak nggak bisa menemani kamu terus, mungkin besok pagi kakak akan terbang. Kasihan perusahaan yang sudah kakak tinggal lama" jawab Abraham sambil memberikan kartu berwarna hitam miliknya pada Seinara.
"Wah... Enak banget hidupku ini...! Tadi pagi aku dapat satu kartu dari Nathan, dan sekarang aku dapat lagi dari kakak. Terimakasih ya kak, kakak memang paling the best deh!" seru Seinara berbinar.
"Kamu dapat ATM juga dari suami kamu?! " tanya Abraham yang langsung penasaran.
"Iya, tadi pagi dia memberikan aku kartu ATM, dia bilang aku bisa menggunakan kartu itu untuk membeli apapun yang aku mau" jawab Seinara jujur.
"Mungkin itu sebagai tanda kalau dia mulai peduli sama kamu. Kakak do'ain semoga saja kecurigaan kakak nggak terbukti ya dek" ucap Abraham.
"Amiiin... Udah malam, kita pulang yuk kak" ajak Seinara pada kakaknya.
"Iya ayo kita pulang, kamu hati-hati di jalan. Apa perlu kakak anterin kamu sampai ke rumah?" jawab dan tanya Abraham dengan nada khawatir.
"Nggak perlu kak, aku pulang sendiri aja. Soalnya aku juga bawa motor kok" jawab Seinara menolak.
"Oh... Kalau gitu kakak pamit ya, Assalamu'alaikum... Ingat kabari kakak jika sudah sampai di rumah" pamit Abraham.
"Iya pasti nanti aku kabarin kok, walaikumsalam..." jawab Seinara.
Mereka pun berjalan menuju ke kendaraan masing-masing. Rupanya sejak tadi ada seseorang orang terus mengikuti Seinara. Orang itu juga mengambil beberapa foto kebersamaan Seinara dengan Abraham. Karena dari jarak jauh, orang itu tidak bisa mendengar semua percakapan mereka. Hanya beberapa foto yang bisa dia ambil, orang itu mengambil foto saat Seinara memeluk lengan Abraham dan saat mereka berpelukan untuk perpisahan.
"Dengan foto-foto ini, saya yakin bisa membuat kamu di usir dari rumah tuan Nathan. Siapa suruh, baru beberapa hari menikah, kamu sudah bermain gila dengan pria lain di belakang tuan Nathan. Tak ada yang bisa menjadi pasangan tuan Nathan selain saya!" tegas orang itu dengan sombongnya.
Lalu orang itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Dia menyusul Seinara yang sudah melesat dengan motornya.