Plakkkkkk
Suara tamparan tampak menggema di sebuah ruangan gelap dimana semua orang menatapnya dengan ekspresi terkejut diwajah mereka.
Daxia, Atau kini namanya telah berubah Yu Chaoyin, Gadis yang seharusnya melakukan rutinitas belanjanya di hari pekan kini berubah sempurna kala dirinya berada didunia yang dia anggap mengerikan.
"Ku perintahkan keluar, Atau ku hancurkan wajah sialanmu itu dengan kuku ku"
Ucapnya dengan kasar, Menatap marah pada sosok gadis muda di hadapannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pio21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melakukan terobosan
Chaoyin menatap tumpukan batu roh dihadapannya dalam diam, Kini gadis itu segera mengambil posisi lotus, Dia akan mencoba berkultivasi dengan menggunakan batu roh pemberian kakeknya sebagai penopang dirinya melakukan terobosan.
Entah dia bisa melakukan terobosan malam atau tidak, Setidaknya dia akan mencoba. Bermodalkan dengan buku cara berkultivasi yang dia dapatkan dari perpustakaan gadis itu dengan penuh keyakinan bisa melakukannya.
Hingga kini secara perlahan Chaoyin memejamkan matanya, Menyerap semua energi qi spritual disekitarnya lalu menyerap semua energi pada qi spritual dari batu roh di hadapannya.
Yang untungnya di istana dingin tepat bagian paling belakang istana kekaisaran memiliki energi qi spritual yang cukup padat. Dan itu juga alasan dia menunda untuk pindah di paviliun utama hari ini, Karna dia ingin menyelesaikan kultivasinya lebih dulu.
Beberapa waktu semuanya tampak baik baik saja, Hingga tiba dimana Chaoyin terlihat mengerutkan keningnya dengan dalam, Dan beberapa merindingnya yang belum terbuka, Dia mengatasinya dengan cepat, Namun Merdiannya ternyata begitu sempit hingga menyulitkan hingga dia sedikit kesulitan menyerap energi qi spritual dengan cepat, Dan tentu saja itu cukup menjengkelkan bagi gadis itu. Chaoyin pikir mungkinkah karna pemilik tubuh sebelumnya berhenti dalam waktu yang cukup lama sehingga terjadi penyempitan meridian, Atau mungkin karna sulitnya menyerap energi hingga membuat pemilik tubuh menyerah di ranah yang cukup rendah ini?
Entahlah, Chaoyin tidak peduli, Sebab kini yang menempati tubuh itu adalah dirinya.
Dan jika menyerah, Maka itu bukan sosok Daxia, Ini adalah jiwanya maka dia tidak memutuskan untuk berhenti di detik ini. Dia menyerap energi qi spritual secara perlahan meski harus membutuhkan banyak waktu dan cukup menguras energinya.
Dan selang beberapa waktu, Chaoyin merasa energinya menubruk sebuah dinding transparan. Hal tersebut jelas membuatnya semangat, Sebab dari buku yang dia pelajari ini adalah tanda-tanda dirinya akan mencapai terobosan.
Maka dengan energi yang tersisa dan semangat yang semakin membara, Chaoyin berusaha menabrak dinding tersebut.
Satu, Tidak ada pergerakan
Dua, Tidak ada pergerakan
Tiga, Tidak ada pergerakan
Empat, Tidak ada pergerakan
Chaoyin mencoba tanpa merasa lelah sama sekali, Hingga mungkin dia telah mencoba menerobos dinding itu hingga puluhan kali.
Bukannya ingin menyerah, Gadis itu merasa semakin tertantang, Apa kali ketika melihat retakan kecil di dinding itu membuat semangatnya semakin menggila.
Hingga
BOMMM
Ledakan terjadi, Lan yang berada didepan kamar nonanya itu seketika membulatkan matanya, Dia tidak menyangka jika nonanya itu berhasil melakukan terobosan malam ini dengan kondisi tubuh yang tidak sepenuhnya pulih.
Di dalam sana, Chaoyin membuka matanya dengan binar binar cerah, Dia seolah mendapat kontrak dari perusahaan besar dimasa depan.
Gadis itu telah menerobos alam mortal tingkat 4, Hanya satu tingkat, Tapi bagi Chaoyin tidak masalah, Sebab yang bermasalah ada merdiannya, Dan dia akan mengatasinya nanti
"Sudah kukatakan aku bisa"
Seru gadis itu yang kemudian berdiri dari posisinya, Matanya kemudian menatap baru roh yang kini menjadi harta tak berguna lagi.
"Sepertinya aku harus mencari harta yang lebih banyak"
Gumam gadis tersebut
Lantas Chaoyin bergerak menuju tempat tidur merebahkan tubuhnya begitu saja, Dia benar-benar karna hampir kehilangan seluruh energinya, Namun dia cukup puas hingga berhasil membuat gadis itu tertidur pulas dalam waktu singkat.
...****************...
Disisi lainnya
Di sebuah tempat layaknya sebuah gubuk tua, Terlihat seorang pria tua yang kini semua rambutnya telah memutih, Duduk dalam posisi lotus dengan mata terpejam rapat.
Entah sudah berapa lama pria tua itu dalam posisi tersebut, Tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti, Namun mereka semua bisa menjawab jika itu bukanlah waktu ku yang sebentar.
Hingga, Kedua mata pria tua itu tiba-tiba terbuka memperlihatkan netra hitam kelam yang seolah mampu menenggelamkan seseorang yang melihatnya.
Lantas pria tua itu terlihat bangun dari posisinya, Cukup tergesa-gesa hingga bergerak keluar dari gubuk tua tersebut.
"Maha guru"
Semua orang mengguman pelan dan seketika terkejut melihat pria tua itu keluar dari tempatnya.
"Dimana yang mulia kaisar?"
Tanya pria tua tersebut pada pelayan yang ada dihadapannya
"Yang mulia kaisar sedang melakukan rapat dengan beberapa mentri istana, Maha guru"
Pelayan tersebut menjawab dengan sopan, Sebab meski pakaian pria tua itu tampak lusuh namun sosoknya bukanlah patut di anggap remeh, Bahkan pria yang dinyatakan terkuat dari seluruh kekaisaran begitu menghormatinya.
"Beritahu padanya untuk menemuiku setelah rapat istana selesai"
Sahutnya cepat
"Baik maha guru"
Jawab pelayan itu kemudian.
Lantas, Pria tua itu memilih berlalu dari sana, Membawa langkahnya dengan pasti menuju salah satu danau di belakang istana kekaisaran.
Itu adalah tempat dirinya dengan kaisar ketika ingin membicarakan sesuatu hal yang cukup penting.
Tatapannya dia alihkan pada situasi istana, Tidak ada yang berubah, Sama seperti sebelum dirinya menutup lama untuk meditasi mencari tau sesuatu hal yang cukup penting.
Disisi lainnya lagi
Seorang pria tampan dengan baju kebesarannya yang bewarna hitam dengan corak keemasan tampak menatap seluruh mentri yang ada dihadapannya dalam diam.
Tidak ada yang berani bersuara, Bahkan untuk bernafas mereka melakukannya sepelan mungkin, Seolah takut jika tindakan mereka berhasil memancing kemarahan pria menyeramkan dihadapannya.
Dia tampan, Namun mematikan
Begitulah pandangan semua orang pada sosok pria tersebut.
Memiliki mata dengan netra biru, Alis tebal, Hidung mancung dengan rahang yang tegas seolah tidak ada kata lain selain sempurna yang mendeskripsikan sosok pria tersebut.
Tidak hanya dari segi ketampanan, Tapi dari segi harta, Kemampuan atau bahkan kekejamannya begitu sempurna sehingga mampu mematikan orang lai dalam tatapan tajamnya.
"Mentri Li, Anda tau betul saya tidak menerima alasan dari setiap kesalahan orang lain ketika melaksanakan tugasnya, Maka dari itu pastikan jika kamu tidak melakukan kesalahan sedikitpun yang bisa membuat kepalamu terpisah dari tubuhmu"
Kalimat yang tampak begitu tenang diucapkan, Namun yakinlah bagi mereka yang mendengarnya tidak ada ketenangan sama sekali yang tersirat. Bahkan sosok pria paruh baya yang disebut namanya sebagai mentri Li seolah ingin terkencing celana saat ini.
"Ba ba baik yang mulia hamba akan melakukan tugas hamba tanpa kesalahan"
Jawabnya dengan terbata, Bahkan tubuhnya gemetar hebat ketika tatapannya bertubrukan dengan sang pemilik netra biru tersebut.
"Rapat selesai"
Pria tersebut lantas berdiri dari posisinya, Kemudian bergerak meninggalkan aura rapat
"Hormat hamba yang mulia kaisar"
Jendral Yangyi, Yang merupakan jendral dan tangan kanan sang kaisar tampak menghampiri pria bermata biru tersebut begitu melihatnya keluar dri aula rapat.
"Ada apa?"
"Yang mulia, Maha guru telah menyelesaikan meditasinya, Dan ingin membahas sesuatu yang penting dengan yang mulia"
Jelas jendral Yangyi dengan cepat.
"Dimana dia?"
"Danau belakang istana, Yang mulia"
Lantas setelah mendengar jawaban jendral Yangyi, Kaisar tersebut segera bergegas pergi dari sana dengan perasaan tak menentu.
"Apakah gadis itu sudah muncul?"
Batinnya dengan penuh tanda tanya
thanks teh 💪😍🙏
biasanya gua skip,tapi iseng2 baca dulu Ng tau bagus banget.
thanks teh 🙏💪😍
di tunggu double up ny thor