NovelToon NovelToon
Luka Berbalut Cinta

Luka Berbalut Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Playboy / Konflik etika / Tamat
Popularitas:297.9k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Ternyata cinta yang ia terima hanya semu, ternyata selama ini ia hanya cinta sendirian. lalu...
apa yang harus ia lakukan saat ia telah menyerahkan sagalanya sebagai bukti cintanya justru kenyataannya....

ketulusannya hanya di jadikan bahan taruhan.

Azalina Akira Sadewa,
gadis cantik berusia 17 tahun yang cinta mati kepada kekasihnya yang bernama Alexis Arron Megantara hingga bersedia menyerahkan miliknya yang paling berharga untuk laki laki itu.

namun ternyata....ia hanyalah bahan taruhan Alex dan teman temannya.
Tidak ada cinta bagi Alex untuk Zalina.

apa yang di lakukan Zalina saat ia tahu kenyataan pahit itu.....?!
sementara ia sudah terlanjur menyerahkan miliknya yang paling berharga untuk Alex.

ikuti kisah baru aku ya .....

" LUKA BERSELIMUT CINTA...."

Semoga suka dan tak pernah bosan selalu ngikuti karya aku...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10 kasar

Waktu terus berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari terakhir pelaksaan UNAS.

Namun demikian, gedung sekolah bertingkat yang mewah dan megah juga sangat besar itu masih nampak lengang.

Selama satu mingguan ini semua siswa kelas XII dari berbagai jurusan nampak sibuk berkutat dengan ujian mereka tanpa terkecuali.

Suasana kantin sekolah yang biasanya ramai kini terasa lengang karena selain siswa siswa kelas X dan XI di liburkan karena ada ujian.

Siswa siswa kelas XII pun jarang yang pergi ke kantin ketika jam istirahat.

Mereka lebih memilih belajar di depan kelas atau di perpustakaan.

Teng teng teng....

Tanda jam ujian hari ini berakhir, semua siswa nampak memasang wajah lega.

Esok adalah hari bebes dan nanti sore mereka tak perlu sibuk belajar,

Meski jujur mereka masih belum bisa sesantai itu karena mereka yang masih harus menunggu nilai hasil ujian dan ke depannya mereka juga masih harus di hadapkan dengan tes tes untuk bisa universitas yang mereka inginkan.

Tapi setidaknya...untuk hari ini mereka tetap bernafas lega meski wajah penuh kepuasan belum ada yang terukir di wajah mereka.

" Zalina...tolong bawakan sisa buku paket ini ke perpustakaan " perintah ibu Novi guru wali kelas Zalina sekaligus salah satu guru pendamping ujian di kelas Zalina hari ini.

" baik bu...." jawab Zalina tegas,

Usai merapikan peralatan ujiannya ke dalam tas, Zalina segera melaksanakan perintah sang wali kelas.

" langsung pulang saja nggak apa apa setelah mengembalikan buku paket ke perpustakaan " kata Bu Novi lagi ketika Zalina mengambil buku yang bertumpuk di meja guru.

" iya bu..." jawab Zalina lagi kemudian ia mulai melangkah ke arah pintu kelas.

" perlu aku bantu ?! " Fisa dan Clara menawarkan bantuan.

" ah tidak usah.....ini hanya sedikit "

" ok...kalau begitu kita tunggu di depan, kita jadi cari bakso di kafetaria kan ?! " ucap Clara.

" tentu..." jawab Zalina, selanjutnya gadis itu melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan sekolah yang ada di belakang gedung kelas jurusannya namun di lantai dua.

Zalina terus melangkah tanpa menoleh sekali saja kebelakang, sehingga ia tidak tahu jika ada seseorang yang sama seperti dirinya melangkah di belakangnya.

Seseorang itu adalah Alex, sama seperti Zalina...

Alex juga di minta guru wali kelasnya untuk mengembalikan buku paket ke perpustakaan.

Mata Alex menatap tak berkedip punggung Zalina yang terus melangkah di depannya tanpa sedikitpun menoleh kepadanya.

Seakan gadis itu sama sekali tak menyadari keberadaannya saat ini.

Dua bulan sudah keduanya tak lagi pernah bertegur sapa apalagi berbincang.

Walau sebenarnya...

meski saat masih pacaran dulu mereka pun sebenarnya jarang sekali berkomunikasi secara intens.

Atau lebih tepatnya...Zalinalah yang lebih banyak berkomunikasi kepadanya.

Sementara dirinya malah jarang mengimbangi gadis itu.

Ia bahkan jarang sekali membalas pesan gadis itu dulu yang di kirim kepadanya.

Perlahan tapi pasti memory demi memory kedekatan mereka selama hampir lima bulan dulu membayang nyata di kepalanya.

Tak ada satupun memory kenangan yang berkesan di hatinya menurut Alex.

Semua terasa biasa saja dari awal hingga akhir.

Namun...

Entah kenapa...

Memory itu seolah memutar utuh tanpa ada yang terlupa sedikitpun di otaknya.

" kelas dua belas ipa satu, atas nama pengembali buku Azalina Akira Sadewa dengan wali kelas ibu Novi " terdengar suara Zalina di dalam perpustakaan sedang memberi laporan atas buku yang ia kembalikan.

" apakah perpustakaan akan segera tutup bu ?! " terdengar tanya Zalina lagi

" tidak...perpustakaan akan tutup seperti jam biasa saat sekolah aktif " terang penjaga perpustakaan.

" kalau begitu boleh saya mencari buku sebentar ?! "

" silahkan..."

Usai mendapat izin Zalina nampak melangkah masuk ke dalam perpustakaan.

Sesuka itu memang Zalina dengan membaca.

Sementara itu,

Setelah Zalina pergi ke dalam ruangan, Alex yang sejak tadi berdiri di balik pintu segera masuk ke dalam, dan sama seperti Zalina ia pun memberikan laporan atas buku yang ia kembalikan.

Suasana perpustakaan nampak sepi meski masih ada dua tiga orang siswa di sana yang sepertinya memang sedang mencari buku yang mereka cari.

Zalina nampak asyik membaca buku yang sedang ia pegang sambil berdiri di lorong yang hanya ada dirinya di sana.

Tanpa ia tahu,

Alex yang sedang berdiri di ujung lorong tengah menatapnya intens.

Entah apa yang sedang di pikirkan oleh pemuda itu,

Perlahan tapi pasti, Alex melangkah mendekat ke pada Zalina di sana.

" sepertinya kau sudah banyak berubah sejak putus dariku dua bulan lalu..." ucap Alex setelah ia berada di dekat Zalina.

Zalina menghentikan aktifitasnya membaca sejenak.

Namun ia sama sekali tak menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Zalina memang tak berniat untuk melihat pemilik suara itu,

Karena tanpa melihatpun ia sudah tahu siapa pemilik suara itu.

merasa tak kunjung mendapat respon atas ucapannya dari Zalina, Alex mulai geram.

" sepertinya kau terlihat lebih percaya diri sekarang...

Kau bergaya seolah kau gadis yang paling berharga.

Mungkin kau lupa jika kau telah kehilangan itu..." lanjut Alex lagi.

Entah...

Sebenarnya....Ia tak berniat kembali mengungkit lagi masalah hari itu,

Tapi...

Melihat reaksi Zalina yang seperti mengabaikannya...

emosinya tersulut.

Zalina masih terdiam,

" oh ya...apa pacarmu itu tahu jika kau tak lagi perawan sekarang ? " imbuh Alex lagi sambil menjulurkan kepalanya untuk bisa berbisik di telinga Zalina dan berkata sarkas.

Posisi seperti itu diam diam membuat jantungnya berdetak kencang.

Ada yang berdesir di sudut hatinya.

Alex merasa aneh...

dulu ia bahkan tak merasakan apapun meski Zalina memeluk pinggangnya saat berada di boncengannya.

Tapi sekarang...

Kali ini kata kata Alex sukses membuat Zalina bereaksi.

Gadis itu menggeser tubuhnya menjauh dari pemuda itu kemudian menoleh dan menatap tajam kepada Alex.

Tubuh Alex tiba tiba merasa bergetar dan darahnya seperti mengalir lebih cepat ketika ia melihat tatapan dingin dan tajam seorang Zalina kepadanya.

Dulu...gadis itu selalu menatapnya dengan tatapan hangat dan senyuman manis di bibirnya untuknya.

Tapi sekarang...

Tiada lagi tatapan itu di mata Zalina untuknya.

" perubahanku itu bukan urusanmu, kita tidak punya hubungan apapun yang membuat aku harus memberi tahumu atas perubahanku " jawab Zalina pelan.

" tentang diriku...tentu pacarku tahu itu, tapi itu sama sekali tidak berpengaruh padanya.

Dia sangat mencintaiku dan aku juga mencintainya....

dan hal itu bukan hal yang penting baginya " lanjut Zalina lagi, kemudian ia memutar tubuhnya dan berniat melangkah meninggalkan Alex.

Tapi baru satu langkah ia melangkah, Alex mencekal lengan Zalina dan menghentak lengan Zalina hingga gadis itu kembali mendekat kepadanya.

" jangan katakan kau juga melakukan itu dengannya....." ucap Alex dengan suara bergetar. Tanpa sadar...

Alex mencengkeram kuat lengan Zalina.

1
Lina Febriyanti
menarik
Amilawati
menyesal bacahya zalian di buang di rendahkan serendahnya tpw nanti dia nikah juga SM Alex malah hamil anak Alex,sejak awal dia murahan masa karangter utamanya muarahn tdn bermoral lagi👎
tris tanto
lha buktinya 10th lu gk sm alin lu udh nikah terlepas itu perjodohan ato apaun secara sadar lu yg pilih kan
Paon Nini
sinting.... sekali manusia suka gelap celup itu akan jadi kebiasaan. kasihan sekali aku dengan pemikiran dia yang kayak gini
Paon Nini
ortunya zalina tau g sih alasan kenapa mereka pacaran dan kenapa akhirnya mereka putus?
Paon Nini
aku tetep masih curiga kalau kado itu adalah test pack
Paon Nini
dia bukan orang baik dia bwhat btw
Paon Nini
pertanggungjawaban? saat kamu ambil perawannya dia juga kamu harus tanggung jawab bodoh, bukan saat dia hamil doang
Paon Nini
semoga selingkuhannya dateng deh
Paon Nini
pret
Paon Nini
sllu bgt
Paon Nini
kalau bener ini marik circle alex emang patut di jauhi
Paon Nini
nah kan
Paon Nini
si narik ngak lagi hamilin anak orang juga kan?
Paon Nini
bicarain aja kalau udah kayak gini
Paon Nini
kan Arthur mau tanggung jawab kecuali dia lepas tanggung jawab baru kalain malu. lagian emang si zoya ini banyak mau ya gunj jadinya
Paon Nini
ya harunya si alex ngeh jika dia ngak pernah having sex sama zoya terus zoya baru nikah 7 bulan udah lahiran kalain bisa kroscek dong
Paon Nini
harusnya km berlutut minta maaf jika perlu lex
Paon Nini
dia tau ternyata
Paon Nini
oh astaga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!