NovelToon NovelToon
Hallo, Mas Sersan

Hallo, Mas Sersan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naylest

Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.

Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___

"Hallo, Mas Sersan"

Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Menemui Komandan Fahmi.

"Sersan Arga, di panggil Komandan Fahmi."

Arga yang sedang mengenakan sepatu, menoleh ke belakang, saat seseorang menyampaikan perintah kepadanya.

"Saya akan datang." Jawab Arga, lalu kembali mengenakan sepatunya.

"Siap!" Jawab Jaya.

Jaya pergi, meninggalkan Arga yang terlihat melamun. Entah urusan apa lagi Komandan Fahmi memanggil dirinya. Masalah kemarin saja belum selesai, sekarang sepertinya akan menambah masalah baru atau melanjutkan membahas masalah kemarin. Sersan Arga pun tidak tahu.

"Sabar. Semoga cepat selesai urusan kalian." Ucap Diki, sambil menepuk pundak Arga.

"Saya permisi,"

Arga berlalu dari hadapan Diki, menuju ruang Komandan Fahmi yang sedang duduk menunggu dirinya. Kali ini Arga harus menyelesaikan masalah yang terjadi antara Komandan Fahmi dan juga dirinya. Ia tidak ingin, masalah yang terjadi antara dirinya dan juga sang Komandan berlarut terus menerus.

Tok tok tok.

"Masuk."

Klek.

Arga membuka pintu, dan terlihat di sana Komandan Fahmi sedang duduk di kursinya dan sedang menatap ke arahnya.

"Duduk." Titah Komandan Fahmi.

Dan Arga pun menuruti perintah dari Komandan Fahmi. Ia duduk di hadapan Komandan Fahmi yang terhalang meja.

"Apa kamu sudah memikirkan permintaan saya?" Tanya Komandan Fahmi.

"Keputusan saya sudah bulat." Jawab Arga datar.

Komandan Fahmi mengepalkan tangannya di bawah meja. Lagi-lagi Arga menolah perintah dari nya.

"Apa kau tidak ingin naik jabatan?"

"Dengan cara seperti itu?" Jawab Arga.

"Apa kamu menolak?"

"Ya. Cara seperti itu, tidak akan berkah."

Komandan Fahmi semakin mengepalkan tangannya. Entah dengan cara apa lagi ia membujuk Sersan Arga, agar mau menjadi menantunya.

"Apapun yang kamu mau, makan saya turuti. Yang penting kamu mau menikahi putriku." Bujuk Komandan Fahmi lagi.

Srettt.

Sersan Arga berdiri dari duduknya. "Jika tidak ada yang ingin di bahas lagi, saya permisi." Ucapnya, lalu berjalan menuju pintu.

"Arga."

Sersan Arga mengentikan langkahnya tanpa menoleh.

"Bersiaplah, karena kamu akan di tugaskan di daerah terpencil yang sangat jauh dari Kota ini."

"Siap laksanakan."

Setelah mengatakan itu, Sersan Arga pun keluar dari ruangan Komandan Fahmi. Sedangkan Komandan Fahmi meradang. Baru kali ini ada bawahannya yang berani menantang dan tidak menuruti perintah dari nya.

**

"Arga."

"Siap, Kapten." Hormat Arga.

Kapten Wira mendekatinya. "Apa yang terjadi antara kamu dan Komandan Fahmi?" Tanya Kapten Wira.

Arga menghela nafasnya, ternyata permasalah nya dengan Komandan Fahmi sudah terdengar di telinga Kapten Wira.

"Katakan, Nak." Ucap Kapten Wira sambil menepuk pundak Arga, karena Arga adalah anak buah yang sudah ia anggap anaknya sendiri.

"Komandan Fahmi ingin saya menikahi putrinya." Beritahu Arga.

"Yulia?"

"Hm,"

"Jadi karena itu?"

"Tidak hanya itu. Kemarin saya juga mengizinkan Prada Bani pulang, karena Ibu nya meninggal dan saya tidak izin sama beliau terlebih dahulu." Jawab Arga.

"Kalau untuk itu, saya juga menyalahkan kamu. Tapi saya tidak mentolerir soal pernikahan paksa itu. Lalu bagaimana sekarang?"

"Saya di pindah tugaskan di daerah terpencil yang jauh dari Kota."

"Kami belum membahas tentang ini. Jadi, jangan bersiap dulu. Masalah seperti ini harus di bahas dalam pertemuan bersama. Komandan Fahmi tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak, hanya karena marah sama kamu. Jam dua siang nanti, saya dan yang lain akan melakukan pertemuan dulu. Kamu handle kegiatan sore ini."

"Siap laksanakan, Kap."

**********

1
Mashiro Shiina
Thor, aku rindu banget sama ceritamu, please update secepatnya!
Naylest: Akan saya usahakan ya kak☺️
total 1 replies
Gwatan
Wah, gila sukses bikin aku ketagihan bacanya! (👍)
Naylest: Terima kasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!