NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:859
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Hello Kai!

...TOXICSERIES...

"Kai, apa yang paling menyakitkan dari mencintai sendirian?"

"Gaada"

Berbicara tentang persahabatan Sherra dan Kai yang sudah terjalin 10 tahun lamannya. keduanya selalu menjadi penguat dan teman cerita dikala banyaknya manusia tak bisa menerima suara mereka.

Pinggiran danau Mandala selalu menjadi tempat mereka untuk tertawa dan menangis bersama.

Pinggiran danau yang masih terselimuti pepohonan asri. 10 tahun lalu keduanya bertemu disini dengan baju sederhana dengan warna serupa. Putuh lusuh.

Keduanya pertama kali bertemu dan langsung bermain bersama dikala kedua ibu mereka saling mengadu nasib di sebuah kursi kayu hitam yang langsung menghadap ke danau.

Tempat istimewa. Walau tak banyak orang tau namun berhasil menjadi satu satunya tepat wisata menakjubkan dimana Sherra dan Kai bisa berlarian seperti anak lain di taman bermain.

Dulu, keduanya jauh dari cukup. Bahkan terkadang saling membantu sama lain. Baik mama dinda dan Bunda kirana masing masing saling membahu untuk hidup. Sampai saah satu diantaranya pergi.

Kai mengerti, arti kehilangan segalanya. Itulah mengapa saat ia di bawa pergi ke Australia oleh sang ayah. Kai merasa tak terima. Karena harus meninggalkan satu satunya hal berharga miliknya.

Dan kini. Saat ia kembali, ia malah harus menerima sebuah kenyataan jika Sherra jatuh hati. Pada seseorang yang tak bisa dimiliki.

"Gimana kamu sama Jeff?" Sherra menggeleng.

"Udah gaada harapan" balasnya menatap danau, menikmati semilir angin yang menerbangkan surai coklatnya.

"Jeff jahat Kai. Dia bahkan jauh lebih jahat dari yang aku pikirkan" lanjut gadis itu pilu. Kai hanya sanggup memandang sendu kemudian menarik kepala gadis itu ke pundaknya.

"Dia nyakitin kamu lagi, hm?"Tanya Kai mengecupi kening sahabatnya.

"Selalu. Bahkan setelah aku memutuskan untuk pergi dia malah kembali datang ke hadapan aku lagi" Curhat Sherra. Gadis itu memeluk lututnya. Menikmati usapan Kai pada surai panjangnya.

"Kai,"

"Hm?"

"Jeff bilang aku murahan, dan aku gak pantes untuk laki laki manapun. Apa aku seburuk itu Kai?" Kai menggelengkan kepalanya.

"Justru dia yang gak pantes buat kamu" Balas lelaki itu.

"Dia gak pantes dapetin perempuan secantik dan sebaik kamu. Sekalipun di masa depan dia meminta kamu kembali dengan tulus." Sherra menatap Kai dalam. Lelaki itu selalu berhasil menghalau perasaan tak pantas dalam dirinya.

Kai selalu berhasil menarik Sherra dari lautan luka dan rasa sakit sampai ia bisa menghela nafas panjang tanpa rasa sesak yang memenuhi dada.

"Jadi jangan khawatir, tuhan lebih tau kapan dia harus menderita dan kamu akan bahagia" Sherra menganggukkan kepalanya. Kai benar, ia hanya perlu menunggu. Karena pada dasarnya, penjahat takkan hidup tenang selamanya.

...TOXICSERIES...

CKLEK.

"BAGUS ANAK KESAYANGAN BARU PULANG"

Kai yang baru saja membuka pintu utama langsung disambut oleh teriakan dari arah tangga dimana Jena sudah berdiri disana dengan angkuhnya.

"Kayaknya sekarang kamu udah mulai nyaman tinggal disini" Sindir Jena menuruni tangga sambil mengipas wajahnya. Kemudian mendekat kearah Kai yang masih berdiri di depan pintu.

"Abis ditransfer berapa kamu sama Jerome?" tukas Jena tak sopan. Seketika Kai dilanda kecanggungan. Lelaki itu menutup pintu utama lalu berdehem pelan sebelum menjawab pertanyaan ibu tirinya.

"Itu privacy tante. Papi gak ijinin Kai untuk sebut nominal uang Kai ke tante" Jena memasang wajah tak menyangka mendengar ucapan yang keluar dari anak selingkuhan suaminya itu.

"Oh jadi sekarang kamu udah mulai berani sama saya? Ah gapapa kalau kamu gak kasih tau. Biar saya tebak. Paling gak sampai satu juta kan?" tanya Jena dengan suara merendahkan. Hal justru membuat Kai tergelak.

"Papi gak pernah memberikan nominal sekecil itu Tante. Minimal 2 digit lah " Kai tersenyum puas melihat Jena yang menganga. Lelaki itu langsung melewati ibu tirinya kemudian berjalan menuju kamarnya sendiri.

Sebelum itu ia melewati kamar saudara tirinya yang sedikit terbuka menampakkan soaok lekaki itu yang tegah fokus pada laptopnya.

"Ngapain lo?!"Ketus Jeff dari dalam melihat Kai menatap kearahnya.

Kai langsung membuat Muka dan memasuki kamarnya sendiri. Sedangkan Jeff berjalan hendak menutup pintu sambil melirik kearah kamar saudara tirinya.

"Dasar gak jelas!" Cibirnya. Lalu menutup pintu dengan kasar.

...TOXICSERIES...

"Kamu harus tidur, udah dulu baca bukunya"

Sherra tersenyum kecil mendengar suara cerewet Kai. Sudah 2 jam lelaki itu menemaninya membaca buku sebelum tidur sambil sesekali berbincang ringan. Dan sepertinya sahabatnya itu sudah tak bisa menahan kantuk lagi dan ya.... Ujung ujungnya akan menyuruh Sherra untuk tidur.

"Kan aku udah bilang dari tadi, aku belum ngantuk. Kalau kamu mau tidur ya tidur duluan aja, matiin telponnya. Aku masih pingin baca buku, lagi seru soalnya" terdengar decakan dari sebrang sana.

"Please Sher... Besok sekolah"

^^^"Emang siapa yang bilang besok libur?"^^^

"Sher... Jangan bercanda"

^^^"Siapa yang lagi bercanda? Orang daritadi aku serius" ^^^

"Arghh Sher... Ayo dong tidur"

^^^"Duluan aja kenapa sih? Ribet banget"^^^

Kai itu anaknya manja. Apalagi jika sudah menyangkut tentang Sherra dan kegiatan gadis itu yang diluar nalar. Kai akan mengeluarkan jurus rengekannya agar Sherra menuruti keinginannya walaupun pada akhirnya akan kalah karena kekeras kepalaan gadis itu.

Telpon masih menyala namun tak terdengar lagi suara dari sebrang sana. Beberapa saat kemudian terdengar suara dengkuran halus yang membuat Sherra terkekeh.

Sudah ia duga. Kai pasti ketiduran.

"Kebiasaan" Gumam gadis itu.

"Mimpi indah ya Kai makasih udah selalu jadi perisai untuk Sherra" setelah mengucapkan itu Sherra menutup telponnya ia pun mulai menutup buku dan menarik selimutnya hingga dada. Ikut terjun ke alam mimpi.

...TOXICSERIES...

Hari senin sudah pasti menjadi mimpi buruk para murid SMABARA. Selain karena ada upacara bendera, hari senin sudah pasti Razia. Dan anak Pasbara sudah menyiapkan diri untuk berbaris di barisan belakang sambil saling mengecek seragam masing masing.

Contoh saja Jojo yang sudah kelimpungan karena tak memakai sabuk dan dasi. Orion yang pasrah karena tak membawa topi. Bara yang salah seragam dan Jeff yang tak memakai jas Almamater.

Sudah pasti keempat manusia itu takkan lolos dari Hukuman Guru BK.

Satu satunya yang terlihat rapi hanyalah Shakka. Bahkan lelaki itu berada di barisan depan menjadi pasukan upacara.

Jeff mendengus sambil mengusap ngusap wajahnya kasar. Matanya masih mengantuk padahal belum ada setengah acara terlewati. Lelaki itu berjongkok membuat keempat atensi kawannya langsung mengarah padanya.

"Heh dongo bangun! Lo mau ketauan si Botak?!" Tegur Orion.

"Tau tuh! Si Botak udah ngeliatin kita dari tadi"

Pa Botak adalah guru BK terkiller yang ada di Smabara. Tak tanggung tanggung guru galak itu bisa memberi hukuman yang sangat ekstrem. Seperti menyapu dedaunan kering dilapangan menggunakan sapu lidi 3 biji atau mengepel koridor dengan tissue basah.

Selain itu yang paling terkenal adalah keputusannya untuk memberi surat peringatan hanya karena tak menaati peraturan. Sudah dipastikan orang tua mereka di panggil dan yang bersangkutan akan dimarahi orang tua mereka sendiri disekolah.

Sudah dapat SP kena omel pula! Jeff pernah mengalaminya tahun lalu. Saat ia masuk kesiangan dan membentak guru berkepala botak itu hingga ya... Akhirnya Mami terpaksa kesekolah dan semuanya terjadi begitu saja.

Jeff kapok. Karena setelah kejadian itu motornya disita satu minggu membuat Jeff harus selalu nebeng Jojo untuk pulang dan pergi kesekolah. Jika tak mau menaiki angkutan umum kota.

Lelaki itu berdecak kesal kembali bangkit berdiri saat dirasa kakinya pegal kelamaan jongkok. Netranya memutar kesekeliling lapangan lebih tepatnya ke barisan perempuan.

Dimana disana, di barisan paling belakang terlihat gadis dengan surai coklat lengkap dengan topi dikepalanya tengah berbincang ringan dengan Mona.

Sherra. Gadis itu terkekeh cekikikan, tak bisa menahan tawanya mendengar Mona yang berbicara dengan mimik wajah menggelikan.

"SHERRA ADARA!" Gadis itu membalikkan tubuhnya sedangkan Mona dan Zara kembali menatap kedepan.

"Ngobrol terus kamu!" Tegur Pa Botak menggeplak kaki Sherra dengan rotan yang dia bawa membuat Sherra meringis sambil cengengesan.

"Maap Pa. Kirain gaada bapa"

"Maaf maaf! Belum lebaran! Cepet lihat kedepan! Hargai yang upacara!" Sherra mengangkat tangannya hormat kemudian berbalik kedepan. Namun sebelum itu, netranya bertabrakan dengan netra Jeff yang tak sengaja menatapnya.

Seperkian detik kemudian Sherra memutus kontak mata mereka.

Tanpa Jeff sadari pa botak sudah berada di sampingnya. Melirik atribut mereka dari atas hingga bawah.

"HEH!! SETELAH UPACARA SAYA TUNGGU KALIAN DI KANTOR!"

Bentakan Pa botak yang berhasil menemukan mereka tak ada apa apanya dengan tatapan Sherra yang begitu asing padanya.

...TOXICSERIES...

"Balik nanti kita nongkrong dulu gimana?"

"Boleh, di cafe cempaka aja gimana?"

"Eh tapi gue punya rekomendasi cafe baru"

"Dimana?"

"Cafe Aesthetic"

Sebelum masuk kelas Sherra dan teman temannya pasti akan melipir ke kantin sebentar untuk membeli menum dan cemilan setelah itu baru duduk di bangku masing masing untuk mengerjakan tugas yang belum selesai.

"Emangnya lo udah pernah kesana?"Sherra mengangguk mendengar pertanyaan Mona.

"Beberapa hari lalu sama Kai"

"Kai? Cowo Smanjaya yang suka anter jemput lo itu kan?" Tebak Zara. Sherra mengangguk.

"Iya, dia" Mona meletakkan sikunya dibahu Sherrra yang memang lebih pendek darinya.

"Wihh kayaknya cepet banget nih move on"Sherra tertawa.

"Kayanya lo berdua salah paham deh" keduanya menatap Sherra penasaran. Gadis itu menghela nafas pelan lalu mulai bercerita.

"Gue sama Kai itu cuman sahabat"

"Hah?? Masa sihh?"

"Gila!! Gak terima gue kalo lo berdua cuman sahabatan! Si Kai setiap ngejemput lo keliatan banget perhatiannya"

"Bener tuh. Dia juga suka nelponin lo setiap jam istirahat cuman buat ngingetin lo makan kan?"

"iya sih. Tapi wajar lah orang kita sahabatan udah dari kecil juga"

"Tapi kalian berdua itu terlalu sweet tau ya gak, Mon?"

Ketiganya berbincang perihal Helmi Kairav yang akhir akhir ini menggemparkan SMABARA karena kedatangannya untuk menemui Sherra Adara. Setelah rumor gadis itu menjauh dari Jeff meluas.

Tanpa mereka sadari. Jeff keluar dari balik dinding kamar mandi setelah mendengar pembicaraan mereka. Setengah hatinya merasa tak terima kala Sherra bercerita dengan bahagia perihal sahabat kecil. Yang Jeff tau orangnya.

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!