Allena , zevan,sean dan Neo bersahabat sejak bayi hingga umur masa remaja, ke empat nya erat bak perangko yang kemana saja selalu ber empat.
mampu kah mereka melewati semua ujian yang menerpa persahabatan mereka? atau mampu kah mereka melawan gejolak rasa yang semakin lama semakin tumbuh.
see you ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon epayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rumah sakit
Plakk
ayah menampar kencang pipi sam ,"ayah kecewa nak sama kamu,"
"ya, bela saja terus dia , dia anak kesayangan papa , dan aku nggak , jelas jelas dia anak pelacur." sentak Sam , mengusap kasar pipinya ,
ayah Sean memejamkan matanya menahan gejolak di dalam dadanya , dua dua nya pura nya putra yang ia cintai dan sayangi ,
"stop mengatakan bunda kamu pelacur sam, bunda wanita baik baik , ayah menikahi bunda setelah perceraian dengan mama kamu,"tekan ayah , mencoba menjelaskan kepada putranya ,
" o ya , bukan nya papa menemukan dia di bar, waaah hebat sekali" Sam bertepuk tangan, berjalan keluar meninggalkan kegaduhan yang ia buat ,
"Sam obati dulu luka kamu nak" teriak bunda kencang ,
"urusi saja putra dan suami anda pelacur,"membanting pintu kencang ,
Allena terkejut , ia menepuk pipi panas Sean ,
"Sean bangun , jangan bikin gue takut Sean," ucapnya , air matanya mengenai pipi sean,
"ayo bawa Sean ke rumah sakit , ayah dapat kabar dari kepala sekolah kalo kamu sama Sean pulang karna Sean demam betul Allena?" tanya ayah berjongkok di depan Allena juga Sean dan bunda ,
"iyaa ayah,"gemetar Allena menjawab , masih takut.
"maafin Kaka sam ya Allena ,"ucap bunda , mengusap air matanya ,menatap sendu ke arah Allena ,
Allena mengangguk "Sean lebih penting Bun , ayo bawa dia," ucap Allena , berusaha tegar , ayah membopong tubuh Sean ,memasukkannya ke dalam mobil ,meninggalkan kekacauan rumah begitu saja.
Mobil melaju begitu cepat , Allena terus mengusap wajah Sean yanga dan di pangkuannya ,
satu tangannya menahan luka di punggung Sean , darahnya masih mengalir membasahi seragam sekolahnya.
"Allena maafin bunda sayang," ucap bunda di kursi depan ,
"iya Bun ,nggak papa ko," jawab Allena tak enak hati ikut menyaksikan keributan keluarga Sean.
"kamu harus tetap di samping Sean , bunda titip Sean ke kamu lea," ucap bunda , Allena mengangguk ,"iya Bun," jawabnya .
Mobil berhenti di loby rumh sakit , ayah datang mendorong brankar di bantu petugas rumah sakit ,
" tolong hati hati " ucap Allena tidak melepaskan genggaman tangan Sean. Ia ikut berlari mendorong brankar nya.
"tolong tunggu di luar ya dek," ucap suster menghalangi jalan Allena ,
Allena pasrah duduk di depan ruang IGD , bunda datang mengejar ,
"Sean , anak bunda kamu harus kuat nak," lirih bunda memeluk Allena ,
ayah Sean masih mengurus surat administrasi, dan datang setelahnya.
"Allena , ayah minta maaf nak," ayah Sean berjongkok di hadapan Allena ,
"iya ayah,"jawab Allena lirih ,
"ayah merasa gagal mendidik anak anak ayah lea, Sam sangat keras kepala berbagai bukti sudah ayah tunjukan tapi ia enggan percaya , otak nya sudah tercemari hasutan mamanya, sekali lagi ayah minta maaf ," lirih ayah Sean ,
Allena mengangguk , dan ayah Sean duduk di samping bunda menunggu dokter keluar ruangan.
Ayah Sean takut mental Allena terganggu saat melihat perkelahian kedua putra nya , apa lagi kata kata sam yang tak pantas Allena dengar.
Mami Allena , bunda Sean , mama zevan dan momy Neo ,memang bersahabat sejak kecil sama seperti mereka , makanya ke empat ayah mereka pun ikut bersahabat, bahkan tali persahabatan sangat kencang sudah seperti saudara kandung masing masing.
"keluarga Sean" dokter keluar ruangan,
"iya dok , saya ayahnya" seru ayah Sean, berdiri cemas menanti kabar dari dokter.
"sukurnya tidak ada Luka yang serius , luka di punggung nya hanya sedikit dan demam nya sudah mulai menurun, pasien akan kami pindahkan ke ruang inap ya pak Bu."jelas dokter ,
Allena bernafas lega , untung lah Sean tidak apa apa ,
ponselnya berbunyi , sudah pukul 1 siang ,Neo yang menelponnya .
"ya hallo Neo," Allena mengangkat panggilannya.
"di mana le, kita udah di depan rumah Sean tapi gak ada orang," tanya Neo heran,
"di rumah sakit , tolong ambilin baju ganti gue Neo di kamar ya plisss z baju gue banyak darah nya," pinta Allena , baju nya berlumuran darah ,
"whatt siapa yang berdarah Ale , Lo baik baik aja kan , serlok gue kesitu sekarang." pekik Neo menutup panggilannya sepihak ,
"kenapa,?"Zee jantung zevan berdegup kencang,
Neo menatap cemas ke arah zevan,
"Allena di rumah sakit , dia minta bawain baju ganti, seragam nya kotor sama darah , hayu buruan ah elah," sentak Neo , zevan masih melamun mencerna omongan neo,
"ayo , buruan " tepuk zevan saat sudah konek, ikut panik Allena kenapa Napa,.
Keduanya meninggalkan sekolah ,menggunakan mobil Allena menuju rumah sakit.
Karna malas kalo balik lagi ke rumah mereka membeli baju ganti saja untuk Allena.
Allena, bunda dan ayah, mengikuti kemana di bawanya Sean , dan ikut masuk saat ruang rawat untuk Sean,
"pasien Masih dalam pengaruh obat, nanti akan terbangun dengan sendirinya , mohon terus dampingi ya pak buk, kami pamit permisi,"ucap suster , meninggalkan ruangan Sean.
"Allena mau pulang atau bagaimana?" tanya ayah , duduk di sopa , bunda ikut duduk di samping nya , Allena masih berdiri di samping brankar Sean, menatap Sean yang terlihat pucat.
"nanti Neo sama zevan kesini yah, mereka lagi di jalan ." jawab Allena , menarik kursi dan duduk ,
Jemari nya menyentuh pelan pipi putih Sean ,
"sakit banget jadi Lo Sean, gue jadi bersyukur gak punya sodara." ungkapnya dalam hati,
tok tok tok
"permisi" ucap Neo mengetuk pintu dari luar ,
ayah yang mendengar suara Neo , membuka kan pintunya ,
"loh ayah, "tunjuk zevan ,tangan satunya menenteng paper bag ,
di tangan Neo juga membawa satu plastik berukuran sedang entah apa isinya.
"iya , ayo masuk." ajaknya
ayah masuk lebih dulu di ikuti Neo dan zevan ,
"Sean" lirih Neo dan zevan , menatap ke arah ranjang ada Sean yang masih tertidur dan allena yang menaruh kepalanya di samping Sean,
"kenapa ini ayah? , tadi Sean cuma demam di sekolah , dan lagi kenapa baju Allena ada bercak darahnya?" berondong zevan , menatap ayah dan bunda serius,
"Sean brantem sama kakak nya, punggungnya di lempar vas bunga," bunda menghela nafas ,
Neo berjalan menghampiri Allena ,
mengusap pelan puncak kepalanya , Allena pasti kelelahan , niat mereka pulang untuk ber istirahat malah berujung di rumah sakit.
"Ale," kecil sekali Suara Neo, ia berjongkok di samping Allena ,
"mmm"menggeliat kecil, Allena ketiduran tadi ,
"loh Neo udah Dateng, " cicitnya tersenyum membalikan wajahnya menghadap Neo.
"he em, bangun , mandi ganti baju , gue udah bawa apa yang Lo pesen." ucapnya , melihat baju Allena yang banyak sekali terkena percikan darah.
Zevan mendekat , "ayo"ajaknya , "biar Neo yang jagain Sean , " sambung nya.
Neo mengangguk mencium pelan kepala Allena , sebelum Allena berjalan ke arah zevan,
ayah dan bunda yang melihat itu tersenyum hangat , persahabatan mereka ternyata lebih dari sekedar sahabat.
"mereka saling melengkapi Bun" gumam ayah ,
"iya ,lucu ya , Sean kita jadi nggak terlalu kesepian,"jawab bunda mengusap air di sudut matanya,
zevan mengantar Allena masuk ke dalam toilet , mata jeli nya menatap sekeliling seakan takut Allena ada yang melihat.
"mandi , gue tunggu di depan pintu , ini baju sama alat alat yang Lo butuhin." menyerahkan paper bag berukuran sedang .
"okey" jawab Allena , jemari nya membuka satu persatu kancing seragam sekolahnya ,
"sana"usir Allean ,saat zevan masih berdiri mematung melihat nya.
"iya , sini dulu," zevan menarik pinggang Allena , membuat jarak keduanya berdekatan.
Bisa Allena rasakan nafas zevan , harum tubuh zevan. "apa?" tanya Allena saat zevan hanya diam menatapnya.
Cup
mencium bibir pink Allena,
"lucu" ucap nya dan pergi meninggalkan Allena sendirian.
Allena diam mematung menyentuh bibir nya yang masih terasa bibir lembut zevan,
****
mau juga di cium zevan aaa 🤭
see you ❤️
Salam dari zevan🫶
sampai 3x aku baca dri awal sampai tamat gk ada bosen nya ceritanya,seruuuu.....pokoknya👍😍
awas neo sama sean ikut penasaran juga rasanya🤭
lanjut thor 👍
jngn bosen up..up...trus
semangat💪