Kisah ini masih belum banyak di revisi. Masih amburadul apa adanya seperti dulu. Sudah mulai konsisten di bab. 82 ya.... semoga dapat mengambil hikmah dari kisah ini.
Seorang gadis biasa yang di temukan oleh sepasang Kakek Nenek di emperan toko ketika hujan. Yang mereka beri nama Vera Kania Putri. Telah tumbuh menjadi sosok gadis yang tangguh, baik hati, pekerja keras. Mendambakan cinta dari seorang guru magang bernama Fatih, namun harus rela kehilangan cintanya karena ditinggal untuk selama-lamanya dan ia harus menikah dengan kakak yang di cintainya bernama Rey, dan cinta mereka akan terus berlanjut ketika badai memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 10
Malam itu pertama kalinya Kania tidur di kasur yang sangat empuk dan nyaman, ruangan ber AC dan sangatlah nyaman.
Di rumah Rey, Rey masih saja memikirkan gadis bernama Vera aka Kania itu, entah kenapa tapi Kania selalu ada dalam bayangan matanya.
"Rey, belum tidur nak? " Tanya Nia (Mamanya Rey)
"Belum Ma, ada apa?" Kata Rey.
"Bagaimana jantung kamu?" Tanya Nia.
"Kenapa harus Fatih sih Ma, aku memang tidak menyukai keberadaan Fatih, tapi aku juga tidak tega jika jantungnya di donorin ke aku Ma" Kata Rey.
"Itu permintaan Fatih yang terakhir nak, dan ini. Hp dan surat dari Fatih. Kamu akan menemukan jawaban, ketika jantung kamu tiba tiba berdetak kencang" Kata Nia memberi Rey sebuah surat, buku harian Fatih dan hpnya.
"Ma, Rey boleh nanya gak? " Tanya Rey.
"Iya sayang? " Kata Nia.
"Gadis cilik, eh maksudnya Vera atau Kania itu, siapa sih? Gini lho, setiap ada dia, jantung ini itu berdegup sangat kencang, dan saat aku bersentuhan dengan dia, kayak ada sesuatu gitu" Kata Rey.
"Baca surat dan diary Fatih aja yaa, selamat malam dan selamat istirahat " Kata Nia meninggalkan kamar Rey menahan air matanya.
Nia tidak tahan menahan air matanya, ia teringat akan Fatih. Anak kesayangannya yang telah lama di singkirkan oleh Rey dari hadapannya. Rey sangat membenci Fatih, karena Rey beranggapan. Fatihlah penyebab Papanya meninggal.
Rey membuka dan membaca surat dari Fatih.
*Hay Kak,
Pas baca surat ini, Kakak udah gak bisa lihat aku. Maafin aku ya Kak, Aku merebut Papa dari Kakak. Tapi bukan aku penyebab kepergian Papa. Oh ya Kak, sebentar lagi, jantungku akan di pasang di dalam diri Kakak, Aku akan tetap selalu hidup bersama dengan Kakak. Jadi aku punya rahasia untuk Kakak jaga. Aku memiliki seorang wanita yang sangat aku cintai, dia muridku. Namanya Vera Kania Putri, kelas 2 SMA. Tolong jaga dia untukku ya Kak, Kau tak perlu mencintainya, cukup bahagiakan dia dan jaga dia untukku
Fatih. \*
Rey memang tidak bisa menangis, namun ia merasakan apa yang Fatih rasakan. Tangannya mengepal, dan bibirnya menahan emosi yang sangat dalam. Rey laki laki yang tak pernah jatuh cinta ke wanita lain, hanya satu wanita dalam hidupnya. Namun wanita itu telah melukai hati Rey, yang membuatnya tak ingin lagi mengenal cinta.
"Kania, dia ingin aku manggil dirinya dengan nama Kania" Gumam Rey.
Rey mulai mebaca semua diary Fatih, dan ia juga membuak Hp Fatih. Wallpaper nya adalah foto Fatih dan Kania saat sehari sebelum Fatih kecelakaan dan meninggal. Ia mencoba mencari nama Kania atau Vera itu, sulit menemukannya, karena tidak di save menggunakan namanya. Akhirnya setelah bingung, nomor Kania ketemu.
"Ini nomor anak kecil itu," Kata Rey.
"Jantung ini lagi, aku mengerti sekarang, karena cinta Fatih yang begitu besar kepada anak kecil ini, membuat jantungnya berdetak sangat kencang, ahh sungguh tak nyaman" Gumam Rey.
✳✳✳✳
Malam itu Rey tidak bisa tidur, fikiran dan bayangan matanya terus di hantui oleh wajah Kania. Akhirnya ia memutuskan untuk menelfon Kania malam itu.
Drtdrtdrttttt (handphone bergetar).
"Siapa ini? "Tanya Vera (Kania) yang sudah mengangkat telfon dari Rey.
Rey bingung dengan keadaannya sekarang, ia tak pernah sama sekali gugup ketika berbicara kepada perempuan. Namun dengan Kania, ia merasa susah akan mengatakan sesuatu.
"Hallo, ini siapa? jika masih tidak ada jawaban aku tutup yaa ganggu tau!!! " Kesal Kania.
"Ini aku Rer" Jawab Rey.
"Rey? Rey yang mana? Siapa? Aku tak punya teman bahkan peliharaan pun bernama Rey. Jika hanya menggangguku, aku tutup telfonmu" Kesal Kania.
"Aku Rey, Kakaknya Fatih!!!!! " Bentak Rey.
Ia tak menyangaka, jika Kania akan menyamakan dirinya dengan peliharaan. Rey sangat kesal dengan Kania.
"Dasar bocah, kalau gak karena Fatih, ogah gua" Gumam Rey.
Di kamar Kania kesal. sendiri, siapa yang tengah malam mengganggunya, ia juga harus memersiapakan untuk ujian besok, ia sudah seminggu tak masuk sekolah karena luka itu.
"Siapa sih tadi yang telfon. Dia bilang namannya Rey. Rey? Rey siapa?? Hah tunggu, jangan jangan..... " Pikiran Kania langsung mengarah ke Rey calon kakak iparnya. Kakak dari Fatih.
Ia langsung membayangkan, betapa akan marahnya Rey saat Kania bilang kalau ia menyamakan dengan peliharaan.
"Hey, kenapa aku harus takut? Siapa dia? Pacar bukan, suami bukan, ayah juga bukan. Bodo amat lah" Kata Kania.
"Tapi, bagaimana kalau dia bilang ke Kak Neta. Atau ke Oma? Aku bisa di giling sama Oma?!!. No!! aku akan mencegahnya, aki telfon balik dia," Sambung Kania dengan gaya paniknya yang lucu.
Kania menelfon Rey untuk memastikan lagi, kalau Rey yang menelfonnya tadi adalah Rey yang sama dengan Kakaknya Fatih dan calon Kakak Iparnya.
Namun telfon dari Kania tidak diangkat oleh Rey, sudah berkali-kali Kania menelfon namun tak juga Rey angkat. Akhirnya Kania berinisiatif mengirim pesan untuknya.
"Ini Om Rey yaa? Hehehe maaf ya Om, Kania gak tau kalau ini Om Rey calon suami Kak Neta. Sekali Kania minta maaf yaa"
15 menit berlalu, pesan Kania belum juga di balas oleh Rey, padahal Rey sudah membacanya. Kania mulai kesal, ia bersumpah tak ingin bertemu dengan laki-laki dingin dan nyebelin lagi seperti Rey.
Ketika Kania memutuskan untuk memejamkan mata, karena sudah setengah jam tidak ada balasan dari Rey. Tiba-tiba ada pesan masuk.
Kliingg..
"Tuhanku. Siapa lagi ini, kenapa semua orang menggangguku" Kesal Kania memeriksa handphone nya.
Ia terkejud dengan nomor yang tadi ngaku Rey membalas pesannya.
"Aih, koran? Kenapa nggak sekalian aja dia kirim email. Dasar orang tua!! " Kesal Kania semakin menjadi.
"Kania? kamu Kania/Vera mantan pacar Fatih kan? Adiknya Neta. Putri dari Om Rendra?. Dengar ya bocah nakal, aku sama sekali tak tertarik padamu. Tapi ini semua demi Fatih!! Demi Fatih, besok kamu harus temui aku. Atau aku akan menjemputmu di sekolah!! Jangan kemana mana setelah sekolah, atau kamu akan tau akibatnya bocah nakal!! Ingat dengan memanggilku Rey/Pria Tampan. Jangan memanggilku dengan sebutan Om. Aku tidak. menyukainya. Simpan nomorku. Besok aku hubungi kamu lagi. Selamat Malam!! "
Isi pesan berikut.
Kania kaget, kenapa ia harus menemui Rey? apa yang akan ia sampaikan kepadanya, dengan membawa nama Fatih. Kania tidak bisa menolaknya, karena Rey menggunakan nama Fatih untuk membuat janji.
"Apa aku harus menemuinya? Untuk apa? Tapi dia menggunakan nama Kak Fatih. Apa ada hal penting yang akan ia sampaikan mengenai Kak Fatih. Aku harus tunggu kabar darinya besok" Gumam Kania.
Kreseeekkkk...
Kania mendengar suara orang menginjak semak semak di luar, ia pun memeriksannya lewat jendela kamarnya. Nampak dari jauh, ia melihat sosok laki- laki yang tak asing baginya. Melompat dari kamar Neta.
"Kak Aldo? "
lanjutt thor🆙💖💪💪💪💪