Sebuah kenyataan hidup yang sangat pilu dan menyakitkan membuat sebagian orang mengalami kejadian trauma yang sulit dilupakan. Namun, tidak semua orang merasa bahagia menikmati hidupnya yang penuh luka yang membekas di hati mereka.
Kebahagiaan yang diimpikan telah sirna oleh kenyataan pahit yang mereka alami. Disini, akan dibahas dalam sebuah novel LUKAS yang akan menguras emosi dan air mata.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Jangan lewatkan update terbaru dari perjalanan kehidupan yang penuh pilu ini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Masa Lalu
Seketika Dimas mengingat kejadian 20 tahun yang lalu dimana Bayu dan Davina menjadi sepasang kekasih dulu.
Flashback On
"Hueeek…Hueeek. "
Perut Davina terasa mual beberapa hari ini. Padahal dia tidak memakan makanan pedas atau hal lainnya.
"Hueeek…Hueeek." Lagi dan lagi Davina muntah dan berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi di dalam perutnya. Tetapi, hanya air liur yang keluar serta air mata yang membuat Davina muda mengernyit keheranan.
"Sayang? Kamu kenapa? Kamu sakit? Lebih baik kita kerumah sakit ya?" cemas orang tua Davina yang melihat terus menerus mual.
"Tidak usah, Ma. Palingan hanya masuk angin saja," tolak Davina yang merasa yakin dirinya baik-baik saja.
Davina pun mencuci mulutnya dan keluar kamar mandi untuk bersiap-siap karena ada acara perayaan ulang tahun teman orang tuanya.
Baru beberapa langkah turun dari tangga, Davina mulai merasakan mual di perutnya dan berlari menuju kamar mandi terdekat.
"Hueeek…Hueeek." Davina tak kuasa menahan gejolak di perutnya yang terasa sakit dan tenggorokannya juga kering akibat muntah.
Mama Davina pun memijat tengkuk leher anaknya dari belakang agar membuatnya nyaman.
"Aduh, Mama, kok jadi khawatir Vin? Lebih baik kita periksa ke dokter saja ya? Biar papamu saja yang melanjutkan acara pesta itu," ujar mamanya berlari menemui suaminya di ruang tamu.
"Pa, Mama gak jadi ikut. Davina sakit dan muntah-muntah terus dari tadi. Ini Mama mau membawanya ke dokter keluarga kita." kata Mama Davina.
"Baiklah. Segera beritahu Papa bila terjadi sesuatu."
Mama Davina segera menghubungi dokter keluarga mereka yang kebetulan langsung diangkat oleh dokter tersebut. Lalu, Dokter itu pun menyanggupi karena memang dirinya sedang praktek di rumah sakit.
Satu jam kemudian, Davina dan mamanya tiba di rumah sakit. Mama Davina langsung menemui bagian resepsionis karena sudah janjian dengan Dokter keluarga mereka. Perawat tersebut langsung mempersilahkan keduanya masuk ke ruangan dokter itu.
Tok…tok…tok.
"Masuk."
"Selamat malam, Dok."
"Malam." Dokter tersebut langsung meminta Davina untuk berbaring guna pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah diperiksa, Dokter tersebut tersenyum senang bahwa ada kebahagiaan di dalam keluarga tersebut.
"Selamat Nyonya. Sebentar lagi, Anda akan menjadi seorang nenek. Nona Davina sedang hamil, usianya baru 2 minggu," ucap Dokter tersebut tersenyum seraya menulis resep vitamin.
Jederrr
Bak disambar petir, Mama Davina terkejut begitu juga dengan Davina.
"Apa, Dok. Hamil!"
"Iya. Nona Davina hamil. Selamat ya," ucap Dokter itu lagi memberi selamat pada Mama Davina.
Sedang Mama Davina, tampak tersenyum kecut diliputi amarah besar seraya melirik ke arah Davina yang bingung dan takut akan kemarahan papanya nanti.
Dokter tersebut menyerahkan resep kepada Mama Davina dan keduanya berpamitan keluar.
"Terimakasih, Dok."
Setelah mengambil resep di apotek, Davina ditarik dengan cepat oleh mamanya menuju mobil. Dirinya merasa tidak percaya dengan apa yang menimpa putrinya itu.
Mobil melaju dengan cepat meninggalkan rumah sakit itu. Davina ketakutan karena mobil yang dibawa mamanya melaju kecepatan diatas rata-rata.
Di dalam mobil, Davina merasa panas dan yakin akan mendapat pertanyaan siapa anak yang dikandungnya itu. "Siapa, yang menghamilimu!?" tanya Mama Davina tiba-tiba.
Davina terkejut dan menoleh ke arah mamanya. "Bayu, Ma." ucap Davina lirih, tetapi masih terdengar oleh mamanya. "Hubungi, Bayu. Sekarang!"
Davina dengan sigap, langsung mengambil ponsel di tas dan menghubungi Bayu. Namun, berkali-kali ponsel yang dihubungi tidak aktif. Davina tahu, Bayu baru saja berangkat ke luar negeri sebulan yang lalu karena kuliah. Tetapi, dirinya tidak menyangka bahwa dia akan hamil anak Bayi di usianya yang masih muda. Tentu saja dirinya senang, tapi tidak dengan orang tuanya.
"Tidak aktif, Ma."
"Bodoh."
Davina kaget akan lontaran perkataan mamanya yang dibilang bodoh. Dirinya, tak masalah asal ini anak dari Bayu. Tetapi, siapa yang akan menikahi gadis yang hamil diluar nikah. Davina mengumpat berkali-kali di dalam hatinya dan perkataan mamanya memang benar.
Sampai di kediaman rumahnya, Mama Davina membanting mobil itu dan segera menghubungi suaminya. Sedang Davina berjalan pelan masuk kerumah, bahwa dirinya merasa yakin akan mendapat omelan panjang dari keduanya.
Tak sampai 30 menit, papanya pulang setelah mendengar berita bahwa putrinya hamil dengan Bayu.
Plak
"Papa." Davina memegang pipinya yang merah karena ditampar oleh papanya sendiri.
"Kamu benar-benar bodoh. Kamu mau mencoreng nama baik keluarga kita, hah!" marah Papa Davina menatap tajam pada putrinya itu.
"Mau ditaruh dimana muka Papa, bila anak gadisnya hamil diluar nikah!"
"Tapi, Pa. Ini anak Mas Bayu. Aku hanya akan menikah dengannya. Tidak mau dengan orang lain." kata Davina berderai air mata menahan tamparan keras dari papanya.
"Mama. Hubungi keluarga Dimas. Kita akan menikahkan putri kita dengan Dimas." titah Papa Davina dan Davina terkejut akan perintah papanya itu.
Papa Davina tidak peduli dan Mama Davina hanya menuruti keinginan suaminya tanpa memikirkan perasaan putrinya itu.
Orang tua Davina tahu, bahwa Bayu dan Dimas adalah saudara. Mereka sudah mengenal baik keluarga itu. Tetapi, Bayu baru saja berangkat keluar negeri sebulan lalu. Yang pasti, Bayu tidak akan pulang dalam waktu dekat.
Setelah menghubungi keluarga Dimas. Mereka pun segera datang dan meminta bantuan keluarga itu untuk menikahkan putrinya dengan Dimas. Orang tua Dimas setuju saja karena ini adalah calon cucu mereka. Berbeda dengan Dimas yang awal melihat Davina, dirinya tidak tertarik sama sekali.
Tetapi ini karena permintaan orang tuanya, Dimas mau tidak mau pun harus menikahi Davina secepatnya. Walau sejak awal dirinya tidak menyukai gadis itu dan tidak tergoda oleh Davina yang manja.
Sebulan berlalu dengan cepat.
Pernikahan antara Dimas dan Davina pun berlangsung meriah walau hanya mengundang kerabat kerja dan saudara saja. Keduanya sekarang resmi sebagai suami istri di depan semua orang.
Malam hari pun tiba. Sebagai pengantin baru, Dimas dan Davina tampak canggung karena tidak ada rasa cinta diantara keduanya. Mereka hanya tidur saling membelakangi satu sama lain. Pikiran Davina hanya tertuju pada Bayu yang berada di luar negeri.
Selama menikah, Dimas sudah berusaha mencintai istrinya. Tetapi, usahanya selalu ditolak oleh Davina berkali-kali dan setiap hari ribut hal-hal sepele. Hingga Dimas pun merasa lelah dan selalu menyibukkan diri dengan bekerja.
Karena terlalu sibuk bekerja, Dimas terkejut saat mendapat pesan dari orang rumah bahwa istrinya itu kabur demi menyusul Bayu ke luar negeri. Dirinya tak menyangka, bahwa Davina nekat berbuat hal lebih jauh.
Di luar negeri, Davina dan Bayu telah bertemu. Dirinya menceritakan semua hal yang terjadi selama menikah dengan Dimas. Bayu awalnya merasa tidak terima kekasihnya menikah dengan kakaknya. Tetapi, Bayu juga berterima kasih dengan Dimas karena menyelamatkannya dari masalah yang sebenarnya Bayu belum siap untuk menikah. Akhirnya, Bayu memilih berpura-pura mencintai Davina yang selama ini dirinya hanya memanfaatkan kekayaan gadis itu.
Selama di luar negeri, Davina berdua di apartemen milik Bayu. Keduanya hidup layaknya sepasang suami istri. Hingga, kabar tersebut terdengar oleh Dimas yang meminta orang tersebut untuk memata-matai istrinya selama di luar negeri bersama Bayu.
Sampai beberapa minggu di luar negeri, Davina berkali-kali dihubungi oleh orang tua dan juga Dimas karena anaknya merindukannya.
lanjutin aja laaah 😎🤫🥺
heeeemmm mau alasan apalagi neeeh
yaakiiiiin neeeh 🫣🫣🏃🏃
ntar temen arisannya mengira jika Bayu lah suami Davina donk 👉👈
padahal sepasang kekasih itu akan seneng banget jika kekasihnya selalu berada di sampingnya
lha klo kamunya wafat, lalu yang menjaga Aqila siapa donk ???
eeeeiiiiitttssss tapi kamu kan masih terikat dengan pernikahan ya, lalu jaga Aqila gak bisa maksimal deeeh
kamu doa aja supaya Aqila selalu dalam lindungan Allah
aamiin ya rabbal alamiin
ternyata kena prank ama Kak Dina deeeeh
huuuuuuffttttt syukurlah jika itu semua hanya mimpi belaka
semula dirinya yang ingin membunuh Dimas eeeh ini malah dia sendiri yang wafat 👉👈
ada apa ini sebenarnya???
kenapa ada adegan tusuk menusuk seeeh....
Idul Adha kan masih lama tuuuh 🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃
dan Aqila yang sedang dalam posisi membawa pisau 😱😱😱😱
karena percuma aja, ikutan ajang kumpul-kumpul eeeh gak membawa pada kebaikan
kapan ya, Dimas akan mergoki Davina ama Bayu