NovelToon NovelToon
Cold Boy

Cold Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:393.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Annisa Nurhalizah

PROSES REVISI

Pertama kalinya gue mencintai orang sedalam ini sampai rasanya nggak mau buat tinggalin dia. Saking nggak maunya, sampai dia yang ninggalin gue.

Reo Mehputra Yagsa.

^^^

Aku menyukainya dari pandangan pertama sejak tiga tahun lamanya. Ketika dia peka dan kami resmi berpacaran, dia malah mengkhianatiku dan dekat dengan wanita lain. Aku menyesal telah mempercayainya.

Serira Ayunda Novi.

^^^

Kesalah pahaman yang mereka hadapi begitu panjangnya sampai kejujuran tersalurkan dari hati ke hati.

"Aku nggak mau kak Reo pergi."

"Gue nggak mau lo pergi."

Teriakan hati mereka masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Nurhalizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan

Reo terdiam. Ririn yang ada di hadapannya mendekati Reo dan menatapnya dalam.

"Sebenernya apa sih tujuan kalian ganti - gantian kayak gini?" tanya Ririn dengan serius. Reo menatap balik Ririn.

"Gue cuman aneh aja, kenapa kalian selalu ganti identitas kalian di saat kelas Ipa 7 dapet ujian?" tanya Ririn sekali lagi, namun Reo tidak menjawab.

"Lo berfikirnya cuman orang tua lo kan? Yang bisa ngebedain lo?" Ririn terkekeh sebentar, lalu melanjutkan kata-katanya.

"Gue bisa ngebedain kalian." Jelas Ririn membuat Reo sedikit tersentak.

"Dari mana lo bisa ngebedain kita?" tanya Reo meminta penjelasan.

"Mata kan?"

Reo terdiam.

"Mata lo hitam, dan Rio coklat. Iya kan?" Jawab Ririn dengan penuh percaya diri.

"Kenapa lo bisa tau?" tanya Reo sekali lagi. Ririn memutarkan matanya.

"Gue ini kenal kalian dari kecil. Apa salahnya gue bisa ngebedain kalian?"

Reo mengangguk.

"Sekarang jawab pertanyaan gue." Titah Ririn, Reo mengerutkan dahinya. "Kapan lo nanya?"

"Ck! Gue nanya kenapa lo selalu tukeran nama sama adik lo!" seru Ririn yang mulai kesal. Reo berfikir sejenak.

"Kalo gue jawab 'karena dia bodoh' lo percaya nggak?" tanya balik Reo.

"Nggak."

Reo mengangguk.

"Ini gue ngomong sama apa ya?" tanya Ririn didalam hati.

"Jadi selama ini yang pinter itu hanya lo?" tanya Ririn, Reo mengangguk jelas.

"Kalo ulangan kenaikan kelas?" tanya Ririn kembali.

"Biasanya pelajaran Ipa sama Ips beda. Ketika gue pelajaran biologi, pasti dia pelajaran fisika." Jelas Reo, Ririn menganggukkan kepalanya.

"Sekarang pun gitu?"

Reo mengangguk malas. Entah sudah berapa kali Ririn bertanya kepadanya membuat dia bosan sendiri.

"Lo balik lagi aja ke adik gue. Suruh dia pulang, tapi jangan sentuh dia!" tegas Reo lalu pergi berlalu begitu saja.

Ririn yang melihatnya sedikit kesal karena sikap dingin yang selalu ada didalam diri seorang Reo.

"Makin suka gue sama lo Re.., makin suka untuk membenci!"

^^^

Reo menghitung sebuah soal dikertas selembar yang telah di sediakan oleh guru Fisika. Ia kerjakan soal itu sebisanya, karena sebenernya ia pun tidak terlalu mahir Fisika. Tapi karena Rio, Reo harus mengerjakan semua itu.

"Rio!" bisik seseorang yang berada di samping Reo. Reo melirik namun diundang tawa oleh orang tersebut.

"Muka lo serius amat kayak lagi nyari uban!"

Reo memutar mata malasnya dan kembali keposisi awal untuk mengerjakan soal yang belum terselesaikan.

"Ehh! Ri, gue mau nanya!" bbisinya kembali. Reo melirik lagi.

"Nomer tiga!"

Reo pun bangkit dari duduknya.

"Kenapa Rio?" tanya guru yang sedang mengawas.

"Saya sudah selesai, Bu." Jawab Reo yang malah diundang tatapan benci dari seluruh siswa disana.

"Owh, sudah? Kemarikan Rio, biar ibu periksa." Titah guru tersebut. Reo mengangguk lalu berjalan ke meja guru dan memberikan lembaran jawabannya.

Ibu guru itu meneliti setiap angka yang Reo tulis. Pupil matanya bergerak kekiri kanan sampai akhirnya dia tersenyum.

"Bagus Rio! Kamu boleh istirahat, nilai kamu seratus!"

Reo mengangguk simpel dan langsung keluar dari kelas itu.

Terdengar suara bisikan setan yang sirik terhadap ke enceran otaknya.

Ia berjalan ke arah kantin dengan penampilannya seperti biasa. Tapi, itu malah membuat Reo semakin risih.

"Perasaan tadi kak Reo udah pulang deh!"

"Tapi kok itu mirip kak Reo ya? Lempeng banget kayak jalan tol!"

"Iya ih! Rambutnya juga berantakan! Kan kak Rio selalu pake pomed kalo ke sekolah!"

"Liat! Dari cara jalan aja sambil masukin tangan ke pesak. Fiks! Itu kak Reo!"

Reo terdiam, lalu melirik ke arah adik kelas yang sendari tadi membicarakan dirinya.

"Nggak usah ngusik hidup orang, lo pada nggak bakal dapet pahala!" sentak Reo yang membuat adik kelas itu ketakutan dan pergi dari sana begitu saja.

Reo memutarkan matanya malas.

"Kak Rio!"

Reo melirik ke arah seseorang yang memanggil adiknya. "Ini!"

Orang itu memberi kotak makanan ke arah Reo, Reo mengerutkan dahinya. "Ini apa?"

"Ini! Masa kak Rio lupa? Biasanya juga kan aku kasih ke kak Rio." Serunya.

Reo meneliti sebentar gadis yang ada dihadapannya itu dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sepertinyanya ia pernah melihatnya.

"Lo Serira?" tanya Reo memastikan.

"Ya ampun.. kok kak Rio nanya nama aku lagi? Kan biasanya juga kak Rio yang nyapa aku!" serunya kembali. Reo mengembangkan bibirnya. Mungkin itu pacarnya Rio?

"Ini kue buat kak Reo, jangan lupa di kasihin ya! Awas ketinggalan lagi! Ini udah ke sekian kalinya kak Rio lupa terus ngasih ke kak Reo! Jangan bilang kalo kak Rio makan kue nya lagi! Aku udah capek tahu bikin kue ini buat kak Reo! Gara-gara kak Rio, kak Reo belom peka sampai sekarang!"

Reo langsung terdiam sambil mengolah otaknya untuk berfikir lebih jernih dalam memproses semua kata-kata yang baru aja dilontarin oleh Serira yang baru Reo kenal beberapa hari lalu.

"Lo suka gue?"

Serira langsung membelakan matanya jelas.

"Aku nggak suka kak Rio! Aku sukannya kak Reo!" jawab Serira sedikit teriak.

"Eh, em, iya, lo suka Reo?"

Ekspresi sekarang, Serira jadi mengerutkan dahinya.

"Berarti emang bener ya, gosip yang aku denger tentang kak Rio yang bermetamorfosis menjadi kak Reo itu?"

Reo tersentak dan terdiam sendiri. Menatap sekeliling yang bisa dibilang ramai karena jam istirahat, melihat ke arah Reo sambil berbisik-bisik seolah mereka pun membicarakan hal yang sama seperti yang dibicarakan Serira.

"Kak! Kakak ini sebenernya siapa?" tanya Serira tegas. Reo melirik kembali ke arah Serira.

"Reo."

Mata Serira langsung membelak dengan jelas dan tidak lama wajahnya memerah, merah sekali, layaknya tomat matang.

"Muka lo kenapa merah?" tanya Reo sedikit panik.

"Aa--aduh.."

"Lo kenapa? Lo sakit? Alergi panas?" tanya Reo sedikit khawatir karena ketika ia tanya begitu wajahnya semakin memerah.

"Alergi panas?"

Reo mengangguk. "Tante gue kalo dingin muka nya pasti merah, tapi karena sekarang panas, mungkin lo alergi panas?"

Gadis itu berusaha nahan tawa yang sebenernya terlihat jelas di wajahnya yang merah. Ia menutup mulutnya untuk menyembunyikan semua itu.

"I--iya Kak, aku alergi panas." Jawab Serira asal.

"Kalo gitu lo balik ke kelas. Ntar muka lo nambah merah." Titah Reo.

"E--eh Kak, i--i--"

"Iya makasih." Reo langsung mengambil kotak makan Serira yang katanya berisi kue dan mendorong Serira pelan ke arah ruang kelasnya agar ia bisa cepat-cepat pergi kekelas. Tidak lama Serira pun pergi dari sana.

"Buat Kakak lo Ri?" tanya seseorang yang baru saja menepuk pundak Reo. Reo melirik ke arah belakang.

"Ya."

"Bilang ke kakak lo! Ada yang sukanya tulus nggak kayak cewek lain yang nekat nempel-nempel ke kakak lo! Bilang juga kalo kakak lo itu cinta pertamanya Serira!" jelas Leo panjang lebar.

"Kata siapa lo kakak gue cinta pertamanya?" tanya Reo meminta penjelasan.

"Ehh! Gue kan kakak nya ogeb! Ya pasti tahu lah!"

Reo sedikit terkejut dengab penjelasan Leo. Karena yang ia tahu, Leo itu adalah anak tunggal.

"Sejak kapan lo punya adek?"

"Sejak beberapa hari yang lalu sih. Gue juga baru tahu kalo si Rira itu adik gue. Bapak gue nikah lagi setelah cerai dulu dan baru ketemu lagi sama gue pas si Rira udah gede. Yaudah gue terima aja karena gue juga seneng punya adek, cewek lagi." Jelas Leo. Reo hanya mengangguk seolah mengerti dengan semua yang diceritakan oleh Leo.

"Kenapa adek lo nggak sama gue aja?"

1
Santi Nalia
kok papa putrà nggak jaga mama jesi ...katany sayang d cinta...wlaupun bnyk krjaan ya d tinggal aja dlu ..pa lg mama jesi sakit krna hamilll...
Elly Watty
nama tokoh cerita nya jgn mirip donk, pke ja nma yg mudah dibaca n familiar, ini da leo, rio, reo, ririn
Mama Zulan
oo
🍆yanti_apri🄷࿐🐊 ♛⃟⃝𓆊
Ok
Umriyah Purnawati Sholikhah
yg nangis itu bayi apa Tukul ya...?🤔kok eeaak eeaaak😁
Umriyah Purnawati Sholikhah
bingung
Otaaa
ijin promo ya thorrr

mampir yukk ke lapak aku ARASYA
Nurhaliza
maaf thor bahasanya kadang buat bingung
Triiyyaazz Ajuach
cakep bgt
Kurnia Herfiana Nia
hadeh...rada puyeng ya...Nama tokonya belibet semua pke huruf R😔😔
☘𝙽𝚊𝚍𝚒𝚊
apa sdh up thor
Annisa Nrh: Sudah tinggal di cek yaa Warm boy
total 1 replies
Mitha Anggraini
aku udah mampir kak
bagusss kak ceritanya👍
aku mampir ninggalin jejak sama like nya😊
mampir juga si karyaku yah
1. When i with you
2. Insaeng (인생) 😇
☘𝙽𝚊𝚍𝚒𝚊
cerita Rio sama Ririn gmn ya thor
Annisa Nrh: Sedang on going penulisan. Ditunggu yaaa
total 1 replies
🌱mas Bie🌱
makasih author......aku tunggu novel selanjutnya
shealand😂
aaa makasih loh kak aku tunggu novel selanjutnya dri novel ini hehe semangat ya kak nulisnya 😊😇
NAYLA MZ
akhir nya ada juga aku kira beneran udah tamat tapi walau pun aku mikir nya udah tamat tetap aku gak batal kan favorit nya biar kalo update ada pemberitahuan nya
NAYLA MZ: tapi sekarang beneran udah tamat haru beserta sedih 😭😭😢😭
total 1 replies
🅐︎🅡︎🅛︎🅘︎🅐︎
Semangat trs thor 🌹...
Bgus bgt cerita ny + kepo sy...
Tpi mama ny kok gitu ya, pa karna sifat anak nya yg beze,..
Ayra
tapi emang ya kalau cowok ganteng itu kebanyakan orang nya dingin dan sok jaim 🤔🤔🤔🤔
🅐︎🅡︎🅛︎🅘︎🅐︎
Kok ibu ny kek gitu sih, padahal kn dulu penuh dgn kasih sayang..
Nenden Nuranisa
authoorrr yang baik hati aku tunggu up extra part nyaa nihh , aku kasih banyak vote dehh cepet up tapi yahhh
kalau bisa season 2 nyaa yaahhh
aku kangen Reo rira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!