NovelToon NovelToon
Istri Terabai Tuan Sean

Istri Terabai Tuan Sean

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Tamat
Popularitas:755.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Sean terpaksa harus menikahi Sri, wanita kampung berkulit sawo matang, yang sama sekali bukan tipe-nya, akibat kesalahan satu malam yang secara tidak sengaja terjadi pada mereka. Perbedaan status, membuat Sri selalu mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari ibu mertua, bahkan dari suaminya sendiri.

Saran; Sebaiknya baca dulu cerita 'Kaki Gadis Palsu' karena cerita ini masih berkaitan dengan cerita di sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Sean menghembuskan napas berat. "Baiklah. Aku memilih bertanggung jawab. Tapi, ada syaratnya."

Ck! Gail berdecak sebal. "Di sini Sri adalah korbanmu, Sean. Masa iya kamu meminta syarat kepadanya?" ucap Gail dengan setengah kesal.

"Bukan itu maksudku, Gail. Begini, aku bersedia menikahi Sri, tapi dengan syarat pernikahan kami dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi. Aku butuh waktu, Gail! Aku butuh waktu untuk menjelaskannya kepada mommy. Kamu tahu sendiri 'kan bagaimana kondisi kesehatan mommy? Aku takut dia syok dan malah mempengaruhi kondisi kesehatannya," jelas Sean.

Gail menghembuskan napas berat. Apa yang dikatakan oleh Sean memang ada benarnya. Selama ini Nyonya Helena memiliki riwayat penyakit jantung dan Sean takut pernikahannya dengan Sri akan membuat sang mommy syok lalu mempengaruhi kesehatannya.

"Sekarang bagaimana, Sri? Semua keputusan ada di tanganmu," ucap Gail sembari menatap lekat gadis berambut ikal tersebut.

Sri tampak berpikir keras. Seandainya bukan karena kejadian memalukan itu, mungkin ia pun akan berpikir jutaan kali menikah dengan lelaki sekelas Sean. Terlebih Sri sadar bahwa perbedaan di antara mereka bagaimana bumi dan langit.

"Aku ... ikut saja, Tuan," sahut Sri dengan lirih.

"Serius, kamu bersedia menikah dengan Sean walaupun secara sembunyi-sembunyi?" Lea mencoba memastikan keputusan gadis itu.

Sri mengangguk pelan. Walaupun terlihat jelas keraguan di raut wajah pucatnya. "Ya, Mbak. Saya bersedia. Tapi ...."

Sri menghentikan ucapannya lalu menatap lelaki berdarah campuran itu dengan lekat.

"Tapi apa, Sri?" tanya Lea.

"Aku ingin pernikahan kami dilangsungkan di kampung kelahiranku, Mbak. Setidaknya dengan begitu, orang-orang di kampung tahu bahwa aku sudah menikah," tutur Sri dengan lirih.

"Bagaimana, Sean?" Gail melirik Sean.

"Ya, aku setuju!" sahut Sean dengan mantap.

"Nah, sebaiknya segera hubungi seluruh keluarga besarmu di kampung. Katakan kepada mereka bahwa kami akan datang melamarmu," ucap Lea.

"Baik, Mbak." Sri pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Setelah kesepakatan diraih, kini Sri terlihat sedikit lebih tenang. Setidaknya ia tidak perlu khawatir lagi dengan statusnya yang sudah tidak perawan karena Sean bersedia mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Bagaimana perasaanmu sekarang, Sri? Sudah agak mendingan?" Lea tersenyum sembari mengelus lembut pundak Sri yang masih duduk di sampingnya. Sementara Sean dan Gail sudah pergi dengan urusan mereka masing-masing.

"Sedikit lebih tenang, Mbak. Terima kasih," jawabnya sambil tersenyum kecil.

"Sama-sama, Sri."

"Jujur, aku tidak peduli bagaimana nasibku setelah pernikahan ini, Mbak. Jika seandainya tuan Sean meminta perceraian, maka aku pun akan menyetujuinya."

"Hush! Jangan bilang begitu, Sri. Tidak baik," sahut Lea. "Kita tidak tahu bagaimana nasib seseorang nantinya, Sri. Siapa tahu, setelah menikah Sean akan berubah lalu mencintaimu sama seperti Gail mencintaiku," lanjut, mencoba mengingatkan.

Sri tersenyum kecut. "Entahlah, aku merasa hal itu sangat mustahil."

Sementara itu.

"Sean, ada apa denganmu? Kamu ada masalah, ya?" tanya seorang wanita cantik berambut coklat yang sedang asik memperhatikan Sean.

"Ehm, aku baik-baik saja, Sayang. Aku hanya mengantuk karena tadi malam kurang tidur," jawab Sean sambil tersenyum kecut membalas tatapan kekasihnya itu .

Wanita bertubuh seksi itu tersenyum manja sembari meraih tangan Sean lalu menggenggamnya dengan erat. "Apa yang kamu pikirkan, Sean? Aku?"

"Selalu, Anya. Kamu akan selalu berada di pikiranku," jawabnya.

"Oh ya, hampir saja aku lupa mengatakan hal ini," lanjut Sean.

"Apa itu, Sayang?" Wanita itu menatap lekat Sean. Berharap sesuatu yang akan dikatakan oleh Sean adalah sebuah kabar bahagia.

"Mungkin sebentar lagi aku akan kembali ke negaraku. Ada sesuatu yang penting, yang harus aku kerjakan di sana," ucap Sean yang berhasil membuat wanita cantik bernama Anya Vanessa itu terlihat kecewa.

"Lalu bagaimana denganku?" rengek Anya sambil mengerucutkan bibirnya.

"Hanya sebentar saja, Anya. Jika seandainya bukanlah hal yang penting, mungkin aku tidak akan meninggalkanmu di sini," ucap Sean meyakinkan.

"Memangnya apa yang akan kamu lakukan di sana?" tanya Anya yang mulai penasaran.

"Ada sedikit masalah di perusahaan dan mommy memintaku untuk mengurusnya," sahut Sean bohong.

"Tapi kamu tenang saja, Anya. Aku berjanji akan kembali secepatnya," lanjut Sean, lalu mencium punggung tangan wanita cantik itu dengan penuh perasaan.

"Baiklah, Sayang. Aku pegang janjimu," sahut Anya.

Di antara banyaknya wanita yang menjalin hubungan dengannya, Anya adalah wanita pertama yang membuat Sean benar-benar jatuh cinta. Sean berniat serius dan ingin meresmikan hubungan mereka.

Namun, sayang impiannya harus kandas karena sebentar lagi Sean harus menikahi wanita lain. Wanita sederhana yang berasal dari kampung.

Jika Anya adalah wanita cantik berkulit putih mulus, tubuh tinggi semampai dan berasal dari keluarga yang cukup terpandang, berbanding terbalik dengan Sri–calon istrinya yang sederhana, berkulit sawo matang, tubuh mungil dan rambut hitam bergelombang. Sri benar-benar bukan tipikal cewek idaman Sean.

"Sayang," panggil wanita cantik itu.

"Ya?"

"Pernahkah terlintas di pikiranmu untuk membuat hubungan kita menjadi lebih serius, Sean?" tanya Anya sambil membelai lembut lengan Sean.

Sean menarik napas dalam lalu menghembuskannya kembali. "Jujur, aku ingin sekali melamarmu, Anya. Tapi tidak sekarang. Aku butuh waktu untuk meyakinkan mommy terlebih dahulu," jawab Sean.

"Hmmm." Anya kembali mengerucutkan bibirnya dengan manja. "Kenapa harus nanti sih, Sayang? Bukankah mommy memang menginginkan agar kamu secepatnya menikah?"

"Ya, itu memang benar. Tapi tetap saja, aku butuh waktu untuk mengatakannya sama mommy," jawab Sean.

...***...

1
Rahma Wati
ceritanya seru,tapi sayang kok tdk ada lanjutannya 😭😭
Rosnah Yusuf
bagus ceritanya ,terima kasih thor
Sri
koq bikin cerita baru yang lama ditinggal & yang parahnya kenapa dikasih tittle "end" padahal belum tamat
Suheni Unyu
kapan ini d lanjut kn lagi tor
Yulya
Luar biasa
keke global
othor terbit karya baru tp yg ini mbok selesaiin dulu
Yunerty Blessa
Makasih kak thor buat karya nya
teruslah berkarya dan sehat selalu😘😘
Yunerty Blessa
cerita nya sudah tamat ya..
Yunerty Blessa
𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁
Yunerty Blessa
𝗷𝗮𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗮𝘂 𝗔𝗻𝘆𝗮..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝘀𝘆𝗼𝗸 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗹𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗸𝗲 𝘀𝗮𝗹𝗼𝗻..
Yunerty Blessa
𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗦𝗿𝗶...𝗯𝗶𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹....
Yunerty Blessa
𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗦𝗿𝗶...𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹..
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗿𝗸𝗲𝗷𝘂𝘁 𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿 𝗻𝘆𝗮...𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗽𝘂𝗻 𝗸𝗮𝘂 𝘁𝗮𝗸 𝘀𝘂𝗸𝗮 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗦𝗿𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗻𝗮𝗸𝗺𝘂..
Yunerty Blessa
𝗷𝘂𝗷𝘂𝗿 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗦𝗿𝗶..
Yunerty Blessa
𝗸𝗮𝘂 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗮𝘂 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗮𝗱𝗮 𝗞𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘂...
Yunerty Blessa
𝘀𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗯𝗮𝘆𝗶 𝘁𝘂 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗸 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶
Yunerty Blessa
𝗯𝗼𝗱𝗼𝗵 𝗹𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗹𝗼 𝗸𝗮𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶....𝗔𝗻𝘆𝗮 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗽𝗲𝗻𝘆𝗮𝗸𝗶𝘁....𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗺𝘂 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗯𝘂𝘁𝗮..
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗴𝗮 𝗻𝘆𝗮 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗺𝘂 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗶𝘁𝘂....
Yunerty Blessa
𝘀𝗶𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗸𝗮𝘂 𝗦𝗲𝗮𝗻....𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿 𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗸𝗮𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶....𝗸𝗮𝘂 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗮𝗸 𝗺𝗮𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗸𝘂𝗶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!