NovelToon NovelToon
Alter Ego

Alter Ego

Status: tamat
Genre:Mafia / Obsesi / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:113.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vitanov

Dimitri Owen...terbangun dengan kenyataan kalau dia di tuduh sebagai pelaku kejahatan serius padahal ia tak pernah melakukannya...

Sejak hari itu..hidupnya berubah....menyadari bahwa ada sosok lain di dalam dirinya bernama Kenan Owen....yang hidupnya hanya mengincar seorang gadis bernama Arrabelle Beatrix, akankah sisi gelap itu mendapatkan keinginannya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan Aneh

Sejak kejadian rumahnya yang terbakar...Arra tak punya pilihan selain tinggal dirumah Dimitri, sambil menunggu kabar kerabatnya di luar negeri meski dia sedikit pesimis..mereka tidak akan menampungnya ia yang tidak memiliki apapun...hal itu cukup membuat Arra sedih dan putus asa..sementara dia menyadari ada sesuatu yang berbeda..sikap Dimitri sedikit aneh..tak ada senyuman ramah atau kata-kata lembut seperti sebelumnya...dia terlihat dingin dan sering memakai pakaian berwarna gelap padahal biasanya Dimitri akan bergonta ganti jas, kadang putih, biru, Navi....coklat dia selalu menghindari jas hitam namun kini Dimitri justru selalu memakai jas hitam..tak pernah berganti..style yang aneh..Dimitri yang sekarang menebar aura ketakutan dimanapun dia berada, para pelayan bahkan tidak berani bersantai jika Dimitri lewat..

Namun begitu sikapnya melunak pada Arrabell seorang..

''Jangan mengotori tangannmu Arrabell itu tugas pelayan..''

Suara dingin Dimitri membuat wajah sang pelayan menjadi pucat..ia buru-buru menundukan kepalanya dan menatap Arra yang memegang tangkai bunga..

''Aku sudah bilang nona..jangan melakukan pekerjaan ini tuan tak akan suka..''

''Tapi...aku baik-baik saja aku suka bunga..''

''Tapi nona bisa duduk disana tanpa mengotori tangan..'' sambung pelayan dengan wajah cemas..

Arrabell akhirnya menurut ia tak ingin pelayan ini dalam masalah..ketika Dimitri mendekat, ia sudah mencuci bersih tangannya dan tersenyum ke arah Dimitri..keduanya bertatapan...

''Apa kau tidak punya pekerjaan lain...''

''Tidak...aku baru pulang mengambil ijasahku aku bosan dan ingin membantu..''

''Tidak..kau tidak di ijinkan...''

Mata Dimitri menajam pada pelayan di belakang Arabell hingga gadis itu berdehem...

''Ayo kita duduk di taman saja..''

Dimitri masih marah namun Arrabell segera menyeret Dimitri sedikit menjauh dan mengarahkannya di bangku taman..

''Mengapa kau suka marah-marah..''

''Aku...'' ulang Kenan duduk di bangku taman dengan tatapan beku..

''Yah dirimu....astaga kau menakutkan sekali...apalagi dengan sepasang jass hitam pekatmu kau tampak menyeramkan...mengapa tidak ganti saja.......''

Arrabell menyentuh jass Kenan, namun dengan spontan pria itu memutar tangan Arrabell sedikit keras hingga gadis itu menjerit..sesungguhnya...Kenan tidak terbiasa di sentuh oleh seorang gadis manapun..berbeda jika dia yang menyentuh...

''Arrabell....''

''Tanganku sakit sekali...''rintih Arrabell hampir menangis..

Hingga wajah Kenan menunjukan kepanikan...dia segera memanggil Gavin karna ia tak tau harus bagaimana, biasanya dia akan suka dengan rasa sakit seseorang namun ketika dia menyakiti Arrabell, hati Kenan ikut sakit..

Tak berapa lama kemudian...

Gavin berlari cukup cepat dan berdiri dengan sikap sempurna di hadapan Kenan hingga pria itu menatap tajam.

''Mengapa kau lama sekali..''

''Maafkan aku tuan.......aku sedang di kamar..''

''Ambil mobil..kita akan membawa Arrabell kerumah sakit..''

Arrabell dan Gavin sama-sama terkejut..

''Rumah sakit......''jerit keduanya dengan tatapan syok.

*****************

Dokter yang memeriksa kondisi Arra hanya bisa menghela nafas, hanya terkilir biasa namun pria ini datang dengan segala kehebohan dan ancaman..bahkan dia memegang pistol di tangannya..

''Arragggghh.....''

''Apa kau tak bisa mengurangi rasa sakitnya, mengapa dia masih menangis...jika kau tak bisa.......''

''Aku baik-baik saja Dimitri tolonglah jangan begini...''pinta Arrabell begitu malu...

Semua orang melihat mereka dengan wajah ketakutan...

''Aku hanya ingin membalut tangannya jadi untuk beberapa saat kau tidak boleh bergerak dengan tangan ini..''ucap dokter menatap Arrabell dengan sedikit jengkel karna dia bekerja di bawah tekanan..

''Baiklah terimakasih dokter..''ucap Arrabell berusaha menahan rasa sakitnya bagaimana pun ini menyakitkan untuk dirinya...

Sementara Dokter memberanikan dirinya menatap Kenan yang terlihat kejam..

''Eehmm tuan...sebaiknya jangan terlalu memakai kekerasan, aku liat istrimu masih sangat kecil jadi...pelan-pelan saja....''

Ucapan dokter membuat wajah Arrabell merona malu, sementara Gavin mulai berkeringat,....apakah dokter ini ingin mencari masalah dengan tuan Kenan...apakah dia benar-benar seberani itu...''

Kenan tertawa mendengar ucapan sang dokter..dia mendekat tampak tertarik..

''Siapa namamu dokter...''

''Dokter Wahyu...''

''Wahyu....nama yang bagus...bagaimana kalau mulai sekarang kau bekerja denganku,...''

''Apa...''

Keringat mulai membasahi wajah sang dokter dia tampak syok..ia ingin menggeleng namun ketika melihat pistol di genggaman Kenan, pria berkacamata itu mengangguk patuh..

''Baiklah...aku akan melakukan apapun yang di perintahkan tuan..''

'Bagus...Gavin...beritau tugasnya...aku dan Arrabell akan pulang..''

''Baiklah tuan Ken....maksudku tuan Dimitri..''ucap Gavin menundukan kepalanya.

Kenan lalu membimbing Arrabell keluar dari ruang pemeriksaan sementara sang dokter sudah pucat pasi..

''Tuan....apakah dia akan membunuhku kalau aku menolak perintahnya..''

Gavin tersenyum dingin..

''Mungkin lebih buruk dari itu jadi saranku adalah kau...harus menerimanya..sengan rasa syukur..''

Hening..

Dokter itu terduduk di kursinya..

''Mengapa kau bisa tahan dengan pria sepertinya..apakah kau tidak takut..''

Gavin berdehem,.....

''Aku tak punya pilihan sama sepertimu, bagaimana kalau kita pergi sekarang dokter kau..harus menandatangani beberapa dokumen..''

Sang dokter tampak lemas...

''Baiklah.......''

***************

Sepanjang perjalanan Kenan terus menatap Arrabell yang memeluk tangannya,

''Apakah masih sakit...''

''Aku baik-baik saja.....''

''Maafkan aku...Arra....''

Gadis itu tersenyum..

''Aku senang kau akhirnya bisa bersuara lembut..''

Kenan berdehem gugup, sambil tetap menyetir...pandangan mata Arrabell turun dan langsung berhenti pada sebuah pistol di laci mobil, gadis itu sedikit ngeri...menyadari Dimitri juga memegang benda menakutkan ini..

''Apakah kau merasa nyaman..''

''Yah...aku suka kau seperti Dimitri yang kemarin...yang hangat dan lebih muda di dekati,...kau juga tampak ramah..semua orang menyukaimu..''

''Lalu...apakah dengan keadaanku sekarang semua orang termasuk kau tidak menyukaiku..'' Kenan tampak menyembunyikan api di dalam dirinya...

Arrabell merinding mendengar suara Dimitri yang kembali dingin...ia menoleh dan menyadari perubahan di wajah Dimitri yang mengeras..apakah dia salah bicara..apakah Dimitri tersinggung..astaga..betapa rumitnya memahami Dimitri..sebentar dia baik lalu dia berubah menjadi seperti orang lain..hingga Arrabell sempat berpikir Dimitri mempunyai beberapa kepribadian di dalam dirinya..

''Aku tetap menyukaimu kok...hanya saja,..lebih nyaman dengan Dimitri yang sebelumnya..''

Kenan sontak tertawa..namun tertawanya sangat aneh...tidak lucu, dan seperti di paksakan..

''Aku tak akan berubah Arrabell dan aku ingin kau menyukaiku seperti sekarang,....karna kau akan melihat sisi diriku yang sebenarnya..''

''Apa maksudmu Dimitri....kau sedang membuat teka-teki..''

''Kau akan tau nanti Arrabell..''pria itu tersenyum misterius..

**********

Tengah malam..ketika Arrabell tertidur lelap, seseorang membuka pintu kamarnya seperti biasa dia merindukan tubuh gadisnya...

Dia adalah Kenan Owen...

Meski Kenan tau Arrabelle terluka tapi tidak menghentikanya untuk menyentuh gadisnya..pria itu bergerak naik ke atas ranjang dan...menyentuh piyama Arrabell dan membukanya satu-satu...

''Aku merindukan tubuhmu...bagaimana ini Arrabell...kau adalah milikku....hanya milikku..''

Arrabelle mengerutkan kening ketika ia merasakan sentuhan panas di dadanya...

Sentuhan ini aneh................

1
❄️ sin rui ❄️
alur nya agak aneh thor, untuk sekelas orang baru, mereka terlalu cepat akrab, harus nya untuk arra yg trauma dengan kematian ayah nya, dia gak mudah percaya pada orang baru, trus masih ada beberapa typo
Mas Aji
ada yg salah ketik DAMIAN,,,
aku teringat novel yg sangat aku favoritkan tpi dia sdh gak update di noveltoon
nobita
dan aku sudah menemukan ulur cerita yg pas...
kavena ayunda
berasa punya dua suami ya 😂🙄
agathaaczzlya
kok udah tamat aja thor....
ѕ⍣⃝✰ 𐝥𐔎𐒻𐀁🍒⃞⃟🦅OFF☘𝓡𝓳
dua2 nya aja thor di borong semua hhhaa
Novie Achadini
siapa amanda thor
Novie Achadini
gasper setengah negro ya thor.serem 😀😀😀
Novie Achadini
banyak org sakit dinovel ini
Novie Achadini
kasuan gina thor
Novie Achadini
dimiti berobat dong jadi org normal lagi
agathaaczzlya
Dimitri kenan sama saja..

.
jibrilhebat bmgo
lanjut
Novie Achadini
smoga kenan mati
Novie Achadini
horeeeee kebenaran terungksp
Novie Achadini
dr. wahyu hrs nya bilang yg diobatin tuh dimitri
Novie Achadini
sakit jiwa. knp nggak betobat sih dimitri kan kaya raya
Novie Achadini
nggak boleh percaya org lain walaupun teman dekat
mulymoon
bgs
agathaaczzlya
semudah itu ara dibujuk kenan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!