My Boyfriend, My Ceo musim kedua telah hadir! Yang dimana cerita ini akan mengisahkan tentang generasi baru, perjalanan hidup anak-anak mereka.
Merupakan cinta masa kecil bagi Eliane, Vero Edbert selalu menjadi prioritas dalam hidupnya. Namun, apakah Vero merasakan hal serupa seperti yang di rasakan oleh Eliane? Lalu, apakah Vero mengetahui perasaan gadis itu pada dirinya? Apa yang akan terjadi pada keduanya, dan bagaimana sikap Erian pada saudarinya saat mengetahui perasaan adiknya? Akankah dia mendukungnya? Atau mungkin sebaliknya? Temukan kisahnya hanya di 'My Little Girl'
Season 1: My Boyfriend, My Ceo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyushine / Widi Az Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Little Girl Bagian 10
Kali ini, Vero, dan Eliane telah tiba di salah satu restaurant keluarga. Seorang pelayan menghampiri keduanya, dan meminta mereka untuk mengikutinya. Ternyata baik Kent, dan Natasha telah tiba disana, mereka juga dengan sengaja memesan tempat disana.
Eliane merasa sangat senang saat bertemu dengan Kent. Bukan hanya Eliane, Kent sangat terkejut melihat Eliane sudah tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik, dia benar-benar terlihat mirip dengan Sharon.
Saat mereka duduk, makanan pun tengah di sajikan oleh para pelayan restaurant. Melihat itu membuat Eliane terpukau, baru kali ini dia merasakan hal seperti sekarang. Kent sudah benar-benar mempersiapkan pertemuan mereka dengan begitu matang.
“Ayah, sebenarnya kau memiliki maksud lain ‘kan untuk datang kemari? Kau tidak mungkin datang hanya ingin bertemu dengan Elia saja.” Sahut Vero yang membuat Kent tertawa kecil.
“Jadi, paman hanya menjadikanku sebuah alasan, ya?” Eliane mempoutkan bibirnya, dirinya benar-benar merasa kecewa akan hal tersebut.
“Tentu tidak, Elia. Aku memang ingin bertemu denganmu, tapi ada hal lain juga yang ingin ku sampaikan pada putraku.”
“Jika itu urusan keluarga, kenapa harus melibatkanku paman?”
“Bagaimana jika kita nikmati hidangannya lebih dulu? Setelah itu baru kita melanjutkan pembicaraan kita ini.” Natasha menyelanya.
Sesuai dengan yang di katakan oleh Natasha, akhirnya mereka pun menyantap makanan mereka masing-masing. Eliane sudah sangat terbiasa berada di tengah-tengah keluarga mereka, begitupun juga dengan Vero. Maka dari itu tidak ada kecanggungan antara mereka.
Sejak kedatangan putranya, Kent terus memperhatikannya. Sedangkan Natasha yang mengerti dengan maksud tatapan suaminya itu pun langsung mencubit pelan lengan Kent, dan itu berhasil membuatnya menoleh.
Natasha menggelengkan kepalanya, memintanya untuk berhenti memperhatikan setiap gerak-geriknya. Vero merupakan seseorang yang sangat peka dengan kondisi kedua orang tuanya, karena itulah tatapan mata Kent bisa terbaca olehnya jika sampai terlihat.
Setelah menyelesaikan makan siangnya, Kent menyiapkan satu porsi meringue untuk Eliane. Hal tersebut membuat Eliane sangatlah senang, dan Vero sedikit tersenyum melihat wajah ceria gadis di sisinya. Lagi-lagi Kent merasa bahagia ketika melihat sikap putranya itu.
“Aku akan menutup E.KChamp yang ada di Zurich dalam waktu 3 bulan. Dengan begitu kau akan kembali Bern, dan mengurus yang ada disana.” Sahut Kent, dan mendengar itu membuat Eliane tersedak makanannya.
Melihat reaksi Eliane, tampaknya terlihat jelas oleh Kent jika Eliane memang menyukai putranya. Sedangkan Vero segera memberikan segelas air padanya seraya menepuk-nepuk pelan punggung gadis tersebut.
“Terima kasih.” Gumam Eliane.
“Aku tidak menyetujui hal itu, ayah. Atas dasar apa ayah ingin menutupnya? Bukankah perusahaan kita sedang berkembang pesat? Masih banyak juga yang menggunakan designer dari perusahaan kita. Jadi, ayah tidak memiliki alasan untuk menutupnya.” Vero benar-benar menentang penuturan ayahnya.
“Tentu saja aku memiliki alasan untuk melakukan itu. Dengan menutup yang disini, tentu kita bisa memperluas yang ada di Bern. Lagi pula disana juga tak kalah pesatnya dari yang disini, dan aku juga tidak mungkin terus menerus mengurusi perusahaan bukan?”
“Aku tetap tidak menyetujuinya, ayah. Bagaimana pun, E.Kchamp yang berada disini semakin berkembang karena usaha serta kerja kerasku, dan aku tidak akan membiarkan ayah untuk mengusiknya. Keputusanku sudah bulat, aku mohon hargai keputusanku!”
“Baiklah. Aku tidak akan menutup perusahaan itu jika kau memenuhi syaratku ini.” Kent sedikit menyeringai.
“Aku rasa tidak seharusnya aku berada disini. Kak Vero, ada baiknya aku pulang sekarang, dan kita akan makan bersama lain waktu.” Tutur Eliane.
“Kau akan tetap disini, Elia. Aku yang membawamu kemari, dan aku juga yang harus membawamu kembali.” Sambar Vero yang langsung memegangi pergelangan tangan gadis itu
Mendengar penuturan Vero kembali membuat Kent merasa sangat puas. Dia rasa jika putranya pun memiliki perasaan pada gadis di sisinya. Kalau memang benar, tetapi kenapa Vero memiliki kekasih? Kenapa tidak menjadikan Eliane saja sebagai pasangannya.
Lagi-lagi pikiran Kent sangat mudah terbaca oleh Natasha. Kenapa pria ini tidak berubah sedikitpun? Dia selalu bertindak terang-terangan sejak dulu, namun jika bukan karena sikapnya yang seperti itu, mungkin Natasha tidak akan menyukainya saat itu.
Kini, Vero menatap kedua mata ayahnya dengan begitu lekat, dan dia masih menunggu syarat apa yang akan di ajukan oleh ayahnya. Dia berharap jika syarat yang diberikan tidak menyulitkan untuknya, dan Kent merasa senang ketika melihat wajah penasaran putranya.
“Berhenti bermain-main denganku, ayah! Cepat katakan!” Sahut Vero yang masih menahan rasa kesalnya.
“Syaratnya hanya satu, menikahlah!” Kent membalas dengan nada yang terdengar begitu santai. “Jika dalam waktu 3 bulan kau tidak menikah, maka aku akan menutup E.Kchamp Zurich. Seperti yang sudah ku katakan, aku tidak mungkin mengurus perusahaan itu terus menerus.” Tambahnya seraya menyeruput minuman miliknya.
“Syarat macam apa yang seperti itu? Pernikahan itu bukanlah permainan ayah, apa kau tidak memiliki syarat lain?” Emosi Vero pun mulai memuncak, dan Eliane sungguh merasa bingung harus melakukan apa.
Mendengar syarat yang di lontarkan oleh Kent tentu saja membuat Eliane merasa sedikit khawatir. Jika Vero menikah, kesempatan yang di milikinya sudah benar-benar berakhir, dan harapan untuknya memiliki Vero pun sudah tidak ada lagi.
Saat mengetahui syaratnya, keegoisan Eliane pun mulai muncul. Ingin rasanya ia berbicara, dan meminta Vero untuk kembali ke Bern. Bagaimana pun, Eliane tidak ingin melihat Vero harus menikah dengan orang lain, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika pria itu menyanggupinya.
Namun, mengingat Vero sangat menyayangkan perusahaannya sudah pasti dia akan melakukan syarat tersebut. Lagi pula dia memiliki Aline yang mencintainya, dan jika semua itu harus terjadi, maka tidak ada lagi yang bisa di perbuat oleh Eliane. Jika memang harus seperti itu, Eliane akan mengubur semua perasaannya.
“Aku tahu jika pernikahan bukanlah sebuah permainan, karena itulah aku mengajukan syarat tersebut.” Lagi-lagi Kent menyahut dengan nada tenangnya.
“Bukankah kau memiliki seorang kekasih? Jika kalian saling mencintai, bawalah dia untuk menemui kami.” Kini, Natasha membuka suara.
“Dia baru saja kembali ke New York, Dia harus menyelesaikan studynya yang tersisa 8 bulan lagi. Bisakah ayah menunggu sampai 8 bulan? Setelah itu aku berjanji akan...”
“... katakan saja dulu niatmu padanya. Jika dia memang mencintaimu, maka dia akan kembali lagi untukmu, nak. Lagi pula, setelah mengucapkan janji, dia bisa kembali kesana lagi bukan? Atau kita yang pergi kesana pun tidak masalah.” Ucap Kent.
“Aku akan menghubunginya, ayah.”
“Ingat! Aku hanya memberimu waktu 3 bulan!” Kent kembali menekannya, dan lekas meninggalkan restaurant bersama dengan Natasha.
Bersambung ...
Guys, jangan lupa juga untuk mampir di novelku yang berjudul - Time With You! -
Dengan cover seperti di bawah ini ya👇🏻😁
Terima kasih😍
Sama daniel saja
lebih greget ..
mau vero ataupun daniel
aku terima kok. yg penting elia bahagia😘😘
Vero yg rambut putih😌