NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:634.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ceritaku

Adsila, gadis polos yang masih berusia 20 tahun. Ia merantau ke kota bersama sang adik yang masih berumur 12 tahun. Adsila mencari keberadaan bibi nya yang tinggal di kota.

Setelah bertemu dengan bibinya, Adsila terpaksa bekerja sebagai pembantu di rumah orang yang sangat kaya. Demi adik dan juga bibi nya yang sedang sakit.

Aditya Dairon, pria tampan dan kaya raya. Satu kata untuk Aditya, yaitu sempurna. Namun sayangnya manusia tidak ada yang sempurna. Pria ini berusia 30 tahun, ia tergila gila pada seorang wanita, yaitu Weira. Namun, wanita itu membuatnya sangat kecewa.

Karena sebuah kesalahan, Adsila mengandung anak dari Aditya Dairon.

Apakah ini adalah sebuah awal yang baik untuk Adsila dan keluarga???

Atau malah menjadi awal dari kehancuran kehidupan nya.

Yukk ikuti terus kisah mereka. Jadikan karya ini menjadi favorit yah. Agar kalian mendapat notif apabila ada update bab baru.
Tekan like, komen, dan juga share yah, jika kalian menyukai karya aku. Brikan rate bintang 5 juga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan Aditya

"Apa? dia hamil????"

Rangga terperanjat mendengar kabar dari Bian, ia yang semula duduk di kursi, menjadi berdiri.

"Kamu tidak salah kan Bian? "

"Tidak Rangga, aku serius. Adsila hamil" jawab Bian di sebrang sana.

"Wah, topcer juga boss kita" ujar Rangga.

"Sudah lah, aku harus mengurus Adsila dulu. Kau bersiaplah, bantu aku menangani boss di rumah"

"Oke" Rangga mengacungkan jempol nya ke atas, seolah Bian dapat melihatnya. Yah, walaupun kenyataan nya Bian tidak melihatnya.

Klik.

Panggilan terputus, Rangga dengan tergesa - gesah pergi ke rumah besar keluarga Dairon.

Di rumah nya, Maya dan Jasmin mondar mandir menunggu putranya pulang.

Setelah Aditya menghubungi mama nya, dan memberitahu jika dia akan membawa Adsila pulang dalam keadaan hamil.

Tentu saja Maya menjadi terkejut, sejak kapan putranya dekat dengan pembantu itu.

"Mama, aku tidak habis pikir. Kakak bisa tergoda dengan gadis seperti dia!"

"Jangan kan kamu Jasmin, mama saja masih tidak percaya"

Tap tap...

Dewi berlari menemui nyonya besar. Ia terlihat panik dan juga khawatir.

"Nyonya!! Nyonya!?!" teriak nya.

Maya dan Jasmin berhenti bergerak, mereka menatap Dewi yang berlari mendekat.

"Ada apa Dewi?"

"Anu nya, Tuan muda sudah kembali" ucap Dewi.

"Huh benar kah? apa dia membawa wanita itu??"

Dewi mengangguk pelan, ia melihat Adsila bersama tuan nya.

"Ayo kita lihat ma" ajak Jasmin menarik tangan mama nya.

Mereka bersama pergi ke ruang tengah rumah. Di sana terlihat Aditya tengah membantu Adsila duduk.

"Hati-hati, jangan terlalu keras bergerak!" peringat Aditya.

Maya dan Jasmin terbelalak melihat sikap lembut Aditya pada pembantu itu.

"Aditya, ada apa ini? tolong kamu jelaskan pada mama" bentak Maya.

Adsila menunduk, ia sangat takut Maya marah pada nya.

Salah satu tangan Adsila mencengkram lengan Aditya.

"Sudah jangan takut, aku akan mengurus semuanya."

Adsila mengangguk, namun ia masih tetap menundukkan kepala.

"Ma,pelan pelan dong kalau ngomong. Kasian kan Adsila jadi takut" tegur Aditya.

Maya melongo, putra nya benar benar gila di matanya.

"Kak, apaan sih. Kakak sakit atau gimana sih?" tanya Jasmin.

Aditya berdiri di depan mama dan juga adik nya. Ia menatap kedua wanita yang ia sayangi itu.

"Ma, Jasmin. Mulai hari ini, Adsila tidak di perbolehkan untuk bekerja. Karena saat ini, Adsila tengah mengandung anak ku"

"Apa?" pekik Pita kaget. Suaranya mengundang perhatian semua orang.

"Maaf, saya hanya kaget saja" elak Pita, lalu menunduk malu dan sakit hati.

"Aditya, kamu gila apa? sejak kapan kamu bermain dengan wanita seperti dia huh?" Maya memukul lengan putranya, berharap putranya segera tersadar.

"Ma, stop. Aku tidak mabuk, aku serius. Dia mengandung cucu mama. Jadi tolong, mama juga menghargai wanita ini"

"Tapi kak, bagaimana mungkin ini terjadi?" sela Jasmin.

Aditya menghela nafas, ia juga merasa semua ini seperti mimpi. Tapi, inilah kenyataan nya. Adsila hamil darah dagingnya.

"Semuanya sulit di percaya, tapi ini lah kenyataan nya. Jadi, mulai hari ini. Kalian harus menjaga sikap di depan Adsila" tegas Aditya.

Bian mengangguk pelan, setidak nya keselamatan Adsila sedikit terjamin.

"Huh.. Setidaknya selama aku hamil, mereka tidak akan mengusik ku" pikir Adsila.

Sesuai yang sudah Aditya katakan, ia akan membesarkan anak yang ada di dalam kandungan Adsila sendiri. Sehingga Adsila akan terbebas dari semua ini.

Kehamilan yang merupakan hasil dari keterpaksaan, membuat Adsila masih belum memiliki perasaan sayang. Ia masih terlalu belia untuk memikirkan nya.

Di dalam pikiran nya, setelah melahirkan anak ini, maka dirinya akan bebas dan bisa kembali pada keluarga nya lagi.

Adsila belum masuk ke tahap pemikiran yang lain, jiwa keibuan belum masuk ke dalam benak nya, karena dirinya terlalu sibuk memikirkan bagaimana cara agar segera terbebas dari Aditya.

"Adsila, ayo.Kamu harus tidur di kamar ku!"

"Huh?" Adsila tersentak kaget.

"Tidak perlu tuan, saya bisa tidur di kamar art" tolak Adsila.

Bukan Aditya namanya, jika dirinya menuruti permintaan Adsila.

"Kamu sedang mengandung anak ku, jadi kamu harus menuruti semua yang aku katakan semi kenyamanan anak ku nanti" tegas Aditya tak bisa di bantah.

"Huh.." Adsila dengan pasrah mengikuti Aditya menuju ke kamar nya.

Bian melirik 3 art yang terus menatap pada Adsila. Tatapan mereka memiliki arti tersendiri.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Bian, membuat ketiga wanita itu tersadar dari pemikiran masing-masing.

"Bukan urusan mu" dengus Pita, lalu wanita itu pergi begitu saja.

Sedangkan Marni dan Dewi hanya menunduk pelan, sebelum pergi menyusul Pita.

"Cih, dasar wanita jelek." dengus Bian menjulurkan lidah mengejek Pita dan kedua teman nya.

...----------------...

Setelah membawa Adsila beristirahat di kamar, Aditya kembali keluar dari kamar untuk menemui mama nya.

"Akhirnya kamu datang juga" ucap Maya menatap tajam putra nya.

"Aku hanya ingin memastikan mama tidak mengganggu wanita itu" ujar Aditya seolah memberi peringatan pada mama nya.

"Kamu menuduh mama sejahat itu Aditya?" ucap Maya berdrama.

"Aku tahu sifat mama, aku hanya tidak mau bayi ku kenapa Napa"

"Kamu gila huh? kamu mencari keturunan dari wanita rendah seperti dia??"

Maya menatap putranya dengan tatapan tidak percaya.

"Ayolah Aditya, Weira jauh lebih baik dari pada pembantu itu."

"Cih, wanita yang lebih memilih karir di bandingkan aku? huh... Sorry ma, aku tidak mau di permainkan lagi"

"Lalu, bagaimana dengan pembantu itu hah? apa kamu mau mencoreng nama baik keluarga kita dengan memiliki keturunan dari seorang pembantu?"

"Sudah cukup ma.Aku hanya ingin mama menjaga agar tidak melukai Adsila, jika sampai hal itu terjadi, aku tidak tahu harus melakukan apa pada mama"

Aditya pergi begitu saja meninggalkan mama nya.

"Dasar anak nakal!!" erang Maya melampiaskan kekesalannya.

"Kau berani melawan mama hanya karena wanita rendah itu Aditya? apa yang telah wanita itu perbuat pada mu???"

Prank!!!

Maya melempar vas bunga ke lantai, membuat pecahan nya langsung bertaburan di lantai.

"Lihat saja nanti, sampai kapan wanita itu akan bertahan di sisi mu dengan anak di dalam perut nya!" Senyum menyeringai terbit di bibir tipis Maya. Wajah nya yang masih terlihat cantik, semakin terlihat elegan dengan sorot mata yang tajam.

Di lantai bawah, Rangga tiba dengan sejuta peralatan ibu hamil. Mulai dari susu, peralatan tidur agar ibu hamil merasa nyaman, dan peralatan lain nya.

Terlihat lebay, tapi itulah yang Aditya perintahkan padanya.

"Ahahaha...... kau apa apaan sih Rangga, masa membawa peralatan sebegini banyak nya" tawa Bian meledak, ia memegangi perut nya yang mulai terasa keram karena terlalu banyak tertawa.

"Sudah diam kau! ini perintah boss tahu!" dengus Rangga pergi meninggalkan Bian, ia melenggang menuju ke kamar Aditya.

"Huh, gara gara boss. Aku di ledek Bian" gerutu Rangga sembari melangkah menaiki anak tangga.

1
Abd Kadir Taha
cari wanita lain bob
Abd Kadir Taha
meraka sekeluarga lupa dengan karma itu ada!
Azizah
Lumayan
Rus Rus
Luar biasa
Erlin
Drama ibu hamil, rebutan terus
Erlin
Yati kocak nih
virrr: annyeong
total 1 replies
Ros
sangat bagus
A&R
/Smile/
Iin Indah Klariza
oke
Har Tati
ceritanya bagus.....
Yeni SkaThalia
Luar biasa
Ana Susana
❤️❤️❤️
Amelia Syharlla
sabar Bobi wiyra sudah menunggu
Amelia Syharlla
gemes aku
Amelia Syharlla
bikin dak dik duug
Amelia Syharlla
Yati Yati🤣🤣🤣🤣😡
Amelia Syharlla
ngusirnys klo adsila sama adit udah celaka baru nyesel
Amelia Syharlla
bocil bijak banget
Amelia Syharlla
mama idaman ❤️❤️❤️❤️❤️
Amelia Syharlla
kasian adik kecilnya gak jadi masuk sarangnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!