NovelToon NovelToon
Di Atas Ranjang Suster Tiara

Di Atas Ranjang Suster Tiara

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Balas Dendam / Keluarga & Kasih Sayang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Naffia Inthan

Tiara harus mendapati kenyataan pahit, di mana ia memergoki Reyhan—suaminya, tengah memadu kasih di atas ranjangnya, bersama wanita lain.
Sakit, perih dan hancur hati Tiara, ia pun meminta bercerai pada suaminya itu. Namun, Tiara harus berpikir kembali, karna jika ia bercerai dengan Reyhan, maka nyawa sang Adik akan menjadi taruhannya.

Hingga suatu hari, datanglah seseorang laki-laki bernama Tuan Smith.
"Terimalah tawaran saya Suster Tiara, saya akan memberikan gajih lebih besar dari pada Rumah sakit ini, saya juga akan menanggung semua biaya pengobatan Adik kamu, bukan hanya itu, saya juga akan membantu kamu lepas dari suamimu!"

Sebenernya apa yang di tawarkan Tuan Smith pada Tiara?
Akankah Tiara menerima tawaran tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10 : Mengapa Tuan menyetujuinya?

Seorang laki-laki tengah duduk di salah satu Restoran ternama di kota tersebut, tepatnya di ruangan khusus VIP, di mana tempat tersebut sering di gunakan oleh kebanyakan orang untuk melakukan pertemuan penting.

Dengan wajah yang terlihat gugup, berulang kali ia memperhatikan penampilannya, membenarkan jasnya dan dasinya, padahal penampilan sudah sangat rapi.

"Aku harus bisa menyakinkan mereka, semoga pertemuan ini membuahkan hasil yang baik. Ini adalah satu-satunya harapanku untuk menyelamatkan perusahaan ku, jika bisa berkerja sama dengan mereka," gumamnya.

Setalah menunggu beberapa menit, pintu ruangan tersebut terlihat terbuka. Nampak dua orang laki-laki masuk ke dalam ruangan Restoran VIP tersebut.

"Selamat siang Pak Reyhan, maaf membuat menunggu," ucap Tuan Smith seraya mendudukkan dirinya di kursi di hadapan Reyhan.

"Tidak apa-apa Pak Smith, sungguh menjadi kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan anda secara privat seperti ini," sahut Reyhan dengan ramah dan sopan.

Tuan Smith tersenyum tipis, lalu menganggukkan kepalanya pelan.

"Baiklah kita mulai pada intinya saja, saya tidak bisa berlama-lama di sini, karena saya ada kepentingan lain setalah ini," ujar Tuan Smith.

Reyhan terlihat menganggukkan kepalanya, lalu ia menjelaskan tentang perusahaannya pada Tuan Smith.

Sebenarnya Tuan Smith seperti tidak tertarik berkerja sama dengan perusahaan Reyhan.

"Bagaimana Pak, apa Anda bersedia berkerja sama dengan perusahaan saya? Saat ini memang perusahaan saya tengah mengalami kendala, saya sangat butuh suntikan dana. Tapi, saya pastikan semuanya akan berjalan dengan lancar," jelas Reyhan. Melihat mimik muka laki-laki parubaya yang mempunyai perusahaan terbesar di negaranya itu, Rey merasa was-was. Tapi ia untuk tetap optimise.

Tuan Smith melirik pada Ken, Ken terlihat menggelengkan kepalanya pelan. Usai mendengarkan penjelasan perusahan milik Reyhan itu. Ken merasa berkerja sama dengan perusahaan laki-laki itu hasilnya tidak terlalu menguntungkan.

"Ken, berikan berkasnya," titah Tuan Smith pada Ken. Ken sedikit terkejut, ia tidak menyangka jika Tuan Smith akan menyetujui kerja samanya itu dengan perusahaan Reyhan. Tapi sayangnya Ken tidak mungkin menolak permintaan atasannya itu.

'Kenapa Tuan malah menyetujui? Jelas-jelas tidak akan membuat untung sama sekali?' batin Ken. Kini benaknya di penuhi beribu pertanyaan.

Dengan ragu akhirnya Ken memberikan berkas yang sudah ia siapkan sebelumnya itu, tepatnya berkas tersebut adalah surat kerja sama mereka.

Dengan senang hati Reyhan mengambil berkas tersebut. Laki-laki itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Karena berhasil membuat perusahaan bisa berkerja sama dengan perusahaan besar milik Tuan Smith.

"Baca dulu berkas kontraknya, jika anda setuju. Silahkan tanda tangan," ucap Tuan Smith pada Reyhan.

Reyhan menganggukkan, lalu ia membaca isi dari surat kontrak tersebut. 'Waoow ini benar-benar sangat menakjubkan,' batin Reyhan.

Tanpa berpikir panjang lagi Reyhan langsung menanda tangani surat kontrak kerja sama tersebut. Tentu saja Reyhan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.

'Perusahaanku pasti akan lebih maju lagi setalah ini, semua masalah pasti akan terselesaikan dengan cepat dengan suntik dana dari perusahan Dsmith Internasional ini!' batin Reyhan lagi.

Setalah selesai menanda tangani surat kontrak kerja sama tersebut, Reyhan kembali memberikan berkasnya pada Ken.

"Baiklah, selamat bergabung di perusahaan Dsmith Internasional," ucap Tuan Smith seraya mengulurkan tangan kepada Rey. Rey membalas uluran tersebut dengan senang hati.

"Terima kasih, Pak." Mereka berjabat tangan.

Tuan Smith hanya mengangguk, lalu tersenyum kepada Reyhan. Namun Reyhan merasa ada yang aneh dengan senyuman laki-laki parubaya itu, senyuman sangat sulit diartikan.

"Kalau begitu kami permisi," pamit Tuan Smith.

"Iya Pak, sekali lagi terima kasih banyak."

Tuan Smith hanya mengangguk, setalah itu ia pun beranjak dari tempat duduknya, di ikuti oleh Ken. Kedua laki-laki itu pun beranjak meninggalkan tempat tersebut.

"Yes.... akhirnya..." Rey melambungkan tangannya ke udara, dengan senyuman yang sumringah menghiasai wajahnya. Bagaimana tidak? Ia begitu senang karena bisa berkerja sama dengan perusahaan milik Tuan Smith. Rasanya Rey masih tidak percaya.

.

.

.

Sementara itu Tuan Smith dan Ken kini sudah berada di dalam mobil, Ken sudah bersiap untuk melakukan mobil tersebut.

"Kita langsung ke Rumah sakit sekarang saja Ken," titah Tuan Smith pada laki-laki itu.

"Baik Tuan."

"Oh iya, maaf jika saya lancang. Kenapa Tuan menyetujui kerja sama dengan perusahaan Start Grup? Padahal itu sama sekali tidak akan memberikan kita keuntungan, apa lagi perusahaan kini tengah mengalami masalah?" lanjut Ken bertanya.

"Ya, saya tau Ken."

"Lalu?"

"Sudahlah kamu jangan banyak bertanya. Nanti juga kamu pasti tau!"

Ken hanya menganggukkan, entahlah. Ia masih bingung. 'Apa ini ada kaitannya dengan Nona Tiara? Apa ini termasuk salah satu rencana Tuan juga?' ucap Ken dalam hatinya.

.

.

.

Tiara baru saja selesai membantu memeriksa pasien-pasiennya. Ia merasa haus, setalah itu ia memutuskan untuk ke kantin rumah sakit membeli minum.

Setelah membeli sebuah teh botol, Tiara langsung duduk di bangku yang berada di sana, ia meneguk teh botol tersebut, rasa haus yang sejak tadi melanda kini terobati sudah, setengah botol ia habiskan. Tiara merasa sedikit segar.

"Suster Tiara, boleh saya duduk di sini?"

"Duduk saja Dok, ini tempat umum kok," jawab Tiara sambil tersenyum tipis pada laki-laki yang mempunyai gelar Dokter tersebut. Laki-laki itu adalah Dokter Marvin.

Dokter Marvin tersenyum, lalu ia pun duduk di samping Tiara.

Tiara nampak acuh, ia tidak seperti biasanya, dari mimik wajahnya pun Dokter Marvin menangkap jika wanita yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu terlibat murung.

"Kenapa ada masalah?" tanya Dokter Marvin.

"Enggak Dok," jawab Tiara singkat, ia melirik sekilas pada laki-laki itu, lalu kembali menatap kearah lain.

"Oh iya, ada yang ingin saya bicarakan sama kamu?"

"Soal Tari?" tebak Taira.

"Ya, dan ada yang lainya juga."

"Apa?"

"Sebelum saya minta maaf sama kamu Suster Tiara, jika saya lancang. Saya sudah memberitahu dan membicarakan soal Tari pada suami kamu," ujar Dokter Marvin.

Tiara mengalihkan pandangan menatap pada Dokter yang selama ini menangani Adiknya itu.

"Maaf saya Tiara, tapi saya sangat peduli pada Tari. Kamu mengertikan maksud saya?"

"Tentu saja Dok. Tidak apa-apa. Lalu apa kata Mas Rey?" balik tanya Tiara, ia begitu penasaran apa tanggapan Rey terhadap kondisi Tari pada Dokter Marvin.

"Katanya dia akan mempertimbangkan itu semua. Suster Taira, maaf saya tahu tidak seharusnya saya bertanya seperti ini pada kamu, ada hal lain yang ingin saya sampaikan, tapi ini menyangkut privasi kamu."

"Privasi?" Tiara menatap bingung pada Dokter Marvin.

"Tentang hubungan kamu dan suami kamu. Apa berita yang tersebar itu benar?"

"Maksud Dokter?" Tiara sebenernya mengerti apa yang dikatakan oleh Dokter Marvin, tapi dari mana dia sampai tahu masalah Rumah tanggalnya? Perselingkuhan Rey dengan Lian, hanya dia yang tahu! Entahlah itu bisa di bilang perselingkuhan atau bukan? Karena Rey sendiri menyangkal semua itu. Tapi di bagi Tiara, suaminya itu sudah mengkhianatinya.

"Sebenarnya berita apa yang tersebar Dok?" tanya Tiara lagi.

"Apa kamu tidak tau? Berita itu sangat viral, bahkan saya mendengar karena berita tersebut perusahan suami anda terkana imbasnya," jelas Dokter Marvin.

"Saya tidak tau apa-apa Dok. Bahkan saya baru mendengar berita ini dari Dokter," ujar Tiara.

Dokter Marvin mengeluarkan ponsel, lalu memperlihatkan suatu pada Tiara.

Tiara langsung membulatkan matanya, ia begitu terkejut melihat hal tersebut.

"Ke—kenapa bisa seperti ini?"

Bersambung...

Jangan lupa like, komen dan votenya ya.

Sawer otorlah, wkwkwkw

Terima Kasih.

Babay...

1
Katherina Ajawaila
Terima karma mu Iian
Katherina Ajawaila
kasihan Ken dan zelleta
Katherina Ajawaila
luan ngk malu, gadis rasa janda ajabelagu blm nikah udh bor sana sini 🧐
Katherina Ajawaila
Teo, jinak2 merpati, bukan Tiara, malah Teo 🥸
Katherina Ajawaila
pasti teo ngambek org sering tidur ngelendot 😞
Katherina Ajawaila
Tiara tau y itu Tari adenya
Katherina Ajawaila
bagus thour, cerita nya, sayang ngk ada visual
Katherina Ajawaila
itu mujizat, pasti nyata pada waktunya
Katherina Ajawaila
jgn kepedean Reyhan, CEO sih pin2 bo, di kadalin jalang 😖
Katherina Ajawaila
theo mestinua bangga dpt suster Tiara kamu bisa bucara
Katherina Ajawaila
ngk malu Reyhan harga diri lo hanya 1 M, istri du suruh ganti, melarat lo pecundang
Katherina Ajawaila
laku2 sinting, harga dirinya receh amat 1 M, dasar pecundang, nhk mitu Reyhan
Katherina Ajawaila
pasti. ulah Smith, kapok kamu Reyhan, hancur sekalian kamu
Katherina Ajawaila
Reyhan tendang aja Tara, barangnya ngk jelas laki2 ko mulut sm barang sama aja gampang benar utk blng maaf dan khilaf trus ngungkit pula. 🥸
Katherina Ajawaila
bego aja Reyhan, kamu laki2 masa ngk tau kalau nolong org kena obat perangsan yg k dokter bukan k kmr tidur, sm aka kamu cuci botol, bego aja, pasti ulah mm mu Reyhan. bego
Katherina Ajawaila
dasar suami sialan bawa perempuan jalang pl ke rmh
marBowo yuNi
Luar biasa
marBowo yuNi
Lumayan
Inaherlinasofia
😭😭jangan pergi dong
Mariana Frutty
✔️✅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!