NovelToon NovelToon
Mafia And The Princess Of Wands

Mafia And The Princess Of Wands

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Mafia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:138.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Lea adalah seorang putri dari kerajaan Magic of Wands, dimana kerajaan itu berada di atas awan. Lea ingin sekali turun ke bumi dan melihat apa saja yang ada di bumi. Hingga pada suatu hari, Lea dan kawan-kawannya berhasil turun ke bumi. Namun begitu sampai di bumi, Lea dan teman-temannya malah di culik oleh kawanan mafia. Bagaimana kelanjutan cerita Lea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nightmare and Wishes

"Mama...Papa...tidak! Mama, papa! Jangan tinggalkan aku sendiri! Maaa! Pa!"

Hhhhh!

Mimpi sialan itu lagi! Karena kemarin emosiku terkuras. Aku merasa bodoh karena mereka berhasil menipuku. Mereka berhasil mempermainkanku dan tertawa di belakangku.

"Max, kamu baik-baik saja?" Tanya Lea kepadaku.

Anehnya, aku merasa lemas saat wanita ini pergi. Jadi aku menahannya. Entah siapa yang mendorongku melakukan itu, aku pun tidak tau.

"Tidak usah pedulikan aku!" Tukasku menghardiknya. Aku cukup sakit hati kepadanya. Kenapa juga aku bisa jatuh ke dalam permainannya? Tapi aku juga tidak bisa jauh darinya. Aku akan tetap menjaga wibawaku.

Lea mengusap keringatku, "Jangan bergerak dulu! Aku akan mengelap keringatmu. Apa kamu bermimpi buruk?" Tanyanya tanpa mempedulikan gertakanku.

"Max, kamu sudah tau identitas asliku. Hanya kamu yang mengetahuinya. Saat bentol-bentol Eleanor muncul, itu hanya dugaan saja yang melakukannya kami. Itu benar, tapi kami tidak pernah membuka identitas kami di depannya." Ucap Lea.

"Aku tidak peduli mau siapa pun kamu atau kalian! Aku hanya ingin mimpi ini hilang!" Aku mencoba menggertaknya kembali.

"Apa mungkin karena ada aku jadi kamu bermimpi buruk? Ijinkanlah aku disini sebentar lagi sampai aku mendapatkan uang. Mungkin setelah aku dan Rue pergi, kamu tidak akan bermimpi buruk lagi." Jawab Lea.

"Apa sepenting itu uang untuk kalian?" Aku bertanya kepadanya.

"Oh, tentu saja. Tujuan kami turun ke bumi memang untuk menetap sementara di bumi maka itu kami butuh uang untuk kami bertahan hidup disini kan?" Lea balik bertanya.

"Apa yang kamu bisa?" Tanyaku lagi.

"Aku bisa apa saja. Di tempat asalku, aku bisa membuat madu, aku bisa membantu kembang sari bunga untuk menempel di putik, aku bisa membantu orangtuaku bertambang emas. Aku juga bisa memasak." Jawab Lea.

"Pekerjaan macam apa itu? Mendengar ceritamu aku jadi mengantuk. Aku tidur. Kamu tidurlah kembali!" Sahutku.

Mungkin karena suaranya yang seperti pendongeng dan ceritanya yang di luar akal sehat, membuatku mengantuk sekali tiba-tiba. Aku kembali ke ranjangku dan tidur. Semoga mimpi burukku tidak datang lagi.

...----------------...

Pagi harinya, aku terbangun karena suara berisik dan bau harum masakan berhasil tembus ke kamarku. Aku tidak pernah meminta siapa pun untuk masak. Siapa yang memasak? Lea!

Aku bergegas turun dari ranjangku dan memanggilnya, "Lea! Lea!" Sahutku.

Aku melihat Lea dan pengawalnya sedang menerbangkan sayuran yang sedang dipotong dengan pisau, bumbu-bumbu yang memercikkan diri mereka sendiri ke dalam panci, piring dan panci-panci sambil dengan santainya mereka mengobrol.

Wait! Piring terbang? Panci terbang? Sayuran terpotong sendiri?

Aku memutuskan untuk merebahkan diriku sebentar lagi, aku rasa aku kurang tidur. Aku kembali ke kamarku dan merebahkan diriku kembali. Sampai 5 menit kemudian, aku kembali beranjak dari ranjangku dan keluar kamar.

Aku melihat Lea dan pengawalnya sedang menikmati sarapan. Lea menangkap tatapanku, "Pagi Max. Mau sarapan bersama?" Tanya Lea dengan santai.

Aku masih meyakinkan diriku sendiri apa tadi hanya mimpiku atau itu benar mereka yang melakukannya? Aku tersenyum, dan mendekati mereka. Dengan takut-takut aku duduk berhadapan dengan mereka.

"A...apa yang kalian makan? Apa kalian membelinya?" Tanyaku.

Mereka menggeleng, "Kami membuatnya sendiri. Cobalah. Maafkan kami tadi memakai peralatan dapurmu, tapi sudah kami bersihkan kembali kok." Kata Lea lagi sambul menyeruput sup jagungnya.

Lea kemudian mengambilkan semangkuk sup untukku dan beberapa lembar roti panggang dan meletakannya di hadapanku, "Makanlah." Katanya.

Dengan ragu aku menyuapkan sesendok sup ke dalam mulutku, "Hmmm...ini enak." Kataku tanpa kusadari begitu saja keluar dari mulutku. Dan seperti tersihir, aku menyuapkan sendok demi sendok ke dalam mulutku hingga mangkuk itu bersih.

Lea menatapku sambil tersenyum lebar, "Sudah kukatakan kepadamu tidak ada yang tidak bisa kulakukan." Sahutnya.

Tanpa sadar, aku melukiskan senyuman untuknya.

...----------------...

Lea POV

"Lea! Bagaimana menghilangkan bentol-bentol ini?" Tanya Eleanor ketakutan sore itu, saat Max mengetahui kebohongan kami.

Karena kesalahan kami itu, aku harus memohon kepada Max nanti agar aku boleh diijinkan tinggal disana sementara, atau bahkan aku akan ikut dengan Eleanor saja.

"Aku tidak tau. Mungkin ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kami." Sahutku.

"Ayolah Lea! Rue!" Desaknya.

Vivi dan Rose memandang ke arahku dan Rue dengan cemas. Mereka tidak menyukai suasana seperti ini. Apalagi di saat mereka sedang menikmati hidup baru mereka.

"Kenapa kamu membongkarnya?" Tanya Vivi kepadaku.

Jari telunjuk Eleanor terulur ke arahku, "Benar! Kenapa kamu tega membocorkan hal ini?" Katanya mendukung Vivi.

"Apa pernah aku menghianati kalian?" Tanyaku kepada Vivi dan Rose.

Mereka menggeleng.

"Apa kamu tau, dengan siapa saja Max berbicara?" Tanya Eleanor.

Aku mengangkat bahuku, "Aku tidak tau. Hanya saja dia sering berbicara dengan seseorang lewat kotak yang bisa berbicara itu. Apa namanya itu? Ponsel." Sahutku.

Senyum Eleanor tersungging di wajahnya, "Nelson." Katanya dalam bisikan.

"Perjanjian apa yang Max maksudkan?" Tanyaku penasaran.

"Itu rahasia antara keluargaku dan keluarga Max." Jawabnya.

"Kenapa kamu banyak berbohong kepadaku, Eleanor? Aku pikir kamu teman kami?" Tuntutku.

"Kamu terlalu naif, Lea. Tapi pada akhirnya Max mengetahuinya karena aku tidak senekat kamu yang berani bertanya ini dan itu." Jawab Eleanor.

"Kenapa kamu bisa menyukainya?" Tanyaku lagi.

Blush!

Wajah Eleanor memerah, "Max teman mainku sedari kecil. Dulu dia tidak seperti ini. Suatu hari orangtuanya dibunuh oleh sekawanan mafia di depan matanya. Setelah itu dia tinggal bersama keluarga kami, orangtuaku mengasuhnya sampai Max sudah cukup umur, dia berpamitan untuk merantau. Yang terakhir kutau adalah, orangtuaku terlibat hutang dsn ternyata penagih hutangnya adalah orang suruhan Max. Setelah tau hal itu, orangtuaku dan Max membuat suatu perjanjian." Jelas Eleanor

Apakah dia bisa di percaya entah kenapa aku ragu mendengar ceritanya, "Apa kamu berkata jujur?" Tanyaku menyelidik.

"Itu terserah padamu kan, mau percaya atau tidak." Katanya santai.

"Aku akan pergi!" Sahutnya lagi.

"Kenapa kamu tidak kembali kepada Max?" Tanyaku.

"Untuk apa? Dia sudah mengusirku dan membatalkan semua perjanjian kami. Untuk apa aku disana? Aku tinggal mencari bukti kejahatannya saja dan lagi hutang orangtuaku sudah kulunasi, aku berhak memperoleh kebebasanku." Jawab Eleanor.

Aku menghela nafas panjang dan mengikuti Eleanor. Dia menoleh memandangku, "Kenapa kamu mengikutiku?" Tanya Eleanor.

"Aku tidak punya tempat tujuan lagi. Aku belum bisa kembali di tempat asalku, jadi kami akan mengikutimu kemana pun kamu pergi." Jawabku tertunduk. Begitu juga dengan Vivi dan Rose.

Eleanor tampak gusar, "Terserahlah. Orang akan mengenali Vivi dan Rose. Tapi tidak denganmu dan dia." Katanya sambil menunjuk ke arah Rue.

"Kami akan cepat dikenal, kamu bisa tenang." Sahut Rue. Eleanor melihat Rue, benar juga. Karena Rue berbadan tegap dan tinggi sekali. Warna kulit Rue tidak putih tidak juga hitam. Dengan mata berwarna biru cemerlang, seperti ada ombak di bola matanya. Akan mudah menarik perhatian banyak orang memang.

Eleanor memperhatikanku, Vivi dan Rose, "Aku tidak tau darimana asal kalian. Kalian mencolok sekali." Sahutnya, "Baiklah, ikut aku." Kata Eleanor akhirnya, berbaik hati.

Aku dan teman-temanku saling memandang dan tersenyum lebar.

Namun, tiba-tiba ada yang menahan tanganku.

Aku menoleh, "Max?" Tanyaku.

"Jangan pergi. Tetaplah disampingku." Katanya. Wajahnya tersipu.

"Kenapa?" Tanyaku.

"Karena sepertinya rumahku akan sepi tanpa kehadiranmu, Lea." Jawabnya.

Deg

Deg

Debaran ini lagi...

...----------------...

1
Rina_Ibnu_Hajar
mantap ceritanya kak, saya mengikuti alurnya, jangan lupa mampir di novel ku ya kak

"Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan Oriflame"
prita@
novel yang bgus...fantasinya keren...penyampaiannya jg ga berbelit-belit..
keren thor
Florence Karina 🌹
suka banget sama Lea ...bikin lanjutannya dng
(⁠๑⁠♡⁠⌓⁠♡⁠๑⁠)park Nath(⁠•⁠ө⁠•⁠
kereeen
Rhe
nice story 😘🥰🥰
Anindira Putri
👍💖
Kinara Ratu
mampir disini sambil nunggu Aiden di up
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
Olive 🫒: makasih kakak, semoga betah 😁🤭
total 1 replies
authornya asik dah, baru tau ada cerita sebagus ini
Olive 🫒: halo kak, makasih yah 💜
total 1 replies
rossie
keren banget
Sophia
ga pernah ngecewain sih dan selalu menarik
Pingkan B
ini juga udah tamat? seneng banget aku sama dua cerita ini sama si Sammy. pokoknya sukses terus untuk author
Little Angel
keren, keren, keren, keren 🤭👍
Little Angel
semangat terus kak, jangan nyerah karna rating bintang 1
Noviyanti
wah udah tamat aja... ditunggu karya barunya..
Olive 🫒: makasih kak Novi
total 1 replies
~Ķímhwä~
eh beneran End? waah engak kerasa ya..senang disetiap ceritanya penuh akan keseruan dan kekesalan. kesal aja sama sikap Max🤭. yeah Kak Olive memang keren membuat story yang mengenang dihati Reader's...thanks juga buat kak Olive udah bikin cerita seru ini...

oke Kim lanjut ke novel kakak yang lain lah🏃‍♀️🏃‍♀️
~Ķímhwä~: Sama-sama kak olive
total 4 replies
jasmine91
udah tamat yah kak? ga terasa udah end aja. seneng bacanya kak 🤗
Olive 🫒: iya kak Jasmine. Ditunggu cerita yang lainnya yah, makasih udah ngikutin kisah Max dan Lea 💜
total 1 replies
Reni A
21+++++ ini
Strawberry
Keren banget Thor
gina02
aku suka karna lucu dan imajinasinya hebat kayak bisa ngajak aku masuk ke dalam ceritanya. Terus berkarya yah, thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!