Follow juga akun media sosial author
Ig : nurserihasna1
YouTube : http://www.youtube.com@nrserihasna
jangan lupa di follow kakak terimakasih kasih
Tuan apa yang anda lakukan saya mohon lepaskan saya. Kata yang keluar dari mulut seorang gadis tidak di pedulikan olehnya.
Alex yang sudah hilang kendali karena tidak dapat menahan sesuatu di tubuh nya dan harus segera di lampiaskan tidak peduli dengan permohonan gadis depan nya.
Alana terus meronta melepas kan diri dari Alex sisa tenaga yang ia miliki, tapi tenaga Alex tidak sebanding dengan tenaganya.
Bagai mana kah perjuangan hidup Alana setelah malam naas itu terjadi. Yuk simak cerita Alana dan Alex selengkap nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa princes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Di kurung
Alex melihat Alana memejamkan mata hanya diam mendengar Alex bicara, Saya tahu kamu belum tidur jadi jawab saya nyonya Alana Alex Xander Smith.
Mendengar panggilan Alex seketika Alana membuka mata, melihat Alex berdiri menatap dengan tajam ke arah Alana saat ini di ranjang.
"Ma maaf tuan saya tadi tidak sengaja Alana dengan takut bicara pada Alex saat ini".
Saya akan menghukum kamu kemaren saya masih baik hati hanya melarang kamu tidak keluar mansion tapi sekarang kamu akan di kamar saja sampai saya izinkan kamu untuk keluar, kalau terjadi sesuatu dengan bayi saya bagai mana. Alex.
Alana hanya mendengar apa yang alex bicara tanpa bantahan memang di sini dirinya yang bersalah.
alex naik keranjang dan memeluk Alana yang hanya memakai lingerie yang Alex sediakan agar dengan leluasa mengelus perut Alana mengingat anak - anak yang di kandung Alana sering ingin di elus tiap malam.
Jika kamu tidak sedang mengandung saya pasti kan kamu berada dalam kamar bathtub sampai pagi.
Mendengar ucapan Alex, Alana semakin takut dirinya akan di hukum atas kesalahan yang ia buat.
Alex memeluk Alana dari belakang sambil mengusap dengan lembut perut Alana yang hanya berbalut dengan kain tipis.
"Masih sakit? Tanya Alex pas di telinga Alana.
" Sedikit, tidak sesakit yang tadi tuan". Alana dengan rilih.
Mansion utama Smith
Pagi ini Tasya dengan semangat akan ke Mansion Alex, ia akan mengajak Alana untuk jalan - jalan.
Karena kemaren mereka hanya pergi makan rujak dan pulang sebelum Alana ketahuan keluar tanpa izin dari Alex.
"Mom" hari ini adek mau pergi dengan kakak ipar ya mom. Tasya pamit pada Mommy Jasmine lalu keluar mansion di antar oleh supir pribadi keluarga Smit tentunya.
Mansion Alex yang sudah berangkat kerja tidak bertemu dengan Tasya yang datang ke Mansion nya.
Tasya di sambut oleh pelayan di mansion Alex."Mana kakak ipar"? Tasya melihat sekeliling yang sepi tidak melihat keberadaan Alana pun bertanya pada pelayan.
Nyonya Alana berada di kamar Nona Tasya. Pelayan pergi ke dapur setelah mengatakan dimana keberadaan Alana.
Tasya naik ke atas di mana kamar utama yang di huni Alex dan Alana berada.
Tok
Tok
Tok
Tasya mengetuk pintu kamar Alana dan terdengar suara Alana di dalam.
"Siapa" Alana.
"Kakak ipar ini aku Tasya, boleh aku masuk kak"? Alana yang mendengar suara Tasya pun mendekati pintu, Tasya pintu kamar di kunci sama tuan Alex!.
"Apa" Tasya kaget mendengar apa yang Alana sampaikan di dalam kamar tersebut.
"Kenapa kakak ipar di kunci sama kak Alex kak"? Tasya berteriak dari luar tidak habis pikir dengan kakak nya sendiri dengan tega mengunci istri di kamar.
Ini salah kakak Tasya, gara - gara kakak makan rujak kepedasan malam tadi kakak sakit perut padahal tuan Alex sudah melarang kakak pagi kemarin sebelum dia berangkat kerja". Alana memberi tahu Tasya alasan Alex mengurung Alana di kamar. Alana tidak mau Tasya menyalakan Kakaknya Alex nanti.
Tapi hari ini aku mau mengajak kakak ipar pergi jalan - jalan, kemaren kita cuma makan rujak doang dan pulang cepat sebelum kak Alex pulang kita sudah harus di rumah. Bagaimana aku coba minta izin sama kak Alex. Gumam Tasya dengan mata berbinar bahagia.
dret
dret
dret
"mm..Alex hanya bergumam menjawab telepon dari Tasya, Kak aku izin mau ajak kakak ipar keluar"? Boleh ya kak? Tasya dengan memelas pada Alex berharap mendapat izin dari Alex.
"Kakak tidak memberi izin", Jawab Alex singkat padat dan jelas pada Tasya.
Tasya sudah siap untuk protes pada Alex namun belum sempat Tasya mengucapkan protesnya Alex sudah mematikan telpon sepihak.
"Menyebalkan" Tasya.