💕Hai salam kenal semua. Saya baru buat novel nih, mohon maaf ya kalau ada salahnya💕
Berkisah tentang Gadis bernama Diandra, yang memiliki riwayat penyakit jantung sejak lahir yang membuat ayahnya tidak menyukainya.
Hingga suatu ketika Diandra terpaksa dijodohkan dengan seorang pria yang tidak
ia kenal, Bernama Hans, pria tampan namun mengalami lumpuh karena sebuah kecelakaan satu tahun yang lalu.
bagaimnakah kisah selanjutnya??
Silahkan menikmati karya ku ya love🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calon istri Jaehyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir saja...
Waktu menjelang sore, mobil Hans telah tiba di halaman depan rumah.
Setelah dibantu pak Anton turun dari mobil, Diandra mendorong kursi roda Hans menuju kamar mereka.
"Mas kamu pasti capek kan, aku mau siapin air hangat untuk kamu mandi ya. Istirahat disini dulu mas". Diandra memindahkan suaminya ke sofa dengan sekuat tenaga.
Hans yang merasa sangat tidak berguna hanya bisa menghela nafas, dirinya semakin yakin untuk segera sembuh agar dapat menjaga gadis kecilnya itu.
"Ya Tuhan, kenapa aku sangat tidak berguna, Sayang aku janji aku akan segera sembuh aku yakin itu, kamu adalah alasan aku untuk bisa berubah, gadis kecilku, tunggu aku sembuh baru aku akan membahagiakanmu, aku janji"
Hans yang menahan air matanya mengatakan hal itu dalam hatinya, dirinya sangat bersemangat untuk sembuh karena Diandra.
Setelah beberapa menit akhirnya Diandra keluar kamar mandi dan membantu Hans untuk ke kursi roda dan mendorong menuju kamar mandi.
"Mas mau mandi sendiri atau....."
belum selesai Diandra berbicara Hans kembali memotong pembicaraannya
"kamu lah yang mandiin, kamu kan istri aku"
kata Hans sambil melepas bajunya yang memperlihatkan badan kekarnya dengan tubuh sixpack menandakan dirinya rajin berolah raga serta gym.
Diandra hanya bisa menelan ludah sambil mengalihkan pandangannya sambil berkata dalam hati..
"aduuh kenapa sih dia buka baju, aduuhh kok aku jadi error , jelaslah dia buka baju kan mau mandi, huftt Diandra fokus toh kamu itu sekarang udah jadi istrinya Hans kan plis diandra fokus"
Hans menyadarkan lamunan Diandra dengan mengatakan...
"kamu ngapain sih diem, sini dong bantuin aku lepas celana"
lagi-lagi Diandra hanya bisa menghela napas,
"ah iya tapi aku, aku, mas aku itu aku.....,huft aku baru pertama kali melihat hal seperti ini mas, apalagi sama cowok aku belom pernah"
Ucap Diandra sambil menutup wajahnya dengan malu. Hans yang melihatnya tertawa terbahak-bahak, dirinya merasa senang karena puas mengerjai Diandra, Hans sangat senang karena ternyata lagi-lagi gadis kecilnya ini sangat menggemaskan dan juga polos.
"hahahaahah kamu....lihat, wajah kamu merah".
Tunjuk Hans sambil tertawa terbahak-bahak.
Diandra langsung memegang pipi dan sontak kaget saat melihat kaca, dan benar saja wajahnya sangat merah bagai kepiting rebus.
"iiihh mas apaan sih, kan aku udah bilang ini pertama kali aku sama cowok. Yaudah mas mandi aja sendiri".
Ucap Diandra sambil berjalan keluar, belum sempat dirinya keluar, tiba-tiba Hans memegang tangannya.
"Diandra kamu marah, yaudah aku minta maaf, jangan gitu dong, aku mana bisa mandi sendiri, ayolahh".
Bujuo Hans yang memasang wajah memelas agar dikasihani oleh Diandra.
Diandra yang tidak tega akhirnya menghela napas dan berbalik badan
"Yaudah aku mandiin kamu, tapi nanti kamu jangan aneh-aneh".
Ucap Diandra sambil membantu melepas celana Hans, tapi ketika bagian ****** ***** Hans akan dibuka, Diandra terdiam sebentar dan menutup mata.
"Bagian ini bisa lepas sendiri nggak, aku gabisa kalo ini".
Ucap Diandra sambil menutup mata dan mengalihkan pandangannya.
Hans lagi-lagi dibuat tertawa karena kelakuan Diandra.
"hahahahahaha kamu kenapa sih ha, aku ini suami kamu masa kamu masih aja ngga berani" kalo lepas sendiri mana bisa sih"
Ucap Hans yang tertawa puas karena kepolosan istrinya itu.
Diandra dengan keberaniannya dan sedikit malu-malu akhirnya berani melepaskan ****** ***** Hans.
Akhirnya dengan telaten Diandra membantu Hans untuk mandi, dengan tangan lembutnya Diandra menggosok tubuh kekar Hans, pada saat sampai di bagian bawah untuk yang kesekian kalinya, Diandra mencoba menutup mata sambil berjalan kedepan.
Tanpa disadari karena lantainya yang licin akhirnya Diandra hampir terpeleset, Untung saja Hans dengan sigap lalu menangkap Diandra dan membawa Diandra ke pangkuannya.
Grep....Happ....!!!!
Diandra yang terkejut sontak membuka matanya dan kemudian kedua mata mereka saling menatap, Hans dengan senyum dan wajah tampan menatap dalam wajah Diandra yang begitu cantik dengan mata indah dan bibir yang sangat menggoda.
Hans yang sudah tidak tahan pun ingin segera me*#@*t bibir cantik Diandra.
Hampir saja bibir mereka bersentuhan, dengan cepat Diandra menutup mulutnya dan segera bangkit dari pangkuan Hans.
"m m maaf mas aku tadi tutup mata jadi ngga tau kalo lantainya licin, trus mas tadi ngapain kek gitu, aku kan.....jadi....malu".
Lirih Diandra yang malu karena hampir saja Hans akan me*#@t bibir manisnya.
Hans yang sadar pun akhirnya segera menyuruh Diandra untuk segera menyelesaikan mandinya.
Setelah selesai mandi, Diandra mengeringkan tubuh Hans dengan handuk.
Setelah selesai mandi, Diandra kemudian memakaikan pakaian kepada Hans.
Hans yang hanya memakai kaos putih namun karena ketampanannya membuat Diandra terdiam sesaat, Hans yang melihat Diandra melamun lalu menyadarakan nya dengan mengetuk dahi Diandra.
pletak...!!!
"ngapain bengong?"
Tanya Hans dengan jahilnya.
"ah itu engga, siapa sih yang bengong aku aja ngga bengong tuh, oh iya aku boleh nanya sesuatu ngga?"
Tanya Diandra yang penasaran.
"mau nanya apa?"
ketus Hans.
Sambil menyisir rambut Hans, Diandra bertanya kepada Hans,
"Mas waktu tinggal dirumah papa sama Mama dulu yang mandiin siapa, mama atau ada pelayan?"
Hans yang mendengar pertanyaan aneh Diandra langsung saja terpikirkan lagi untuk menjahili Diandra.
"emmm waktu itu yang mandiin pelayan, cewek, cantik, trus dia...."
belum sempat Hans melanjutkan pembicaraannya tiba-tiba Diandra berdiri.
"iiissshh udah nih sisir sendiri rambutnya, aku capek mau mandi trus tidur"
Ucap Diandra dengan malas sambil menodngkan sisir kepada Hans, Hans yang hanya bisa tertawa melihat kelakuan istrimya pun hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum dengan hati yang sangat senang.
Hans merasa sangat senang saat bersama dengan Diandra, apapun yang Diandra lakukan menurut Hans sangat lucu.
Setelah selesai mandi, Diandra kemudian dengan malas menatap Hans, Hans yang bingung saat melihat tingkah Diandra lalu mendekat dengan menggunakan kursi rodanya.
"aku laper kita makan malam yuk, mbok jum udah nyiapin buat kita"
Dengan malas Diandra mendorong kursi roda suaminya menuju ruang makan.
Saat makan pun Diandra masih terlihat sangat cuek dan tidak menatap Hans sama sekali, hingga selesai makan pun Diandra masih mendiami Hans dan Diandra menuju kemamar dengan terburu-buru meninggalkan Hans di ruang makan.
Hans yang sadar mengapa Diandra marah pun hanya bisa menggelengkan kepala. Setelah selesai makan, Hans menyusul Diandra yang sudah tidur dikamar.
Dengan ditutupi selimut, Diandra tidur di sofa. Hans lalu menghampiri Diandra dan mendekat.
"kamu kenapa sih, kamu cemburu aku bilang kalo yang mandiin aku pelayan cantik?"
Goda Hans yang mencoba merayu Diandra.
Diandra yang merasa terusik akhirnya bangun.
"mas ini udah malem aku capek mau tidur"
Ucap Diandra dengan malas, Hans yang tersenyum lalu membelai lembut rambut Diandra.
"kalo tidur itu dikasur bukan disini, mau aku gendong hmm?.
Diandra yang terdiam karena perlakuan Hans, dirinya mulai bingung dengan sikap Hans yang tiba-tiba tidak dingin seperti saat pertama kali Diandra bertemu Hans.
"kamu kenapa sih? kebentur sesuatu atau salah makan apa sih?"
Diandra tiba-tiba menanyakan hal itu dan membuat Hans bingung menjawabnya, Hans yang sudah tau kalau Diandra adalah gadis kecilnya tidak ingin memberitahu Diandra jika dirinya adalah pangeran penolongnya saat kecil.
"Kamu masih cemburu hmm?"
Hans mencoba mengalihkan pembicaraan Diandra.
sontak saja membuat Diandra malu, entah kenapa saat mendengar jika selama ini Hans dimandikan oleh seorang pelayan perempuan hatinya sangat sakit dan rasanya Diandra tidak bisa menerimanya.
Diandra sendiri juga bingung dengan perasaannya, apakah dirinya mulai menyukai Hans, apakah dirinya sudah mulai menyayangi hans, pertanyaan demi pertanyaan pun muncul dibenak Diandra.
"mas aku beneran cape, aku mau tidur"
Keluh Diandra kepada Hans.
"yaudah kalo tidur itu dikasur kan tadi aku udah bilang kan, kalo kamu tidur disini kamu bakal aku gangguin terus, apa aku harus gending kamu hmm?"
Goda Hans sambil memainkan pipi Diandra.
"iya iya aku ke kasur tapi janji ya mas jangan gangguin aku"
sambil mencoba melepaskan tangan Hans dari pipinya Diandra beranjak ke kasur berukuran king size, Hans kemudian menyusul Diandra.
tiba-tiba saja muncul kembali ide jahil Hans, Hans yang ingin tahu apakah Diandra masih takut dengan gelap pun lalu mengambil ponsel nya, karena mansion Hans berteknologi smart home, dimana semua lampu,AC, maupun elektronik listrik lainnya dapat ia kendalikan dengan ponselnya.
Hans kemudian mengotak Atik ponselnya, dan benar saja setelah beberapa saat, lampu kamar Hans tiba-tiba saja padam, dan membuat Diandra yang berpura-pura tertidur pun sontak berteriak histeris hingga tanpa sadar dirinya memeluk Hans.
"hei tenang, aku disini jangan takut"
Ucap Hans yang juga merasa bersalah karena telah membuat Diandra ketakutan.
Tangan yang dingin dan bergetar serta air mata yang keluar membuat Hans semakin merasa bersalah, dengan mengambil ponselnya, Hans mencoba menyalakan kembali lampu kamarnya.
byarr....lampu telah menyala, namun Hans terkejut ketika melihat kondisi Diandra yang pingsan, dengan panik Hans mencoba membangunkan Diandra namun tidak bangung juga.
"Diandra, kamu kenapa heii bangun Diandra....jangan bikin aku takut aku mohon bangun sayang aku mohon".
Hans yang begitu panik langsung menelfon dokter pribadi keluarganya untuk segera ke mansion Hans.
Hans menangis karena melihat kondisi Diandra, Hans sangat merasa bersalah karena telah menjahili Diandra.
"kamu yang kuat ya, aku minta maaf tolong kamu bangun, aku ga bisa lihat kamu kaya gini aku mohon sayang, kamu bilang kalo kamu udah gede nanti, kamu bakal nikah sama aku, Diandra sayangg.....bertahanlah..."
Hans menangis karena melihat kondisi Diandra, tangan Diandra yang sangat dingin dan jantung yang berdetak lebih cepat.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
bantu dukung karyaku juga ya teman-teman
simpanan brondong tampan
terima Kasih
biar cepat move on dari diandra