NovelToon NovelToon
PERANGKAP CINTA PERAYU ULUNG

PERANGKAP CINTA PERAYU ULUNG

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Badboy / Cintamanis / Patahhati / Komedi
Popularitas:405.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ina As

Sepagi ini Adam Halilintar bersama pemuda desa sudah mangkal di depan sebuah Sekolah PAUD, demi melihat Ibu Guru Jingga, guru honorer di sekolah tersebut, kembang desa yang menjadi idaman dan rebutan para pemuda desa.

"Ibu guru datang," seru salah satu kawan barunya yang bekerja sebagai penadah aren.

Lalu dari balik semak, muncul seorang gadis yang ditunggu-tunggu sedari tadi.

Ketika lewat di depannya, matanya mengamati gadis itu dari atas ke bawah. Otaknya merespon dengan cepat informasi yang ditangkap matanya, spontan memberikan penilaian terhadap gadis itu.

Di bawah standar.

Hatinya mendongkol karena gadis yang ditunggunya ternyata jauh dibawah ekspektasinya.

Deretan wanita yang pernah jatuh ke dalam pelukannya, kelasnya jauh di atas wanita yang baru lewat tadi.

Bila ia turut menggoda Ibu Guru Jingga seperti pemuda desa, lantas berpacaran dengan gadis itu, maka akan menjadi pencapaian terburuk dalam sejarah percintaannya.

Ia yakin, dirinya akan menjadi bahan tertawaan dan bahan lolucon teman-temannya di kota.

Karena kenakalan Adam, ayahnya mengirimnya untuk belajar agama di sebuah desa. Di desa itu, ia menemui kehidupan yang jauh berbeda dari tempat asalnya.

Bagaimana petualangan cinta selanjutnya setelah ia tinggal di desa tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Jingga Mardhiyyah

Jingga Mardhiyyah meletakkan Al Qur’an di atas meja, lalu membuka mukena yang dikenakan. Melipat mukena beserta sajadah, meletakkannya di samping Al Qur’an.

Setiap selesai sholat malam dan membaca Al Quran, Jingga bergegas menuju dapur. Memasak air panas untuk air mandi ayahnya sebelum ayahnya sholat subuh.

Ayahnya, Abdullah merupakan pensiunan Guru SD. Mengidap penyakit arthritis atau radang sendi, yang sering disebut rematik. Sendi kaki ayahnya membengkak serta kemerahan, sehingga mengalami kesulitan untuk berjalan dan perlu bantuan tongkat penyanggah.

Belakangan ini karena penyakit yang diderita ayahnya semakin parah, ayahnya tidak mampu lagi sholat di Masjid Baitul Makmur. Masjid Baitul Makmur terletak di perbatasan Kampung Kopi dan Bukit Hejo.

Satu pantangan penderita rematik adalah mandi air dingin. Apalagi air di Kampung Kopi bersumber dari gunung, yang dinginnya menggigit seperti air es. Oleh karena itu, setiap ayahnya hendak mandi, ia selalu menyediakan air hangat untuk ayahnya.

Di rumah itu ia menggantikan peran ibunya yang telah lama meninggal. Sehingga setelah melaksanakan Sholat Subuh ia ke kebun di belakang rumah untuk memetik sayuran. Lalu kembali ke dapur, memasak bubur atau membuat nasi goreng untuk sarapan. Sekaligus memasak makan siang untuk ayahnya, sebab ia belum pulang dari TK saat waktu makan siang.

Di rumah itu, ia tinggal bertiga dengan ayah dan adiknya Nadira. Nadira masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Setelah sarapan bersama keluarga, ia mencuci piring, mandi dan bersiap berangkat ke sekolah.

Ia menjadi guru honorer dan mengajar di sebuah sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang bernama TK Melati, di Cisari Ibu Kota Desa Cisari. Cisari terletak di sebelah Kapung Kopi.

Ia mengenakan tunik batik dan rok maxi, rok panjang yang melebar, dipadukan jilbab berwarna kuning polos.

Karena kendaraan di rumahnya hanya tersedia sebuah sepeda motor tua yang digunakan oleh ayahnya saat masih aktif mengajar, ia harus berjalan kaki menuju TK Cisari. Sebab sepeda motor tesebut digunakan adiknya Nadira, yang bersekolah di Kota Kecamatan.

Jalan yang dilalui menuju sekolah merupakan jalan setapak dengan permukaan tanah liat yang terkadang menjadi becek saat musim hujan, sehingga ia memasukkan sepatunya ke dalam kantong kresek. Menuju sekolah menggunakan alas kaki sandal jepit. Sepatu flatnya akan digunakan begitu tiba di sekolah.

“Bapak, Jingga berangkat ke sekolah,” pamitnya pada ayahnya yang sedang duduk membaca Al Qur’an. Ayahnya menghabiskan masa pensiun dengan membaca Al Qur’an dan buku agama di rumah, karena kondisi Kesehatan tidak memungkinkan beraktivitas di luar rumah.

Meskipun berjalan kaki, ia tidak pernah kepanasan. Karena jalan setapak yang ia lalui rindang oleh pepohonan.

Sepanjang jalan yang dilaluinya, banyak pohon kersen yang tumbuh liar. Sehingga setiap lewat di bawah pohon tersebut, ia berhenti sejenak, menoleh ke atas mencari-cari buah mungil yang sudah memerah.

Selain untuk ia makan sendiri karena rasanya yang manis dan banyak mengandung antioksidan, ia juga membawa pulang buat ayahnya, untuk membantu meredakan nyeri akibat radang sendi yang diderita.

Saat berjalan kaki menuju sekolah, ia menikmati keindahan alam di kampungnya. Matahari yang terbit di ufuk timur, berlatar langit biru dengan sapuan tipis awan putih. Gunung yang menjulang di ujung sana ataupun bunga flamboyan yang mekar berwarna merah dan kuning di bukit seberang. Udara yang sejuk tanpa polusi. Juga buah kersen yang ranum menggelayut.

Di tengah dunia yang rumit, setiap manusia perlu merasakan keindahan. Ia tidak tergesa-gesa berjalan, karena ia tidak pernah jemu menatap keindahan, persembahan alam di desanya.

Namun ada hal yang sering mengganggu pikirannya. Ayahnya tidak pernah menerima laki-laki yang bertamu ke rumahnya, baik untuk menemuinya maupun menemui Nadira.

Membuat ia terkadang khawatir, akan kesulitan mendapat jodoh sebab semua pria gentar menghadapi ayahnya. Sementara usia terus bertambah. Teman-teman sepermainannya di kampung kebanyakan telah menikah dan memiliki anak.

Usia 23 tahun untuk ukuran kampungnya sudah masuk dalam zona kuning bagi perempuan yang belum menikah.

Pria yang pernah menjadi pacarnya saat ia masih berkuliah, diusir oleh ayahnya saat datang bertamu. Esoknya juga pria itu langsung memutuskannya. Sejak saat itu ia tidak ingin lagi menjalin hubungan yang bernama pacaran. Bila ada pria yang serius dengannya, ia ingin langsung menikah.

Meskipun kadang bimbang dan galau menanti jodoh, tetapi ia yakin jodohnya akan datang pada waktu yang tepat. Ia hanya berusaha memantaskan diri dalam ketaatan, membersihkan ruhaninya, yang bisa membawanya bertemu jodoh terbaik. Karena ia percaya perempuan yang baik akan disandingkan dengan pria yang baik pula.

Jarak rumahnya ke TK Cisari tidak sampai setengah kilometer. Jalan setapak yang ia lewati berujung di sebuah jalanan umum dengan konstruksi rabat beton.

Begitu langkahnya mencapai jalanan umum, ia menghembuskan nafas berat. Bukan akibat kelelahan berjalan kaki. Namun karena dari jauh ia bisa melihat beberapa pemuda Bukit Hejo yang biasa menggodanya, mangkal di depan sekolah. Duduk berjongkok, berbaris di pinggir jalan.

Para pemuda itu tidak pernah macam-macam padanya, hanya memanggil-manggil namanya dan menyapanya. Namun tidak urung tingkah norak mereka membuat dirinya risi.

Begitu langkahnya semakin dekat,

"Assalamualaikum. Selamat pagi Ibu Guru Jingga." Hampir secara bersamaan pemuda Bukit Hejo menyapanya, dengan pandangan mata terpana. Yang baginya pandangan mata pemuda itu terlalu berlebihan.

"Waalaikumsalam," jawabnya jengah, merasa risi.

Tetapi netranya mendadak menangkap bayangan seorang pemuda yang tidak familiar. Pemuda yang wajah dan penampilan sangat berbeda dengan pemuda dari Bukit Hejo. Berambut gondrong yang mekar karena belum disisir. Juga tampak baru bangun tidur.

Dari penampilan, sangat jelas bila pemuda tersebut berasal dari kota.

Siapa dia?

Mungkin seorang mahasiswa yang sedang KKN di desanya. Tetapi ia tidak pernah mendengar bila desanya menjadi lokasi KKN mahasiswa.

Sejenak mereka beradu pandang.

Tetapi ia segera membuang pandangan, karena pemuda itu melihatinya dari atas sampai ke bawah. Seperti seorang juri yang sedang menilai kontestan. Jelaslah ia semakin jengah. Sehingga mempercepat langkah memasuki pekarangan sekolah tanpa mengganti sandal jepit yang ia kenakan terlebih dahulu dengan sepatu.

Di pintu gerbang sekolah, Ibu Guru Murti dan Ibu Guru Rahmi, berdiri untuk menyambut murid TK yang datang ke sekolah. Ia ikut bergabung Bersama mereka. Berdiri menyambut murid sembari mengganti sandal jepit yang ia kenakan dengan sepatu flat. Sandal jepit yang dilengketi tanah liat ia singkirkan ke belakang, sebelum dicuci nanti.

“Siapa sih cowok gondrong itu? Sepertinya orang baru ya?” tanya Ibu Guru Rahmi, memanjangkan leher mengamati cowok yang dimaksud. Cowok itu telah beranjak pergi, meninggalkan empat orang pemuda Bukit Hejo.

“Mungkin itu ya, cowok yang tinggal di rumah Ustadz Zaenal. Yang mabuk-mabukan bersama orang Bukit Hejo itu dan memukul bedug Masjid diantara waktu Ashar dan Magrib. Kampung jadi heboh dibuatnya,” lontar Ibu Guru Murti.

Mabuk-mabukan, kata yang membuat ia menjadi ilfeel. Sebab pemuda tadi memiliki wajah yang elok, sayang tidak seelok dengan perangainya.

“Tapi ganteng juga ya, kayak artis. Pasti dari kota,” komentar Ibu Guru Rahmi.

“Katanya sih dari Bandung.” Ibu Guru Murti salah seorang guru di TK Cisari yang seperti Gudang informasi. Murti mengetahui segala desas-desus, gosip bahkan mengenal hampir semua orang di Desa Cisari.

************

Adam menyisir rapi rambutnya, mengikatnya, lalu mengenakan kopiah. Sejenak ia mengamati dirinya di dalam cermin buram lemari kayu tua di dalam kamarnya.

Pria tampan kata orang dengan baju koko putih dan kopiah.

Seperti yang pernah di dengarnya, bahwa keimanan dan kekufuran tercermin pada wajah dan kulit manusia.

Seperti pancaran cahaya keimanan pada wajah Ustadz Zaenal yang memancarkan vibrasi yang luar biasa serta menenteramkan hati orang yang memandangnya.

Ia meneliti wajahnya, apakah sudah bercahaya seperti wajah orang-orang beriman? Seperti wajah bersih bercahaya Ustadz Zaenal. Karena ia sudah melaksanakan sholat lima waktu sejak tinggal di Bukit Hejo.

Kecuali kemarin saat ia sedang mabuk bersama pasukan berani matinya.

Namun akhirnya ia mengambil kesimpulan sendiri. Wajahnya bersinar karena memiliki dasar kulit yang cerah dan wajah bersih tanpa jerawat. Bukan cahaya keimanan yang terpacar dari wajahnya.

Pandangan Ustadz Zaenal berseberangan dengan para motivator. Para motivator mengajarkan bahwa hidup bisa didesain sendiri, manusia memiliki kehendak bebas, Tuhan hanya meng-iyakan apa yang telah kita pilih.

Sementara Ustadz Zaenal memandang dunia ini dalam pandangan Tuhan, tidak memilik harga sama sekali. Dunia ini laksana melihat fatamorgana di sahara yang disangka sungai bening. Ketika matahari tenggelam, sungai bening itupun berubah kembali menjadi padang pasir yang tandus.

“Allah tidak menyukai orang yang sombong, pongah, dan suka membanggakan diri,” terang Ustadz Zaenal saat mereka jalan beriringan menuju Masjid untuk Sholat Maghrib.

Semua sifat yang tidak disukai Allah itu melekat pada dirinya. Ia suka menyombongkan diri. Bagaimana wajahnya bisa bercahaya bila demikian?

"Kita hanya bisa mendekati Allah dengan merendahkan diri kita, dengan meruntuhkan tembok kesombongan. Hanya kerendahan hati lah yang membuat kita mendapat bimbingan Allah," lanjut Ustadz Zaenal. “Iblis diusir dari Surga karena angkuh dan sombong.”

"Hidup akan begitu bermakna dan mengalir ketika kita telah mengenal Allah, merasakan kehadiran-Nya dalam setiap kehidupan, itulah hakikat hidup," pungkas Ustadz Zaenal.

Hatinya begitu tenteram bila berada di dekat Ustadz Zaenal ataupun setiap mendengar suara Ustadz itu. Baik kala ustadz tersebut membagi ilmu agama, maupun hanya berbicara hal biasa padanya. Senakal-nakalnya dirinya, Ustadz Zaenal tidak pernah marah padanya.

Terbersit dalam hatinya, andaikan ayahnya bisa seperti Ustadz Zaenal.

Dari arah yang berlawanan, perhatiannya tertuju pada dua orang yang mengenakan mukena. Ia bisa mengingat wajah salah seorang di antaranya, gadis yang ia tunggu kedatangannya tadi pagi di depan sekolah.

Ternyata ia hanya membuang-buang waktu, karena ibu guru itu ternyata jauh di bawah ekspektasinya.

Mereka memasuki pintu pagar masjid hampir bersamaan.

Mata mereka kembali beradu pandang.

Gadis itu memiliki belah dagu, satu ciri yang ia tidak perhatikan tadi.

Jingga tersenyum dan mengangguk hormat pada Ustadz Zaenal. Namun tidak padanya.

Sombong !

Sudah dibawah ekspektasi, sombong pula.

Ingin diusir dari Surga ya gadis?

*********

Readersku tersayang,

Apa kabarnya hari ini? Semoga Allah SWT senantiasa membanjiri hidupmu dengan cinta, kebahagiaan dan kesehatan.

Bagi umat muslim, Author mengucapkan selamat Idul Adha 1443 H. Mari Kita melaksanakan qurban, semoga Allah SWT menerima amal kita serta mengampuni semua dosa-dosa yang pernah diperbuat.

Jangan lupa dukung Author agar terus berkarya. Terima kasih atas segala dukungannya.

...Salam sayang...

...Ina AS...

...😘😘😘...

1
Sri Handayani
terimakasih kasih kaka author
masih mau ngelanjutin cerita nya
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Sriyati
terima kasih mbak Ina ... masih dilanjut sehat selalu🙏🌹
Atik Atim
Alhamdulillah...selamat atas kelahiran baby jingga dan Adam...semoga sehat sehat juga buat yg tercantiq kak Ina.... di tunggu kelanjutannya dan novel laennya ya kakak....


moga sehat sehat
Happy ¢ᖱ'D⃤ ̐
Akhirnya Adam up membawa kabar bahagia
Selamat datang bayi cantik🥰
makasih k ina udah up kembali🙏🥰
Happy ¢ᖱ'D⃤ ̐
alhamdulillah sehat,k ina juga smoga sehat sllu ya🥰
Nora Afilla
bimasena
Ebyline Lian
good
Dinda Gusti
hhh
Yenti Oktafia
Alhamdulillah up lagi setelah sekian lama
zaskia nurcahayati
terima kasih kak thor,,iseng buka nt,,eh ada pembaruan buguyu,,sampe kapanpun kutunggu tamat cerita nya kak 🤭
zaskia nurcahayati
lama amat amat satu abad kak 😄
Rina
Notif ini sekali 3 bulan kayak nya😄🙏
Kusdiawati Rezarasya
Terimakasih banyak udah up 🙏
Kusdiawati Rezarasya
Alhamdulillah sehat Mba Ina , semoga Mba sehat selalu 🤲
Dewi Sri
Sehat selalu author
strawberry
surprise... senengnya dapat notif dr mbk ina...
Syirfa Ratih
terimakasih banyak kak ina..udah balik menyapa kita...
q tunggu jg di cerita edel aa
Syirfa Ratih
kangen bgt sm kak ina😭
Ayu Kerti
senanggg ada notif drmu kakk
titissusilo
waaahhh selamat Adam udah jd bpk jg jingga sdh jd ibu moga baby nya bsa jd jln utk restu kluarga mu Adam...akhir nya update jg thor Ina semoga tetep up ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!