Amanda Jhonson dijual oleh tunangan dan kakak tirinya pada seorang pria tua untuk membayar hutang,hal itu membuat hidupnya hancur dalam satu malam.
Di malam yang mengerikan,Amanda ditangkap dan dipaksa untuk melayani seorang laki-laki yang tidak dikenalnya.
Tapi pada malam itu,untuk menjaga kesuciannya Amanda membunuh pria tua itu.
Karena itu,Amanda divonis penjara selama lima tahun karena terbukti telah menjadi pembunuh dengan bukti-bukti yang ada.
Tapi baru saja Amanda menjalani masa tahanannya seorang pria yang tertarik padanya menemui wanita itu dan menawarkan bantuan padanya.
Pria itu juga berjanji akan membantu Amanda bebas dari jeruji besi dan membantu Amanda membalas dendam tapi dengan sebuah syarat.
Apakah Amanda akan menerimanya?
Sekuel dari Hot Mother And The Bos Mafia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
Siang itu tampak Amanda sedang membawa makanan yang diambilnya dan berjalan diantara ratusan para narapinda yang ada dipenjara itu sambil menundukkan kepalanya.
Saat itu sedang jam makan siang, para narapidana ditempat itu tidak selalu dikurung dijeruji besi tapi mereka bisa berbaur dengan para narapidana lainnya.
Tentu mereka memiliki batas waktu untuk berkumpul dan pada saat waktu yang diberikan sudah habis maka para narapidana diharuskan untuk kembali kesel tahanan mereka.
Disaat-saat seperti itulah yang membuat Amanda semakin ciut, pasalnya dia sudah seperti seekor tikus kecil diantara tumpukan sampah.
Para narapidana yang ada disana adalah pembunuh yang sesungguhnya, sedangkan dia? Hanya seorang wanita tidak berdaya.
Bahkan saat makan seperti itu Amanda tidak berani membuka suaranya sedikit saja karena dia begitu takut.
Walaupun mereka sesama wanita tapi tampang mereka tampak begitu bengis dan menyeramkan.
Dengan nampan makanan ditangannya Amanda mencoba mencari sebuah kursi kosong yang ada. Dia narapidana baru disana dan belum berani berbaur dengan narapidana lainnya.
Saat Amanda sedang berjalan tiba-tiba sebuah kaki menghalangi langkahnya sehingga membuat keseimbangannya hilang. Amanda terhuyung kedepan dan jatuh diatas lantai, makanan yang dibawanya tumpah begitu saja diatas lantai dan pada saat itu tawa seluruh narapidana yang ada disana bergemuruh menertawan Amanda.
Amanda berusaha bangkit dan duduk diatas lantai, air matanyapun menetes dari kedua matanya. Dengan tangan bergetar Amanda memunguti makanannya yang tumpah diatas lantai.
Pada saat itu salah seorang narapidana berjalan kearah Amanda dan menginjak tangannya dengan kencang.
"Lihatlah, seorang cinderela yang terjebak didalam penjara." teriak narapidana itu.
Sontak saja tawa dari seluruh para narapidana kembali terdengar, Amanda hanya bisa meringis dan berusaha menarik tangannya yang di injak oleh narapidana yang sedang berdiri dihadapannya.
Kini dia mulai kesal, tidak saja menertawakannya tapi kini wanita itu berani menginjak tangannya dan itu sangat sakit.
"Hei, singkirkan kakimu dari tanganku!" teriaknya marah.
Saat mendengar teriakan Amanda,beberapa orang narapidana langsung bangkit berdiri, berjalan menghampiri Amanda dan berdiri didekat wanita itu.
"Wah, cinderela ini ternyata punya nyali untuk melawan." cibir salah satu narapidana yang berdiri disampingnya.
"Sepertinya kita harus memberi pelajaran pada cinderela yang tersesat ini bahwa disini bukanlah istananya." kata salah seorang lainnya.
Tempat itu kembali dipenuhi dengan gelak tawa dari para napi yang mayoritasnya adalah wanita.
Amanda berusaha bangkit berdiri dan menatap wanita yang berdiri mengelilingnya dengan tajam, jika dia bisa bela diri mungkin sudah dia hajar mereka sedari tadi!
"Pergi kalian karena aku tidak ada urusan dengan kalian!" teriaknya marah.
"Siapa bilang tidak ada?" salah seorang napi yang berdiri dibelakang Amanda langsung menarik rambut Amanda dengan kencang.
Amanda berteriak dan memegangi rambutnya, penjara memang benar-benar tempat yang mengerikan.
"Dasar kalian ba**ngan, sampah masyarakat, lepaskan rambutku!!" makinya.
Saat mendengar makian Amanda para napi yang sedang berdiri disampingnya jadi semakin kasal tidak hanya itu semua napi yang ada disana juga marah mendengar teriakan Amanda.
"Hajar!!" terdengar suara seseorang berteriak demikian.
"Hajar! hajar! hajar!" para napi yang lain mulai setuju dan mengatakan kalimat itu secara berulang-ulang hingga menggema diruangan itu.
Amanda menelan ludahnya, sepertinya dia sudah salah bicara, padahal dia hanya memaki orang-orang yang mengelilinginya tapi sudah terlambat, tangan Amanda sudah dipegangi oleh dua orang.
Wanita yang menginjak tangan Amanda tadi mulai mengepalkan tangannya didepan Amanda dan tanpa basa basi wanita itu langsung meninju wajah Amanda.
Amanda hanya bisa berteriak, dia benar-benar dikeroyok saat itu. Tidak hanya memukul wajahnya sampai babak belur tapi para napi itu juga memukuli perut dan dadanya.
Amanda mulai meringkuk diatas lantai saat tangannya sudah tidak dipegang lagi, tapi dia masih menerima tendangan bertubi-tubi ditubuhnya.
Darah segar mengalir dari bibirnya yang robek sedangkan tubuhnya sakit luar biasa,sorakan demi sorakan terdengar diruangan itu, acara makan siang yang tadinya tenang jadi ricuh hanya karena mereka menghajar seorang wanita yang tidak berdaya.
Saat itu para petugas langsung masuk keruangan itu untuk meredakan situasi yang ada. Sebenarnya mereka sudah terbiasa karena setiap ada napi baru pasti akan selalu terjadi hal demikian.
Apalagi tampang Amanda yang membuat wanita itu akan jadi sasaran empuk bagi para napi yang ada disana, itu adalah tradisi bagi para napi untuk menghilangkan kebosanan mereka.
Amanda dibawa kembali kedalam jeruji besi tanpa makan siang, tentu saja sel tahanan Amanda dipindahkan karena baru saja wanita itu terlibat sebuah perkelahian.
Hal itu dilakuan untuk menghindari hal-hal buruk supaya tidak terjadi dan agar wanita itu tindak mendapat pukulan lebih lanjut.
Amanda hanya bisa memegangi wajahnya yang membengkak dan dadanya, Amanda menaikkan bajunya dan melihat beberapa bekas lebam karena bekas tendangan disana.
Tapi dia cuma bisa menangis dan kembali meringkuk diatas lantai penjara yang dingin. Amanda menunduk dan menyembunyikan wajahnya diantara kedua lengannya.
Wajah dan tubuhnya sangat sakit, sedangkan perutnya terasa sangat lapar. Seharusnya dia diam saja tadi dan tidak memaki para napi yang mengelilinginya.
Tapi semua sudah terjadi dan untuk apa disesali? Selama Amanda sedang menangis tiba-tiba saja tawaran Edward Jackson terngiang dikepalanya.
Seminggu yang lalu pria itu datang dan menawarkan bantuan padanya dengan sebuah syarat, tapi apa syaratnya? Seharusnya dia menanyakan hal itu pada pria itu dan jika dia tahu akan mengalami hal seperti ini maka dia akan langsung menyetujui bantuan dari Edward Jackson.
Sekarang Amanda merasa menyesal dan dia berharap Edward Jackson kembali lagi dan menawarkan bantuan lagi padanya, jika pria itu kembali lagi maka persyaratan apapun yang diinginkan oleh pria itu nantinya pasti akan dia terima dari pada harus Sengsara ditempat itu.
Saat itu Amanda berdoa dalam hati, semoga Edward Jackson mau kembali lagi untuk menemuinya.
Sedangkan ditempat lain, tampak Edward sedang berbicara dengan pengacara yang dia sewa melalui ponselnya.
Satu minggu sudah berlalu sejak dia menemui Amanda dan selama itu pula, pengacara yang disewanya mulai mengajukan berkas-berkas dan barang bukti kehakim untuk mengajukan banding atas kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Amanda Jhonson.
Walaupun Amanda belum menyetujui persyaratannya karena dia memang belum mengatakannya tapi entah kenapa Edward sangat ingin membantu Amanda Jhonson.
"Mr Jackson, semua berkas sudah aku berikan kepada hakim dan besok siang sidang sudah bisa digelar." terdengar suara pengacara yang dia sewa disebrang sana.
"Bagus, apa kau yakin besok Amanda Jhonson bisa langsung bebas?"
"Tentu Mr Jackson, saat hakim mengetuk palu maka saat itu pula Amanda Jhonson langsung dinyatakan bebas."
"Baiklah, aku akan menemuimu dipersidangan besok."
Edward mematikan ponselnya dan meneguk minumannya, dia berharap Amanda Jhonson bersabar untuk sebentar lagi didalam penjara sana.
waktu amanda dibawa ke penjara dan disidang, bantu pun tidak