Menjadi seorang Reinkarnasi dari seorang Dewa Naga, Memiliki tubuh khusus yang disebut tubuh Kaisar Langit.
Lin Tian, Pemuda yang berasal dari desa Semanggi mendapatkan sebuah keberuntungan bertemu dengan seorang guru yang mengajarkan dirinya berkultivasi.
Dengan menapaki jalan kultivasi, Lin Tian berniat mengubah takdir sampahnya menjadi seorang penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fixx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Desa Semanggi
Pagi hari pun tiba, Lin Tian dan rombongan segera melanjutkan perjalanan mereka menuju desa Semanggi.
Di perjalanan mereka beberapa kali bertemua kelompok bandit, namun dengan adanya Lin Tian, mereka semua dapat mengalahkan para bandit dengan mudah.
" Kakak, apa desa Semanggi masih jauh?" Tanya Xiao Yue kepada Lin Tian.
" Emm.. tidak, mungkin sekitar setengah jam lagi kita tiba di desa Semanggi. Apa Yue'er lelah?"
" Tidak kak, Yue'er hanya merasa sudah melakukan perjalanan cukup lama tetapi tidak sampai juga di desa Semanggi." Keluh Xiao Yue dengan memanyunkan bibirnya.
" Yue'er harus sabar, anggap saja ini latihan untuk Yue'er jika ingin menjadi seorang kultivator." Lin Tian dengan mengelus puncak kepala Xiao Yue.
Sedangkan yang lainnya hanya dapat mendengarkan obrolan Lin Tian dan Xiao Yue, sebenarnya mereka juga sudah begitu ingin tiba di desa Semanggi.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, mereka akhirnya tiba di desa Semanggi.
" Kakak..!" Teriak Lin Mei saat melihat Lin Tian datang, kemudian segera berlari menuju Lin Tian.
" Mei'er, hati-hati." Ucap Lin Tian mengingatkan adiknya, karena sudah kebiasaan Lin Mei yang berlari kemudian loncat ke dalam pelukannya.
" Hehehe.. maaf kakak, tapi Mei'er begitu merindukan kakak." Lalu Lin Mei mengalihkan pandangannya ke arah orang yang berada di belakang Lin Tian.
" Kakak, siapa mereka?"
" Mereka adalah orang-orang yang sebelumnya menjadi tawanan para bandit yang menyerang desa kita, dan kenalkan dia adalah Xiao Yue." Jelas Lin Tian kemudian memperkenalkan Xiao Yue yang berada di tidak jauh darinya.
Lin Mei kemudian melepaskan pelukannya, lalu segera berjalan ke arah Xiao Yue.
Xiao Yue sendiri merasa begitu takut, karena dia berfikir Lin Mei tidak menyukai kedatangannya.
" Hai.. perkenalkan aku Lin Mei, adik kakak Lin Tian. Apakah kita bisa berteman?" Ucap Lin Mei saat berada di depan Xiao Yue dengan ramah.
" Emm... tentu saja." Jawab Xiao Yue dengan senang.
" Mei'er, Yue'er juga akan menjadi adik kakak. Jadi kalian berdua sekarang bersaudara." Jelas Lin Tian.
" Benarkah? Jika begitu aku akan menjadi kakaknya." Lin Mei dengan tertawa senang.
" Adik Yue, nanti kamu panggil aku dengan sebutan Kakak Mei, oke?" Ucap Lin Mei dengan mengacungkan jempolnya kedepan.
" Hahaha..." Tawa Lin Hua dan Lin Dong yang sedang berjalan ke arah mereka, meledak saat mendengar ucapan Lin Mei.
Lin Mei sendiri hanya cemberut karena mendengar tawa kedua orang tuanya.
" Ayah, ibu. Mengapa kalian menertawai Mei'er." Ucap Lin Mei dengan cemberut.
" Maafkan Ayah, hanya saja apa yang di katakan Mei'er membuat Ayah ingin tertawa." Ucap Lin Dong yang masih saja tertawa.
" Ibu." Rengek Lin Mei kepada Yin Hua.
" Emm... Mei'er, umur kalian berdua ibu rasa sama. Jadi akan terlihat lucu jika kalian adik kakak. Emm.. tapi tidak masalah jika Mei'er ingin menjadi kakaknya."
Lalu Yin Hua menatap hangat Xiao Yue yang menundukkan kepala.
" Yue'er, apakah kamu mau menjadi anak ibu? Dan menjadi adik Mei'er?" Tanya Yin Hua dengan lembut.
Mendengar ucapan Yin Hua, Xiao Yue kemudian mengangkat kepalanya. Xiao Yue menatap Yin Hua.
" Apakah aku juga boleh memanggil bibi dengan sebutan Ibu? Tanyanya dengan penuh harap.
" Emm...tentu saja. Kau akan menjadi anak Ibu yang ketiga,bukan begitu Gege?" Ucap Yin Hua kemudian bertanya kepada Lin Dong.
" Tentu saja, dan untuk Yue'er dapat memanggilku dengan sebutan Ayah." Ucap Lin Dong.
" Hore... Terima kasih Ibu, Terima kasih Ayah. Sekarang aku memiliki keluarga lagi." Xiao Yue begitu senang, setelah merasa bahwa kehidupannya akan sangat menyedihkan setelah kehilngan semua keluarganya.
Namun kini dirinya mendapatkan keluarga baru yang begitu menyayangi dirinya. Meski tidak ada ikatan darah sekalipun, tetapi Xiao Yue percaya bahwa Yin Hua dan Lin Dong akan menyayangi dirinya seperti menyayangi Lin Mei.
Kemudian Yin Hua mengajak Lin Mei dan Xiao Yue kembali kerumah, sedangkan Lin Tian dan Lin Dong masih berada di tempat tersebut.
" Nak, lalu bagaimana dengan mereka?" Tanya Lin Dong menatap orang yang di bawa oleh Lin Tian.
" Emm..aku ingin mempunyai rencana untuk mereka memiliki tempat tinggal dan pekerjaan." Lalu Lin Tian menjelaskan tentang rencana yang telah dia pikirkan.
Lin Tian berencana ingin membuat sebuah penginapan, dan untuk para pekerjanya adalah mereka yang telah di selamatkan oleh Lin Tian.
Bahkan bukan hanya itu saja, Lin Tian juga berniat membangun sebuah Lelang, dan juga toko yang menjual pil. Dengan harta yang di milikinya maka tidak akan terlalu sulit untuk melakukan hal tersebut.
" Ayah mengerti, namun bagaimana caranya dirimu melakukan itu semua?" Tanya Lin Dong dengan penasaran.
" Aku akan menceritakan kepada Ayah dan Ibu saat berada di rumah, dan untuk saat ini kita terlebih dahulu memberikan mereka tempat tinggal untuk sementara waktu."
" Baik, ayah mengerti." Lalu Lin Dong segera meminta beberapa orang untuk membawa mereka menuju rumah kosong yang telah di tinggalkan oleh penghuninya akibat serangan bandit.
Setelah semua orang di bawa menuju tempat tinggalnya, lalu Lin Dong dan Lin Tian segera kembali menuju rumahnya.
Terlihat disana Yin Hua bersama kedua gadis kecil yang sedang duduk bersama.
" Ayah, kakak." Ucap Lin Mei meminta keduanya untuk bergabung.
Lin Dong dan Lin Tian kemudian menganggukan kepala, lalu berjalan ke arah mereka bertuga.
" Yue'er, apa kau senang berada di sini?" Tanya Lin Tian.
" Emm.. aku sangat senang kak. Terima kasih karena sudah membantu Yue'er." Jawab Xiao Yue dengan nada sedih.
" Jangan memikirkan yang sudah terjadi, sekarang Yue'er sudah memiliki keluarga. Emm.. Ayah, bagaimana jika nama Xiao Yue sekarang menjadi Lin Yue?" Ucap Lin Tian menatap Lin Dong.
" Sepertinya itu ide yang bagus, Yue'er bagaiamana denganmu? Apa kau mau?" Tanya Lin Dong menatap Xiao Yue.
" Emm... Yue'er mau." Jawab tegas Xiao Yue.
" Baiklah, sekarang namamu adalah Lin Yue."
Lin Dong lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Lin Tian.
" Nak, sekarang jelaskan apa yang terjadi dengan dirimu?"
Yin Hua pun menganggukan kepala, dirinya pun begitu penasaran dengan apa yang sudah terjadi dengan putranya.
" Ayah, Ibu. Sebelumnya aku meminta maaf kepada kalian semua, karena telah membuat kalian semua khawatir. Namun aku memiliki alasan di balik itu semua." Lin Tian menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian menghembuskan secara perlahan.
" Jadi, saat malam itu, aku yang tidak dapat tidur mendengar sebuah suara, namun yang membuat aku bingung suara tersebut selalu memanggil namaku. Hingga akhirnya aku mencoba mencari sumber suara tersebut, kemudian...."