Revina Angelina adalah mahasiswa baru di universitas Angkasa.. Ia mendadak populer disana berkat dance nya yang bagus sehingga mencuri perhatian laki-laki disana.
Suatu hari Revina ditembak oleh seniornya yang bernama Radian.. Namun, ia menolaknya.
Hal itu membuat Radian kecewa dan bersumpah akan menghancurkan hidup Revina lantaran ia sudah membuatnya malu dihadapan seluruh mahasiswa.
Ketika Radian terus menerus membully Revina, seorang lelaki bernama Muzaki datang menolongnya.
Muzaki merupakan cowok dingin dan jarang berinteraksi dengan wanita.
Lalu, seperti apa kisah mereka bertiga???
Baca yuk novel terbaruku ini..!!
Jangan lupa like,komen + gift kalo boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Topeng (2)
Setelah selesai berdansa dengan Radian, kini tiba saatnya sesi dansa tukar pasangan.
Mc kembali ke atas panggung untuk memberitahu acara selanjutnya..
"Ok guys, seru banget ya dansa nya tadi! Kalian semua emang romantis-romantis banget! Nah, buat tes chemistry kali ini kalian bertukar pasangan dengan yang lain! Ok, langsung saja ayo-ayo tukar pasangan..!!" ucapnya.
Lalu, orang-orang disana pun mulai saling bertukar pasangan.
"Rev, jangan pernah ngomong sama pasangan lu nanti!" ujar Radian.
"Kenapa?" tanya Revi.
"Udah nurut aja!" jawab Radian tegas.
Revi pun mengangguk menuruti kemauan Radian..
Lalu, ada seorang pria tampan mendekati mereka dan meminta pada Radian untuk bertukar pasangan.
Pria itu adalah Alvin si anak band yang populer di univ angkasa..
"Hai bro! Kita tuker pasangan yuk!" ucapnya.
"Ah ok, tapi pasangan lu mana?" tanya Radian.
"Itu dia!" ujar Alvin sambil menunjuk ke arah wanita bergaun hitam.
Begitu melihatnya, Radian langsung bisa mengenali sosok wanita itu..
"Oni? Pasangan lu Oni?" tanya Radian.
"Ya, lu mau gak tukeran sama gue? Soalnya yang lain udah pada tukeran semua," ucap Alvin.
Akhirnya Radian terpaksa menerima tawaran Alvin untuk saling bertukar pasangan.
"Ok deh gue mau, tapi lu jaga pasangan gua ya jangan sampe kenapa-napa!" ujar Radian.
Revi menatap mata Radian dan merasa tersanjung karena ucapan Radian barusan.
"Santai bro, gak bakal lecet kok kan cuma dansa!" ucap Alvin.
Lalu, Alvin mengulurkan tangannya pada Revi untuk menggandeng nya.. Revi meraih tangan Alvin dan mereka pun berjalan pergi dari Radian.
Sementara itu, Radian mulai menghampiri Oni yang sedari tadi menunggu pasangannya..
"Hey!" sapa Radian.
Oni terkejut ketika Radian ada disampingnya.
"Lu ngapain?" tanya Oni.
"Tadi Alvin nyamperin gue, dia ngajak tuker pasangan.." jawab Radian.
"Eee maksud lu? Gu-gue.."
"Iya lu sama gue sekarang dansa, ayo buru udah mau dimulai tuh!" ujar Radian.
Akhirnya Oni terpaksa mau berdansa dengan Radian daripada gak ada pasangan ya kan.
"Ok guys karena udah pada tukeran nih, langsung aja kali ya kita mulai.. MUSIK!!!" ucap mc.
Musik pun dimulai dan semua orang disana mulai berdansa kembali..
"Hei, senyum lu manis banget! Radian beruntung bisa dapetin lu," ucap Alvin.
Revi tersipu malu mendengar pujian dari Alvin.
"Kalo boleh tau, nama lu siapa?" tanya Alvin.
Revi mendadak teringat pesan Radian untuk tidak berbicara dengan siapapun pasangannya nanti.
"Kok diem? Lu gak mau kasih tau gue siapa nama lu?" tanya Alvin.
Tiba-tiba Revi tidak sengaja menginjak gaun nya sendiri, hingga dia kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh.
Untung saja Alvin langsung sigap menangkap nya sehingga Revi tidak terjatuh.
Lalu, saat bertatapan dengan Revi dari jarak dekat.. Alvin seperti tidak asing dengan wajah itu.
"Lu, dancer di pentas seni kemarin kan?" tanya Alvin.
Revi tertegun mendengar perkataan Alvin, ia bingung harus menjawab apa.
Lalu, Alvin membantu Revi berdiri kembali karena dia pegel terus menahan tubuh Revi.
"Bener kan tebakan gua? Soalnya gua selalu bisa inget wajah orang yang gua pernah lihat!" ujar Alvin.
Akhirnya Revi mengaku bahwa dia memang benar si dancer di pentas seni waktu itu.
"Iya aku Revina, aku dancer di pentas seni kemarin!" ucap Revi sambil mengangguk.
"Wah gua gak nyangka Radian mau ajak lu kesini buat jadi pasangannya, padahal dia abis ditolak sama lu kan? Apa kalian diem-diem jadian?" tanya Alvin.
"Eee enggak kok, aku juga gak tahu kenapa kak Radian ajak aku kesini.." ucap Revi.
"Mungkin dia beneran suka sama lu, yaudah lanjut yuk!" ujar Alvin kembali menjulurkan tangannya.
Mereka berdua pun kembali berdansa.
Sementara itu, Radian sangat menikmati dansa dengan Oni mantannya itu.. Mungkin karena udah lama mereka gak sedekat ini.
"Lu kenapa ngeliatin gue terus daritadi?" tanya Oni.
Radian merasa malu karena Oni bertanya seperti itu. Mendadak wajahnya langsung memerah.
"Gua kagum sama lu, aura kecantikan lu bener-bener luar biasa! Apalagi senyuman lu yang manis itu, ya walau lu cuma senyum sedikit doang!" ujar Radian.
"Lu gausah gombalin gue lagi An! Gak bakal mempan!" ujar Oni.
"Gua bicara fakta Oni, gua yakin semua orang disini juga setuju sama kata-kata gua barusan.. Lu emang cantik, bukan cuma cantik sih tapi manis juga dan gak ngebosenin buat dilihat!" ucap Radian.
Oni memalingkan wajahnya dari Radian, dia gak mau baper dengan ucapan Radian itu.
"Jujur aja Oni, sampai sekarang gua masih sayang sama lu! Walau gua tahu lu udah gak ada sama sekali rasa itu kan ke gue," ujar Radian.
"Kalo lu masih sayang sama gue, kenapa waktu itu lu duain gue?" tanya Oni.
"Kan gua udah jelasin ke lu, gua sama dia gak ada apa-apa! Waktu itu dia cuma minta temenin ke mall aja buat beli kado untuk pacarnya," jawab Radian.
"Kenapa harus sama lu?" tanya Oni.
"Kan lu tau pacarnya Mita itu temen gue, iya si Ronald! Mungkin dia mikirnya gue bisa tahu apa yang Ronald mau karena gue temennya," jawab Radian
"Udah lah gausah bahas itu lagi! Yang lalu biarlah berlalu!" ujar Oni.
"Ok, gua cuma mau bilang aja kalo rasa sayang gue ke lu masih utuh gak berkurang sedikitpun!" ucap Radian.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh di tengah-tengah dansa..
"Lu ngapain disini ha? Lu tuh gak pantes ada disini, bikin citra pesta kita rusak aja tahu gak!" ujar seseorang.
Mendengar itu, Radian & Oni langsung penasaran dan menghentikan dansa mereka.
"Itu ada apa ya?" ujar Radian.
"Gak tahu, kita coba kesana aja!" ucap Oni.
Radian mengangguk dan mereka berdua bergegas menghampiri asal keributan itu.
Ternyata itu berasal dari teman-teman Radian yang mengetahui jika Revi ada disana..
"Lu kasih tau gue siapa yang ngajak lu kesini?? Ohh jangan-jangan lu dateng sendiri ya, mau jadi penyusup lu disini?" ujar Azim.
Revi hanya terdiam sambil menundukkan wajahnya.
"HEH JANGAN DIEM AJA! JAWAB! LU MAU NGERUSAK PESTA KITA, IYA?" ujar Zian.
Lalu, Digo mendekati Revi dan menaikkan dagu Revi dengan telunjuknya agar Revi tidak menunduk.
"Jangan nunduk, lihat muka kita! Terus jawab maksud lu apa datang kesini?" ujar Digo.
"Eh kalian kenapa sih? Kok kayak gak suka gitu Revi ada disini?" tanya Alvin.
"Lu kan tahu Vin, cewek ini udah bikin malu Radian di depan orang-orang..!! Berani-beraninya dia datang kesini setelah ngelakuin itu!" ucap Zian.
Lalu, Radian & Oni sampai disana..
"Nah tuh Radian, eh An lihat nih siapa yang nyusup kesini!" ujar Digo.
Radian kaget karena topeng Revi terlepas dan teman-temannya mengetahui jika Revi ada disini.
"Aduh payah banget sih lu Rev, kenapa dilepas coba?" gumam Radian.
"UDAH MENDING SEKARANG LU PERGI DARI SINI!" ujar Azim.
Radian hanya bisa diam melihat Revi dipermalukan, dia tidak mau membela Revi karena malu juga.
Revi menatap ke arah Radian seakan minta pembelaannya, namun Radian malah memelototi Revi.
"Eh jangan diusir dulu, kita bikin malu dia dulu lah disini! Biar dia bisa ngerasain apa yang Radian rasain, ya kan An?" ujar Zian.
Radian bingung, dia hanya mengangguk.
"Kalian apa banget sih? Jangan kayak gitu lah sama cewek! Apalagi dia ini anak baru di kampus kita, emang kalian mau mencemari nama univ angkasa gara-gara tindakan kalian??" ujar Oni.
"Heh lu gausah bela dia karena dia anak dance ya! Ini masalah harga diri Radian!" ucap Azim.
...~Bersambung~...
Apa yang bakal mereka lakuin ke Revi?
Wah gawat Revi bisa malu parah nih..
...JANGAN LUPA LIKE, KOMEN & RATE YA GES YA..!!!...