NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Dua Kekasih

Terjebak Cinta Dua Kekasih

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Romansa-Tata susila / Chicklit / Tamat
Popularitas:230.5k
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

WARNING!

Bukan Untuk Anak di bawah umur (21+)

Cinta segitiga dan patah hati yang membuat baper berat.

No Debat dan baca dengan bijak!
Hanya sekedar hiburan bagi yang ingin kisah cinta romantis.

Wilona tidak menyangka jika selepas kepergian sang ayah, ibunya menikah lagi dengan seorang duda kaya raya. Akibat pernikahan itu, Wilona harus bersaudara dengan Wildan, anak cowok menyebalkan yang menjadi saingannya di sekolah.

Wildan yang belum bisa menerima pernikahan papanya, memilih kuliah di luar negri. Setelah perpisahan bertahun-tahun, Wilona bertemu kembali dengan Wildan saat mereka dewasa. Namun sikap Wildan berubah drastis. Dengan pesonanya, ia berusaha mendekati dan menggoda Wilona. Namun benarkah Wildan jatuh cinta pada Wilona? Atau justru Elzen, sang CEO playboy, yang tulus mencintai Wilona?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Salah Paham

Wilona menuju ke dapur dengan tergesa-gesa untuk menemui Bi Rani.

"Bi, kenapa tidak mengatakan padaku kalau Wildan datang?" tanya Wilona menghampiri Bi Rani.

"Maaf, saya kira Nona Wilo sedang istirahat siang, makanya saya tidak berani mengganggu."

"Apa Bibi sedang menyiapkan makanan untuk Wildan?"

"Iya, Non. Apa Nona juga mau saya buatkan spaghetti?"

"Tidak usah, Bi. Aku kesini ingin membuat minuman segar," jawab Wilona sembari memasukkan sepotong lemon ke dalam juicernya.

"Non, tadi saat Tuan Muda datang, dia menanyakan kenapa rumah sepi sekali. Saya mengatakan kalau di rumah cuma ada Nona, yang lain sedang pergi. Tuan Muda langsung naik ke atas."

"Aku mengira Wildan itu pencuri, Bi. Aku hampir saja memukulnya."

"Jadi Nona memukul Tuan Muda?" tanya Bi Rani terkejut.

"Iya, Nona yang satu ini memang suka bertindak sembarangan," sahut sebuah suara di belakang mereka.

Bi Rani spontan menoleh ke belakang.

"Tu..an Muda..."

Wilona hampir tersedak minumannya sendiri saat melihat Wildan sedang berdiri memperhatikannya. Ia tidak menyangka Wildan akan turun dan mengikutinya ke dapur.

Kenapa dia ada disini? Aku bahkan belum mengganti bajuku,

batin Wilona merasa malu.

"Tuan Muda, spaghettinya sudah siap. Saya akan menghidangkannya di meja makan."

"Aku mencari Bibi bukan untuk makan. Aku ingin menanyakan kenapa shower di kamar mandiku mati."

"Maaf, Tuan Muda. Mungkin karena sudah bertahun-tahun tidak ada yang memakainya jadi showernya rusak. Saya akan menelpon Pak Ilham agar menggantinya dengan yang baru, Tuan Muda."

"Tapi aku butuh mandi sekarang. Badanku lengket karena setengah hari berada di dalam pesawat," jawab Wildan sedikit kesal.

"Tuan Muda bisa memakai kamar mandi di lantai satu."

"Aku ingin mandi di lantai dua. Baju-bajuku sudah ada disana."

Sifat pemarahnya tidak hilang juga. Aku kira setelah jadi dokter dia akan jauh lebih sabar,

pikir Wilona melihat sikap keras kepala Wildan.

"Maaf, Tuan Muda. Di lantai dua hanya ada kamar mandi di kamar Tuan Muda, dan satu lagi di kamar Nona Wilona," ucap Bi Rani takut jika Wildan akan marah.

"Kalau begitu aku akan mandi di kamar Wilona."

Wilona terkejut mendengar ucapan Wildan.

Dia mau mandi di kamarku? Lebih baik aku pura-pura tidak *mendengar*nya.

"Tuan Muda, tapi..," ujar Bi Rani coba mencegah Wildan.

Wildan tidak menggubris perkataan Bi Rani dan melangkah pergi dari dapur. Namun mendadak ia berhenti dan menengok ke arah Wilona.

"Apa kamu tidak dengar? Aku mau mandi di kamarmu. Kenapa kamu masih diam disitu?"

"Oh, kamu bicara padaku?" tanya Wilona berpura-pura tidak mengerti.

"Tidak, aku bicara dengan dinding yang ada di belakangmu," ucap Wildan menunjukkan jarinya ke dinding tempat Wilona bersandar.

Bi Rani berusaha menahan tawanya mendengar ucapan Wildan yang bernada sindiran.

"Kalau kamu mau meminjam kamar mandiku, masuk saja. Aku tidak mengunci pintunya. Kamu bisa mandi tanpa ada gangguan," jawab Wilona berusaha bersikap santai.

"Aku tidak ingin dianggap sebagai pencuri lagi karena masuk ke kamarmu secara diam-diam. Jadi kamu sebagai pemiliknya harus ikut denganku. Aku tidak suka masuk ke ruang pribadi orang lain tanpa permisi."

"Iya, aku akan mengantarmu," ucap Wilona mengalah.

Ia tidak ingin melanjutkan perdebatan konyolnya dengan Wildan di hadapan Bi Rani.

...****************...

"Masuklah, aku akan menunggu di luar," kata Wilona membukakan pintu kamarnya untuk Wildan.

Wildan tidak menjawab perkataan Wilona dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.

Selagi dia mandi, aku akan mengambil baju. Aku tidak mau Wildan melihatku berpakaian seperti ini,

pikir Wilona berjalan perlahan-lahan tanpa menimbulkan suara.

Wilona bergegas membuka lemari bajunya lalu mengambil kaosnya yang berwarna merah muda.

Wilona menimbang-nimbang sebelum memutuskan memakai kaos itu.

Kaos ini lumayan tebal, cocok aku pakai. Tapi aku tidak boleh ganti baju disini. Bagaimana jika Wildan tiba-tiba keluar dari kamar mandi? Ah... iya, lebih baik aku berganti baju di kamar Wildan saja. Dia tidak akan kembali ke kamarnya secepat itu.

Tanpa pikir panjang, Wilona menuju ke kamar Wildan yang bersebelahan dengan kamarnya. Ia masuk lalu mengunci pintunya dari luar.

Di dalam kamar itu, Wilona mengamati sebuah koper besar yang diletakkan di samping tempat tidur.

Barang bawaannya banyak sekali. Apa dia akan tinggal selamanya disini?

gumam Wilona sembari mengganti bajunya.

Setelah berganti baju, Wilona ingin segera pergi sebelum Wildan memergokinya. Akan tetapi, langkahnya terhenti saat melihat sebuah biola yang diletakkan di atas meja.

Biola itu mengingatkan Wilona pada tokoh utama pria yang ada di novelnya. Ia menggambarkan pria itu sebagai sosok romantis yang pandai memainkan lagu-lagu cinta lewat biolanya.

Apa ini biola milik Wildan? Sejak kapan pria pemarah seperti dia memainkan biola? Kalau begitu aku akan mengganti karakter tokoh utama di novelku. Ternyata biola tidak selalu menunjukkan sisi romantis seseorang,

batin Wilona merasa salah dengan pilihannya.

Suara ketukan keras di pintu membuat Wilona tersadar dari lamunannya.

"Ilo, apa kamu yang ada di dalam? Cepat buka pintunya!" seru Wildan tidak sabar.

"I...iya, sebentar," jawab Wilona seraya membuka pintu.

Ketika pintu terbuka, Wilona melihat Wildan sedang berdiri mengenakan kimono mandinya. Rambut Wildan yang masih basah sehabis mandi, justru membuatnya terlihat semakin tampan.

"Apa yang sedang kamu lakukan di kamarku? Bukankah kamu ini seorang guru? Kamu masuk ke kamar orang lain secara diam-diam. Apa ini yang kamu ajarkan kepada murid-muridmu?" tanya Wildan menatap Wilona dengan sorot mata tajam.

"Itu..aku cuma numpang berganti baju sebentar," jawab Wilona sambil menunjukkan baju yang masih dipegangnya.

Di dalam hatinya, Wilona merutuki dirinya sendiri yang selalu gugup di hadapan Wildan.

"Kenapa tidak ganti baju di kamarmu sendiri?"

"Maaf, aku tidak akan mengulanginya. Aku akan kembali ke kamarku," kata Wilona berusaha kabur.

Namun, Wildan bergerak cepat menghalanginya di depan pintu.

"Kenapa kamu selalu buru-buru? Aku belum selesai bicara. Apa alasanmu masuk ke kamarku? Apa kamu ingin menyelidiki sesuatu?"

"Tidak. Aku sudah mengatakan kalau aku hanya berganti baju sebentar saja disini."

"Camkan baik-baik, aku tidak ingin siapapun masuk ke kamarku tanpa ijin. Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini, atau aku akan memberimu hukuman."

"Iya, maafkan aku. Aku akan pergi sekarang."

"Satu lagi...Apa kamu tidak takut kalau pacarmu akan salah paham? Kamu sudah nekad masuk ke kamar seorang pria," tanya Wildan memicingkan matanya.

Belum sempat Wilona menjawab, terdengar sebuah suara kecil memanggil mereka.

"Kak Wildan!" seru Reymond menaiki tangga lantai dua.

"Itu Reymond sudah datang. Tolong biarkan aku pergi," ujar Wilona merasa lega.

Rasanya ia ingin mencium dan memeluk adik kecilnya itu karena telah menyelamatkannya.

"Nanti aku akan bicara lagi denganmu," ucap Wildan merendahkan suaranya.

Reymond langsung berlari dan memeluk Wildan dengan gembira.

"Kak Wildan, akhirnya Kakak datang juga! Ayo kita maen game."

Wildan mengelus rambut adik kecilnya itu.

"Rey, Kakak ganti baju dulu ya. Setelah itu kita akan maen game bersama."

"Reymond, jangan ganggu Kak Wildan. Biarkan Kak Wildan beristirahat dulu. Kakakmu pasti lelah sehabis menempuh perjalanan dari Australia," ucap Ny. Kalea menyusul putranya.

"Ma, tapi aku mau main sekarang..." rengek Reymond bergelayut di lengan Wildan.

"Rey, jangan bandel ya. Kita baru saja pulang. Kamu harus mandi lalu belajar."

"Tidak apa-apa, Ma. Aku akan menemani Reymond sebentar."

"Maaf ya, Wil. Reymond memang nakal. Tapi kenapa kamu pulang tanpa memberitau kami? Kalau Mama dan Papa tau, kami pasti akan menjemputmu."

"Aku khawatir dengan kesehatan Papa, Ma. Makanya aku mempercepat kepulanganku begitu selesai dari masa internship. Aku akan memeriksa tekanan darah Papa nanti."

"Iya, Mama sekarang tenang karena ada kamu disini. Kamu seorang dokter, jadi bisa memantau kondisi kesehatan papamu."

"Mama turun dulu, Wil. Mama akan menyiapkan makanan kesukaanmu. Rey, ingat jangan maen terlalu lama. Mama akan memanggilmu untuk mandi," sambung Ny. Kalea.

"Ah, Mama, iya deh.."

Wilona menunggu hingga mamanya turun, lalu menarik tangan Reymond.

"Rey, biarkan Kak Wildan ganti baju dulu. Kita tunggu di luar."

"Kenapa Kak? Aku akan menunggu disini saja. Aku dan Kak Wildan sama-sama cowok. Kak Wilo saja yang pergi. Kakak khan cewek," balas Reymond enggan mengikuti ajakan Wilona.

Senyuman tersungging di bibir Wildan.

"Kamu pintar sekali, Rey. Cewek memang tidak sepantasnya berada di kamar cowok. Apalagi menyelinap secara diam-diam. Jangan meniru seseorang yang sikapnya seperti itu," sindir Wildan melirik ke arah Wilona.

"Ayo, Rey, ikut Kakak," ajak Wilona kesal.

"Okey, okey. Kak Wilo ini pemarah sekali," ucap Reymond mengikuti Wilona.

Pasti dia senang karena bisa menyindirku. Lain kali aku akan membalasmu, dokter Wildan,

batin Wilona kesal.

1
Mrs. D
bagus
Maya Ellydarwina
luar biasa novel mu thor,seperti kisah cinta ku penuh rintangan tapi berakhir bahagia,panjang umur,sehat selalu dan makin sukses thor 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗😘😘😘
snowwhite risca: terima kasih Kakak. Jangan lupa baca novel author yg lain. "istri bayaran milik Tuan Raja" dan "CEO Magang dan Mama Perawan". boleh juga follow IG Author : inspirasi.riscaame. Di sana banyak karya novel author yg lain.
total 1 replies
Dwi handayani
bikin gemes ni widan
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
Sandisalbiah
wow thor kau jadikan wilona seperti cewek gampangan.... sadisss...
✨viloki✨
😭💔😭💔😭
✨viloki✨
Duh pait
Rita Herlina
jirayu...😍😍😘
Pipin Davian
That’s right true love is not easy 👍🏻👍🏻
Pipin Davian
Lagiunya thor finnely some one
Pipin Davian
So sad wildan 😭😭😭
Pipin Davian
Psti el tg jd love master nya
Janah Husna Ugy
tapi kasian,,, calon pengantin nya, pdhl baik
Ayannawidara
yyaa.. terlalu asik ceritanya.. g kerasa udh ending... 🤗🤗terimakasih thor.. ayoo semngat buat karya lagi... 💪💪♥️
Vanda Saderyana
seru ceritanya....
Dewi Ros
ok
Junifa
aku tunggu extra partnya thor
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
🥰🥰🥰🥰🥰
Eka Warnelly
Kira kira penyelesaian yang bagaimana yang diinginkan Elzen...
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
semakin seru,, lanjuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!