NovelToon NovelToon
Janda Semakin Di Depan

Janda Semakin Di Depan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Berondong / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Gallon

Aku mencintaimu. Tapi, mencintaimu membuat aku menjadi wanita paling jahat di dunia.
-Aurora Lunaira Julisha Wijaya-

Tok … tok ….

Palu hakim terdengar keras di kuping Liz, hakim sudah memutuskan perceraiannya dengan suaminya. Pernikahannya yang baru berumur tiga bulan harus Liz pasrahkan, suaminya menalaknya.

“Liz, Papih masih butuh penjelasan kamu. Kenapa anak kurang ajar itu menceraikan kamu?” tanya Juan berang, Juan tidak terima anak kesayangannya diceraikan oleh suaminya.

Liz hanya tersenyum pada lelaki yang selalu mencintainya tanpa pamrih. “Liz nggak bisa jawab, Pih. Mungkin ini takdir Liz, Liz harus menjadi Janda di usia 25 tahun.”

Liz berlalu dari hadapan Juan, langkahnya gontain badannya sakit. Tapi, hatinya lebih sakit. Dia harus berpisah dengan suami yang Liz cintai dari usianya 18 tahun. Pacar, ciuman, dan pelukkan pertamanya.

“Sayang.”

Liz langsung membalikkan badannya dan mendapati mantan suaminya menatapnya dengan raut wajah sedih.

“Aku cinta kamu, kenapa kamu cerain aku?”tanya Liz pada suaminya.

“Maaf Sayang, aku juga cinta sama kamu. Aku sayang sama kamu. Tapi, aku ingin kamu bahagia.”

Dengan membaca buku ini kamu sudah setuju menemani kehidupan Liz seorang janda yang meresahkan.

Xoxo Gallon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gallon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Kafta Trina Berutti

“Liz … Liz ….”

Liz tersentak saat mendengar panggilan Fany, pikirannya kabur. “Hah … apa?”

“Itu ….” Fany menunjuk ke arah depan, “dia udah selesai presentasinya.”

“Ah … oh. Iya, bagus nanti team legal kami akan mengecek semuanya.” Liz mencoba untuk mengembalikan sikap profesionalnya. Di pikirannya saat ini hanya berputar-putar tentang masalahnya.

“Rapat kita akhiri di sini, kalian bisa bubar dan untuk hal-hal lainnya kalian bisa tanya kepala bidang masing-masing,” tutup Fany, Fany yang tahu bila pikiran Liz sedang kacau langsung menutup rapat dan meminta semua orang meninggalkan ruangan.

“Kamu kenapa?” tanya Fany, setelah semua orang pergi dari sana.

“Aku?” Liz malah bertanya balik pada Fany sambil menunjuk hidungnya. “Nggak papa cuman capek aja.”

“Bullshit, kamu bukan tipe orang yang cape langsung kalut.”

“Beneran aku nggak papa,” dusta Liz karena pikiran dan batinnya sangat hancur lebur saat ini. Bagaimana tidak, semenjak Kama bilang mereka harus Break yang notabene sudah sebulan yang lalu, Kama sama sekali tidak menghubunginya. Chat pun tidak ada, Kama seperti menghilang begitu saja.

“Bohong, pasti ini semua gara-gara Kama kan?” tebak Fany.

Liz hanya bisa diam dan memandang kuku-kuku jarinya yang terawat sempurna. Kama suka bila dirinya merawat kukunya dengan sempurna, cat kuku warna soft pink adalah kesukaan Kama. Arg … Kama lagi, kenapa semua di dalam dirinya dan apa yang Liz lakukan selalu mengikuti keinginan Kama.

“Nggak aku nggak bohong, udah ah. Aku mau ke ruangan aku dulu,” ucap Liz sambil beranjak dari kursinya.

“Liz, bisa nggak lupain Kama?” tanya Fany.

“Fan … aku nggak apa-apa. Astaga … kok kamu nggak paham juga, aku nggak mikirin Kama,” dusta Liz sambil membalikkan tubuhnya dan menatap Fany.

Fany mengambil ponsel dari sakunya sambil tersenyum. Fany sangat ingin sahabatnya itu sadar dan berpisah dengan Kama, melupakan Kama dan mencari pria lain yang lebih menghargai Liz. Kama pria baik dan manis, Liz sangat di jaga oleh Kama. Namun, Kama itu orang yang tidak bisa dibantah, segalanya tentang Liz diatur sedemikian rupa. Dari mulai cara bicara, cara berpakaian, dandanan hingga warna cat kuku Liz.

Keegoisan Kama pun di atas rata-rata, Kama bisa dengan mudahnya meninggalkan Liz dan membuat galau Liz berbulan-bulan kemudian, kembali lagi ke Liz tanpa ada rasa bersalah sama sekali. Dan bodohnya itu Liz selalu menerima Kama kembali.

“Fan mau apa?” tanya Liz sambil menatap Fany yang asik mengutak ngatik ponselnya.

“Bentar.”

“Udah ah … aku banyak kerjaan, aku mau ngurus kontrak baru sama perusahaan asing,” ucap Liz.

“Bentar, kamu bilang kamu udah nggak mikirin Kama lagi kan?” tanya Fany.

“Iya, aku udah nggak mikirin Kama lagi.” Liz mengambil tas hitam miliknya.

“Udah nggak peduli sama dia lagi kan? Mau dia ngapa-ngapain juga kamu nggak bakal marah kan?” pancing Fany.

“Udah nggak peduli,” dusta Liz, padahal di otaknya sedang menari-nari tentang Kama.

“Oke sip, kalau gitu kasih selamat dong sama pasangan baru ini.” Fany menyodorkan foto Kama sedang di peluk wanita.

Deg ….

“Kam ….” Liz terdiam saat melihat foto itu, foto di mana Kama sedang dipeluk seorang wanita yang entah siapa dan dari mana. Liz tidak pernah kenal wanita tersebut, Liz tau cirlcle pertemanan Kama dan Liz yakin Kama tidak pernah berteman dengan wanita itu.

“Kasih selamat dong, namanya Hilda Miesha. Dia anak Pak Suryo salah satu menteri di Indonesia, baru pulang dari Amerika. Dia deket banget sama Kama seminggu ini,” terang Fany sambil menunjukkan foto-foto yang di upload Hilda di social medianya.

Liz mengambil ponsel Fany dengan cepat di lihatnya foto-foto Hilda selama seminggu ini, semuanya bersama Kama. Dan semuanya mesra.

“Fan ….” Liz menatap Fany sambil menahan tangisnya. “Ini bohong kan? Nggak mungkin Kama selingkuh?”

“Liz … ini nggak selingkuh, lupa kamu sama Kama nggak ada hubungan apa pun? Jadi, ini bukan selingkuh.”

-Kamu istri aku selamanya-

Kata-kata Kama kembali terngiang di telinga Liz, masih segar di ingatannya kalau Kama mengatakan kalau ia adalah istrinya seumur hidup Kama. “Tapi ….”

“Kamu yang bilang loh tadi, kamu nggak mikirin Kama lagi.” Fany mencoba mengingatkan Liz.

Liz hanya bisa diam tak berbicara apa pun, tangisnya pecah ada rada sesak di dadanya. Sakit, sakitnya bukan main.

“Liz ….”

“Aku mau ke ruangan aku dulu,” ucap Liz sambil berlalu dari sana. Liz harus menutupi kesedihannya, tidak boleh ada yang tahu perasaannya.

Liz berlari ke ruanganya, sesampainya di ruangan tanpa melihat apa pun juga, Liz membanting pintu ruangannya dan menjerit keras.

Tangisannya pecah, dadanya sakit bukan main melihat foto-foto yang ditunjukkan Fany. Melihat Kama dipeluk dan dicium wanita lain membuat Liz mendidih. Rasanya ingin Liz mendatangi Kama dan menampar pipi Kama keras-keras, mencaci maki dan mempertanyakam perasaan Kama pada dirinya.

Liz menangis histeris merutuki nasibnya, wajah Liz di sembunyikan di lengannya. Liz terduduk dan bersandar di pintu.

“Kama kamu jahat,” isak Liz lirih, hatinya sakit bukan main. Liz dosa apa? Sampai harus merasakan sakit hati seperti ini.

Tiba-tiba Liz merasakan pelukkan dari seseorang, pelukkan yang sangat hangat. Wangi maskulin langsung mengelitik hidungnya, wangi yang membuat Liz terdiam.

“Abang jahat apa sama kamu, Mungil.”

Deg ….

Liz langsung membuka matanya saat orang yang memeluknya memanggil dirinya Mungil. Hanya satu orang di dunia ini yang berani memanggilnya Mungil. Lelaki yang sangat Kama cemburui, Kama kadang memberikan proteksi sangat ketat bila lelaki itu ada di sekitar Liz. Yah … lelaki yang memangilnya mungil hanya Kafta Trina Berutti, mantan adik iparnya.

“Kafta?”

“Hai … Mungil, kamu kenapa?” tanya Kafta sambil tersenyum pada Liz.

“Kafta kok kamu bisa di sini?” tanya Liz sambil mengusap air matanya. “Bukannya kamu di Italy?”

“Aku baru sampai, terus aku tiba-tiba ingin ke temu kamu jadi aku ke sini,” ucap Kafta.

“Astaga … kamu tuh, nggak robah. Kalau mau ke mana dan ngapain langsung dilakuin. Gimana suasana hati,” ucap Liz pelan sambil mengusap air matanya lagi. Berusaha menyembunyikan kesedihannya.

“That’s Me, Mungil. Tapi, aku bersyukur aku ke sini, kenapa kamu nangis? Ada apa sama Abang? Bukannya kamu udah cerai?” tanya Kafta bingung, seingatnya Kama sudah bercerai dengan Liz dan saat ini sedang berhubungan dengan seseorang.

“Nggak, aku nggak papa.”

“Bohong banget kamu, Mungil. Kenapa? Kamu masih sayang sama Abang? Sakit hati kalau Abang udah punya pacar baru namanya Hilda?” tanya Kafta sambil membantu Liz mengusap air matanya yang berjatuhan.

“Jadi, itu beneran pacarnya yah?” tanya Liz pasrah, air mata Liz makin bercucuran banyak. Entah kenapa mendengar kalau Kama sudah memiliki kekasih baru bernama Hilda membuat Liz tidak mampu mengehentikan air matanya yang terus mengalir tanpa ampun.

“Hai … kamu kok nangis? Masih cinta ama Abang?” tanya Kafta sambil memeluk Liz.

Liz hanya bisa pasrah dipeluk Kafta, terserah dirinya di anggap murahan bila orang lain melihat hal ini. Tapi, Liz butuh sandaran dan Kafta saat ini yang ada untuk merengkuh dan memeluknya.

“Aku bingung sama Kama, dia bener-bener mainin aku Kafta. Dia bilang aku istrinya sampai mati, disuruh aku nunggu dia karena dia mau urusin perusahaannya. Sebelumnya, dia cerein aku dengan alasan nggak masuk akal. Aku tuh apa? Aku tuh apa?” isak Liz kesal sambil merekatkan pelukkannya.

Kafta hanya bisa diam mendengar perkataan Liz, banyak yang bilang Kafta adalah lelaki berengsek yang hobi gonta ganti perempuan. Celap celup sana sini, kebut-kebutan dan bikin ulah. Tapi, ternyata Abangnya lebih biadap dari dirinya. Kelakuan Abangnya yang selalu seenaknya, egois, tukang ghosting dan menyiksa Liz membuat Kama kesal setengan mati.

“Mungil ….”

“Iya,” jawab Liz sambil mengusap air matanya yang sudah mulai bisa berhenti.

“Abang, paling cemburu sama aku. Mau aku bantu buat bales dendam, Liz?”

“Hah!?”

•••

Pilihan terbanyak ketemu sama Kafta yah.

Inget Ketemu sama Kafta bukan jadian sama Kafta.

Pertanyaan selanjutnya.

Diterima atau nggak ajakkan balas dendam Kafta?

• ya

• tidak

Aku tunggu jawabannya sampai jam 21.00 wib (10 agustus 2021)

Xoxo Gallon yang Hobi Kellon

1
Vlink Bataragunadi 👑
oke..... kekesalan ku ama kamu aku cabut/Sob//Sob//Sob//Sob/
Vlink Bataragunadi 👑
belasan juta buat dirobek/Hammer//Hammer/
Vlink Bataragunadi 👑
kaftaaaaa, pokeuuuuus, dooooh/Joyful//Joyful//Joyful/
Vlink Bataragunadi 👑
ampuuuuun Liiiiiz, ya gmn atuh, Kafta mah ngomongnya lbh sering ama dada Liz ketimbang ama Liznya/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Vlink Bataragunadi 👑
trs kenapa dulu Kama ga mau berobat? berarti sebenarnya ga cinta2 bgt dong ama Liz? ih kok aku gedek ya padahal Liz udh sedemikian berkorban nya buat Kama, astaaagaaaa aku konsisten banget sebel ama Kama nya/Facepalm//Joyful//Joyful//Joyful/
Vlink Bataragunadi 👑
dasar emang ya jodoh di tangan othor, padahal Liz kurang kuat gmn coba ngadepin keegoisan Kama selama 10thn, ih kok aku kesel mulu ya ama si Kama ini /Panic//Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
ih kok pengen mewek ya/Sob/
Vlink Bataragunadi 👑
bjiiiir si Kafta bikin aing mewek/Sob//Sob//Sob//Sob/
Vlink Bataragunadi 👑
aduh.... Kafta dewasa bangett, bener ya dewasa itu ga dilihat dari umur
Vlink Bataragunadi 👑
aku speechless ama Gallon.... Juan itu kynya Gallon ya, agak2 gt/Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
akhirnya kamu sadar liz/Cry/
Vlink Bataragunadi 👑
mantaaap Liiiz!
Vlink Bataragunadi 👑
yeeeeeey maumuuu
Vlink Bataragunadi 👑
hadeuh manusia macam apa Kama iniiiii
Vlink Bataragunadi 👑
Kama ego nya terlalu tinggi, iya dia mencintai Liz tp krn egonya juga dia malah mengekang Liz, membentuk Liz sprt yg dia mau, tidak mau peduli apa yg sebenernya Liz suka dan inginkan, seenak udel mengatur, tipe cinta macam apa itu?
Vlink Bataragunadi 👑
ih gallon maaaaaah
Vlink Bataragunadi 👑
dih! ga tau aja hmn egoisnya itu si Kama!
Vlink Bataragunadi 👑
iiiih Gallon maaaaaah
Vlink Bataragunadi 👑
bagus liiiz bagus!
Vlink Bataragunadi 👑
ya ampuuun beneran Kama toxic iiiih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!