Menikahlah denganku......!!
Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...
Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.
Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sembilan..
Baikal berpamitan dengan ke dua orang tua Ayra.Dia hendak pulang karena hari sudah semakin malam, dia juga belum sempat mandi dan berganti baju setelah beraktifitas seharian ini.
"Om Tante Baikal pamit dulu."
"Sekarang panggil Mama dong ,kan sebentar lagi akan jadi anaknya Mama juga ," perintah Mama Leylin sambil menerima uluran tangan Baikal.
"Iya Tan.. eeh maksutnya Mama," jawab Baikal sedikit canggung karena belum terbiasa.
"Ya udah hati-hati ya," ucap Mama Leylin sebelum Baikal benar-benar keluar dari rumah itu.
"Biar gue antar ke depan." Felix tiba-tiba membuka suaranya. Ada beberapa hal yang ingin Felix bicarakan dengan Baikal . Felix masih merasa tidak tenang untuk melepaskan Ayra pada Baikal secepat ini.
Baikal hanya mengangguk mendengar tawaran dari Felix.
"Tumben dia mau bicara sama gue , mungkin dia sudah menerimaku kali ya.." pikir baikal.
Felix berjalan beriringan dengan Baikal sampai mereka berdua tiba di depan mobil milik Baikal.
"Lo serius sama Ayra?" tanya Felix to the point.
"Ha?"
"Gue tanya sama lo , lo serius gak sama Ayra?" Felix mengulangi perkataanya dengan nada serius.
"Kalau gue gak serius gue juga gak akan sejauh ini sama Ayra .Gue bisa aja nurutin permintaan Ayra untuk membatalkan perjodohan ini tapi nyatanya gue malah bujuk dia buat terima gue. Terdengar egois memang bagi Ayra tapi gue cinta sama dia bahkan sebelum gue datang ke rumah lo gue sudah mencintainya," tegas Baikal.
"Jadi gue gak main-main ."
Felix menyimak semua yang diucapkan Baikal . Dia sebenarnya sudah yakin kalau Baikal akan serius sama Ayra hanya dari melihat gimana Baikal memandang dan memperlakukan Ayra.Tapi tetep saja , sebagai seorang Kakak Felix mau yang terbaik untuk Adiknya.
"Gue pegang kata-kata lo...dan awas kalau lo sampai nyakitin Ayra!!" ancam Felix dan setelah itu dia berlalalu meninggalkan Baikal yang masih berdiri di dekat mobilnya.
Baikal kemudian masuk ke mobil dan melajukannya pulang ke rumah .Dia bahagia , akhirnya Ayra sebentar lagi akan menjadi miliknya. Menikah dengannya dan menjadi ibu dari anak-anaknya.
______________
Three days later hari pernikahan sudah tiba.
Ayra memantulkan dirinya di depan cermin untuk melihat penampilannya . Meskipun Ayra menikah dengan terpaksa tapi dia tidak mau terlihat tidak cantik dibhari pernikahannya.Ayra sekarang juga sudah mulai bisa menerima takdirnya yaitu menikah dengan Baikal. Dia akan menjalani pernikahannya dengan baik dan tidak mengecewakan Baikal serta orang tuanya.
Ayra masih saja memutar-mutarkan dirinya di depan cermin untuk melihat penampilannya.
"Sudah cantik kok sayang ," Mama Leylin datang menghampiri Ayra karena Baikal sudah menunggunya.
Ayra tersenyum mendapati pujian dari Mamanya. Dia harus menunjukan kalau dia juga bahagia dengan pernikahan ini.
"Yuk Baikal sudah nunggu.." ajak Mama Leylin.
Ayra menganggukan kepala dan berjalan dengan ditemani Mama Leylin di sampingnya.
Ayra kini sudah berdiri di atas altar yang sangat mewah dengan di sampingnya ada Papa David yang menggandengnya.
Papa David menggiring Ayra untuk di serahkan ke pada Baikal untuk segera mengucap janji suci kepada tuhan .
Baikal tersenyum menerima Ayra dari Papa David. Dia sangat terpesona dengan perempuan di depannya. Ayra benar-benar sangat cantik dengan gaun pengantinnya. Sudah tiga hari mereka tidak bertemu Baikal benar-benar sangat merindukannya.
Ayra dan Baikal sudah selesai mengucap janji suci mereka ke pada tuhan. Sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri. Mereka bertukar cincin kemudian Baikal mencium kening Ayra.
Baikal merasa kebahagian membuncah pada dirinya . Dia sudah lega sekarang .Ayra sudah sah menjadi istrinya.
Resepsi pun diadakan dengan sangat megah. Banyak para pengusaha pengusaha yang datang serta para penjabat negara. Reporter tidak di izinkan masuk karena tidak mau kehidupan pribadi mereka menjadi bahan pembicaraan di dunia hiburan. Ayra dan Baikal berdiri berdampingan sambil menyalami mereka.Tak banyak teman dari Baikal yang datang karena semua tentang pernikahannya diatur oleh keluarga mereka.
Seharian berdiri membuat Ayra merasa sangat lelah .Dia ingin istirahat sebentar dan makan beberapa makanan. Ayra mendudukkan dirinya di sebuah kursi sambil memperhatikan orang-orang yang hadir di pernikahannya. Tidak banyak temannya yang datang juga hanya beberapa teman butiknya saja selebihnya adalah tamu milik Papanya dan Papa Arga.
"Ay aku ke teman-temanku sebentar ya.." izin Baikal kepada Ayra.
"Iya , aku mau istirahat dulu , capek ," keluh Ayra.
Baikal menghampiri teman-temannya yang sedang kumpul di sebuah meja sambil menikmati minimum mereka . Termasuk juga ada Devan di sana.
"Woii pengantin baru.....pantesan ngebet banget pengen nikahin dia. Istrinya aja bentukannya kayak gitu ," timpal Devan yang melihat Baikal datang ke arahnya.
Devan sempat terpesona tadi saat melihat Ayra . Siapa sih laki-laki disini yang tidak terpesona melihat kecantikan Ayra. Bukan hanya cantik tapi tubuhnya pun idaman bagi setiap pria.
"Apaan sih lo.. awas ya kalau lo suka sama istri gue." Ancam Baikal sambil mendudukkan dirinya di kursi yang kosong.
"Gila lo Bai ...tiba-tiba main nikah aja. Setau gue lo gak ada cewek." Sekarang giliran Aldo yang berbicara .Dia juga sahabatnya Baikal sama seperti Devan .Tapi Aldo bekerja di perusahaan kakeknya jadi mereka jarang bertemu.
"Gue dijodohin sama nyokap ," jelas Baikal .
Baikal kemudian berdiri dari duduknya . Dia hendak menghampiri Ayra lagi .Dia tak mau membiarkan Ayra sendirian terlalu lama . Takut ada yang menggodanya.
"Eh lo mau ke mana ?" tanya Aldo yang masih penasaran dengan cerita Baikal.
"Balik lah ...gue udah kangen sama istri gue," jawab Baikal dengan sombongnya.
Devan yang mendengarnya rasanya pengen berkata kasar saja mendapati kelakuan Baikal yang seperti itu.
Acara pernikahan sudah benar-benar selesai .Semua tamu undangan sudah meninggalkan gedung tempat acara pernikahan di adakan.
Kini Ayra dan Baikal sudah berdiri di depan sebuah kamar hotel yang dipesankan untuk mereka berdua menghabiskan malam pertamanya.
Baikal dan Ayra sudah melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam sebuah kamar hotel . Sebuah ruang kamar yang indah dengan dekorasi khas pengantin baru. Ayra tak memperdulikan dekorasi dekorasi yang ada . Yang ia lakukan adalah langsung merebahkan dirinya di atas kasur dengan masih menggunakan gaun pengantinnya.Baikal yang melihatnya pun hanya geleng-geleng kepala saja.
"Ay...gak mandi dulu ?" tanya Baikal.
"Kamu duluan Bai...aku pengen rebahan sebentar."
Baikal menuruti permintaan Ayra. Dia tak tega melihat Ayra yang kelelahan seperti ini.
"Ya udah aku mandi dulu ," jawabnya sambil melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Baikal sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai kaus dan celana pendeknya. Tadi dia membawa baju ganti dari rumah.
Baikal mendekati Ayra hendak membangunkannya tapi dia sedikit tak tega untuk membangunkan Ayra , dia terlihat sangat lelah sekali. Tapi dia tambah tak tega lagi kalau harus melihat Ayra tidur masih dengan gaun pengantin di tubuhnya.
"Ay...bangun dulu ," ucap Baikal sambil menggoyangkan pelan bahu milik Ayra.
Ayra menggeliat mendengar suara Baikal yang membangunkannya.
"Eemm kamu udah selesai mandi...?" tanya Ayra ketika membuka matanya.
Baikal menjawabnya dengan anggukan. Ayra kemudian bangun dan mendudukan dirinya sebentar untuk mengumpulkan nyawanya. Dia berjalan ke arah sofa mengambil paper bag yang tadi di bawakan Mamanya. Dia mengambil baju tidurnya dan kemudian berjalan ke kamar mandi. Ayra ingin berendam air hangat untuk mengurangi rasa lelahnya.
Beberapa menit kemudian Ayra sudah selesai dengan ritual mandinya. Dia mengenakan baju tidurnya yang sebenarnya adalah lingerie . Dia berjalan keluar kamar mandi masih dengan tangan yang memegang handuk untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.
Baikal benar-benar terkejut melihat penampilan Ayra yang seperti ini .Dia berulang kali meneguk salivanya melihat penampilan Ayra. Sebuah gaun tidur yang dapat memperlihatkan kaki jenjang milik Ayra serta belahan dada yang sangat rendah yang semakin menonjolkan gundukan kembar milik Ayra yang lumayan besar . Ayra benar-benar sudah membuat sesuatu yang ada di diri Baikal bangun.
Ayra masih dengan santainya mengeringkan rambutnya serta memakai beberapa produk kecantikan miliknya. Dia tak sadar dengan penampilannya yang dapat membangkitkan gairah bagi siapa pun pria yang melihatnya. Karena bagi Ayra memakai gaun tidur seperti ini sudah menjadi kebiasaan untuknya. Dia suka karena tidak gerah itu alasannya.
______________
semoga suka....
jangan lupa tinggalkan jejak ya....